BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Marah dan sesal


__ADS_3

Aku heran melihat kedatangan Angga. Dan aku lebih heran saat Angga seakan tidak peduli dengan keberadaanku disana.


"Bro,,, " untuk kesekian kalinya ku coba memanggilnya namun dia tetap tak merespon.


Matanya sdh dibanjiri airmata.


"Mike,,, Mike,,," Angga mendekati Mike dan memeluknya.


Aku semakin tidak mengerti. Kemudian mataku menangkap gerakan aneh dari Febby. Dia terlihat kikuk.


"Permisi pak,,, saya ingin berbicara dengan anda" suara dokter yang masuk membuat keherananku buyar.


"Oh ya,, ya dok" kataku terbata bata karena masih berusaha memfokuskan kembali diriku.


"Bisa kita bicara diluar saja pak?" tanya dokter


"Disini saja dokter. Saya ingin mendengarnya juga" Angga yang sedari tadi tak merespon apa pun tiba tiba angkat suara.


Dokter menatapku dengan tatapan seperti bingung dan minta izin. Aku sendiri yang bingung malah semakin bingung.


"Apa maksudmu,,, kau tidak,,,, " Febby bicara namun terhenti karena Angga langsung menyelanya


"Cukup!!!! Cukup Feb,,, kau mau menjelaskannya sendiri atau aku yang harus bicara?" Sela Angga


"Kau!!!!!" Febby mulai merasa situasi akan memburuk


Febby maju dan mulai menyeret tubuh Angga agar menjauhi Mike.


"Pergi kamu,,, ayoooo!!! Pergiiii" Febby berusaha sekuat tenaga menyeret tubuh kekar Angga.


Angga sama sekali tak beringsut bahkan lebih erat memeluk Mike.


"Maaf pak,,,bu,,,, tolong jangan membuat kegaduhan dan tolong anda lepaskan tangan anda pak,,, anda bisa membuat pasien kesakitan" Dokter menegur mereka


"Stop!!! Hentikan drama ini. Kita sama sama dengarkan apa yang akan dokter katakan!!!" aku mulai kesal


Aku bersusah payah menahan amarah dan tanda tanya besar dalam hatiku setelah melihat drama antara Febby dan Angga.


"Maaf pak,, bu,,, saya terpaksa menyampaikan hal buruk mengenai pasien. Kankernya sudah memasuki stadium akhir. Segala terapi yang kita lakukan selama ini tidak menunjukkan hasil yang maksimal. Kondisi ketahanan tubuh pasien juga semakin melemah" Dokter dengan sangat hati hati menyampaikan


Aku yang masih merasa dunia ini seakan berputar terkejut saat mendengar Angga bertanya pada dokter.


"Berapa lama lagi dok?" tanyanya


Dokter menarik napas.


"Kemungkinan paling lama sebulan pak. Sekali lagi saya mohon maaf jika harus menyampaikan hal seperti ini" Kata Dokter


Kepalaku pusing. Otakku berputar dengan cepat. Jantungku juga semakin cepat memompa. Aku lega saat dokter berpamitan dan meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Ku pandang Angga yang masih tetap mengusap usap tangan Mike dan sesekali menciumnya. Airmata tak ada hentinya mengalir di pipinya. Sesekali dia tampak mengusapnya.


Aku sangat merasa ini tidak wajar.


Lalu Febby,,, ku tatap dia dengan tatapan mengandung seribu pertanyaan. Dia hanya tertunduk dan tak berani melihatku. Ku putuskan untuk menarik tangannya dan membawanya keluar.


"Tidak perlu Dare,,, disini saja" Lirih Angga


"Apa hakmu mengatur segala sesuatu yang terjadi disini?? Kedatanganmu membuat kepalaku pusing!! " ketusku


" Aku ingin mengatakan sesuatu padamu Dare"lirihnya lagi


"Tidak ada yang perlu kau katakan disini. Kehadiranmu tidak kami harapkan!!!" teriak Febby yang merasa sangat terancam


"Tapi aku mengharapkan pernyataannya segera bisa ku dengar jadi kamu diam!!" ku tunjuk muka Febby


"Sayang kamu tidak perlu mendengarkan dia" Kata Febby


Aku hanya meletakkan telunjukku di bibirku. Febby segera diam melihatnya.


