
Selamat membaca 🌹
Maaf banyak typo 🙏
°\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=°
🌹🌹
"Pa,,,pa,,pacar apaan sih?? Ngaco ah kalian,," Bimo mengelak sambil gugup.
"Lah itu isi chatnya pakai emoji love love gitu kalau bukan buat pacar buat siapa dong??" Tiara tak mau percaya begitu saja.
Muka Bimo langsung memerah bak kepitung rebus lengkap dengan tingkahnya yang makin gugup.
"Ngaku aja napa sih bro,,, Wajar kali kalau lo punya pacar. Yang jelas kan pacar lo tuh cewek,,, bukan cowok. Kalau cowok kan bahaya tuh,,,hahaha,," Levi tertawa.
"Ngaco lo!! Gue normal kali,, Emang apa enaknya tongkat ma tongkat??? Kan enakan tongkat sama lesungnya. Kalau cocok bisa jadi bayi lagi,," sungut Bimo.
Tiara mendelik mendengarnya. Pipinya merona mendengar itu.
"Itu ungkapan iri sama kita apa gimana tuh bro??" goda Levi.
"Kalau iri tuh makanya cepat sana dihalalin. Jangan main emoji aja terus." tambah Tiara yang cepat mengambil Birru dari pangkuan Darren.
Birru tampaknya haus makanya dia menangis. Karenanya Tiara langsung membawanya ke kamarnya untuk diberi asi.
"Om lihat nih anak sama menantu om cocok banget diduetin buat goda aku om." Bimo mengadu pada Darren.
"Ya makanya kamu cepat nyusul mereka dong." Darren yang sudah berdiri menghampiri Bimo dan menepuk bahunya.
"Yah si om malah belain mereka,," Bimo mengeluh.
"Sudah sudah,,, Om ke kamar dulu ya." pamit Darren.
"Hmm rindu sama almarhumah tante Chaira ya om??" tanya Bimo.
Darren menghentikan langkahnya lalu menoleh pada Bimo.
"Sedetik pun tidak pernah om tidak rindu padanya. Tidak peduli kalau pun dia masih ada di dunia ini saat ini,,Om tetap merindukannya." Darren tersenyum sendu.
Bimo jadi merasa tidak enak dibuatnya. Bimo menyesali mulutnya yang suka bicara asal tanpa peduli pada siapa dia bicara dan bagaimana situasinya.
Padahal dia tau betul dari Levi kalau ayahnya selalu sensitif kalau urusan bundanya. Ayahnya bisa dengan gampang meneteskan airmatanya jika sudah menyebut nama bundanya.
__ADS_1
"Maaf om,," lirih Bimo kemudian.
"Tidak perlu minta maaf Bim. Kamu tidak salah apa apa."Darren kembali tersenyum lalu beranjak meninggalkan mereka.
"Lo sih,," senggol Levi.
"Ya maaf. Nih mulut emang susah dikontrol." Bimo menepuk nepuk bibirnya sendiri.
"Ya untung mulut lo doang yang susah dijaga. Untung senjata lo anteng anteng aja walau gak ada sarungnya." ledek Levi.
"Tuh kan lo mulai lagi!!! Suka banget mancing mancing emosi lo!" gerutu Bimo.
Levi tertawa lalu duduk di samping Bimo. Dirangkulnya sahabatnya itu dengan lengan kanannya.
"Gue masih sahabat lo kan bro?" tanya Levi kemudian.
"Sesongong songongnya lo,, gak ada manusia songong lain yang bisa gue jadikan sahabat. Kenapa lo tanya gitu tiba tiba??" tanya Bimo balik.
"Kalau gitu sejak kapan lo main rahasia rahasiaan gini sama gue?" tanya Levi lagi.
"Hah!! Rahasia apaan bro??" Bimo terkejut.
Levi melepas tangannya dan menggaruk kepalanya dengan kesal karena sahabatnya itu sukses membuatnya geregetan dengan ketololannya.
"Oooohhh,," Bimo baru mengerti.
"Oh aja? Terus??" Levi mendesak.
Bimo menoleh padanya dan menatapnya tajam. Levi heran melihat perubahan sikap Bimo yang mendadak serius itu.
