
"A,,a,,apa yang kau katakan tadi Chai?" tanyaku tergagap.
Chaira memposisikan Levi berdiri diatas pahanya. Anak itu terus berusaha menggapai gapai aku. Kini aku ingat wajah siapa yang pernah ku lihat itu.
Itu adalah wajah kecilku.
"Namanya Pahlevi,, aku sengaja tak memberikan nama belakangmu sebelum kau menerima dan mengetahui kehadirannya di dunia ini." ucapnya
"Ayo Levi,,, panggil ayah,, Ayah,,, aaaa,,, yah,,, ini ayahnya Levi. Levi kangen kan nak?" Chaira mengajaknya bicara
"Ayaaahhh" Levi yang sudah belajar bicara sejak usia setahun langsung bisa memanggilku dengan sebutan ayah.
Dengan gemetar ku raih putraku itu. Aku tak perlu membuktikan lagi dengan tes DNA atau apa pun itu. Aku datang pada Chaira dengan kepercayaan penuh. Apa pun yang dikatakannya,,, Aku mempercayainya.
Aku memeluk dan memciumi Levi.
"Maafkan ayah nak,,, ayah begitu bodoh dan terlambat menyadari semua ini. Maafkan ayah" ucapku berkali kali sambil menciumi pipi gembulnya.
"Kenapa kau tak mengatakannya padaku Chai?? Apa alasanmu? Berikan aku penjelasan. Walau sudah sangat terlambat tapi aku ingin mengetahuinya" pintaku.
Chaira menghela napas.
"Apa kamu lupa Dare,, kamu tak pernah memberiku kesempatan bicara. Kamu juga begitu tak menginginkan kehadiranku" ucapnya pilu.
"Aku tau diriku hamil saat kamu pertama kali membawa Febby dan Mike pulang. Saat kamu mengatakan bahwa kamu akan menikahinya,, apa kamu ingat saat itu aku baru tiba? Aku pergi ke dokter pagi itu memeriksakan diriku yang terus merasa tidak enak badan." kata Chaira
Aku mulai sedikit demi merasakan kulitku bagai dikelupasi dari tubuhku ini. Perih sekali rasanya.
"Awalnya aku ingin memberi kejutan untukmu dan mama. Namun aku terlambat. Kamu lebih dulu memberiku kejutan" Dia berhenti sejenak.
Aku tau dia pasti menahan sakit yang kembali menggerogoti hatinya. Dia terlihat menarik napas dalam berkali kali. Setelah merasa lebih tenang dia mulai melanjutkan perkataannya.
Aku???
Jangan tanyakan aku yang sudah sedari tadi merasa hancur. Hancur oleh penyesalanku akibat ulahku sendiri. Aku bahkan tak sanggup menatap matanya. Aku hanya tertunduk dan membiarkan lantai itu basah oleh airmataku.
Melihat aku menangis Levi mulai ikut menangis. Chaira segera mengambilnya dariku dan berusaha menenangkannya. Ketika Levi sudah tenang Chaira kembali berbicara.
"Hingga kini aku tak pernah tau apa alasanmu mendiamkanku dulu. Mungkin kamu marah saat aku memintamu menikah lagi. Tapi aku melakukannya bukan karena aku tak lagi mencintaimu,, bukan karena aku tak peduli akan cinta kasihmu yang begitu dalam padaku." Chaira berhenti lagi karena suaranya makin berat.
Dikedip kedipkannya mata indahnya berkali kali untuk mengusir buliran bening yang hendak jatuh.
"Aku memintamu menikah lagi karena mama,,, Mama begitu ingin agar kamu segera memiliki keturunan. Dan saat itu aku masih belum juga dipercaya untuk menjadi seorang ibu." ucapnya
__ADS_1
Wajahku bagai tertampar ratusan kali.
"Ya tuhan,,, suami macam apa aku ini? Istri tersayangku yang sangat mencintaiku dan mamaku,,, rela mengorbankan perasaannya demi kebahagiaan kami,,, Rela berbagi suaminya walau itu berat baginya,,,Namun malah ku tuduh dengan sengaja membunuh mama" Hatiku remuk redam menyesali semua itu.
"Awalnya aku sedih dan sakit saat kamu memilih Febby yang merupakan mantanmu dulu. Ditambah lagi saat dia mengatakan padaku bahwa Mike adalah putramu. Hasil dari hubungan gelapmu dengannya selama kita menikah. Belum lagi saat ingat kamu telah membohongiku dengan mengatakan bahwa kamu hanya ingin menjadi pelindungnya dan anaknya. Kamu hanya ingin menutupi aibmu dari mataku Dare,,,, Tapi kemudian aku bahagia saat aku mengingat akhirnya apa yang ku inginkan tercapai,,,, Akhirnya mama memiliki cucu" Airmatanya pun mengalir mengingat mama.
"Mike bukan putraku Chai,,, " lirihku hampir tak terdengar.
Chaira menghapus airmatanya.
"Apa maksudmu?" tanyanya
"Febby menipuku,,, Mike bukan putraku. Febby menyabotase hasil tes DNA Mike." aku berusaha menjelaskan.
"Aku hanya dijebak Chai,,, Mike,,, meninggalnya mama,,, kepergianmu,,,,pernikahan kita hancur,,, semua itu bagian dari rencana yang dibuatnya." lanjutku.
