BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 141


__ADS_3

...Selamat membaca 🌸...


...Maaf banyak typo πŸ˜€πŸ™...


...🌸🌸🌸...


"Iiiiyeeeessss,,,, Yeesss,,, Yessss!!!!"


Dion menekuk kedua sikunya lalu dengan semangatnya mengangkat satu kakinya dan menarik dua sikunya itu ke bawah.


"Yesss,,, Kawin lagi. Akhirnya si Joni bisa beraksi lagi. Halal Jon,,, Halal bakalan,,, Saatnya tes si Joni udah tokcer belum abis berobat sana sini. Jangan malu maluin gue lagi ya Jon,,," Dion mengusap usap sendiri bagian tervitalnya yang selama ini sudah dianggurin.


Dion segera tersadar bahwa ulahnya itu diperhatikan beberapa penjaga penjara yang senyum senyum sendiri melihatnya.


"Ehem,,, Ehem,,," Dion memperbaiki posisi dasi dan jasnya lalu berjalan tegak dan sikap sempurna sebagaimana dia tiap harinya. Berkelas dan elegan.


Para penjaga hanya senyum tertahan melihatnya berlalu lalu begitu Dion menghilang di belokan langsung mereka tertawa terpingkal pingkal meski gak tau sebenarnya apa yang dipikirkan Dion tadi.


Bagi mereka Dion tak lebih hanyalah pria mesum yamg sedang lupa diri mengusap usap miliknya di tempat yang tidak layak.


"Sialan gue pasti jadi bahan ketawaan mereka tadi deh." gerutu Dion.


Dion berjalan cepat menuju ke tempat mobilnya di parkir. Masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesinnya. Hembusan angin AC mobil membuat dirinya merasa lebih lega setelah berjalan cukup jauh untuk bisa sampai ke parkiran. Itu membuat dirinya berkeringat karena pakaian formalnya hari ini.


"Ok done,,, luluhin hati calon mertua done." ucap Dion sambil melonggarkan tali dasinya.


"Gue kabarin Darren dulu deh. Biar tambah bahagia tuh orang dan gak sakit sakitan lagi." Dion mengeluarkan ponselnya lalu menelpon.


"Lo di mana?? Dari tadi lo gak hubungin gue. Gue cemas." seru Darren.


"Cemas apa kangen lo sama gue??"


"Cemas. Ngapain juga lo dikangenin."


"Cemasin apaan sih??" Dion gak paham.


"Gue cemas lo nyebur ke sungai karena cinta lo ditolak lagi hahaha,,,"


"Ihh bukan gue banget tuh. Lagian ya,,,Mana ada cerita Dion yang kaya raya nan tampan aduhai ini ditolak cewek."


"Sombong!! Emang hasilnya beneran si Karin nerima lo??"

__ADS_1


"Lo tebak lah,, Kalau suara gue udah merdu gini tandanya gue lagi bahagia kan??" Suara Dion makin ceria.


"Asiikk,,, trus bokapnya??" tanya Darren belum mau terlalu bahagia.


"Ya gue taklukin lah,, Gue gitu loh!!!" seru Dion menyombong seakan lupa tadinya juga dia keringat dingin di depan calon mertuanya.


"Alhamdulillah. Jadi kapan si Joni bisa capcus??" tanya Darren.


"Soon. Gak pake lama. Bokapnya udah setuju kan,,, nunggu apalagi?? Lo bantuin gue siapin semuanya ya. Bisa kan lo?? Lo sembuh makanya biar bisa jadi manusia berguna buat gue sesekali." sungut Dion tapi bercanda.


"Iyaaa,,, Gue yang siapin semuanya. Gue juga yang bayar semuanya. Anggap aja itu kado buat nikahan lo." seru Darren.


"Lo emang the best Dare,,, Thank you Dare. Gue gak bakal nolak hahaha,,," Dion tertawa senang bisa nikah gratis di Paris. Bukan tidak punya uang tapi begitulah pertemanan mereka,,, Tidak ada dan tidak boleh menolak.


"Sialan lo,,,giliran gratisan lo demen. Gue bakal kasih tau anak anak juga kalau om Dionnya ini udah sold out lagi. Flash sale berakhir hahaha,,," seru Darren langsung menutup telpon.


