BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 106


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Siapa namanya?" tulis Rayya.


"Karin." jawab Bimo jujur tak menutup nutupi lagi.


"Nama yang cantik dan pasti secantik orangnya." emoji senyum.


"Gak ada yang lebih cantik daripada bidadari yang menyimpan kecantikannya di balik cadarnya hanya untuk calon imamnya kelak." emoji hati disematkan oleh Bimo.


"Istiqomah di jalanNYA ya sayang,,, Jaga apa yang kelak akan jadi milik abang." kali ini emoji cium yang diberikan Bimo.


"Inshaallah bang. Ayya pamit mau beres beres dulu ya bang. Assalamualaikum." pamit Rayya.


"Iya Ayya,,, Berkabar kalau ada waktu ya. Waalaikumsalam sayangnya abang." Bimo tersenyum penuh arti saat mengetiknya.


Orang bilang LDR itu berat,,,


LDR itu susah,,,


LDR itu beresiko,,,


LDR itu kebanyakan putus di tengah jalan,,,


Benarkah?


Bimo ingin mematahkan stigma orang tentang LDR demgan bertekad untuk tetap setia meski dia tau setia itu jauh lebih berat daripada mencintai.


Semuo orang bisa setiap saat mencintai,,, bahkan bisa lebih dari satu orang yang dicintai,,, Tapi yang susah adalah setia. Setia adalah satu kata yang hanya bisa dilakukan oleh orang orang dengan hati kuat.


Setidaknya begitu pikir Bimo ❤️


\=\=\=\=\=

__ADS_1


"Siapa memangnya cewek lo Bim? Gue akan menyerah kalau lo mau kasih tau gue yang sebenarnya. Dan asalkan tu cewek ok buat lo."tukas Karin.


"Apa maksud lo ok?" tanya Bimo.


"Bim,,, Gue itu cinta sama lo Bim. Gue gak mau kalau orang yang gue cintai ini ternyata punya cewek yang gak bermutu atau gak pantas buat lo. Lo ngerti kan?" Karin menegaskan.


"Dan lo pikir lo berhak menentukan baik dan buruknya seseorang buat gue? Kalau orang itu buat gue nyaman tapi buat lo dia gak pantas,,, Lo akan tetap maju aja gitu??" sinis Bimo.


Karin terdiam dan merengut.


"Lagian ok atau pantas di pantas lo itu yang seperti apa?? Coba lo bilang ma gue!!!" tantang Bimo.


"Ya dia harus lebih kaya,,, Lebih modis,, Lebih seksi,,Lebih cantik,,, Lebih berkelas." sahut Karin cepat.


Bimo langsung tergelak mendengarnya. Karin heran kenapa dirinya ditertawakan. Bukankah apa yang dikatakannya barusan memang selalu menjadi standar bagi laki laki untuk menentukan gadis mana yang cocok untuk dirinya.


"Apa yang lo ketawain?" ketus Karin tak sabar.


"Semua yang lo katakan itu,,," jawab Bimo masih dengan berusaha menghentikan tawanya.


"Memangnya ada yang salah?? Berhenti ketawa Bim!!!" Karin makin kesal.


"Ok,,, Ok,,," Bimo mengangkat kedua tangannya seperti menyerah pada perintah Karin.


Mata Bimo menyaksikan dengan jelas betapa gadis yang duduk tepat di depannya itu memang cantik. Entah cantik karena berbagai perawatan wajah yang dilakukannya seperti operasi atau suntik silikon di beberapa bagian wajah seperti yang digosipkan para mahasiswi di sana,,,, Atau mungkin karena make up yang selalu on point,,, Atau memang cantik dari sananya.


Entahlah,,, Bimo tak memusingkannya. Yang jelas baginya gadis cantik di depannya itu tak lebih bagaikan seonggok daging masih terbalut kulit yang siap di mangsa oleh predator predator ganas dan itu sudah tentu bukan dirinya.


"Kaya,,, kaya bawaan dari orang tuanya kayak lo maksudnya? Atau kaya karena usahanya sendiri??"Bimo mulai menyudutkan Karin.


Wajah Karin memerah dikatai seperti itu.


