
Selamat membaca 🌹
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌹🌹
Levi mencium kening Tiara sesampainya mereka di rumah.
"Terima kasih sudah menjaganya untukku." ucap Levi.
"Aku senang sayang bisa mempersembahkannya untukmu. Dan memang begitu seharusnya." ucap Tiara dengan seulas senyum manisnya.
Hal itu membuat Levi tak bisa menahan diri. Sekali lagi digaulinya istrinya itu sampai keduanya tertidur hingga pagi.
🌹🌹🌹
Pagi itu bu Mila datang mengunjungi rumah baru Tiara sendirian. Pak Herman tak ikut datang karena beliau sibuk bekerja. Sejak Darren menyerahkan sebuah cek kosong untuknya sebagai pengganti kerugian yang dulu dimintanya,,, Beliau makin rajin bekerja dan mengelola bisnis kecil kecilan menggunakan uang tersebut.
Sebenarnya beliau telah menolak cek tersebut karena merasa tidak enak telah menuduh Darrenlah yang menyebabkan bisnisnya berantakan. Tapi Darren memaksanya menerimanya. Hingga akhirnya beliau hanya mengambil seperlunya saja.
"Ara,, Apa yang terjadi??" bu Mila yang datang mengunjungi rumah baru Tiara terdengar cemas.
Tiara hanya tersenyum simpul dengan rona wajah malunya.
"Kamu ini kok malah senyum senyum begitu sih,,, Ibu jadi bingung. Ayo katakan pada ibu,,," bu Mila penasaran.
"Bu,,, Ternyata aku ini masih suci. Bobi bohong mengatakan semua itu padaku,,,," kata Tiara dengan wajah berseri.
"Apa?? Kamu yakin Ra,,,??" tanya bu Mila yang terkejut mendengar penuturan Tiara.
"Iya bu Ara yakin,,, " jawab Tiara yang kemudian terlibat percakapan serius dengan ibunya tentang pertemuannya dengan Bobi kemarin.
"Alhamdulillah,,,Ibu senang sekali mendengarnya Ra. Itu artinya kamu tak perlu merasa minder lagi pada suamimu. Ibu senang akhirnya niat baik suamimu bertanggung jawab menutupi aibmu malah berbuah manis begini." mata bu Mila berkaca kaca.
"Iya bu,,,Ara juga sangat bersyukur." Tiara menimpali lalu menggenggam erat tangan bu Mila.
"Selamat pagi bu,,,"Tegur Levi yang baru keluar dari kamarnya.
"Pagi Levi,,, Ibu ikut senang mengetahui semuanya." kata Bu Mila.
__ADS_1
"Ah iya bu,,," Levi malu malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Lalu apa rencana kalian ke depannya??" tanya bu Mila yang ingin mengalihkan pembicaraan agar Levi tak malu malu lagi.
"Levi sama Tiara akan melanjutkan kuliah kami sampai lulus dulu bu. Tapi sementara itu Levi akan ambil kuliah malam saja karena paginya Levi mau ke kantor." kata Levi.
"Kantor???" mata Tiara membulat.
"Iya sayang kantor,,, Sesuai janjiku pada ayah dan padamu juga,,, Setelah menikah aku akan mulai bekerja untuk mencari nafkah. Aku tidak mau mengandalkan uang cuma cuma dari ayah. Oleh karena itu aku terima tawaran ayah untuk menempatkanku di salah satu cabang perusahaannya." kata Levi.
"Sebagai apa??" tanya Tiara.
"Hahahha,,, kAryawan biasa saja lah dulu sayang. Anggap saja belajar dulu. Aku tidak mau karena aku anak ayah lalu seenaknya mendapat posisi penting di kantor. Kan aku belum berpengalaman memegang kendali perusahaan jadi aku menolak saat ayah memberiku posisi penting." Jawab Levi sambil tertawa.
Tiara dan bu Mila berpandangan. Mereka heran tapi takjub dengan pemikiran Levi. Saat anak anak orang kaya berebut mengambil posisi penting,,, Levi menolak dengan alasan yang sangat masuk akal.
"Kamu tidak apa apa kan sayang kalau gajiku masih kecil??" tanya Levi.
"Tidak apa apa sayang. Bahkan kalau kamu mengijinkan,,, Aku ingin tetap melanjutkan kerja part time ku di toko kue." kata Tiara yang memang selama ini punya kerjaan part time.
