
Selamat membaca 🌹
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌹🌹
"Taraaaa,,, Ayo coba kita cicipin dulu masakan kreasi kita ini,,," ajak Rayya semangat ketika jarinya yang berbakat telah selesai menyulap masakannya.
"Waahhh kelihatannya enak betul ini,,,," Darren langsung saja mengambil sendok dan mengambil sedikit.
Alisnya naik turun mencoba menangkap semua rasa yang dirasakannya. Hal itu membuat mata Rayya ikut naik turun melihat ekspresi ayahnya.
"Gimana ayah,,,??" tanya Rayya tidak sabar.
"Enaknya kebangetan ini mah Rayya,,, Anak ayah makin lama makin jago masak. Bisa bisa masakan ayah kalah ini." ucap Darren sambil mencubit dagu lancip milik Rayya.
"Tidak akan ayah,,, Masakan ayah itu tidak akan pernah ada yang bisa mengalahkan. Masakan ayah itu bukan hanya bukti cinta ayah pada Rayya dan kak Levi,, Tapi ity juga mewakili cinta bunda pada kami. Ayah bukan hanya ayah kami tapi juga sekaligus bunda kami." ucap Rayya.
Darren tersenyum mendengarnya. Hatinya mengucap ribuan syukur karena setelah dirinya berterus terang pada anak anaknya,,, cinta mereka padanya tidak berkurang sedikit pun.
Mereka tetap anak anaknya yang manis. Anak yang Darren yakin kelak akan membuat dirinya dan Chaira bangga. Begitu pula dengan Ray.
"Terima kasih ya Rayya,,, Kamu memang anak yang baik. Meski ayah ini bukan,,,," Darren tak melanjutkannya karena bibirnya sudah ditutup oleh Rayya.
"Jangan ayah,,, Jangan pernah katakan ayah bukan ayah kandung Rayya. Ayah saja tak pernah membedakan Rayya dengan kak Levi,,, Bagaimana mungkin Rayya bisa membedakan ayah dengan abi???" ucap Rayya.
Airmata yang begitu lancang lolos dari kelopak mata Darren pun disapu oleh jemari lembut Rayya disertai gelengan kepalanya.
"Jangan menangis ayah,,," ucapnya lembut.
Darren tak kuasa lagi berbicara. Direngkuhnya tubuh Rayya dan dipeluknya erat erat.
"Ayah yakin,,,Abi di surga tersenyum bangga melihat putri kesayangannya ini tumbuh menjadi gadis cantik paras dan hatinya." ucap Darren masih terus memeluk Rayya.
Rayya membiarkan dirinya tetap dipeluk oleh Darren. Tiap pelukan Darren selalu mengobati rasa rindunya akan abinya meski bayangan Ray tak sebegitu kuat dalam ingatannya.
Puas memeluk putri kesayangannya,,, Darren pun melepas pelukannya.
__ADS_1
"Mau langsung dimakan atau mau di foto foto dulu nih makanannya??" tanya Darren.
"Foto dulu doooong,,, Gak boleh lupa upload lah. Biar followers Rayya di medsos makin banyak hehehe,,," sahut Rayya.
"Silahkan nona selebgram,,,Kalau begitu ayah mandi dulu ya." Darren pun bergeser dan mempersilahkan calon chef muda itu mulai memperindah tampilan piringnya.
Rayya hanya menjawab dengan anggukan karena dirinya tengah fokus mempercantik dan mengambil sudut foto terbaik untuk masakannya kali ini.
Beberapa kali mengambil foto akhirnya Rayya pun mendapat foto terbaiknya.
"Nahhh yang ini saja nih,,, Lebih kelihatan lezat." gumamnya.
Jarinya pun kembali bermain di layar ponselnya mencari lambang medsos tempat dirinya biasa mengunggah berbagai foto masakannya dan kebersamaannya dengan Levi dan Darren.
Tidak pernah ada foto lain selain itu.
Usai menyematkan foto hasil jepretannya dan rangkaian kalimat penyertanya,,, Rayya pun tersenyum ketika foto itu sudah terupload.
"Tinggal menunggu komen komen dari para followersku nih,,," gumamnya senang.
"Ayah mana ya kok lama mandinya,,, Hmmm,,," gumamnya kemudian.
Namun matanya membulat dan jarinya terhenti menscrill layar ponselnya ketika layar itu menampilkan foto Levi bersama sama temannya. Sekilas memang tidak ada yang begitu aneh jika Levi tengah duduk di sebuah kursi di sebuah kafe menikmati kopi bersama para sahabatnya.
