
...Selamat membaca πΈ...
...Maaf banyak typo ππ...
...πΈπΈπΈ...
"Baiklah kalau begitu Bocilku,,, Om papa bakal temuin papa kamu. Gak pake lama pokoknya. Kamu diam di rumah. Yang anteng,,, gak boleh nakal. Kalau nakal nanti om papa jewer lho ya,,," Dion menyentil hidung mancung Karin.
"Bocil???" protes Karin.
"Kan emang bocil,,, yang penting bocilku tersayang kepanjangannya." Dion mengedipkan matanya sebelah.
"Baiklah kalau begitu. Bocil ini akan menunggu. Jangan lupa nanti bawain baksonya ya. Tadi kan udah janji mau beliin bakso." Karin manja.
"Di Paris ini mana ada bakso?? Lagian tadi kan om papa cuma becanda." Dion baru sadar.
"Ada lah pokoknya om papa musti cariin buat Karin. Katanya cinta??? Mana nih buktinya?? Masak baru suruh beliin bakso aja udah nyerah?? Belum suruh beliin boneka teddy bear seukuran pintu yang musti om papa gendong sendiri lagi sekalian bawa bunga di gigit di mulut dan coklat juga,,," sungut Karin.
"Gawat ini kalau sampai beneran disuruh gitu,,," batin Dion panik.
Astaga di usianya ini dia bisa jadi bahan ketawaan orang orang kalau masih menggendong gendong boneka isi bunga dan coklat. Dalam hati Dion berdoa semoga bocilnya ini tidak sungguh sungguh suatu hari akan memintanya begitu.
"Iya deh iya om papa cariin nanti baksonya ya. Sampai dapat pokoknya." Dion menjanjikan sesuatu yang dia sendiri tidak tau bisa dapat atau tidak nantinya.
__ADS_1
"Aaassyyiiikkkk,,,,Maaci om papa sayang." Karin menghentak hentakkan kakinya sambil memeluk Dion.
"Ya tuhan berasa sama anak sendiri. Tapi mau bagaimana lagi?? Ini hati gak bisa dibelokin sama sekali." batin Dion.
"Udahan ya peluknya. Kapan dong om papa bisa ketemu papa kalau gini terus??" Dion mengingatkan.
"Oh iya,,,lupa hehehe. Tapi tunggu,,, Sebelum ketemu papa,,, Karin mau bicara serius." tiba tiba bocil itu bersikap anggun lagi dan menunjukkan kedewasaannya.
Itu membuat Dion tercengang. Dalam hitungan detik bocilnya itu tiba tiba menjadi sosok penuh pesona dan wibawa.
"Ada apa Rin??Apa masih ada yang mengganjal di hatimu??" Dion jadi ikutan serius dan kali ini tak memanggil bocil.
"Om mungkin belum tau kalau Karin ini punya masa lalu yang tidak baik." lirih Karin sambil tertunduk.
"Seburuk apa??" tanya Dion.
Dion tersenyum.
"Masa lalumu itu sepenuhnya menjadi milikmu sayang. Kamu bisa menyimpannya baik baik dan cukup ambil pelajaran dari semua yang sudah pernah kamu lakukan. Begitu juga denganku,,, Aku juga punya segudang keburukan di masa laluku. Aku juga pria perfect yang bisa dengan bangga mengatakan bahwa hanya mantan istriku yang pernah tidur denganku. Tidak Rin,,, Aku jauh lebih banyak punya hitungan daripada kamu sayang."
Karin mendengarkan dengan seksama ungkapan kejujuran Dion yang baginya menjadi penenang untuk dirinya sendiri.
"Bahkan meski aku sudah pernah menikah,,, aku juga akan dengan segala kerendahan hatiku mengaku padamu bahwa aku bukan suami yang baik karena aku yang menyebabkan istriku meninggalkanku. Pernikahan kami kandas karena kebodohanku yang begitu terlambat kusadari." Dion tersenyum getir mengingat semua itu.
__ADS_1
Karin menggenggam jari jari Dion memberinya kekuatan untuk bangkit lagi,,,Bersamanya.
"Karenanya,,, Kita berdua yang sama sama dari masa lalu yang buruk,,,Mari bergandeng tangan untuk menuju ke masa depan yang jauh lebih baik. Karin tidak janji akan jadi istri yang baik untuk om,,,Tapi Karin janji akan jadi istri yang terus belajar dan berusaha menjadi yang terbaik." Karin tersenyum sangat manis.
"Terima kasih Karina Saswita. Terima kasih sudah memberi warna baru di usiaku yang tidak muda lagi. Terima kasih sudah memberi semangat untukku. Dan tentunya terima kasih sudah mau menjadi calon istri yang nantinya juga akan membawa kebahagiaan untuk kedua orang tuaku. Mereka sudah lama menginginkan aku menikah lagi,,, Ku pikir itu hal yang tidak mungkin bisa kulakukan. Tapi rupanya tuhan berkehendak lain dengan mempertemukan aku dan kamu."
"Karin semakin percaya bahwa rencana tuhan memang selalu yang terbaik. DIA yang maha membolakbalikkan hati manusia. Awalnya mungkin apa yang terjadi seolah sangat menyakiti kita,,Tapi dibalik itu,,,DIA sudah siapkan segudang kebahagiaan untuk kita." Karin mengucapkannya dengan penuh syukur.
"Ya tuhan,,, Bimbing aku selalu agar aku bisa menjadi imam terbaik untuk calon bidadariku ini. Beri hambaMmU ini kesempatan sekali lagi untuk menjadi suami yang baik. Aamiin,,," doa Dion dalam hati.
"Baiklah om papaku,,, Berangkat sana. Jangan lupa datang sama baksonya." Karin kembali lagi menjadi gadis manja dan kekanak kanakan.
Dion hanya mencubit pipinya dengan gemas.
"Apa pun untukmu,,,Jangankan bakso,,, Sama tukang bakso da sekalian gerobaknya nanti om papa bawakan untukmu bocilku,,," ucap Dion.
"Beneran ya??"
"Eh nggak lah,,, becanda alias gombal aja kalau itu." Dion langsung panik ditanya begitu.
Bisa gawat kalau Karin benar benar meminta bakso beserta gerobak dan tukang baksonya. Cari bakso sebungkus saja belum karuan dapat kok.
Dion langsung pamit menuju ke kantor polisi daripada terus keceplosan dengan gombalan gombalan yang ujungnya akan menyusahkan dirinya sendiri. Sudah cukup kejebak susahnya mencari bakso di Paris ya.
__ADS_1
...πΈπΈπΈ...
...Terima kasih atas vote, like dan komennya πΈβ€οΈπΉ...