BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 55


__ADS_3

Selamat membaca 🌼


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌼🌼


"Permisi,,, Pasien sudah boleh dibesuk." ucap suster yang baru selesai memeriksa keadaan Rayya.


Darren dan Levi kompak mengucapkan terima kasih atas informasi yang disampaikan suster tersebut.


"Ayo kita masuk,,, Dampingi ayah memberi pengertian pada adikmu." ajak Darren.


"Iya ayah,,, Levi juga punya kewajiban untuk meluruskan Rayya. Levi tidak mau adik Levi salah jalan." sahut Levi.


Dengan sigap Levi membukakan pintu untuk Darren. Rayya menoleh saat pintu terbuka dan langsung membuang pandangannya begitu melihat Darren masuk.


"Rayya,,,, Bagaimana keadaanmu nak? Apa yang kamu rasakan,,,???" tanya Darren lembut sambil membelai kepala Rayya yang masih saja tak mau menoleh ke arahnya.


Jangankan menoleh,,, Menyahut pun tidak.


"Ayya,,,Ayah tanya dijawab dong." tegur Levi.


Namun yang ditegur tetap tak bergeming. Darren memberi isyarat pada Levi untuk tidak bicara dulu dan membiarkan dirinya saja yang bicara.


"Rayya,,, Anak ayah,,, Ayah sebelumnya minta maaf kalau ada sikap ayah yang melukai hati Rayya. Sama sekali ayah tak bermaksud begitu nak." ucap Darren memulai.


Rayya tak bergeming.

__ADS_1


"Ayah sama sekali tidak pernah menganggap Rayya ini anak tiri ayah karena Rayya terlahir dari rahim bunda. Ayah mencintai bunda dengan segala sesuatu yang dimilikinya termasuk kamu nak. Meski ayah bukan ayah biologismu,,, Tapi ayah tak pernah sama sekali mempermasalahkannya. Rayya tetap anak ayah." lanjut Darren.


Airmata Rayya menetes namun segera dihapusnya masih dengan tak menoleh pada Darren dan Levi.


"Dan mengenai perkataanmu hari ini,,, Tentang kamu dan kakakmu. Ayah rasa ayah harus menjelaskan padamu apa dan bagaimana hubungan di antara kalian ini. Nak,,, Karena kalian berdua berasal dan lahir dari rahim yang sama,,, Air susu yang sama juga yang telah mengalir dalam darah kalian,,, Meski kalian berbeda ayah,,, Kalian tetap tidak diperbolehkan untuk memiliki perasaan cinta dalam artian ingin menikah di kemudian hari." Darren mencoba memberi pengertian.


"Jadi ayah bilang tidak boleh tadi bukan karena ayah lebih menyukai gadis yang di foto bersama kak Levi,,, Bukan karena ayah menganggapmu anak tiri lalu ayah bisa perlakukan semaunya,,,Ayah bisa mengatur semuanya,,, Justru karena bagi ayah kamu adalah putri ayah,,, Ayah tidak mau kamu salah jalan nak. Kamu sama kak Levi adalah saudara sepersusuan yang hukumnya memang haram jika menikah." Darren menjelaskan dengan kalimat yang mudah dimengerti.


Napas Rayya nampak naik turun mendengarkan penjelasan Darren. Airmatanya pun kembali berlinangan antara airmata kesedihan karena tak ada celah bagi cintanya pada Levi dan airmata haru atas apa yang dituturkan Darren mengenai kasih sayangnya pada dirinya.


"Ayah sudah pernah kehilangan satu putri nak,,, Sekarang tinggal kamu satu satunya putri ayah. Ayah tidak ingin putri cantik ini kena azab dari Rabbnya jika tetap nekad melanggar aturan dan hukum agama. Ayah tidak mau putri ayah ini mengecap api neraka karenanya ayah berusaha mengatakan kebenaran ini meski ayah tau ini sangat melukaimu." ucap Darren.


Rayya memiringkan tubuhnya dan kini melihat wajah dua pria tampan yang selama ini dikenalnya sebagai kedua pelindungnya. Wajah teduh keduanya yang selalu mengikat hatinya untuk senantiasa menyayangi keduanya.


Darren tersenyum melihat Rayya akhirnya mau melihatnya. Darren mengelus kepala Rayya dan mencium keningnya. Tak lupa juga mengusap airmata Rayya.


