
...Selamat membaca πΈ...
...Maaf banyak typo ππ...
...πΈπΈπΈ...
Karin melambaikan tangannya ke arah mobil yang membawa Adi kembali ke penjara. Dion memperhatikannya dengan seksama bahkan cenderung tak berkedip.
"Daripada lo gak bisa tidur nantinya,,, Sono samperin." Darren menyenggol bahu Dion.
"Gue heran deh kenapa dia dingin gitu ya??" ucap Dion.
"Makanya daripada perasaan lo ngambang begini kan mendingan cari kejelasan. Perkara ditolak lagi itu urusan nanti yang jelas lo dapat jawaban dulu. Lagian kalau ditolak juga wajar kok namanya juga masih ABG,,, Gengsi dong sama kakek kakek." seloroh Darren.
"Lo tuh ya,,, Bener bener teman gak ada akhlak. Bukannya kasi support malah bikin gue makin down aja." sungut Darren.
"Helloooo my casanova man,,, Kemana aja anda?? Ya masak ditolak sekali lo uda cemen,,, bukan casanova namanya kalau gak ngeyel maju terus meski ditolak. Udah sono buruan keburu di rebut kucing loh ikan asin lo,,,," Darren mendorong tubuh Dion.
"Awas lo ya berani berani bilang Karin ikan asin,,," Dion mundur mundur sambil menunjuk nunjuk Darren yang hanya cekikikan puas membuat Dion ngomel ngomel.
Buugghh,,,
"Ups sorry,,," Dion segera balik badan ketika dia menabrak tubuh seseorang.
"Its ok,,," jawab pemilik tubuh yang tak lain adalah Karin.
Karin langsung berlalu meninggalkan Dion yang masih termangu memandanginya.
"Hussstt,,, Huussttt,,, Kejar brooo kejar,,," Darren setengah berbisik dari tempatnya berdiri untuk menyadarkan Dion. Setelah sadar, Dion pun segera berlari menyusul Karin yang berjalan ke arah Rayya dan Bimo.
"Selamat ya Rayya akhirnya kamu sama Bimo resmi menikah. Semoga samawa,,, Cepat dikarunia putra putri lucu." Karin mengucapkan selamat pada pengantin baru itu.
"Aamiin,,,Makasih ya Rin." Rayya memeluk Karin.
"Lo buruan dong nyusul." seru Bimo.
"Sombong deh lo."Sungut Karin.
"Nanti biar anak kita ada teman mainnya kalau lo cepat nyusul." ucap Bimo.
"Ya,,,ya,,, lo buat aja dulu anak yang banyak. Kalau gue belum nyusul juga gak masalah kok gue sendiri yang bakal jadi teman anak lo. Gue yang ngasuh mereka." jawab Karin sekenanya.
"Cita cita kok jadi perawan tua gitu sih??" ledek Bimo.
__ADS_1
"Karin gak akan jadi perawan tua."
Semua menoleh ke arah yang berbicara demikian. Rayya hanya senyum senyum saja mengetahui yang bicara begitu adalah Dion. Tapi Bimo dan Karin tentu saja terkejut. Bimo yang tak tau menahu,, dan Karin yang gak menyangka Dion senekad itu dan masa bodoh dengan sekeliling.
"Ayo bang,,,balik hotel." ajak Rayya menarik tangan Bimo seolah memberi ruang pada Dion dan Karin untuk berbicara.
Mendengar kata hotel,,, mata Bimo berbinar membayangkan yang asyik asyik dan seru bersama Rayya. Jangan ada yang iri atau nyinyir yaa,,, Wajar kan namanya juga pengantin baru.
Tanpa banyak protes atau curiga apa pun Bimo menurut saja dan mengikuti Rayya. Semua dikumpulkan untuk bersama sama kembali ke hotel.
"Levi,,, Kamu yang nyetir ya nak." Darren menyerahkan kunci mobil.
"Lah om Dion kemana ayah??" tanya Levi tak mengerti.
"Om Dion masih ada urusan kak. Ayo deh buruan pulang. Rayya udah lelah nih,,," rajuk Rayya.
"Hmmm lelah apa udah gak betah,,," goda Bimo yang langsung mengaduh karena dicubit pinggangnya sama Rayya.
"Ayo nak. Ayah juga mau segera beristirahat." ucap Darren pada Levi.
