BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Cobaan 5#


__ADS_3

Mama memeluk erat Chaira yang masih menangis tersedu sedu dikamarnya sembari menatap foto Darren.


"Maafin Darren ya nak,,, mama yakin dia tidak sengaja menyakitimu. Dia hanya sedang tersesat. Kamu hanya perlu mendoakannya agar dia segera kembali mengingatmu" ucap mama yang ikut meneteskan airmata


"iya Chai,,, papa juga ingin kamu memaafkan Darren nak. Papa tau seberapa besar cintanya padamu. Dia tidak pernah berniat melakukan ini semua. Lebih baik kamu fokus memulihkan kondisimu sendiri pasca keguguranmu dulu nak. Kamu harus kuat nak. Yakinlah semua cobaan ini akan segera berlalu" tukas papa menimpali


Chaira mengangguk dan kembali memeluk mama.


"Terima kasih ma,, pa,, kalian selalu ada untuk Chai" ucap Chaira


Mama dan papa langsung kembali dari luar kota begitu mendengar kabar kecelakaan Darren. Mereka tentunya juga shock setelah mengetahui bahwa mereka juga harus kehilangan calon cucu pertama mereka. Tapi bagaimana pun juga mereka memahami kondisi Chaira yang lebih terpuruk dengan cobaan yang bertubi tubi. Kondisi Darren yang belum bisa mengingat siapa dirinya tentunya merupakan pukulan berat untuknya.


"Ayo nak hapus airmatamu. Kita harus menyambut kedatangan Darren dan Rosa. Mereka akan kembali dari rumah sakit hari ini" umi mengingatkan.


Chaira mengiyakan dan segera bangkit mengganti pakaiannya dengan gaun yang dibelikan oleh Darren untuknya. Dia berharap dengan mengenakan gaun itu akan membuat Darren sedikit ingat akan dirinya. Dia hanya bisa menggunakan barang barang disekitarnya yang mungkin bisa membangkitkan ingatan Darren. Mereka semua ingat pesan dokter untuk tidak terlalu memaksa Darren mengingat semuanya.


Mama membuka pintu menyambut kepulangan Darren. Dia tampak kurang suka melihat Rosa yang sepertinya makin mesra kepada Darren. Tentu saja Rosa tidak akan melewatkan kesempatan ini.


"kamu sudah pulang Dare,,, ini mama nak. Apa kamu ingat sayang?" mama menyapa Darren yang memandangnya


"mama? sayang apa benar yang dikatakannya?" Darren bertanya pada Rosa yang menjawab dengan senyuman


"iya sayang itu mama,,, dan itu papa" tunjuk Rosa saat melihat papa muncul


"ohh ma,,, pa,,, maafkan Darren yang belum mampu mengingat semuanya. Rosa istriku mengatakan semua padaku. Tentang kecelakaanku dan amnesiaku" lirih Darren

__ADS_1


Mama dan papa yang sebenarnya kesal harus menerima bahwa saat ini Darren hanya percaya pada Rosa hanya tersenyum kecut.


"Ayo nak masuk,,, ini rumahmu." ajak mama berusaha menarik lepas Darren dari Rosa


Chaira menuruni tangga dan melihat kondisi suaminya yang belum bisa mengingat segalanya itu berusaha setegar mungkin agar bisa menemui suaminya. Darren sejenak menatapnya dengan pandangan aneh.


"kenapa wanita ini ada dirumahku ma,,, kemarin dia juga ada di rumah sakit. siapa dia sebenarnya?" tanya Darren pada mama


"Dia Chaira nak,,, dia itu is,,, " mama tak menyelesaikan perkataannya karena Rosa muncul dan memotongnya


"Dia itu kakak tiriku sayang. Dia tinggal bersama kita juga disini." ucap Rosa. Darren yang percaya hanya mengangguk.


