
Selamat membaca ๐น
Maaf banyak typo ๐
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
๐น๐น
"Keep in touch my man." pesan Darren saat mengantarkan Dion ke bandara pagi ini.
"I will,," sahut Dion sambil melambaikan tangannya.
Darren dan Levi serta Rayya yang juga ikut mengantar pun melambaikan tangan bersamaan.
Ada ruang hampa dalam hati Darren ditinggal sahabat yang sedari kecil selalu bersamanya. Meski pernah ada salah paham diantara keduanya dan saling berdiam diri tanpa kabar,,, Namun kali ini Dion benar benar pergi jauh.
Semoga kamu temukan kebahagiaan dan kehidupan baru di tempat barumu" batin Darren.
Begitu punggung Dion sudah tak terlihat lagi,,, Darren pun mengajak dua buah hatinya untuk pulang.
๐น๐น๐น
Di pesawat,,,
Dion menghela napas dalam dalam sambil memandang keluar jendela. Dia benar benar akan meninggalkan tempat kelahirannya demi menjaga kebaikan dan kebahagiaan orang yang dicintainya.
Dion pergi untuk mengalahkan egonya sendiri. Dion pergi untuk memerangi dirinya sendiri yang masih selalu ingin merebut Hana dari Bryan.
"Aku harap di Hawai nanti tuhan akan pertemukan aku dengan orang yang tepat dan jodohku yang sebenarnya. Orang yang akan mau menerima kekuranganku sebagai pria." doa Dion dalam hati.
Pesawat pun mulai lepas landas membawa dirinya makin jauh dari Hana dan kebahagiaannya.
"I love you Hana,,, As always. Tapi aku juga harus tetap hidup dan bahagia agar aku juga bisa memastikan kamu tetap bahagia." Dion memejamkan matanya menikmati perjalanan panjangnya.
๐น๐น๐น
__ADS_1
Dua tahun kemudian,,,
"Aku harus pindah lagi dan membawa Hana serta denganku Dare,,, Bisnis baruku membutuhkan ekstra perhatianku jadi aku tidak mungkin tetap tinggal di sini. Aku juga tidak mungkin terus bolak balik menjenguk Hana dan anakku bukan?? Sangat tidak efisien seperti itu,,," tukas Bryan setelah selesai menikmati santap malamnya di rumah Darren.
"Benar sekali,,,Memang sebaiknya kemana pun suami pergi,,,,Selama bukan tugas negara yang tidak bisa mengajak istri,, Istri tetap harus diajak mendampingi. Begitulah rumah tangga yang seharusnya. Aku setuju saja jika kamu membawa serta Hana dan anak anak. Aku juga akan lebih tenang jika mereka tetap dalam pengawasanmu langsung Bry,,,"sahut Darren.
"Terima kasih Dare,,, Untuk semua yang sudah kamu lakukan untukku dan keluarga kecilku. Its mean so much,,," ucap Bryan.
"Sama sama Bry. Aku hanya berusaha sebaik mungkin menjalankan amanah almarhumah. Dan aku minta kamu juga melakukan hal yang sama ya. Ingat dan jalankan pesannya." Darren mengingatkan.
"Pasti Dare,,," sahut Bryan mantap.
Setelah dua tahun kepergiaan Dion,,, Kali ini Darren pun kembali harus merelakan kepergian Hana yang sudah dianggapnya adik sendiri itu.
"Kamu yakin tidak akan menikah lagi??" tanya Hana di bandara malam itu.
Hana melirik Levi dan Rayya yang mengajak main putra kembarnya. Levi dan Rayya makin tumbuh tinggi. Keduanya mulai menunjukkan wajah cantik dan rupawan. Mata yang khas dan teduh seperti mata Chaira makin terlihat tak berbeda.
"Kau tau jawabannya akan tetap sama. Aku bahagia menjadi single daddy begini. Jadi jangan usik aku lagi dengan pertanyaan itu." sahut Darren setengah berbisik.
"Lagipula mereka juga tak pernah mengingatkan sosok bunda lagi,,,Jadi aku merasa makin tak ada beban dengan keputusanku untuk terus sendiri." ucap Darren kemudian.
"Apa pun keputusanmu abangku,,, Asalkan itu demi kebaikanmu dan anak anak,,, Adikmu ini akan mendukungmu." ucap Hana.