"Yang jelas dia gadis yang baik. Dia membuat juga bisa buat gue jadi manusia yang jauh lebih baik. Gue akan kasih tau lo kalau sudah saatnya. Doain aja gue sama dia berjodoh ya bro." Bimo menepuk bahu Levi.
"Gue rasa dia gak hanya buat lo jadi lebih baik. Tapi dia juga buat lo tertutup sama gue." ucap Levi kecewa.
"Ini permintaan dia bro. Gue harap lo bisa mengerti ya. Gue bukan gak mau berbagi cerita sama lo tapi gue cuma berusaha jaga janji gue sama dia untuk tidak menceritakan dulu pada siapa pun. Setidaknya sampai dia merasa siap." jelas Bimo.
"Ya sudahlah bro. Gue hargai privacy lo. Yang jelas gue selalu mau lo ingat satu hal,,, Gue selalu doakan sahabat gue ini yang terbaik tanpa lo memintanya." Levi ganti menepuk bahu Bimo.
"Thank you bro." ucap Bimo.
"Semoga aja lo gak nyesel udah doain gue jodoh sama dia setelah suatu hari nanti lo tau bahwa gadis itu adik lo sendiri bro." batin Bimo sambil senyum senyum jahil.
Bimo tau betul meski nanti Levi tau hubungan mereka,, Levi tidak akan menentang bahkan akan sangat senang karena selama ini dia sering cerita bahwa dia selalu takut adiknya jatuh ke tangan pria yang salah.
__ADS_1
Meski Bimo kadang songong,,, Tapi Levi tau betul bahwa sahabatnya itu adalah laki laki yang baik.
"Gue juga curiga nih sama Ayya. Tuh anak juga tumben main rahasia sama gue. Siapa sih yang lagi dekat sama Ayya sekarang? Awas aja kalau sampai gue tau tuh cowok gak pantas buat adik kesayangan gue. Apalagi sampai buat Ayya menangis. Gue bakal remukin tuh burungnya." ucap Levi kemudian yang auto buat Bimo tersedak minumannya.
Buru buru diletakkannya botol minuman dingin yang diteguknya barusan lalu mengelap bibir dan dagunya yang basah. Tak luput juga dengan bajunya yang ikut basah juga.
"Lo kenapa sih dari tadi kesedak mulu??" tanya Levi.
Diulurkannya sekotak tisu pada Bimo.
"Lah elo sih ngomongnya pakai remukin burung segala. Kan kasihan itu burung gak salah apa jadi letoy." sungut Bimo.
"Lagian ya,,, Kalau ternyata adik lo demen,,, Masak lo gak mau restuin juga sih??" Bimo kesal tanpa sadar.
"Nah apa hubungannya sama lo?? Kenapa lo yang sewot sih??" tanya Levi merasa aneh.
"Hah??" Bimo baru sadar ucapannya tadi.
"Hmmm gue jadi curiga sama lo,,,," Levi memicingkan matanya dan menatap Bimo dengan curiga.
"Cu,,cu,,curiga kenapa??" Bimo salah tingkah.
"Jangan jangan lo,,,," Levi menunjuk wajah Bimo.
"Apaan sih??" Bimo makin gugup takut ketahuan.
Levi makin mendekatkan wajahnya dan matanya makin memicing seolah mencari kebenaran akan satu hal dari wajah sahabatnya itu.
"Mati gue,,, Curiga nih si songong. Ay,,, Maafin abang ya. Abang malah keceplosan gini." batin Bimo yang makin gelagapan karena Levi makin mendekat.
"Ish lo ngapain sih mepet mepet gue gini??!! Mau nyium gue lo?? Gak cukup tuh si Tiara lo embat kok masih gue juga??" Bimo mendorong Levi agar menjauh darinya.
"Hhmm kan bener dugaan gue!!!" tukas Levi.
"Hah,,,Apaan??" Bimo gugup lagi.
"Jangan jangan lo juga cowok yang kayak gue takutkan itu. Lo emang gak bener kan jadi cowok makanya lo gak terima kalau ada cowok gak bener gue remukin burungnya???!!!" tuduh Levi.
"Wkwkwkwk,, Songong lo!!!" Bimo mendorong jidat Levi dengan telunjuknya sambil bernapas lega karena ternyata Levi bukan curiga pada hubungannya dengan Rayya.
\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹
__ADS_1