BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 24


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹🌹


Lelah mencoba untuk berbaikan dengan Dion setelah ke sekian kalinya chat darinya hanya di baca tanpa ada balasan apa pun,,, Darren pun mulai terbiasa dan mengabaikan sahabatnya itu.


Bagi Darren masih ada hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan daripada sahabatnya yang bertingkah aneh itu.


Ada Levi dan Rayya yang lebih membutuhkan perhatiannya. Untuk itu Darren tak lagi memusingkan sikap sahabatnya itu.


Kerja,,,


Anak anak,,,


Itu saja.


Darren juga hampir menghentikan usahanya mencari Hana setelah dua bulan lamanya sahabatnya itu menghilang begitu saja. Hingga suatu hari sebuah notif pesan masuk ke ponselnya. Pesan dari nomer baru yang jelas jelas bukan nomer lokal. Nomer ini memakai kode negara Singapura.


Alis Darren mengkerut ketika membaca isi pesan itu.


"Hai Dare,,, Apa kabar?? Aku Hana."


"Hana,,,??? Oh finally dia menghubungiku." batin Darren senang.


Segera di balasnya pesan itu.


"Aku baik Han. Kamu gimana?? Kamu di mana sekarang? Aku sempat mencarimu ke rumah ibu tapi kalian sudah tidak ada di sana." tulis Darren dengan bersemangat.


"Iya Dare,,, Aku pindah ke Singapura. Aku bawa ibu juga." jawab Hana.

__ADS_1


"Ada apa Han?? Kenapa terkesan mendadak sekali??" tanya Darren.


"Rumah itu bukan tempat yang cocok bagiku Dare. Itu sudah tidak bisa ku sebut istanaku lagi kalau ada wanita lain yang menginginkan kursiku juga." tulis Hana dengan disertai emoji tersenyum dengan wajah terbalik.


"Maksudmu??" Darren berusaha menebak.


"Wanita yang kamu bawa ke rumah itu sudah menceritakan semuanya tentang siapa dirinya sebenarnya. Tentang hubungannya dengan Dion. Dan tentang kesediaan Dion menceraikanku demi dirinya. Dion memang belum pernah mengatakannya padaku tapi justru itulah yang membuatku lebih kecewa. Kenapa aku harus mendengar semuanya dari Ratna. Bukan dari dirinya sendiri." keluh Hana.


Alis Darren yang tebal itu makin mengkerut saat menyadari ada sesuatu yang sudah terjadi dan salah. Semua yang terjadi di antara mereka semua ini sebenarnya bersumber dari Ratna saja.


Ratna yang telah mengadu domba mereka semua.


"Aku minta maaf Han kalau ternyata permintaanku menitipkan Ratna di rumah kalian itu akhirnya membawa petaka bagi rumah tanggamu. Aku sungguh tidak pernah tau di antara keduanya ada hubungan sebelumnya hingga akhirnya Dion jujur padaku. Aku sudah berusaha menasehatinya untuk segera memberitahumu lebih dulu namun terlambat. Kamu sudah lebih dulu dengar dari Ratna." kata Darren.


"Dan apa pun yang dikatakan oleh Ratna padamu itu membuat Dion marah besar padaku. Aku tidak tau kenapa dia marah padaku?? Dia bahkan menuduhku yang telah memberitahumu. Aku sudah berusaha jelaskan semua dan coba mengajaknya bicara namun sampai saat ini pun Dion tak pernah merespon."


Darren mengetik kalimat itu dengan disertai helaan napas beratnya. Berat mengingat sahabat baiknya itu sudah tidak bisa diajak bicara lagi


"Entahlah Han,,, Sekarang aku hanya berusaha memberikan Dion waktu untuk menenangkan diri dulu. Ku rasa kepergianmu membuat dirinya merasa kehilangan juga Han,,," tukas Darren.


"Kamu gak usah menghiburku begitu,,, Aku sudah rela kok kalau pun Dion lebih memilih Ratna. Secara aku ini mandul seperti kata Ratna. Aku belum juga memberi Dion anak hingga terakhir kami bersama. Sementara Ratna,,, Kamu pasti sudah tau ceritanya."


Hana mengetik semua itu tanpa airmata. Dirinya benar benar berusaha keras melupakan Dion dan ulahnya menyakiti dirnya. Semua yang dikatakannya pada Darren tentang rela melepaskan Dion benar benar dilakukannya.


