
Selamat membaca ❤️
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌸🌸
"Levi aku pulang dulu ya. Ibu memintaku membantunya memasak di rumah. Biasa lah ibu mengundang teman teman arisannya untuk makan di rumah." pamit Tiara setelah mereka menghabiskan nasi gorengnya di warung dekat kampus.
Meski anak orang kaya dan bawa mobil ke kampus tidak pernah membuat Levi merasa gengsi untuk makan di warung kecil. Bagi dia yang penting kualitas rasa dari makanan tersebut dan bukan seberapa mewah tempat makannya.
"Kamu naik apa pulangnya Ra?" tanya Levi.
"Biasalah naik bis,,," sahut Tiara merapikan tasnya dan memasukkan beberapa bukunya.
Levi diam dan melamun mengingat pesan Rayya tadi,, Rayya memintanya untuk lebih peka pada Tiara.
"Hey,, aku jalan dulu ya. Kamu tuh ngelamun terus dari tadi. Awas ntar kesambet loh,, Bye Levi,," Tiara sudah berjalan menjauh.
Levi masih bengong di tempat duduknya memandangi Tiara yang makin menjauh.
"Ara gadis yang baik,,, sudah lama dia jadi sahabatku. Tapi apa benar Ara punya rasa padaku?? Dan aku sendiri,,, Apa rasa yang kurasakan ini? Tiap bersama Ara aku memang tak pernah merasa bosan. Canda tawanya selalu membuat aku lebih semangat menjalani hari,,,Lalu apa ini sudah cukup untuk,,,"
Levi berhenti bertanya dalam hati saat mendengar teriakan wanita yang minta tolong.
"Toloooonggg,,,Saya di Jambreeetttt,,,,Toloonggg,,,"
Levi yakin benar dia mengenali suara itu.
"Tiara,,???" Levi bergegas bangkit dari duduknya dan keluar memastikan suara itu memang suara Tiara.
Dan benar saja dia kini tengah melihat Tiara mengejar seorang pria yang diteriakinya jambret itu. Beberapa pria di sekitarnya juga ada yang membantu mengejar. Levi segera membayar makanannya lalu berlari menyusul Tiara.
"Araa,,, Sudah biarin saja. Sudah jauh jambretnya." teriak Levi sambil terus berusaha mengejar Tiara.
"Tapi Levi,,," Tiara berhenti dan ngos ngosan.
"Sudah biarkan saja. Memangnya apa yang diambil orang itu?" tanya Levi.
"Pon,,,Ponselku,,,Kalau tidak ada ponsel bagaimana aku bisa mengobati rinduku padamu,,,Upss,,," Tiara menutup bibirnya sendiri.
__ADS_1
"Apa maksudmu Ara??" Levi tidak mengerti hubungan ponsel dan dirinya.
Levi memang tidak pernah tau bahwa Tiara diam diam suka mengambil foto dirinya dan menyimpannya dalam galeri ponselnya. Tiara akan memandangi satu persatu foto dirinya sebelum tidur atau saat dirinya merindukan Levi.
"Ara,,, Aku tanya belum kamu jawab." Levi bertanya lagi
"Bukan,,,Bukan,, eh tidak,, Tidak ehmm lupakan saja. Bukan apa apa kok Levi,,," Tiara salah tingkah.
"Yakin bukan apa apa??" tanya Levi lagi.
Tiara mengangguk dan membuka tasnya untuk mengambil tissue yang selalu di bawanya. Dia menyeka keringatnya dengan tissue itu lalu juga mengambil lagi beberapa helai untuk dipakainya mengelap keringat di dahi Levi.
Levi diam tak menolak sedikit pun saat Tiara melakukannya bahkan dalam hatinya dia merasa adem diperlakukan seperti itu oleh Tiara.
"Sudah,,, Keringatmu sudah ku lap semua. Sayang kan kalau teman tampanku ini keringetan. Ntar ilang cakepnya." ucap Tiara kemudian.
"Araa,,, Kamu itu ya lagi kehilangan ponsel masih sempat sempatnya juga menggodaku." Sungut Levi.
Tiara hanya nyengir.
"Sudah ayo ku antar saja kamu pulang." ucap Levi langsung menarik tangan Tiara.
"Tapi Levi,,," Tiara hendak menolak.
Ucapan Levi itu sontak membuat Tiara tersenyum meski yang mengucapkan kalimat itu tak menyadari bahwa kalimatnya itu mulai menunjukkan dirinya mencemaskan Tiara.