"Jadi sekali lagi ayah tegaskan sama Rayya,,, Rayya ini anak ayah. Anak ayah tanpa embel embel kandung atau pun tiri. Hanya anak ayah. Rayya tidak ada bedanya dengan kak Levi. Kalian sama sama anak bunda dan anak ayah serta anak abi juga." tegas Darren.


Rayya mengangguk dan kembali airmatanya membasahi pipi putihnya.


"Maafin Rayya ya ayah sudah bicara sembarangan tadi." lirihnya.


"Ayah yang harus minta maaf karena ayah terlalu keras tanpa menjelaskan dulu. Ayah sekarang hanya berharap setelah ayah jelaskan semuanya,,, Rayya bisa berpikir lebih dewasa lagi dan tau apa yang harus Rayya lakukan." kata Darren.


Rayya mengangguk. Bola matanya beralih pada Levi.


"Kak,,," panggilnya lirih.


"Iya Ayya,,, Kakak di sini." Levi menyahut dengan suara serak menahan sesak melihat keadaan adiknya yang sebisa mungkin dianggapnya tidak pernah dicintainya itu.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih nekad begini?? Ayah kan gak pernah mengajarkan pada kita untuk berbuat hal yang dibenci sama tuhan. Bunuh diri itu dilarang Ayya,,," Levi pun dengan lembut berusaha mengajarkan kebaikan pada Rayya.


"Kak,,, Ayya,,, Ayya,,," Rayya tidak bisa meneruskan bicaranya dan kembali menangis menahan gejolak dalam hatinya.


"Ayya sayang sama kakak gak??" tanya Levi.


Rayya mengangguk.


"Sayang ayah?? Sayang bunda?? Sayang abi??" semua dijawab dengan anggukan oleh Rayya.


"Kalau begitu coba Ayya pikirkan ulang,,, Apa semua yang Ayya rasakan sama kakak itu juga perasaan yang sama pada mereka atau hanya sekedar tipuan setan yang ingin menjerumuskan Ayya saja??" tanya Levi.


Rayya tak menjawab dan hanya terisak.


"Kakak paham,,,Ayya memang tumbuh besar hanya bersama kakak selama ini. Ayya jadi menganggap kakak ini adalah cinta pertama Ayya karena Ayya hanya terbiasa bersama kakak.Tapi percaya sama kakak,,, Itu bukan cinta Ayya,,, Itu hanya perasaan sayang saja. Kakak yakin Rabb kita tidak akan menghadiahkan Cinta pada kita yang diharamkan menikah. Ini hanya pengalihan setan pada kita yang lemah ini,,," Levi sebisa mungkin memberi pengertian pada Rayya.


"Iya kak,,Ayya mengerti. Ayya akan mencoba sebisa mungkin untuk merubah semua rasa ini menjadi rasa yang seharusnya dan sewajarnya meski mungkin akan sangat berat." lirih Rayya.


"Meski berat,,, kakak tetap menuntut kamu untuk bisa melakukannya. Demi ayah,,,bunda dan abi Rayya,,, Lihat ayah,,,Apa belum cukup ayah dengan segala beban rasa bersalahnya pada bunda??? Lalu bunda dan abi,,,Apa tidak sebaiknya kita tidak membebani mereka di surga??? Bukankah seharusnya mereka damai disana???" tanya Levi.


"Kita sebagai anak anaknya,,,harusnya sebisa mungkin melakukan amalan yang baik dan hanya berdoa untuk kedamaian serta ketenangan mereka. Bukan malah melakukan sesuatu yang mungkin akan memberatkan mereka di depan sang maha kuasa,,," tutup Levi.


"Iya kak,,,Ayya mengerti. Ayya juga tidak mau membuat abi dan bunda kecewa melihat Ayya seperti ini.Ayya menyesal sudah senekad ini. Kasihan ayah harus panik dan cemas melihat keadaan Ayya. Maafin Rayya ya ayah,,," Rayya menarik tangan Darren yang sedari tadi masih mengelus kepalanya.


Diciuminya punggung tangan yang sudah begitu berjasa mencarikan segala sesuatu terbaik untuknya selama ini. Tangan satu satunya yang berusaha memberikan kehidupan paling layak untuknya.


Jadi mana mungkin dia bisa dan boleh begitu saja mengecewakan pemilik tangan itu dengan mempertahankan keegoisannya akan cinta semunya???


"Tidak ayah,,,Rayya tidak akan melanjutkannya." tekad Rayya dalam hati.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa ❀️


__ADS_2