BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S ( LEVI & RAYYA ) Part 12


__ADS_3

Selamat membaca 🌻


Maaf banyak typo πŸ™


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


🌼🌼


Ratna langsung beringsut meninggalkan Darren yang masih bingung harus bersikap bagaimana padanya. Ratna langsung menuju ke kamar tamu.


"Biarkan saja Ratna memikirkannya ulang semalam ini. Jika besok dia masih menolak mungkin lebih baik aku menyewakan rumah lain saja untuknya. Yah hitung hitung membantu teman saja,,," gumam Darren.


Darren pun masuk ke kamar anak anak untuk memastikan mereka sudah memakai selimutnya dengan benar atau belum. Memastikan pendingin ruangan sudah dinyalakan atau belum. Memastikan tidak seekor nyamuk pun menghinggapi tubuh mereka.


Memastikan semua yang terbaik bagi keduanya.


Darren mengecup kening Rayya yang tidur memeluk boneka kesayangannya,,, Tampak Rayya mengemut jempolnya juga. Darren tersenyum dan melepaskan jempol itu.


"Hai Ray,,, Rayyamu tumbuh sehat dan sangat cantik. Dia juga mulai bisa menerimaku sebagai ayahnya. Tenang Ray,, aku tak akan begitu saja mengambil posisimu di hati Rayya. Aku akan tetap menanamkan dalam hati Rayya bahwa dia punya seorang abi yang luar biasa baiknya,,,, Tenanglah di sana Ray,,,"


Darren kembali mengecup kening Rayya setelah mengucapkan kalimat itu. Darren lalu beranjak ke ranjang tempat Levi sudah pulas juga dengan gulingnya.


Darren menatap wajah tampan cerminan masa kecil dirinya sendiri. Wajah yang tak hanya mengingatkan dirinya akan masa kecilnya tapi juga wajah yang selalu mengingatkan Darren pada Chaira.


"Assalamualaikum Chaira,, bidadariku,,, Terima kasih telah melahirkan putra yang sangat tampan untukku. Terima kasih telah membekalinya banyak ilmu agama. Maafkan aku untuk kelalaianku mengabaikan kalian. Sungguh hingga detik ini aku masih belum bisa memaafkan diriku sendiri sayang,,," lirih Darren.


"Aku janji akan menunggu waktu yang tepat mengatakan semuanya pada mereka. Aku akan mengakui semua kesalahanku pada anak anak dan Levi terutama,,, Meminta maaf kepadanya." lanjutnya.


Tak terasa airmata Darren pun mulai mengalir di sudut matanya. Tangannya tak berhenti mengelus kepala Levi. Levi bergerak dan membuka matanya.


"Ayah nangis??" tanyanya.


Darren terkejut mendengarnya. Dengan cepat disekanya airmatanya.


"Eh Levi kok bangun,,,?? Ayah ganggu ya,,, Maaf ya nak,,, Ayah gak nangis kok. Hanya pedih saja matanya karena ayah mengantuk sekali." Darren berbohong.


Levi mengusap pipi ayahnya.


"Ayah kangen bunda ya,,,??" tanyanya polos.

__ADS_1


"Ya Rabb,,," lirih Darren.


Airmata Darren pun kembali lolos dengan lancangnya mendengar pertanyaan Levi.


"Ayah jangan nangis,,, Levi juga kangen bunda tapi Levi gak nangis kok. Levi kalau kangen bunda ya Levi berdoa saja pada Allah biar Allah sampaikan sama bunda kalau Levi kangen. Nanti kan bunda akan lihat Levi dari surga Allah. Kalau Levi beruntung juga Levi akan ketemu bunda dalam mimpi." Levi dengan fasih mengatakannya.


"Makanya ayah jangan nangis,,, Ayo bobo sama Levi disini. Kita doa buat bunda bersama sama ya ayah. Bunda pasti senang dapat kiriman doa dari kita ayah,,,Ayo ayah sini,,,"


levi pun menggeser tubuhnya dan memberi kode Darren agar menyusul naik ke tempat tidurnya. Darren menyeka airmatanya dan menempatkan tubuh kekarnya di samping Levi. Didekapnya putranya itu.


Kedua laki laki tampan itu pun berbaring bersama dan menghadap ke langit langit kamar itu.


"Ayo ayah kita mulai doa dan menyapa bunda,,," kata Levi.


Darren mengangguk.