Chaira diam. Dia bukan wanita bodoh yang tak mengerti bahwa orang dengan uangnya bisa melakukan segala sesuatu diluar nalar kita.
"Oleh karena itu,,, saat Febby mengaku bahwa dirinya hamil lagi,, aku tak lantas percaya begitu saja hingga dia memutuskan pergi dariku. Aku berniat memenjarakannya setelah dia melahirkan" lirihku.
"Kenapa kamu ingin melakukannya? Apa memenjarakanku saja tak cukup bagimu Dare?" tanya Chaira tajam.
"Jangan memojokkanku Chai,, aku ingin melakukannya karena aku menemukan fakta bahwa Febby lah yang dengan sengaja memfitnahmu dan mencampurkan racun ke dalam makananmu hingga menyebabkan mama meninggal" aku mulai terisak lagi mengingat mama.
Aku mengangguk pasti.
"Tapi sekarang aku tidak peduli lagi Chai,,, anak siapa yang sudah dilahirkan Febby. Aku tak menginginkan tes apa pun lagi untuk membuktikannya. Aku akan dengan bangga mengakuinya sebagai anakku. Sama dengan aku dengan bangga mengakui Levi" Aku mulai bisa tegas berbicara.
"Tapi aku ingin tau kenapa kamu menerimanya bahkan mengadopsinya Chai,,,? Apa kehadirannya tak menambah luka di hatimu?" tanyaku.
Chaira menggeleng.
"Aku tak punya hak menghakimi anak itu walau seperti apa pun perilaku orang tuanya terhadapku. Aku hanya wajib memastikan anak itu tak melakukan hal serupa yang dilakukan oleh orang tuanya. Itu saja Dare,,, bagiku,, Putri adalah anak titipan dariNYA untukku. DIA telah menghadirkannya dengan caraNYA" ucapnya.
Aku diam seribu bahasa.
"kamu bodoh Dare,, bidadari sesempurna ini bukan kau berikan surga namun kau tempatkan dia di neraka" batinku menyalahkan diriku sekali lagi.
"Dimana dia Chai? Boleh aku menemuinya? Aku ingin memeluknya juga" kataku
Chaira memanggil asisten rumah tangganya dan memintanya membawakan Putri kepadaku. Aku menerima bayi mungil perempuan itu kembali dengan gemetar.
Aku mulai menciuminya juga berkali kali seperti aku menciumi Levi tadi. Berkali kali aku juga membisikkan permohonan maafku pada bayi itu.
__ADS_1
"Tuhan,, walau dengan semua kesalahanku yang sudah ku perbuat,, KAU masih begitu baik menghadirkan dua malaikat kecil dalam hidupku." lirihku.
Chaira yang mendengarnya terdiam. Dalam diamnya dia bahagia dan lega karena akhirnya rahasia besar dalam hidupnya telah terungkap. Putra putrinya mendapat pengakuan dari ayah kandungnya.
"Bolehkah aku menambahkan nama untuk mereka berdua Chai?" tanyaku
Chaira mengangguk.
"Pahlevi Surya Narendra dan Putri Cahaya Narendra. Aku ingin memakai nama itu Chai" kataku
"Nama yang bagus." puji Chaira.
Lama kami terdiam dan sibuk dengan putra putri kami. Chaira dengan Levi dan aku dengan Putri. Aku menatap Chaira yang masih bercanda dengan Levi.
Tinggal selangkah lagi,,,
Aku akan menyatukan keluarga kecil kami lagi. Aku,, Chaira,, Levi dan Putri. Kami akan menjadi keluarga lengkap yang bahagia.
Ku lirik cincin berlian di jari manis Chaira. Cahayanya berkilauan. Cincin itu memang pas dan indah dikenakannya. Aku tak salah memilihkannya untuk Chaira.
"Chai,,, " panggilku
"Ya,, " Chaira menghentikan candaanya dengan Levi.
"Maukah kamu membatalkan rencana pernikahanmu dengan Ray? Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi. Aku ingin kamu memberiku kesempatan untukku. Aku ingin kita hidup bahagia bersama menjadi satu keluarga yang lengkap" pintaku
Chaira tertunduk. Matanya memandang jemarinya yang berhiaskan cincin yang baru semalam dikenakannya.
"Demi Levi dan Putri Chai,,, aku mohon" pintaku lagi
Chaira memandang Levi dan Putri. Dia tau persis bahwa mereka memang butuh ayahnya. Permintaanku tidaklah berlebihan jika dipikir pikir lagi.
Aku hanya ingin kedua anakku tumbuh bersama dalam satu keluarga utuh.
Ku rasa Chaira juga bisa memahami hal itu. Namun aku tak ingin terlalu mendesaknya. Aku tau mungkin hatinya masih terluka oleh semua kesalahanku.
"Kamu bisa pikirkan dulu sebelum menjawabnya Chai,,, Aku yakin kamu tau apa yang terbaik bagi anak anak kita" ucapku
Chaira kembali tertunduk.
"Ucapannya memang benar. Akan sangat indah dan sempurna pertumbuhan mereka jika kami berdua mendampingi mereka. " batin Chaira
Jangan lupa vote, like dan komen yaaaa
__ADS_1
Terima kasih 😍