"Dikira gue barang obralan apa nih anak,,, Dasar,,," gerutu Dion mengomel sendiri.


"Tapi gak papa,,, Yang penting kan dapat gratisan." serunya senang.


"Ok,,, apalagi ya sekarang??" Dion berpikir apalagi hal yang perlu dilakukannya selain mengabari orang tuanya juga.


Dion mulai browsing di ponselnya siapa tau ada yang jual bakso di dekat dekat sana. Sampai hampir sepuluh menit browsing dan tidak dapat menemukan satu pun tempat kuliner yang menyediakan bakso ala Indonesia.


Dion mulai pesimis.


"Gak lucu kan kalau gue batal nikah gara gara bakso." sungutnya kembali mengutak atik layar ponselnya.


"Aha,,, Dapat juga nih. Meski gak seratus persen sama kayak bakso di Indonesia,, gue harap si bocil mau terima ini." ucapnya begitu menemukan kuliner yang mirip bakso.


Bahan dasar yang digunakan jelas daging cincang dan rempah yang dibentuk bulat. Sama-sama tak berkuah, bakso ala Prancis biasanya dihidangkan bersama saus olahan anggur merah dan saus tomat.


"Rayu aja nanti si bocil,,,, Pakai rayuan maut biar tetap bisa nerima ini bakso. Pokoknya lo tenang ya Jon,,, Lo bakal tetap bisa olahraga." Dion kembali mengusap miliknya.


Setelah itu Dion menjalankan mobilnya menuju ke restoran yang menjual bakso ala Paris tersebut. Harga yang mahal udah gak jadi masalah yang penting bocilnya bisa senang saja dulu dengan kabar baik yang dibawanya dari penjara dan seporsi bakso tentunya.


...🌹🌹🌹...


"Kok manyun gitu sih?? Om papa kan udah usaha buat dapetin yang bocil mau. Dihargain dong usahanya,,,masak malah dimanyunin gitu sih??" Dion memelas di depan Karin yang hanya mencebik melihat apa yang dibawakan Dion untuknya.


"Kan yang penting papa udah setuju sama hubungan kita. Masak sekarang gara gara bakso mau gagal nikah sih Karin sayang??" tanya Dion yang mulai merasa cemas karena ekspresi Karin sungguh menunjukkan kekecewaan.

__ADS_1


"Rin,,, Bocil,,,ngomong dong." Dion menarik narik lengan Karin.


"Pokoknya om papa udah ngecewain Karin." sungut Karin.


Yaelah mampus gue,,


Bocil ngambek,,,


Gara gara bakso??


Astaga,,, gue hidup di jaman apa sih ini??


Gue umur berapa,,,.Dan gue dikerjain sama bocil ini.


Kalau gak cinta aja gue ya,,,


Hmmm,,, Sabar Dion,,,


Ini baru permulaan.


Belum lagi nanti kalau pas bocil lo ini ngidam karena hamil anak lo,,,.Ya kan??


Jadi lo musti biasain diri lo,,,!!


Dion tepuk jidat dengan ulah Karin yang ngambek itu.


"Trus Om Papa musti gimana lagi biar Karin gak ngambek gini?? Kan gak asyik sayang,,, pas hari kita dapat restu tapi malah Karin kayak gini sama om papa." rayuan maut Dion mulai keluar.


"Karin tuh ngambek bukan karena bakso yang om papa bawain gak sama dengan bakso indo,,," sungut Karin.


"Lah terus karena apaan dong??" Dion heran.


"Karena om papa cuma bawain dan buka bungkusnya aja buat Karin. Om papa kan mustinya suapin Karin juga dong!!!" Karin ngambeknya manja banget dan itu buat Dion makin gemas kepadanya.


"Oh gituuu,,,Minta disuapin ternyata???" Dion baru paham si bocil maunya apa.


"Awas kamu ya bocil,, Sekarang gue suapin lo bakso,,nanti kalau udah halal gue suapin si Joni lo ya,,, Biar sekalian lo puas. Bukan daging cincang lagi yang gue kasih,,,Tapi daging urat gue huh,,," Dion bersungut sungut dalam hati namun penuh kesabaran menyuapi bocil tercintanya itu sampai habis baksonya.


...🌸🌸🌸...


...Terima kasih atas vote, like dan komennya 🌸🌹❀️...

__ADS_1


__ADS_2