BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 134


__ADS_3

...Selamat membaca 🌸...


...Maaf banyak typo πŸ˜€πŸ™...


...🌸🌸🌸...


"Ya Rabb,,, Seandainya dia memang jodoh terbaik yang Engkau siapkan untuk hamba,,,Maka yakinkanlah hati hambaMU ini. Jauhkanlah segala keraguan yang ada,,, Lembutkanlah hati papa agar bisa menerima kenyataan bahwa putrinya ini mencintai orang yang mungkin dibencinya. Permudahlah jalan kami berdua untuk bisa bersatu bersama sama menuju ke ridhoMU."


Karin menangkupkan ke sepuluh jarinya memohon segala yang terbaik pada tuhannya.


"Dan jika memang dia bukan jodoh hamba,,, Maka tenangkanlah hati hamba dan kuatkan agar hambaMU ini tetap bisa istiqomah di jalanMU tanpa sekali pun hilang keyakinan atasMU ya Rabb. Jauhkan hamba dari segala bisikan setan yang bisa saja membuat hamba berpikir Engkau tak pernah sayang pada hamba. Aamiin,,"


Karin menutup doanya dengan mengusapkan kesepuluh jarinya di wajahnya. Hatinya begitu tenang dan terasa adem setelah sholat dan berdoa,,, Meluapkan semua jeluh kesahnya hanya pada tuhannya.


Beberapa hari ini jiwanya terasa rapuh dengan ketakutannya sendiri terhadap penolakan papanya jika suatu saat nanti dia mengatakan siapa pria pencuri hatinya itu.


Ketakutan itu juga yang membuat Karin takut memastikan pilihan. Karin takut terburu buru mengiyakan Dion tapi papanya tidak setuju. Yang Karin mau adalah persetujuan papanya dulu.


Entah benar entah salah cara pikirnya itu,,, Yang jelas Karin takut menyakiti hati papanya. Itu saja,,,Karin sudah cukup melihat betapa papanya itu tertekan jiwanya harus menghabiskan masa tuanya di penjara meski itu memang konsekuensi yang harus diterimanya. Tapi tetap saja,, hati anak mana yang tega membiarkan begitu saja papanya mendekam di penjara.


...🌹🌹...


"Kamu belum mau cerita Rin sama papa??"


Karin gugup mendengar Adi kembali mengungkit pertanyaan itu saat dia datang membesuk. Beberapa hari ini Karin lega karena tidak ditanya oleh Adi masalah itu. Tapi hari ini Adi rupanya menanyakannya.


"Mmm,,,Itu,,,Karin,,,"


"Kok gugup begitu?? Katakan saja siapa dia. Inshaallah kalau memang dia pria yang baik untukmu,,,Papa tidak akan mempersulit hubungan kalian. Hanya saja papa ingin memastikan bahwa dia tau kalau papa kamu bukan orang baik. Papa kamu kriminal yang mendekam di penjara. Papa hanya ingin memastikan pria pilihanmu itu bisa menerima keburukan keluarga kita yang papa ciptakan."


Adi tertunduk dan meneteskan airmata. Perasaan bersalah hinggap di hatinya saat dia mulai menyadari perbuatannya itu juga bisa berimbas buruk pada masa depan Karin.


"Papa kok gitu sih ngomongnya?? Kriminal pun juga manusia yang harus diberikan pengampunan dan kesempatan untuk merubah diri.Tidak ada satu pun manusia yang berhak menilainya sebagai yang terburuk." Karin menyeka airmata Adi.


"Maafkan papa ya Rin,,," lirih Adi lalu memeluk putri semata wayangnya itu.


"Karin juga minta maaf ya sama papa."

__ADS_1


"Untuk apa Rin?? Kalau hanya untuk rasa bersalahmu pada papa karena kamu mengungkap kejahatan papa,,,maka kamu tidak perlu minta maaf karena kamu tidak salah. Apa yang kamu lakukan itu sudah benar jadi jangan meminta maaf pada papa."


"Bukan itu pa."


"Lalu apa??" Adi tak paham.


Karin memainkan jari jemarinya ragu ragu mau mengatakannya atau tidak. Adi melihat keraguan itu. Diraihnya jemari Karin lalu digenggamnya erat.


"Katakan pada papa,,,Siapa dia. Jangan takut,,,"


Karin membuka bibirnya dan menyebutkan nama.