"Gitu dong,,, jangan usil terus tanya kapan abangmu ini menikah lagi. Jaga diri baik baik di sana ya. Jadi istri yang baik,,, Mama yang baik,,, Buat abangmu ini bangga dan tenang dengan kebahagiaan kalian ya. Tambah anak lagi juga boleh kok,,," seru Darren.
"Akan ku usahakan,,,Biar abangku ini punya keponakan lagi." sahut Hana semangat.
Darren tertawa senang dengan kemantapan Hana. Namun dalam hatinya dia merasakan pedih luar biasa saat ingat jauh di sana,,, Dion sahabatnya masih berjuang keras menyembuhkan dirinya agar kelak bisa memiliki keturunan juga.
"Dare,,, Boleh aku minta tolong sekali lagi sama kamu,,,??" tiba tiba Hana begitu serius membuat lamunan Darren pun buyar seketika.
"Apa itu??" tanyanya.
"Tolong sampaikan ucapan terima kasihku pada Dion. Terima kasih sudah begitu dewasa membiarkan aku bahagia bersama suami dan anak anakku. Aku tau,, Dion pergi karenaku bukan?? Apa pun keputusannya saat itu,,, Aku sangat berterima kasih padanya." ucap Hana.
__ADS_1
Darren tersenyum karena diam diam Hana tau dan bisa membaca pergerakan Dion. Beberapa tahun mendampinginya tentu Hana tau seperti apa sifat dan watak Dion.
Dion bukan sosok yang gampang mengalah atau pun menyerah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Namun kali ini,,, Dion begitu berbesar hati pergi dan mengalah demi kebahagiaan Hana.
"Pasti aku sampaikan,,,"ucap Darren kemudian.
Hana mengangguk dan tersenyum.
"Ayo,,, semua sudah beres. Pamitan dulu deh sama Darren."kata Bryan yang kemudian datang menghampiri.
Ritual pamitan ala kakak adik itu pun diwarnai tangis Hana yang sedih meninggalkan Levi dan Rayya yang selama ini juga sangat dekat dengannya dan bayi kembarnya.
"Kalian jaga ayah baik baik ya. Jangan nakal. Jadi anak baik. Membanggakan ayah dan bunda di surga. Rayya juga harus bisa membuat abi yang di surga bangga sama Rayya yaa,,,"pesan Hana sembari merangkul keduanya.
"Iya tante,,,"sahut keduanya.
Lambaian tangan mereka pun menjadi hal terakhir yang dilihat oleh Hana sebelum dirinya benar benar pergi jauh juga dari kehidupan single daddy dan kedua anaknya itu.
Bryan membuka cabang baru bisnisnya di negara tetangga. Karena masih sangat baru masih banyak hal yang harus terus dipantau dan dibenahi.
๐น๐น๐น
"Sekarang aku benar benar sendiri. Tidak ada sahabat dekat,,,Tidak ada adik,,,, Tapi beruntungnya aku memiliki dua anak tampan dan cantik ini. Mereka benar benar menjadi pelita hidupku." batin Darren saat membuka pintu kamar keduanya yang sudah terlelap dalam tidurnya.
"Sebentar lagi kalian akan cukup dewasa untuk mendengar semua pengakuan dosa ayah. Ayah akan menepati janji ayah untuk menjelaskan semua yang sudah terjadi antara ayah,,bunda dan Abi. Semoga kalian tidak akan pernah membenci ayah kelak nak,,,Setelah kalian tau betapa buruknya perlakuan ayah pada bunda kalian dulu." lirihnya kemudian.
Darren menyeka airmata yang tiba tiba membasahi wajahnya. Ditutupnya pintu itu pelan pelan agar tak membangunkan mereka.
Darren menuju ke kamar tidurnya sendiri dan membuka laci tempat dirinya menyimpan semua foto kenangan dirinya dan Chaira semasa mereka bersama dulu.
"Hingga kini aku tak pernah bisa memaafkan bodohnya diriku ini sayang. Bagaimana bisa aku sebodoh itu menyianyiakanmu,,, Bagaimana bisa aku setega itu menyakitimu,,, Padahal kamulah bidadari terbaik yang dikirim Rabbku untukku. Namun di tanganku,,, Kamu malah menjadi Bidadari Yang Ku Sakiti." lirih Darren.
"Maafkan aku bidadariku,,, Setulus hatimu. Tunggu aku di surgaNYA." Darren memeluk album foto itu ke dadanya lalu merebahkan dirinya dan mengistirahatkan tubuhnya dari lelahnya.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa ๐นโค๏ธ