"Eehhmmmm,,," Levi masih berpikir.
"Kan kita berjuang bersama,,, Mengumpulkan bersama,, sedikit demi sedikit." kata Tiara lagi.
"Baiklah,,, Agar kamu tidak bosan di rumah saja,,, kamu boleh tetap bekerja. Tapi kamu harus janji bahwa ini hanya untuk sementara. Begitu kuliah kita selesai dan aku menerima jabatan yang seharusnya ku pegang di kantor,,, Aku mau kamu berhenti bekerja sayang." kata Levi kemudian.
"Iya sayang aku janji,,," sahut Tiara.
Levi mencium keningnya dengan lembut. Bu Mila lega dan tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya ini bisa saling berdiskusi tanpa harus saling mendominasi.
"Semoga pernikahan kalian ini selalu diliputi kebahagiaan ya,,," kata bu Mila dengan senyum keibuannya.
"Aamiin,,," sahut keduanya serempak.
"Lalu kapan nih rencananya mau kasih ibu cucu??" tanya bu Mila lagi.
Levi dan Tiara berpandangan dan saling melempar senyum.
"Sudah diproses kok bu,,, Doakan cepat jadi ya,,, Kami tidak ingin menunda nunda karena kuliah kami juga sebentar lagi sudah selesai." jawab Tiara mewakili Levi.
"Baguslah kalau begitu,,, Meski kamu tetap memilih bekerja tapi ingat jangan capek capek Ra,,, Minum susu dan vitamin untuk persiapan kehamilan." pesan bu Mila.
__ADS_1
"Iya bu,,," sahut Tiara.
"Baiklah kalau begitu ibu pulang dulu ya." pamit bu Mila.
"Loh kok buru buru bu?? Levi kira ibu mau menginap di sini." kata Levi.
"Maunya sih begitu,,, Tapi kalau ibu menginap di sini siapa yang urus ayah??" tanya bu Mila sambil tersenyum.
"Ajak saja ayah menginap di sini juga bu,,," kata Tiara.
"Ah,,, Kami tidak mau mengganggu kalian. Kalian kan masih pengantin baru jadi nikmatilah dulu masa masa ini selagi kalian masih cuti kuliah." bu Mila mengedip pada Tiara.
"Ah ibu ini,,, Apa sih,,," Tiara malu malu.
Melihat putrinya tertunduk malu begitu bu Mila kembali hanya mengulas senyum bahagianya. Ribuan syukur disematkannya dalam hatinya karena akhirnya putri semata wayangnya ini menikah dengan orang yang tepat.
Levi dan Tiara mengantar bu Mila sampai ke pagar depan saat taksi yang dipesankan untuk beliau sudah datang. Levi ingin mengantarnya namun beliau menolak dengan alasan beliau masih ingin lanjut ke pasar dulu.
"Takut kelamaan,,, Kasihan nanti Tiara sendirian di rumah. Sudahlah,, Ibu bisa sendiri kok." kata bu Mila tadi.
Setelah bu Mila pergi,,,Levi dan Tiara masuk ke rumah dengan Tiara yang menggamit lengan Levi dan menyandarkan kepalanya di lengan Levi.
"Mau lagi ya??" tanya Levi.
"Apaan sih ah,,,Masih capek tau,,," sungut Tiara.
"Kalau aku yang minta bagaimana??" goda Levi.
"Leviiiii,,,,, Gak mau ahhh,,, Pokoknya gak dulu. Lapar nih aku,,, Aku masak dulu ya,,," Tiara mencoba mengelak dengan beralasan lapar.
"Hmmm menolak permintaan suami itu dosa loh,,," sindir Levi saat Tiara sudah melangkah ke dapur.
"Ehh,,, Ayo deh ayo kalau begitu. Aku gak mau jadi istri pembangkang dan berdosa. Ayo sayang ayo,,, aku mau deh,,," Tiara berlari kecil kembali ke samping Levi dan menarik narik tangan Levi.
"Hahahha,,, Katanya Lapar??" goda Levi.
"Gak jadi,,Lihat kamu gini aja sudah ilang kok laparnya,,," jawab Tiara tak mau kalah menggoda suaminya.
"Yakiin nih??" tanya Levi.
Tiara mengedip dan mengangguk membuat Levi gemas dan langsung membopongnya ke kamar. Menguncinya di dalam kamar seharian.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote, like dan komennya 🌹