BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 97


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Sejak kapan nak?" tanya Darren dengan mata berkaca kaca.


"Alhamdulillah baru sejak bulan lalu ayah." sahut Rayya.


"Apa itu tidak mengganggu aktifitasmu di sana nak?" tanya Darren lagi.


"Awalnya mengganggu ayah. Rayya kehilangan beberapa teman yang merasa tidak nyaman berada di dekat Rayya. Tapi Rayya tidak peduli ayah. Kehilangan mereka bukan apa apa jika dibandingkan dengan kehilangan cinta kasih Allah." ucap Rayya dengan mata berbinar.


Hanya sepasang mata mirip milik Chaira itulah yang kini bisa dilihat Darren dan Levi. Ternyata selama ini Rayya melarang mereka video call dengannya karena dia ingin memberi kejutan akan penampilan barunya pada dua orang pria kesayangannya itu.


Rayya memutuskan berhijab dan bercadar seperti Chaira dulunya setelah hatinya tergugah dengan kalat kalimat yang diucapkan Darren dulu sebelum dia berangkat ke Paris.


Dengan segala godaan dan cobaan kehilangan dan dijauhi teman temannya,,, Cacian miring akan wanita berhijab di negara orang yang bukan mayoritas beragama islam tentunya bukan hal mudah bagi Rayya awalnya.


Tapi dia mampu mengatasi semua itu dengan keyakinannya dan kecintaannya pada Rabbnya.


"Itulah kenapa ayah dulu mengatakan padamu akan lebih baik jika kemauan itu datang sendiri padamu nak. Bukan karena ayah yang mewajibkan atau menyuruhmu tapi atas kesadaran dirimu sendiri. Dengan begini kamu menjadi lebih kuat menghadapi godaannya." ucap Darren mengulang apa yang dulu pernah dikatakannya.


"Iya ayah,,, Akhirnya Rayya juga paham alasan ayah. Mungkin kalau Rayya berhijab karena suruhan ayah,,, Saat ini Rayya sudah melepasnya karena Rayya takut ditinggal teman." jawab Rayya kembali dengan dua bola mata berbinar.

__ADS_1


Darren mengenang wajah Chaira saat melihat Rayya berdandan seperti Chaira dulu.


"Biarkan wajah cantikmu bersembunyi di balik cadarmu nak,,, Biarkan hanya imammu kelak yang membuka kembali cadarmu saat kalian hanya berdua saja." pesan Darren.


"Apa tidak terlambat mengatakan hal itu ayah?? Sudah banyak kan melihat wajah Rayya sebelumnya,,," tanya Rayya.


"Tidak ada istilah terlambat bagi orang orang yang ingin mendekatkan diri pada Rabbnya nak,,, Termasuk kamu." Ucap Darren sambil kembali menyeka airmatanya saat mengingat dalam ruangan itu bukan hanya ada keluarganya saja tapi juga ada pak Malik yang masih menunggu.


"Maaf pak Malik,,," ucap Darren menyerahkan ponsel itu pada Levi kembali.


Levi menerima ponsel itu sambil memberi jempol pada adiknya pertanda dia sangat senang dan bangga pada apa yang dilakukan Rayya. Hidayah berhijab itu Levi harap juga akan datang pada Tiara.


"Tidak apa apa pak Darren. Saya bahkan ikut senang bisa melihat kegembiraan ini. Halo nona Rayya,,, Saya pak Malik pengacara almarhum tuan Ray,,,Ayah anda. Anda sudah besar sekarang. Dulu masih imut imut bayinya." sapa Pak Malik pada Rayya.


"Halo pak Malik. Senang bisa bertemu dengan anda begini. Ada apa pak Malik? Katanya pak Malik ingin bicara dengan saya juga." kata Rayya tak mengulur waktu lagi.


"Baik saya mulai pembicaraan kita hari ini. Jadi sesuai dengan yang sudah pernah diwasiatkan oleh mendiang tuan Ray,,, Sekarang nona Rayya tentu sudah berusia tujuh belas tahun,,, Sudah saatnya nona Rayya mengambil alih kepemilikian segala aset mendiang tuan Ray." ucap pak Malik melihat dengan tegas ke arah Rayya.


Pak Malik tersenyum dan bisa mengerti akan reaksi Rayya.