Tiara pun menurut saja saat Levi membukakan pintu mobil untuknya. Matanya tak pernah lepas dari Levi yang memutari mobilnya menuju ke pintu sebelah. Levi pun masuk ke mobil dan menyalakan mesinnya.
"Thanks ya Levi sudah mau mengantarku pulang." ucap Tiara saat mereka sudah di jalanan.
"Sama sama Ra,,,Tapi sebelum pulang aku mau kamu ikut aku dulu." ucap Levi.
"Kemana?? Aku kan harus cepat pulang karena ibu menungguku. Belum lagi ibu pasti cemas karena pasti ibu sudah menelpon ke ponselku tapi aku tak menjawabnya." kata Tiara.
"Sebentar saja kok." sahut Levi.
Tiara pun kembali hanya menurut saja meski Levi tak menjawab kemana tujuan mereka. Tiara percaya Levi tidak akan membawanya ke tempat aneh atau berbuat macam macam padanya. Tiara tau betul Levi bukan laki laki sejenis itu.
Dan benar saja,,,
Levi hanya membawa Tiara ke pusat perbelanjaan yang cukup banyak menjual ponsel.
__ADS_1
"Ayo Ara kita turun." ajak Levi setelah pintu untuk Tiara terbuka.
Tiara turun dan mengikuti langkah Levi.
"Kamu pilih saja model mana yang kamu suka ya,,." kata Levi setelah mereka masuk ke salah satu pusat ponsel.
"Mana bisa begitu?? Aku saja tidak mengerti kenapa kamu tiba tiba membawaku kesini. Aku kan gak punya uang untuk beli ponsel baru." protes Tiara.
"Aku kan yang bawa kamu kesini??,,, Aku juga kan yang menawari?? Jadi ya aku yang akan membayarnya untukmu. Ayo buruan pilih,, katanya ibumu pasti sudah menunggu." jawab Levi.
"Tapi Levi,,, Meski aku tau kamu bisa membayarnya,,,Tapi aku mau tau dulu dalam rangka apa kamu membelikannya untukku?? Aku tidak bisa menerima begitu saja kalau kamu tidak memberikan alasannya." ucap Tiara.
"Ya tentu saja aku mau kamu tetap punya ponsel biar sewaktu waktu aku ingin menghubungimu jadi gampang. Kalau aku nyariin kamu juga gampang. Gak usah repot tanya sana sini kan,,," ucap Levi lagi lagi menunjukkan dirinya mulai tak bisa melalui hari harinya tanpa Tiara.
Tiara tersenyum mendengarnya.
"Malah senyam senyum sendiri. Buruan Ra,,, Kasihan ibu sudah cemas pasti." tegur Levi.
"Iyaa iyaaa sekarang aku pilih." ucap Tiara mulai fokus memilih ponsel yang sesuai dengan kebutuhannya.
Beberapa saat kemudian Tiara sudah dapat ponsel yang dia mau.
"Yang ini Levi." ucapnya pada Levi.
"Serius??? Ini???" tanya Levi tak percaya menatap jenis ponsel yang dipilih Tiara.
Ponsel yang bukan keluaran terbaru dan fitur fiturnya pun belum yang terupdate.
"Iya yang ini yang sesuai dengan kebutuhanku dan budgetku. Aku tidak bisa mengambil yang mahal mahal karena nanti aku tidak bisa balikin uangnya ke kamu." ucap Tiara.
"Ra,, kan aku sudah bilang kalau aku yang bayar. Kamu bebas ambil yang mana dan itu bukan pinjaman. Kamu tidak perlu membayarnya." tegas Levi.
"Ok Levi,,, Terima kasih tapi aku tetap memilih ponsel ini karena ini yang kubutuhkan. Aku tidak perlu ponsel mahal mahal karena itu bukan gayaku. Aku bergaya sesuai dengan kebutuhan bukan untuk pamer atau ajang sombong." tegas Tiara juga.
Levi diam karena hatinya merasa sangat bangga pada Tiara yang tidak tergiur dengan tawaran ponsel mewah padahal gratis.
"Jadi gak kamu beliin aku nih?? jangan ngelamun lagi,,, Ditungguin tuh sama kasirnya." tegur Tiara.
Levi mencubit hidung Tiara gemas dan menuju kasir untuk membayar.
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya ❤️