"Assalamualaikum bunda,,, ini ada ayah sama Levi yang kangeeeen sekali sama bunda. Bunda sedang apa di sana?? Bunda kangen juga kan sama kita semua,,, Bunda baik baik di sana ya,,, di rumah Allah. Levi di sini gak nakal sama sekali. Nurut sama ayah. Jagain adik Rayya juga,,," kata Levi.


Airmata Darren terus saja mengalir mendengarkan Levi yang meluapkan kerinduannya pada Chaira.


"Semoga Allah memberimu tempat terindah bidadariku,,, Ditempatkan diantara ribuan bidadari bidadari surgaNYA. Al fatihah,,,," Darren pun memimpin doa.


"Aamiin,,," keduanya menutup doanya malam itu.


"Sudah ayah jangan nangis lagi ya,,, Nanti bunda ikut sedih lihat ayah nangis." kata Levi lagi.


Darren hanya mencium kepala Levi dan mendekapnya lebih erat lagi. Mendekap putra yang pernah di sia siakannya bahkan tak diakuinya.


"Maafkan ayah ya nak,,,Ayah banyak salah sama kalian." lirih Darren.


"Ayah salah apa??" tanya Levi.


"Nanti kalau Levi sama Rayya sudah besar,,, ayah janji akan ceritakan semua. Semua tentang ayah,,bunda dan abi Ray,,," kata Darren.


Levi pun mengangguk dan memeluk erat tubuh Darren.


"Levi sayang ayah,,," kata Levi.


"Terima kasih anak ayah sudah mau menyayangi ayah,,, Ayah juga sayang sama Levi,,," balas Darren.

__ADS_1


"Ayya uga cayang ayah,,,," suara kecil Rayya mengejutkan Darren.


Keasyikan berdoa dan memeluk Levi membuat Darren tidak menyadari bahwa putri kecilnya telah bangun dan mendengarkan keduanya. Ada rasa bersalah di hati Darren karena tidak menyadari itu.


"Rayya bangun juga sayang,,, Sini sama ayah sama kak Levi,,," panggil Darren yang tidak bisa bangun karena Levi masih ada di lengannya.


Rayya mengangguk.


Rayya pun turun dari tempat tidurnya dan menyusul naik ke tempat tidur Levi. Dia merebahkan tubuh kecilnya di sebelah Darren. Darren merentangkan lengan satunya untuk dijadikan bantal Rayya.


"Ayah sayang sama kalian. Kalian berdua adalah permata hati ayah. Kekuatan ayah. Ayah janji akan berusaha sebaik baiknya menjadi ayah terbaik untuk kalian ya sayang,,," kata Darren sambil bergantian menoleh pada Rayya dan Levi.


"Iya ayah,,,," jawab keduanya serempak.


"Ayo bobo,,,sudah malam. Besok ayah tidak boleh kesiangan karena ayah harus kerja. Anak anak ayah kalau di rumah gak boleh nakal ya,,, Dengarkan kata mbak Na. Malam ini Kita bobo di sini bertiga." kata Darren lebih mendekatkan keduanya pada dirinya.


"Iya ayah,,, Kita gak pernah nakal kok. Levi juga selalu ingatkan Rayya kalau Rayya mulai nakal." kata Levi.


"Anak pintar." jawab Darren.


Levi dan Rayya pun mulai memejamkan matanya kembali. Darren menciumi kening mereka.


"Ayah akan berusaha menjadi ayah sekaligus bunda untuk kalian,,, Ayah tidak akan biarkan ada wanita lain mana pun menggantikan bunda baik untuk di hati kalian atau pun di hati ayah sendiri. Bunda hanya satu,,, Bunda Chaira,,, bidadari ayah" batin Darren.


"Aku mencintaimu Chaira,,," lirihnya sembari tersenyum dan mulai menyusul memejamkan mata.


Ayah dan anak itu sama sama mengarungi lautan mimpi di mana Chaira tersenyum begitu manis di sana. Wajahnya tak tertutup cadar kali ini hingga ketiganya bisa melihat dengan jelas betapa senyum kebahagiaan penuh cinta tersungging di sana.


🌸🌸🌸


Ratna membolak balikkan badannya karena matanya tak kunjung mau terpejam. Dia sibuk memikirkan tawaran Darren untuk tinggal di rumah Dion.


"Mau saja Ratna,,, bagaimana pun kamu juga hak akan rumah itu. Kamu juga istrinya Dion. Bahkan istri pertamanya. Jangan mau kalah sama Hana. Dialah pengganggu dalam rumah tanggamu,,, bukan kamu,,,!!!


Hati egois Ratna mulai menunjukkan sifat aslinya.


\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa

__ADS_1


Terima kasih 🌸


__ADS_2