"Sialan kau Angga!!!" gerutunya dalam hati


"Katakan apa yang tidak ku ketahui disini" titahku pada Angga


" Mike anakku Dare"


"Jaga bicaramu!!!" kataku


"Aku bicara apa adanya sesuai dengan kenyataan yang ada. Mike anakku. Aku dan Febby sudah cukup lama memiliki hubungan di belakangmu." kata Angga sambil menyeka darah segar yang menetes di sudut bibirnya


"Febby??? apa ini semua??" tanyaku pada Febby yang langsung pucat


"Aku sudah bilang jangan dengarkan dia,, dia itu sinting sayang" ucapnya


"Aku dan Febby saling berhubungan sejak kalian jadian dulu. Aku tak bisa menolak pesona dirinya yang kebetulan juga sangat menginginkan sentuhanmu Dare" Angga menyela


"Aku berikan semua yang dia butuhkan dan yang tak bisa didapatkannya darimu. Hingga dirinya hamil Mike. Aku yang waktu itu tak bisa menerima kehadiran Mike memilih untuk menerima perjodohan dari orang tuaku" lanjutnya


"Aku pun tau Febby ke luar negeri karena dia kecewa padaku yang tak bertanggung jawab ini. Dia melahirkan dan membesarkan Mike sendirian disana. Tapi semua biayanya dariku" Angga masih terus bicara


"Hingga dia menikah denganmu. Aku baru merasa sangat kehilangan ketika dia menyampaikan berita tentang Mike. Aku tak bisa lagi kehilangan mereka Dare,,, Please Dare,,, biarkan mereka bersamaku" Angga menutup kalimatnya


Aku terduduk.


Otakku kembali berputar cepat. Otakku berusaha memahami semua yang dikatakan Angga. Febby hanya diam tertunduk.


"Matilah aku" batinnya


"Jika Mike putramu,,, lalu surat hasil tes DNA???" mataku langsung menyorot Febby

__ADS_1


Febby tergagap menangkap tatapanku.


"Dare,,, pria ini tidak waras. Jangan dengarkan dia. Mungkin dia stress karena batal menikah dengan tunangannya" Febby membela diri


"Febby memintaku mencari orang orang yang bisa mengurus dan membuat hasil tes palsu. Agar kamu percaya bahwa Mike memang putramu"


Buuugggghhhh,,,,


Tinjuku kembali bersarang di tubuh Angga yang sama sekali tak membalas walau aku terus memukulinya. Dari awal dia memang berniat untuk jujur pada Darren dan siap dengan segala konsekuensinya.


Berbeda dengan Febby yang sama sekali tidak siap. Dia terus bergidik ngeri tiap melihatku memukuli Angga. Dia menutup matanya karena takut melihatnya.


"Bang***!!!! Bede***!!!!,,,,, " aku memukul dan terus memukul Angga yang sudah berdarah darah


"Pukul Dare,,, pukul saja aku. Luapkan semua kemarahanmu padaku. Asal kau bisa memaafkanku,, aku tak akan melawanmu" kata Angga


Aku terengah engah. Napasku semakin memburu.


" Kau ku talak!!!! sampai bertemu di pengadilan!!!" ucapku tepat di depan wajah Febby


"Tidak sayang,,, " Febby berusaha mencekalku yang ingin pergu meninggalkan mereka.


Ku tepis tangannya.


"Jangan berani lagi menyentuhku!!!" titahku


"Kau tidak bisa menceraikanku Dare,,, aku sedang hamil!!!" kata Febby


Aku menghentikan langkahku yang sudah hampir mencapai pintu. Kubalikkan tubuhku.


"Anak siapa lagi yang kau kandung kali ini??!!!! " ejekku


"Anakmu Dare!!!!" teriak Febby


"Kalau begitu mintakan saja tanggung jawab padanya!!!" tukasku seraya menunjuk ke arah Angga yang sudah terduduk di lantai dan berdarah darah


Aku segera pergi dan tak menghiraukan panggilan Febby lafi


"Darreeeeeeeeee,,, ini anakmu Dareeeee,,,, Kamu harus bertanggung jawab!!!! Darreeeeeennnnnn berhentiiiii!!!!" Febby terus berteriak teriak seperti orang gila yang tak punya urat malu bahkan saat semua yang ada disana melihatnya dia tetap berteriak teriak


Aku tak peduli,,,


Aku hanya ingin segera pergi,,,


Kejadian ini membuatku dipenuhi rasa marah,,,


Dan terselip rasa sesal mendalam,,,


"Chaira,,, dimana kamu sayang? Maafkan aku" lirihku

__ADS_1


__ADS_2