"Kalau tiba tiba orang tuanya bangkrut gimana?? Kalau tiba tiba usahanya juga bangkrut gimana? Uang itu nukan segalanya Rin,,, Itu juga cuma titipan. Bisa sewaktu waktu lepas dari tangan kita dengan cara cara yang gak terduga. So,,,Kaya bukan kriteria buat gue." tegas Bimo.


"Modis,,, Standar modis orang itu berbeda beda. Kalau lo lagi di Tokyo sih lo bakal bisa pakai rok mini,,,Lah kalau lo tinggal di Arab?? Mana bisa lo pakai yang mini. Standar modis di sana sudah beda kan?" Bimo membuat Karin mulai tak menyukai percakapan ini.


Itu terlihat dari bola mata Karin yang berputar putar malas tak mau fokus menatap Bimo.


"Jadi modis itu juga relatif sama kayak kata cantik atau seksi. Bagi gue cantik itu kalau lo punya inner beauty. Hatinya yang cantik,,, Bukan cantik luar hasil oplas atau polesan make up karena kalau yang begituan itu nanti bisa bisa gue malah pingsan pas lihat dia lagi gak pakai make up." Bimo tertawa lagi.

__ADS_1


Karin melotot ke arahnya.


"Gak lucu tau!!!" ketusnya.


"Kenapa lo?? Kesindir??" tanya Bimo dengan wajah menyebalkannya.


"Diam lo!!" ketus Karin sebal.


"Gue belum selesai Rin ngomongnya. Apa lagi tadi yang lo bilang?? Seksi?? Berkelas??" tanya Bimo.


"Hmm,,," Karin menjawab malas sambil mengunyah kentang goreng di depannya.


Hari ini Bimo memang mengajaknya ke kantin kampus untuk bicara baik baik dan berharap gadis itu bisa mengerti dan berhenti mengganggunya.


Berbeda dengan Karin yang langsung senang dengan ajakan Bimo. Karin pikir Bimo berubah pikiran dan akan menerimanya.


"Seksi itu saat dia udah jadi istri gue dan lagi hamil anak gue. Melihat perutnya yang makin hari makin besar karena anak gue tumbuh di dalamnya itu buat gue makin ngerasa dia makin seksi." Bimo mengembungkan perutnya dan mengelus elusnya.


"Dih,,, Standar apaan kayak gitu??!!" sungut Karin.


"Nah lo masih mau maju dapatin gue gak dengan standar yang gue punya??" tanya Bimo.


"Gue gak mikir sejauh itu ya apalagi sampai hamil. Bim kita ini masih muda. Nikmatin aja dulu masa muda kita kenapa sih?? Jauh banget otak lo mikir sampai menikah dan hamil. Gue masih demen pakai bikini,,,Pakai baju seksi,,, gue masih demen clubbing,,, Alkohol,,,drugs,,,Free ****,,,itu semua masih enak banget Bim. Kenapa lo ajak gue songong mikir kawin?? Diihh nggak banget deh gue,,,!!!" sungut Karin.


Bimo tertawa sinis.


"Itu perbedaan lo sama cewek gue. Berkelas buat gue adalah saat cewek gue tau cara bersikap dan bicara,,,Tau cara jaga diri,,, Menghargai diri sendiri dan orang lain,,, Dan yang paling penting adalah punya iman biar dia gak kejerumus ke kehidupan malam atau murahan seperti yang lo bilang tadi." cetus Bimo.


"Lo punya iman gak?? Itu mahal lho. Gak sembarang orang punya." tanya Bimo pada Karin yang langsung tersedak.


Apa itu iman??


Apa itu alat make up??


Jenis model pakaiankah??


Karin bahkan merasa tak pernah dengar kata itu. Atau memang benar dirinya tak punya iman? Kata itu asing sekali bagi Karin yang mengagung agungkan kecantikan dan fashion.


"Dari muka oon lo bisa gue simpulkan lo gak punya itu. Jadi gue harap lo gak usah maksain diri lo buat bersaing sama cewek gue karena lo udah kalah telak sampai di sini. Ok??? Thank you sudah mau nemenin gue di sini. Gue harap lo gak usah muncul di depan gue lagi atau gue hanya akan ketawain kekalahan lo ini." Bimo mengatakannya dan langsung meninggalkan Karin yang masih duduk melongo.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ❤️


__ADS_2