"Baik ayah. Eh Karin gimana nanti??" tanya Levi ketika matanya menangkap sosok Karin.
"Nanti diantarin sama om Dion. Ayo dong kak jangan bawel." ucap Rayya menyeret Levi agar tak mengganggu Karin dan Dion.
"Ay,,, abang kok jadi curiga sama om Dion." bisik Bimo.
"Apa pun itu,,,doakan aja yang terbaik buat mereka bang." jawab Rayya.
"Hah,,, Jadi bener?? Om Dion,,, Karin,,," Bimo menyatukan kedua telunjuknya di depan dadanya dengan wajah lucu.
"Iya benar." Rayya gemas dengan ulah suaminya itu lalu menyandarkan kepalanya di bahu Bimo. Sudah sah mah bebas.
...πΉπΉπΉ...
"Rin,,, Om mau tau bagaimana kelanjutan hubungan kita." Dion tak bisa menahan lagi untuk terus berdiam diri sedari tadi.
Meninggalkan masjid lalu berjalan ke arah rumah Karin berdua dengan Karin namun saling diam diaman membuat tenggorokannya berasa kering. Karenanya Dion putuskan harus mulai duluan.
"Hubungan?? Hubungan yang mana memangnya?? Memang kita pernah punya hubungan sebelumnya??"
Pertanyaan Karin yang terdengar begitu ketus itu,,, ditambah dengan sikap cuek Karin yang terus berjalan meninggalkan Dion diam termangu di tempatnya,,,Semua itu membuat Dion menelan ludah.
"Sepertinya dia memang tak punya perasaan yang sama untukku." Batin Dion lesu.
__ADS_1
Karin makin menjauh dan selangkah sebelum membelok ke halamannya,, Karin menoleh ke belakang. Kepada Dion yang masih berdiri dan hanya memandanginya dari kejauhan.
"Kalau om terus berdiri di situ,,, tidak menemui papaku dan mengatakan apa yang om mau,,, aku pun tak bisa mengiyakan perasaan om padaku. Kita berdua hanya akan saling berjarak seperti ini. Mulailah kembali hubungan yang mengambang ini dengan kejelasan. Mintalah ijin pada papa untuk menikahiku. Lalu kembalilah padaku dengan restu papa. Aku akan menunggu om di sini,,,"
Dion terperangah dengan ucapan Karin yang setengah berteriak karena tak mau jarak membuat Dion tak mendengar semua perkataannya dengan baik.
Dion segera berlari mendekat.
"Rin,, Apa ini maksudnya,,,"
Karin meletakkan tangannya di bibir Dion hingga Dion tak melanjutkan bicaranya.
"Iya om gantengku. Apa pun tebakanmu,, jawabanku adalah iya." Karin tersenyum dengan manjanya.
"Jadi,,, kita,,,"
"Iya,,," Karin mengangguk.
Kalau tidak mengingat usia yang sudah tak muda lagi ingin rasanya Dion lompat jingkrak jingkrak kesenangan karena Karin membalas cintanya. Karenanya Dion hanya bisa memeluk erat gadis ABG yang berhasil mengusik masa tuanya itu.
"Eits,,, tapi dengan syarat,,," Karin memperingatkan dan melepaskan diri.
"I know,,, Ketemu papa kan??" Dion berbinar.
"Emang berani??" cibir Karin.
"Hmm jangan panggil aku om Dion kalau begitu saja aku tak berani." Dion menyombong.
"Hmmm,,, rencananya emang gak akan ku panggil om Dion lagi sih. Tapi om Papa,," Karin menjulurkan lidahnya menggoda Dion.
"Om Papa?? Kok??" Dion tak mengerti.
"Ya pokoknya om yang seperti papa. Mau gak?? Kalau gak mau ya udah gak jadi deh. Gak usah dah mulai hubungan apa apa sama Karin." Karin pura pura ngambek.
"Om beliin bakso deh kalau ngambek." goda Dion.
"Mauuuu,,," Karin berbinar.
Astaga,,,
ABG satu ini benar benar membuat Dion merasa muda lagi dengan segala rajukan ala anak AbG nya.
...πΈπΈπΈ...
__ADS_1
...Terima kasih atas vote, like dan komennya πΉβ€οΈπΈ...