BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 70


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Percuma nona,,, Lebih baik nona istirahat saja bersama bos." suara si kekar mengejutkan Tiara yang masih mencoba mengutak atik handle pintu.


Tiara pun lemas mendengarnya. Dia sungguh ingin segera keluar dan pulang. Bersama dengan pria mabuk dalam satu kamar membuatnya benar benar tidak nyaman.


"Seenaknya saja menyuruhku istirahat dengan bosnya. Aku tidak sebodoh itu mau merebahkan diriku sendiri di sebelah pemabuk itu." sungut Tiara.


Tiara pun beringsut menuju ke sofa yang ada di kamar itu. Meski besar inginnya untuk tetap pulang namun rasa kantuknya yang sebenarnya sudah menyerang sedari tadi tak lagi bisa dilawannya.


Tiara memang bukan gadis yang terbiasa begadang apalagi sampai menjelang pagi begini. Dirinya yang biasanya jam sembilan malam sudah masuk kamar dan maksimal jam sepuluh sudah dalam alam mimpi tentu merasa malamnya kali ini terasa panjang dan melelahkan.


"Ayo Tiara jangan tidur. Jangan biarkan bajingan itu mendapatkanmu malam ini hanya karena kamu ketiduran. Melek Ara,,, Melek,,,!!" Tiara menepuk nepuk sendiri pipinya.


Dirinya kembali terjaga setelah sempat terlelap sejenak begitu menyandarkan kepalanya di sandaran sofa empuk itu. Namun Seberapa besar dirinya melawan kantuknya namun matanya tetap berat. Tubuhnya pun terasa pegal dan lelah semua. Lelah jiwa dan lelah fisik membuatnya tak mampu lagi.


Dan akhirnya Tiara pun tertidur dengan sangat lelapnya. Sangat terlelap hingga dirinya tak merasakan apa apa lagi selain mimpi indahnya bersama Levi.


Tiara senyum senyum sendiri mendapati dirinya tengah bersama Levi di sebuah ruangan. Keduanya saling memandang dengan tatapan penuh cinta. Levi menggerakkan tangannya untuk menyibak anak rambut Tiara yang menutupi sebagian wajahnya.


Levi tersenyum begitu wajah cantik Tiara terpampang jelas di depannya.


"Kamu cantik Ra,,," puji Levi.


"Aku mencintaimu Ra,,," lanjut Levi.


"Aku juga mencintaimu Levi." sahut Tiara malu malu mau.


Levi mendekatkan wajahnya dan bibir mereka pun beradu. Levi dengan lincah memainkan lidahnya dan mengambil kendali atas diri Tiara. Tiara yang mengimbangi pun membiarkan Levi melakukan apa saja pada dirinya.

__ADS_1


Termasuk ketika Levi membuka kemejanya dan menyusupkan jemarinya ke dalamnya. Tiara pun hanya bisa terpejam dan semakin dalam larut terbawa suasana. Bahkan sampai Levi merebahkan tubuhnya,,, Tiara masih tak melawan.


Rasa cintanya pada Levi membuatnya kehilangan akal sehatnya. Tiara hanya tersenyum dan memandang kbali mata Levi yang menyorotkan keinginan lebih.


"Lakukan Levi,,, Aku rela memberikannya untukmu." ucap Tiara lembut.


Levi mengangguk mengiyakan dan memeluk Tiara dengan lebih erat hingga tak ada jarak memisahkan keduanya. Tiara menyambut bebas tubuh Levi dan tak melepaskannya.


Sinar matahari pagi menerobos masuk ke kamar dan membuat Tiara mengedip ngedipkan matanya karena silaunya. Setelah bisa membuka salah satu matanya,,, Tiara pun mulai mencoba mengingat di mana dirinya saat ini.


Langit langit kamar itu terasa asing baginya. Bahkan warna cat ruangan itu pun bukanlah warna cat kamarnya.


Lalu Levi,,,


Di mana dia???


Tiara kembali mengingat ingat semuanya.


"Astaga,,, Aku hanya bermimpi. Lagipula kenapa juga aku mengira itu semua nyata?? Aku kan semalam di kamar pemabuk itu. Dan kalau pun tidak di kamar ini juga Levi mana mungkin akan melakukan hal itu padaku. Dia bukan cowok seperti itu Ra,,, Apa apaan sih otakku ini,,,Ngeres sekali." gumamnya mencaci maki dirinya sendiri yang sampai mimpi intim dengan Levi.