Mama kesal namun tak bisa berbuat apa apa di depan Darren. Mama hanya menatap Chaira sedih. Dia sangat iba pada menantunya itu. Dia bisa merasakan pedihnya hati Chaira saat ini.


"sebentar ya sayang. aku siapkan dulu kamar kita. Lama berada di rumah sakit aku belum sempat membereskan kamar kita. Kamu tunggulah disini dulu ya." Ucap Rosa membimbing Darren duduk.


Rosa menarik tangan Chaira menuju kamar.


"sebaiknya kamu kemasi semua barangmu kak,, aku tidak ingin mas Darren bingung jika melihat barang barangmu disini. Aku akan segera membawa barangku kesini. Lekaslah,,, aku tak mau Mas Darren menunggu lama" ketus Rosa


"tapi Ros,,, mana bisa kamu memutuskan untuk sekamar bersama suamiku seperti ini. Bagaimana pun seharusnya kamu berusaha menghindar darinya bukan malah semakin membuatnya melupakanku seperti ini" protes Chaira


Rosa memutar matanya kesal. Dia mendengus. Matanya menatap tajam Chaira.


"kalau aku memang menikmati keadaan seperti ini kamu mau apa??? menunjukkan hal hal yang memang bisa membuktikan bahwa kamulah istri sahnya??? memaksanya menerimamu??? memaksanya mengingatmu????" tanya Rosa

__ADS_1


"kau hanya akan menyakiti atau bahkan membunuhnya jika kau lakukan itu!!!!" Tukasnya lagi sebelum Chaira sempat menjawab


"Sudah cepat bereskan semua,,, jangan nangis aja bisanya!!! Lebih baik kau simpan airmatamu itu untuk menangisi saat dimana suamimu itu menyentuhku malam ini. Aku akan berikan suamimu itu anak baru dari rahimku ini. Sudah sana cepat!!!!" titah Rosa lagi kesal melihat Chaira yang menangis. Dia mendorong tubuh Chaira kasar.


Plaaakkkk,,,,


"keterlaluan kamu Rosa,,, tidak seharusnya kamu berbuat seperti ini." mama datang menampar pipi Rosa dan berusaha membela Chaira


"iya Ros,,, jangan ssperti ini. kasihan Chaira" umi pun menimpali


Mereka berdua datang ke kamar Chaira ingin melihat apa yang dilakukan Rosa tehadapnya. Di bawah,,,Darren dijaga oleh bu Wati yang tak membiarkan semua berkata macam macam pada Darren. Bahkan papa pun tidak bisa terlalu banyak bicara.


"percuma kalian semua mengeroyokku. Jika sampai mas Darren tau kalian memperlakukanku buruk seperti ini kupastikan dia akan mengusir kalian semua!!!! " Rosa mulai bicara sengit


Chaira berusaha menenangkan mama yang mulai tersulut emosi. Umi lebih bisa menahan dirinya sendiri untuk tidak ikut emosi.


"ma sudah ma sudah,,, nanti didengar sama Darren kalau kita ribut. Tidak baik untuk kesehatan Darren ma" Chaira berusaha mengingatkan mama


"kamu akan menyesal Rosa,,, suatu saat Darren ingat semuanya,,, kamulah orang pertama yang akan dihancurkannya karena telah berani memperlakukan Chaira seperti ini!!!!!" tukas mama lagi


Chaira segera meminta umi membawa mama pergi. Dirinya sendiri masuk dan mulai membereskan semua barangnya dan membawanya keluar dari kamar itu.


"semoga kamu dilindungi tuhan sayang. aku berdoa agar kamu tak berbuat jauh dengan wanita itu" batin Chaira saat melihat Rosa menggandeng mesra suaminya masuk ke kamar mereka. Hatinya pedih melihat semuanya. Dia tidak sanggup membayangkan suaminya menyentuh Rosa.


Jangan lupa vote, like dan komennya yaaaa

__ADS_1


Terima kasih 😍


__ADS_2