
Selamat membaca πΈ
Maaf banyak typo π
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΈπΈ
"Aku ikut masuk boleh?? Aku ingin bertemu ibumu dan minta maaf karena tempo hari aku tidak mengantarmu pulang padahal aku yang menjemputmu." ucap Levi begitu sampai di rumah Tiara.
"Tentu saja boleh. Sebenarnya aku sudah beritahu ibu apa alasanmu waktu itu dan ibu mengerti. Tapi tanpa kamu minta ijin untuk ikut masuk pun aku akan mengajakmu masuk." jawab Tiara.
Levi mengangguk dan keduanya pun turun dari mobil. Bu Mila, ibunya Tiara sedang mondar mandir di depan pintu sambil memegangi ponselnya seperti sedang menghubungi seseorang namun tak kunjung mendapat jawaban. Saking seriusnya beliau tidak menyadari kedatangan Tiara dan Levi.
"Assalamualaikum ibu,,," ucap keduanya serempak.
"Waalaikumsalam,,, Ara,,, dari mana saja kamu nak?? Ibu cemas sekali. Ibu coba telpon kamu dari tadi tapi tidak nyambung. Apa terjadi sesuatu padamu nak??" tanya bu Mila cemas.
"Maaf ya bu Ara pulang terlambat. Tadi memang terjadi sesuatu yang buruk sama Ara. Ara dijambret bu,,, Ponsel Ara diambil. Ara sudah berusaha kejar tapi gak berhasil. Orangnya cepat banget larinya. Terus Levi minta Ara untuk berhenti mengejarnya dan mengantar Ara pulang." Tiara menceritakan yang terjadi.
"Ara kamu itu lain kali jangan nekad gitu nak. Kamu itu perempuan nanti takutnya malah diapa apain sama orang yang kamu kejar." ucap bu Mila.
"Iya bu,,," jawab Tiara.
"Ayo masuk dulu nak Levi." ibunya Tiara mempersilahkan.
"Terima kasih bu." ucap Levi.
Levi pun masuk dan duduk di kursi tamunya.
"Tunggu sebentar ya ibu buatkan minum dulu." ucap bu Mila.
"Bu tidak usah repot repot. Levi cuma sebentar saja kok. Lagipula kalian kan juga harus segera mempersiapkan segala sesuatunya untuk tamu yang akan datang jadi Levi tidak mau mengganggu ibu lama lama." ucap Levi.
__ADS_1
Bu Mila batal ke dalam dan duduk di samping Tiara.
"Begini bu,,,Levi hanya ingin meminta maaf pada ibu karena tempo hari Levi tidak bisa mengantar Ara pulang. Bukan maksud Levi untuk tidak sopan bu tapi Levi sungguh berhalangan waktu itu. Adik Levi masuk rumah sakit dan ayah meminta Levi segera datang." Levi menjelaskan.
"Tidak apa apa nak Levi. Ibu paham. Ara juga sudah ceritakan pada ibu semuanya." jawab bu Mila.
"Ehm ehm,, Tapi tetap saja meski apa pun alasannya kalau sudah yang namanya bawa anak gadis orang keluar ya harus balikin ke rumahnya. Itu baru bertanggung jawab namanya,,,Jadi laki laki itu jangan semaunya sendiri begitu. Memangnya ayah kamu tidak pernah mengajarimu begitu??" suara seorang laki laki yang terdengar tidak ramah itu membuat semuanya menoleh.
Rupanya itu adalah suara ayahnya Tiara, pak Herman.
"Selamat sore om,,," sapa Levi yang langsung berdiri dan mengulurkan tangannya hendak mengajak pak Herman bersalaman.
Namun bukan sikap ramah yang didapatkannya. Pak Herman mengacuhkannya.
"Ayah,,, Kok gitu sih ngomongnya???" Tiara memprotes.
"Memangnya ada yang salah dari bicara ayah?? Laki laki apaan yang membiarkan gadisnya pulang sendiri??" ketus pak Herman.
"Tapi kan Levi sudah jelaskan pada ibu kalau dia memang berhalangan ayah." bu Mila Tiara membela Levi.
Bu Mila dan Tiara pun menurut walau mereka merasa tidak enak pada Levi. Terutama Tiara yang merasa malu karena sikap pak Herman.