Namun gadis cantik berambut sebahu di sebelahnya itulah yang mengganggu Rayya.
"Siapa gadis ini?? Kenapa dia tidak duduk saja di tempat lain??Kenapa harus dekat kak Levi?? Kak Levi juga giru,, Kelihatannya mereka akrab sekali." gumam Rayya sembari terus membuka foto foto berikutnya.
Di beberapa slide foto itu selalu tampak Levi dan gadis itu berpose akrab. Bahkan ada satu foto yang memang hanya berisikan mereka berdua. Gadis itu berdiri tepat di belakang kursi yang diduduki Levi dan melingkarkan kedua tangannya di leher Levi.
Pipinya pun tampak ditempelkan pada pipi Levi.
"Siapa sih perempuan ini,,,???!!! Bikin aku badmood saja. Aku harus cari tau,,,!!! Bila perlu aku harus bisa membuat gadis itu menjauhi kak Levi.Enak saja dia mau main serobot,,,Kak Levi itu cuma milikku dan kak Levi gak bileh berbagi rasa sayangnya pada gadis lain." gerutu Rayya.
Braaakkk,,,
Rayya tanpa sadar menggebrak meja cukup keras saking kesalnya dan membuat Darren yang baru muncul pun terkejut.
"Rayya,,, Ada apa nak kok pukul meja??" tanya Darren heran.
__ADS_1
"Sini ayah lihat tangan kamu,,, Kamu keras sekali lho mukul meja.Gak sakit tangan kamu nak??" Darren mengambil tangan Rayya dan memeriksanya.
"Gak apa apa ayah,,," Rayya menarik tangannya dengan cepat.
"Rayya kenapa?? Apa yang buat Rayya kesal?? Apa ayah kelamaan mandinya?? Ayah minta maaf ya,,Perut ayah sakit tadi jadi ayah sekalian ke toilet." ucap Darren.
"Tidak ayah bukan salah ayah. Ayah tidak perlu minta maaf.Rayya bukan kesal sama ayah tapi sama kak Levi." ucap Rayya.
"Kak Levi?? Mana dia?? Memangnya sudah pulang kakakmu??" tanya Darren sambil memutar matanya mencari keberadaan Levi.
"Belum ayah,,,Kak Levi belum pulang. Dia masih asyik sama perempuan genitnya ini,,,!!!" Rayya melempar ponselnya ke atas meja.
"Perempuan genit??" Darren mengulang kata itu sambil mengambil ponsel Rayya dan mengecek apa yang membuat Rayya sebegitu kesalnya.
Darren heran saat layar ponsel itu menyala. Hanya ada foto Levi dan seorang gadis memang. Namun Darren tidak melihat sesuatu bermakna genit dalam foto itu. Darren bahkan tersenyum melihat putranya berpose demikian dengan seorang gadis.
"Jadi ini gadis yang sudah berhasil membuat putraku galau pagi ini?? Cantik juga selera Levi." batin Darren masih dengan tersenyum.
Namun senyum itu berubah saat dirinya mendengar omelan Rayya.
"Jadi gara gara gadis itu kak Levi meninggalkanku?? Awas saja ya,,,Akan kubuat gadis itu pergi meninggalkan kak Levi. Kak Levi itu hanya milikku!!!Tidak ada yang boleh merebut cintaku!!!" ketus Rayya.
"Astaghfirullah,,,, Rayyaaaa!!! Tidak boleh nak,,,Tidak boleh seperti itu,,," ucap Darren dengan sangat terkejut.
Rayya menghambur dalam pelukan Darren.
"Apanya yang tidak boleh ayah?? Gadis itu membuat Rayya sakit hati,,,Dia merebut perhatian kak Levi dari Rayya dan Rayya tidak rela ayah,,,,huhuhuhu,,,," tangis Rayya pecah dalam pelukan Darren.
"Tidak nak tidak!! Hentikan bicaramu,,,!! Kamu tidak boleh mencintai kakakmu dengan cinta yang seperti itu. Itu haram nak,,," Darren tak bisa menahan intonasi bicaranya.
Rayya melepaskan dirinya dari pelukan Darren.
"Jadi ayah lebih mendukung gadis itu daripada Rayya?? Ayah jahat!!!! Baru Rayya anak tiri ayah lalu ayah sejahat ini sama Rayya!!! Jahatttt,,,Ayah sama kak Levi sama jahatnyaaa!!!" Rayya berteriak sambil menangis.
Dirinya langsung lari ke atas menuju ke kamarnya meninggalkan Darren yang tak kalah dibanjiri airmata mendengar kalimat itu.
\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹
__ADS_1