
Selamat membaca 🌻
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌻🌻
"Tunggu Va,,," Dion akhirnya bicara dan menahan tangan Eva yang hendak mengambil ponselnya di meja kecil sebelah ranjangnya.
Eva hanya menoleh dan menghentikan gerakannya.
"Beri aku kesempatan mencari tau segala kebenarannya sebelum kamu melaporkan kasus ini.Aku punya orang kepercayaan yang bisa mengatasi semua ini dengan caraku. Aku minta kamu menahan diri saja dulu sambil memulihkan kembali kesehatan dan kondisimu setelah kecelakaan dan penyekapan Heru. Aku ingin kamu sehat saat bersaksi di pengadilan nantinya jika kamu masih tetap ingin menempuh jalur hukum." kata Dion.
"Memangnya ada cara apalagi selain hukum??" tanya Eva tidak mengerti.
"Itu bukan masalah besar bagiku. Aku bisa bermain kotor untuk memberi mereka pelajaran jika seandainya terbukti semua perkataanmu itu benar." dengus Dion.
"Dengar Dion,,, Aku tidak mau kamu bermain kotor dan nantinya malah akan merugikanmu sendiri.Aku tau untuk orang ber"Uang" banyak sepertimu,,, Nyawa manusia itu hanyalah sebuah mainan. Tapi aku tidak mau terlibat di sini. Jika kamu mau melakukannya,,,Lakukan saja pada Ratna tapi tidak pada Heru karena aku masih mengharapkan dirinya kembali mendapat kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar." ucap Eva yang membuat Dion heran.
"Tapi dia sudah begitu menyakitimu kan,,," protes Dion.
"Suamiku itu hanya tersesat oleh bujuk rayu Ratna. Aku hanya ingin memberinya pelajaran agar dia punya waktu untuk memikirkan semuanya di penjara dan kembali padaku dengan jiwa yang baru. Aku masih sangat mencintainya Dion,,," Eva mulai kembali larut dalam tangisnya.
"Jadi ku mohon,,,Jangan kamu sakiti dirinya,,, Untukku Dion. Aku sudah tidak punya siapa siapa selain Heru."lirih Eva memelas.
"Baiklah,,Meski aku tak mengerti jalan pikiranmu yang masih mau maunya menerima suami peselingkuh begitu,,, Tapi aku akan menuruti kemauanmu. Aku tak akan menyentuh Heru setelah aku menemukan kebenarannya. Dan aku melakukannya hanya karena kamu yang sudah memintanya. Anggap saja itu sebagai permohonan maafku telah menabrakmu." janji Dion.
"Terima kasih Dion." sahut Eva senang.
"Baiklah,,, Istrirahatlah Va. Biar aku mulai suruh orangku membereskan semuanya." ucap Dion kemudian.
Eva mengangguk lalu meminum obat yang dibawa suster yang baru saja datang tepat saat mereka telah selesai bicara. Eva pun lalu mulai memperbaiki posisinya untuk bisa istirahat.
🌻🌻🌻
__ADS_1
"Cari tau semuanya. Aku tidak mau ada kesalahan sedikit pun kali ini." titah Dion pada orangnya.
"Siap boss!!!" jawab orangnya.
Dion menutup telponnya lalu memasukkan kembali ponsel itu ke sakunya. Dion berpikir cukup keras untuk mengingat masa di mana dirinya pernah sempat pergi ke suatu laboratorium di sela sela kesibukannya.
"Ya,, Waktu itu aku sempat memeriksakan kesuburanku bersama Hana tapi aku belum pernah tau hasil dari tes itu karena aku langsung keluar kota. Hana juga belum pernah sempat menyinggung hasilnya dan keburu kejadian dia pergi dari rumah saat itu. Mungkin sebaiknya aku cari tau juga dari sana. Aku harus memastikan dulu bahwa aku ini subur dan bisa memiliki anak sebelum aku menyuruh Ratna membuktikan bahwa anak itu bukan darah dagingku." gumam Dion.
Dion berniat mencari tau sendiri kondisi kesehatannya karena masih tak ingin begitu saja percaya pada ucapan Eva tentang siapa ayah biologis janin yang dikandung Ratna.
"Bagaimana pun juga aku tidak mau seperti Darren dulu yang malah tidak percaya bahwa anak yang dikandung Chaira adalah anaknya. Bagaimana pun juga aku sangat menginginkan anak itu dan aku tidak mau terburu buru mengingkari bahwa anak itu bukan darah dagingku. Setidaknya meski Ratna nantinya terbukti menghianatiku,, Tapi aku akan tetap mengambil anakku. Aku butuh penerus dan pewaris. Yaa,,,Aku harus tau hasil tes kesuburanku dulu." gumamnya lagi selama di jalanan menuju lab itu.