"Ayah apa apaan sih bu?? Gak suka banget kayaknya sama Levi. Padahal apa sih salah Levi??" protes Tiara.
"Kecilkan suaramu Ara nanti ayah dengar dan marah. Ara kan tau sifat ayah bagaimana. Jadi jangan melawan biar Ara gak semakin malu." bu Mila mengingatkan.
Sementara itu di ruang tamu tinggal pak Herman dan Levi saja.
"Om sekali lagi Levi minta maaf kalau tindakan Levi kemarin tidak berkenan di hati om." ucap Levi.
"Lain kali belajar yang banyak dulu dari ayahmu yang pengusaha kaya raya itu bagaimana caranya bersikap pada gadis. Jangan hanya sibuk berbisnis saja. Memangnya bisnisnya bisa membuat anaknya jadi lebih bertanggung jawab?? Atau mungkin justru karena ayahmu saking tidak pandainya memperlakukan istrinya makanya sampai harus menikah dua kali??? Akhirnya anaknya pun ketularan" cibir pak Herman.
"Maaf om,,, Mungkin tindakan saya kemarin memang sangat tidak menyenangkan bagi om tapi bukan berarti om bisa dan boleh menilai ayah saya seperti itu." ucap Levi sopan.
__ADS_1
Pak Herman hanya tertawa sinis.
"Tau apa kamu anak muda?? Darren Narendra ayahmu itu dulu rekan bisnisku dan aku tau betul bagaimana buruknya kelakuannya saat ketahuan selingkuh dengan mendiang Ratna. Saat Chaira menolak ajakan rujuknya." kecam pak Herman.
"Maaf om,, Saya mungkin tidak melihat sendiri seperti apa kelakuan ayah dulunya tapi yang saya tau,,, Ayah sudah berubah total. Ayah saya tetap ayah yang terbaik dan bisa mendidik saya dan adik saya dengan sangat baik. Bisa bertanggung jawab dengan baik juga pada kami. Jadi saya minta om tidak menilai ayah saya seperti itu." pinta Levi sopan.
"Dasar anak muda,,, nglunjak sekali. Sana pergi. Tinggalkan rumah saya dan jangan sekali kali meracuni pikiran Tiara dengan tindakan tindakan nakalmu. Aku juga tidak suka kalau anaknya Darren yang kacau itu mendekati putriku." usir pak Herman.
Tak ingin bersikap tidak sopan pada orang yang lebih tua meski hatinya tidak terima ayahnya dihina begitu,,, Levi pun berdiri.
"Baik om. Saya permisi dulu. Assalamualaikum." ucap Levi.
"Hhmmm,,," jawab pak Herman.
Levi keluar dan menghidupkan mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah Tiara. Pak Herman masuk dan melihat Tiara yang memamerkan ponsel barunya pada bu Mila.
"Ara,, Ayah tidak suka ya kamu bergaul sama anak pengusaha kacau itu. Ayahnya anak itu yang buat keluarga kita jadi miskin begini. Ayahnya yang menolak proposal kerjasama perusahaan ayah dulunya sampai usaha ayah pun bangkrut perlahan." ketus pak Herman.
"Tapi ayah,,,," Tiara hendak protes.
"Cukup!! Ayah bilang jangan dekat dekat ya artinya jangan!!!" potong pak Herman.
Tiara merengut dan masuk ke kamarnya dengan berjalan penuh langkah kekesalan.
"Ayah,,, Itu kan bukan salah tuan Darren sepenuhnya. Proposal ayah yang kurang menarik dan ditambah dulu ayah yang tidak pandai memimpin perusahaanlah yang buat usaha kita jadi bangkrut." ucap bu Mila yang tau persis bagaimana kejadian sebenarnya.
"Ibu diam!! Sudah berapa kali ayah bilang jangan pernah bantah ayah di depan Ara. Lihat kan Ara gimana sikapnya tadi??" pak Herman menyalahkan bu Mila.
"Ayah,,, Tapi ayah harus tau kalau Ara itu suka sama Levi. Putri kita itu jatuh cinta sama Levi. Apa ayah tega membuat putri kita menderita karena cintanya terhalang restu ayah?? Ara putri kita satu satunya ayah,,," bu Mila mengingatkan.
"Tidak,,,!! Ara hanya boleh jatuh cinta pada Bobi anak teman ayah. Bukan Levi!!!" tegas pak Herman.
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya β€οΈ