"Anda tenang saja nona. Karena masih sesuai dengan isi wasiatnya,,, Jika nona Rayya merasa belum mampu,,, Maka tuan Ray menyerahkan tanggung jawab itu pada putra sulungnya yaitu Pahlevi." ucap pak Malik dengan tegas tanpa keraguan.


"Apa?? Pahlevi pun disebut dalam surat wasiat itu?" tanya Darren.


"Hah,,, Saya disebut??" Levi juga terperangah tak menyangka abi Ray nya menyebut dirinya dalam surat wasiatnya.


"Benar pak,,, Mendiang tuan Ray sudah menyiapkan segala sesuatunya bagi putra dan putrinya tak peduli itu putra kandung maupun tiri." ucap pak Malik disertai senyuman.

__ADS_1


Dalam diamnya Darren baru ingat bahwa Dion sudah pernah menyinggung akan pengacara Ray yang datang dan mengatakan akan menemuinya lagi saat Rayya berusia tujuh belas tahun. Dion waktu itu juga mengatakan bahwa selama rentang waktu tujuh belas tahun itu,, Perusahaan milik Ray akan dipegang oleh orang kepercayaannya dulu.


Aset lain yang berupa uang tabungan dan lain lain dibekukan sementara untuk menjaga keutuhannya dan kemungkinan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Dan kini masa tujuh belas tahun telah berlalu,,, Tiba saatnya bagi Rayya mengurus aset peninggalan Ray. Dan yang masih tetap mengejutkan bagi Darren adalah disebutnya nama Levi dalam surat wasiat itu.


"Kamu luar biasa Ray,,, Terima kasih telah sekali lagi membuktikan cintamu pada bidadariku tak hanya sekedar isapan jempol. Kamu mencintainya dengan segala apa yang dimilikinya. Kamu menerimanya dengan semua bagian dari dirinya termasuk Levi anak kami." batin Darren sendu.


"Sebenarnya mendiang tuan Ray juga menyebutkan nama Putri juga,,, Namun bayi itu sudah meninggal juga jadi saat ini pewaris sahnya memang hanya ada nona Rayya dan tuan muda Levi saja." ucap pak Malik kembali membuat Darren merasa tercekik.


"Ray,,, Bahkan Putri yang bukan anak Chaira pun kamu terima. Putri adalah anakku dan Febby Ray,,, Sekali lahi kamu menamparku keras dengan cintamu dan segala kebaikan dirimu. Saat aku dulu sibuk menolak anak itu,,, Kamu dengan dua tangan terbuka menerimanya." batin Darren kembali dipenuhi penyesalan.


"Astaghfirullah,,,," batinnya menangis.


"Bagaimana nona Rayya?,,, Tuan muda??" tanya pak Malik bergantian pada Rayya dan Levi.


Levi memang tidak perlu lagi meragukan bahwa abi Ray nya menganggap dialah putra sulung dalam keluarganya. Bahkan dalam hatinya dia mengucap ribuan terima kasih pada mendiang abi Ray akan cinta kasih abinya pada dirinya.


Terima kasih banyak pada abi Ray karena telah menerima dirinya sebagai bagian penting dalam keluarganya namun Levi tetap memposisikan dirinya di depan pengacara bukan sebagai pewaris utama.


Levi bukan orang yang serakah harta,,, Oleh karena itu dia menyerahkan semuanya pada Rayya. Pewaris asli dari keluarga Ray.


"Ayya,,, kakak serahkan keputusannya sama kamu ya. Apa pun itu kakak tidak akan protes. Jangan khawatir,,, Kakak akan bantu kamu selama kakak bisa." ucap Levi pada Rayya.


"Pak Malik,,, Kalau begitu,,, di depan semuanya saya memutuskan untuk mempercayakan seluruh urusan perusahaan pada kak Levi. Hal itu saya putuskan karena saya merasa belum mampu menjalankan sebuah perusahaan dan saya tidak ingin apa yang sudah ditinggalkan oleh abi jadi sia sia. Dan untuk aset yang dibekukan,,, Biarkan tetap beku dulu dan menunggu saat yang tepat nanti untuk bisa kami berdua gunakan." ucap Rayya mantap.


"Baik nona,,Akan saya urus segala sesuatunya sesuai dengan keinginan nona." pak Malik menyanggupi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya 🌸


__ADS_2