🌻🌻🌻
"Bodoh!!!! Kok bisa sih!!!!" ketus Ratna yang menemui Heru di sebuah hotel tempat mereka berjanji bertemu siang itu.
"Aku juga heran kenapa bisa orang orangku begitu teledor dan lengah menjaga satu perempuan lah seperti Eva." jawab Heru sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Terus sekarang di mana wanita itu??? Di mana???!!!!" ketus Ratna.
"Kalau pun meninggal juga tetap ada datanya kan seharusnya,,,"pikirnya lagi.
"Atau mungkin karena dia tidak memiliki tanda pengenal apa pun jadi pihak rumah sakit tidak bisa mengenalinya. Atau juga,,,"
"Diaaammm!!! Yang jelas kita sekarang tidak aman. Kita harus pikirkan segala kemungkinan apa yang akan terjadi kalau sampai tiba tiba Eva muncul." potong Ratna saat Heru terus berpikir.
"Sebaiknya aku saja yang langsung memeriksa ke rumah sakit itu ya. Aku bisa bilang mencari istriku yang terlibat kecelakaan kan?? Rumah sakit tidak mungkin menutupi data pasien pada suaminya." kata Heru.
"Boleh juga,,,Sebaiknya memang kamu yang memastikan kesana.Pastikan wanita yang ditabrak semalam itu memanglah Eva. Aku bahkan berharap dia tewas saja." tegas Ratna.
"Jaga bicaramu Ratna!!! Eva itu istriku,,, Jadi jangan seenaknya mendoakan dia tewas begitu." bentak Heru.
"Oh ya,,,Aku lupa dia itu istri yang tidak bisa memberimu anak. Aku lupa bahwa kamu masih mencintai wanita yang tidak sempurna itu." ejek Ratna.
"Kamu,,,!!!" tangan Heru terangkat hendak menampar wajah Ratna.
__ADS_1
"Tampar,,,!!! Biar anakmu ini juga merasakan kasarnya ayahnya pada ibunya. Biar anak ini juga akan membencimu. Ayo tampar,,,!!!!" tantang Ratna.
Heru pun menurunkan tangannya meski dirinya tak terima Ratna mencela Eva. Heru takut apa yang dibilang Ratna itu menjadi kenyataan. Bagaimana pun juga Heru menyayangi janin dalam kandungan Ratna.
Meski belum pernah memeriksakan siapa ayah biologis janin itu tapi Heru yakin benar itu adalah darah dagingnya mengingat sudah sekian lama Ratna dan Dion berhubungan intim namun tak kunjung membuat Ratna hamil. Sedangkan baru sekali dengannya,,, Ratna hamil.
"Kenapa??? Kenapa tidak jadi menamparku???" tanya Ratna.
"Sudahlah,,, Aku pergi saja ke rumah sakit itu." ucap Heru.
"Aku ikut." ucap Ratna.
Heru tak menjawab dan tak melarang Ratna yang sudah berjalan mengiringinya.
Klik.
Suara kamera digital di tangan orang suruhan Dion mengambil foto keduanya tepat saat keduanya berjalan keluar dari hotel itu. Orang suruhan Dion puas melihat foto yang memperlihatkan betapa manjanya Ratna mengalungkan tangannya di lengan Heru. Pose yang cukup jelas menunjukkan ada kedekatan di antara keduanya.
Orang suruhan itu pun lalu menghidupkan mobilnya dan mengikuti kemana pun taksi yang membawa keduanya pergi. Tentunya tetap menjaga jarak mobil agar yang diikuti tidak curiga.
Klik,, klik,,klik.
Lagi lagi suara kamera dan kali ini beruntun menangkap setiap gerakan mesra dari keduanya yang berjalan menuju ke rumah sakit tempat Eva dirawat. Kemesraan itu baru mereda setelah keduanya memasuki ruangan rumah sakit.
"Apa ada pasien bernama Eva Angelista?? Korban kecelakaan mobil semalam. Saya mencari istri saya dan sampai sekarang saya kehilangan jejaknya. Kabar terakhir yang saya terima dia tertabrak mobil dan di bawa ke rumah sakit ini." kata Heru.
"Saya cek dulu ya pak. Mohon ditunggu."ucap resepsionisnya.
Heru mengangguk. Tidak sampai lima menit,,, Dia pun menerima jawaban dari resepsionis.
"Maaf pak,,, Tidak ada pasien bernama itu di sini. Semalam juga tidak ada korban kecelakaan mobil masuk ke sini. Mungkin bapak salah informasi."tukasnya.
"Tidak mungkin salah." batin Heru.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaaa. Terima kasih 🌻