...🌹🌹🌹...


"Kalau begitu kita ketemu lagi di Paris. Lo yakin Dare semua yang diperlukan buat nikahan Rayya udah siap semua??" Tanya Dion memastikan.


Dion yang biasanya selalu dilibatkan dalam segala urusan dan persiapan segala urusan Darren dan keluarganya merasa kurang percaya pada Darren yang kali ini sama sekali tak memintanya melakukan apa apa kecuali datang saja dipernikahan Rayya.


"Yakin gue. Lo jangan cemas gitu. Ini nikahan anak gue dan bukan pertama kalinya gue urus yang beginian. Nikahan Levi dulu juga mana gue ngerepotin lo?? Pokoknya kalau urusan anak gue,,,Gue usahakan bisa sendiri. Lagian kan nikahan Rayya hanya di masjid dan gak ngundang orang. Jadi gak ada yang perlu berlebihan disiapkan." ucap Darren.


"Sudah."


"Penghulu??"


"Sudah."


"Saksi??"


"Ya lo sama pihak keluarga Bimo nanti."


"Tumben cerdas lo tanpa gue,,," puji Dion.


"Gue selalu cerdas keles. Lo nya aja yang sok kepinteran dari gue." sungut Darren tak terima.


"Hahaha,,,Eh,, By the way lo sudah hubungi pihak kantor polisi untuk beri ijin sama Adi keluar hari itu??"


"Sudah dong. Itu yang paling pertama gue lakuin." jawab Darren.

__ADS_1


"Good daddy,,,!!" sekali lagi Dion memuji dengan mengangkat jempolnya ke arah kamera ponselnya.


"Lo tuh ya,,,durhaka bener sama calon mertua. Main sebut nama aja. Sebut papa Adi kek,,,Pak kek setidaknya." seru Darren.


"Ya ampun Dare,,, Gue kalau bayangin itu kok jadi malu sendiri ya. Kita kan seumuran sama dia. Lah masak gue panggil dia papa sih??" muka Dion jadi terlihat lucu.


"Itu kan resiko namanya. Lo ngebet sama anaknya ya lo musti terima resiko panggil papa sama bapaknya. Lagian kan bukan seumuran juga ma kita. Dia tuaan lah dari kita. Kan dia kakaknya Ray,,,Ray yang seumuran sama kita." ucap Darren.


"Ah tetap aja beda dikit doang. Dua tahun tiga tahun aja palingan." bantah Dion.


"Lo tuh mestinya lebih kuatir musti panggil apaan ke gue??? Lo awas aja durhaka panggil gue sembarangan.Lo musti sopan ma gue. Karin itu ponakan Ray jadi dia juga ponakan gue." ancam Darren.


"Baiklah paman gober,,," seru Dion memasang muka meledek Darren.


"Sialan lo!!!" sungut Darren.


...🌹🌹🌹...


Rayya dan Bimo tak kalah semangatnya mempersiapkan segala sesuatu yang mereka perlukan di hari pernikahannya yang tinggal menghitung hari saja. Bukan hanya urusan pakaian dan mas kawin yang mereka pikirkan tapi juga mengenai urusan tempat tinggal keluarga Bimo nantinya selama berada di Paris.


Karena rencananya,,,setelah resmi menikah mereka tak ingin langsung pulang ke Indonesia melainkan tinggal di Paris sebulan dulu bersama keluarga besarnya.


Calon pasangan muda itu lebih menginginkan bulan madunya ditemani keluarga besar agar kebahagiaannya makin terasa.


"Tapi ya bukan berarti nanti pas di kamar pengantin juga minta ditemani keluarga yaaa,,," goda Bimo.


"Bang Bim,,," kalau saja tak ada cadar,, Bimo pasti bisa melihat pipi Rayya merona.


"Pokoknya abang mau ngejoss terus. Biar cepat dung,,," Bimo menggembungkan perutnya membentuk sikap wanita hamil.


"Ihh,,,mesum,,," protes Rayya.


"Mesum Sama istri sendiri kan namanya ibadah. Dapat pahala loh,,,Asiiikkkk,,," Bimo girang dan makin girang melihat Rayya malu malu kucing.


...🌸🌸🌸...


...Terima kasih atas vote, like dan komennya πŸ™πŸŒΉβ€οΈ ...

__ADS_1


__ADS_2