"Aman. Pemabuk itu masih tidur,,," gumamnya.


Tiara hendak bangun namun heran dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


"Seingatku tidak pakai selimut semalam. Lalu siapa yang memberiku selimut ini?? Pantas saja tidurku nyaman sekali padahal ruangan ini kan ber AC dan dingin sekali." batinnya sambil menyingkap selimut tebal itu.


"Aaaaaaaa,,,,," pekik Tiara.


Dia kembali menutup tubuhnya dengan selimut itu. Wajahnya mendadak pucat pasi menemukan dirinya tak lagi berbusana lengkap. Pakaiannya berserakan di lantai.


Tiara bingung dengan apa yang telah terjadi. Bagaimana bisa semua pakaiannya terlepas dan dia tak merasakan apa apa kecuali mimpi indahnya bersama Levi.


"Apa mungkin aku membukanya sendiri tanpa sadar?? Ah masak iya sih,,, Tapi kalau Bobi yang melakukannya,,, Kenapa juga aku masih tetap di sofa ini?? Apa dia melakukannya di sini??" batinnya bertanya tanya dan mulai berspekulasi.


"Bisa jadi kan,,, Aku memang melakukan hal intim itu bersama Bobi tapi saking ngantuknya dan halunya aku malah mengira itu mimpi dan Levi yang melakukannya." pikirnya lagi.

__ADS_1


"Tidak Ara,,, Tidak,,, Tidak mungkin. Kenapa bisa begini,,, Apa yang kulakukan semalam,,,Apaaaa,,,," pekiknya lagi.


"Berisik sekali sih pagi pagi,,,"bentak Bobi yang terganggu tidurnya.


Tiara terdiam dan cepat cepat menutup tubuhnya rapat rapat dengan selimut tebal itu karena pakaiannya terlalu jauh untuk di ambil.


"Percuma ditutupi begitu,,,Aku sudah melihatnya semalam dan aku puas." ucap Bobi yang kini membuka selimutnya lalu turun dari ranjangnya.


"Aaaaaaa,,," Tiara memekik lagi melihat Bobi berdiri tanpa sehelai busana.


"Gak usah jaim gitu,,, Kamu juga menikmatinya kan semalam." cibirnya.


"Tidak Ara,,, Tidak,,, Dia bohong." batin Tiara.


"Mikir apa sih,,, Mau lagi??? Nih kalau masih mau lagi,,, Mumpung aku lagi on nih,,," Bobi menunjuk miliknya yang sudah tegak menantang.


Tiara menutup wajahnya dan menggeleng gelengkan kepalanya berkali kali. Dia tak sanggup terus menerus Melihat Bobi tanpa busana begitu. Tiara merasa sangat terancam dengan situasi seperti ini.


"Ok ok,, Aku tak akan memaksamu pagi ini. Lagipula kamu sudah sangat memuaskanku semalam. Jaga baik baik benihku ya,,, Aku sengaja memberikannya karena kamu tak mau melepaskanku semalam." ucap Bobi datar dan menuju ke kamar mandi.


"Apa?? Benih?? Apa maksudnya?? Apa aku,,," Tiara mengingat ingat mimpinya semalam.


Dirinya memang tak melepaskan Levi yang berada dalam pelukannya. Tiara mulai panik saat otaknya mulai bisa berpikir jernih. Dengan cepat dia memeriksa bagian bawahnya yang memang terasa sangat basah.


"Apa Bobi benar benar melakukannya padaku?? Ya tuhaaannn,,, Apa yang harus ku katakan pada Levi nantinya?? Pada ibu,,,???" Tiara menangis sesengukan menyadari dirinya telah kotor.


"Pulanglah,,, Katakan pada ayahmu aku sibuk dan tak bisa mengantarmu. Aku harus ke kampus dan aku tidak mau telat ketemu pacar pacarku di sana. Kalau dia tidak terima karena aku tak mengantarmu,,, Suruh saja dia menelponku dan meminta uang untuk itu. Dan untuk benihku yang mungkin tumbuh di rahimmu juga." titah Bobi yang baru keluar dari kamar mandi dan segera menekan kode kode pintu kamarnya.


Pintu pun terbuka namun Tiara sangat tidak senang meski semalam dia sangat mengharapkan agar pintu itu bisa terbuka.


"Tunggu apalagi?? Sana pulang! Kamu mau pulang kan dari semalam???" gertak Bobi.


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌸

__ADS_1


__ADS_2