"Tapi Han,,, Meski bagaimana pun kamu tidak bisa hanya pergi begini. Kalian butuh penyelesaian dan keputusan untuk kelanjutan rumah tangga kalian. Mau lanjutkah,,, mau bubarkah,,, Semua perlu di bicarakan Han." Darren menasehati.


"Entah kenapa aku malah bercermin dari kasusmu dam mendiang Chaira dulu lho Dare,,, Bukannya Chaira dulu juga pergi dan tak kembali hingga kamu yang menemuinya??" tanya Hana kemudian.


"Kan beda kasus Han,,, Lagipula aku tulus berdoa dalam hati semoga tak pernah lagi ada pria bodoh yang menyakiti bidadarinya yang sudah tuhan titipkan. Cukup aku saja pria bodoh itu. Cukup aku saja pria yang harus merasakan penyesalan sepanjang sisa umurku.Aku tetap berdoa dan berharap Dion tidak sepertiku Han,,," ucap Darren mengenang semua kebodohannya dulu.


"Nah justru itu,,,Justru karena Dion adalah saksi hidup ceritamu. Bukannya seharusnya dia bisa belajar?? Tapi tidak kan,,,Dia malah menikmati kebersamaannya dengan Ratna selama aku meninggalkannya." ketik Hana.


"Kamu tau dari mana memangnya kalau Ratna dan Dion hidup bersama?? Ratna bilang padaku dia sudah menemukan rumah yang cocok untuknya sebelum masalah kalian ini. Aku ingat betul hari itu dia menelponku memakai nomermu Han."

__ADS_1


Darren yang memang tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi menjadi pusing.


"Hari itu Ratna meminjam ponselku. Setelah itu dia mengatakan semuanya. Rumah yang di bicarakannya padamu itu adalah rumahku Dare. Dia berpamitan padamu untuk tinggal di rumahku bersama Dion. Untuk menjadi nyonya rumah di sana. Menyingkirkanku dari kehidupan Dion agar dia bisa menguasai semuanya sendiri." jelas Hana.


Darren memijat kepalanya yang makin pusing itu. Sungguh dia tak pernah berpikir Ratna bisa seperti itu mengatur segala sesuatunya. Selama ini Darren mengira Ratna sudah pergi jauh dari kehidupan mereka semua sejak dia mengatakan dia telah mendapatkan rumah baru.


Rupanya rumah itu rumah Dion.


"Han,,, Aku sungguh minta maaf atas semua yang terjadi pada rumah tangga kalian. Aku sungguh tidak sengaja. Kalau aku tau Ratna itu siapanya Dion,,,Aku tidak akan meminta kalian menerimanya di rumah itu.Maafkan aku Han,,," tulis Darren tulus meminta maaf.


"Aku justru berterima kasih padamu sudah membawa wanita itu masuk ke dalam kehidupan kami. Gak kebayang kalau dia masih tetap tinggal bersamamu. Mungkin Dion akan terus diam dan menutupi semuanya dariku." ucap Hana.


Hana memang hanya mengambil sisi positif dari semua hal buruk yang menimpanya. Ajaran orang tuanya sela ini membuat dirinya selalu percaya bahwa di balik sebuah keburukan,,,Tuhan sudah mempersiapkan bingkai keindahan.


Hana pun mengakhiri obrolannya dengan Darren hari itu dan berjanji untuk tetap berkabar dengan Darren. Tak lupa juga Hana menyampaikan salam dari bu Irma pada Darren.


"Salam balik buat ibu ya Han. Jaga ibu baik baik di sana. Kapan kapan aku kesana mengunjungi kalian. Anak anak ingin mengenal nenek katanya." tulis Darren lagi sebelum mengakhiri obrolannya.


Diletakkannya ponselnya di meja kerjanya sambil memikirkan semua yang sudah dibicarakannya dengan Hana tadi. Meski terlambat menyadari semuanya namun Darren tetap berharap bisa menyadarkan Dion akan semua kekeliruan ini.


Tanpa rasa ingin menjatuhkan Ratna,,Darren hanya ingin agar sahabatnya itu tau bahwa bukan dirinya yang menyebabkan Hana pergi melainkan wanita yang kini ada di sampingnya.


Wanita licik yang menghancurkan hidupnya namun menawarkan surga dunia padanya.


"Permisi pak,,, Ada undangan dari pak Dion." ucap Sekretaris yang sudah menyembul di pintu ruangan kerjanya.


Darren terkesiap mendengarnya.


"Undangan???" batinnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih untuk vote, like dan komennya ya 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2