BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 93


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹🌹


Tujuh bulan berlalu,,,,


Hari ini banyak sanak saudara, sahabat dan para karyawan berkumpul di rumah besar Darren. Rumah dengan halaman luas itu di tata sedemikian cantiknya oleh dekorator yang sudah ditunjuk. Yang dengan ide cemerlangnya menyulap halaman itu epiknya.


Hari ini Darren mengadakan acara syukuran atas kehamilan Tiara yang ke tujuh bulan sekaligus peresmian Levi sebagai direktur utama salah satu perusahaan yang sudah disiapkan Darren untuk dikelola Levi. Perusahaan di mana selama ini Levi bekerja hanya sebagai karyawan biasa.


Darren senang karena akhirnya setelah menunggu beberapa lama akhirnya Levi siap juga diperkenalkan sebagai putra sulungnya. Hari ini tentunya adalah hari yang paling mengejutkan para karyawan dan rekan kerja Levi selama ini saat mereka tau siapa dirinya.


Beberapa tamu undangan pun telah hadir dan mengobrol dengan tamu tamu lainnya yang mereka kenal sambil menikmati beberapa makanan pembuka yang memang sudah disiapkan.


"Tumben ya pak Darrren mengundang kita ke rumahnya. Biasanya juga selalu mengadakan pesta semacam ini di hotel atau aula megah. Ini tumben di rumah sendiri." salah satu karyawan mulai nyinyir.


"Iya kabarnya sih karena anak menantunya yang dari keluarga miskin itu yang memintanya,,," celetuk salah satu dari mereka yang entah dari mana mendengar selentingan seperti itu.


"Maklum orang miskin kan gak terbiasa bermewah mewah hahhaha,,,," yang lainnya menimpali hingga memancing gelak tawa yang lainnya.


"Beruntung banget gak sih yang jadi menantunya itu,,, Tapi herannya sampai sekarang kita bahkan tidak tau putra sulung pak Darren itu yang mana,,," obrolan masih belum selesai.


"Iya benar,,, Kita selama ini taunya hanya nona Rayya sama si menantu emas ini saja yang selama ini pernah datang ke kantor." ucap salah satunya yang pernah bertemu Tiara saat Tiara datang membawakan Darren makan siang.


"Cantik ya menantunya??" salah satu yang berkumpul pun ikut bertanya.


"Lumayan sih tapi masih cantikan gue lah hahahha,,,," sahut yang ditanya.

__ADS_1


Gelak tawa kembali terdengar di kumpulan itu hingga mata mereka tertumbuk pada Levi dengan setelan jas hitamnya yang tampak mahal. Levi tampak menyapa beberapa tamu undangan penting yang dikenalnya.


"Lihat deh itu si anak admin,,, Gaya banget dandanannya. Melebihi kita kita yang karyawan senior saja. Sok pakai jas,,, Cihhh,,," Karyawan yang selama ini memandang rendah Levi mulai muak melihat tampilan Levi hari itu.


"Wes biarin saja,,, Maklum wong ndeso,,, palingan juga nyewa itu jasnya,,, iyo gak sih,,," gelak tawa kembali terdengar mencibir saat seorang dengan logat jawa medoknya ikut bicara.


"Hai semua,,, Kalian sudah datang juga rupanya,,,"sapa Levi begitu dirinya melihat kerumunan itu.


Sontak semua yang tengah membicarakan dan menertawakan dirinya berhenti tertawa. Dengan pandangan menelisik dari atas sampai bawah mereka menilai penampilan Levi.


"Siapa suruh kamu pakai setelan begini?? Kamu gak dengar clue nya?? Ini kan pesta outdoor,,, Kenapa malah pakai jas??" cibir salah satu dari mereka terang terangan mencela.


Levi hanya tersenyum saat yang lain turut berkomentar tentang penampilannya.


"Lagian kamu itu kan anak baru,,, Belum juga setahun kerja sama kita dan belum pernah hadir di acara acara seperti ini. Semestinya kamu itu tanya dulu kek sama kita kita." kata yang lain.


"Wes to,,, Yang ndeso biar ndeso aja sendiri. Yang penting kan kita para senior nggak gitu,,, Ya toh??" si Jawa komen lagi.


Semua yang hadir mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Mata mereka terpukau melihat penampilan bosnya yang sudah berumur namun masih memanjakan mata mereka.


Saking terpukaunya bahkan sekumpulan orang yang tadinya mencela Levi yang masih berdiri di dekat mereka saat ini karena setelan jasnya,,, tidak menyadari bahwa yang dikenakan Levi adalah setelan dengan warna,model dan merk yang sama dengan yang dipakai Darren.


"Duuhh sumpah deh,, Gue rela jadi simpanan pak bos,,," komen salah satu wanita berambut panjang di sebelah Levi dengan pandangan tak berkedip.


"Gak usah ngarep deh,," sahut wanita satunya dengan nada ketusnya.


"Siapa pun nanti yang bisa dapatkan hati si bos itu adalah wanita paling beruntung." ucap yang lain.


"Dan sayangnya tidak akan pernah ada wanita seberuntung itu lagi bisa mendapatkan hati ayah,,," gumam Levi dalam hati mendengar kalimat itu.


Masih banyak komentar komentar menyayangkan keputusan Darren tak menikah lagi yang terdengar do telinga Levi dari orang orang di sekitarnya malam itu. Levi tak ambil pusing karena dia paling tau apa alasan ayahnya tak menikah lagi.

__ADS_1


Dipusatkannya lagi perhatiannya pada ayahnya yang masih terus berbicara dan menyampaikan kalimat kalimat sambutannya.


"Benar,,, Malam ini saya sengaja mengundang kalian semua untuk merayakan tujuh bulan kehamilan menantu saya. Seperti yang kalian tau,,, Ini adalah calon cucu pertama saya jadi saya tidak bisa menggambarkan seberapa bahagianya saya saat ini."ucap Darren dengan mata berbinar.


"Kemarilah nak,,," panggilnya pada Tiara.


Tiara tersenyum lalu dibantu oleh bu Mila berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Darren.


"Jadi ini Tiara menantu saya. Maaf jika sebelumnya saya belum pernah dengan resmi memperkenalkan dia pada kalian semua. Maaf juga karena pernikahan mereka kemarin juga digelar secara tertutup dan dihadiri keluarga saja. Bukan tak ingin membagi berita bahagia itu pada kalian semua tapi kami memiliki alasan pribadi yang semoga saja bisa kalian semua hargai." ucap Darren kemudian.


"Halo semua,,, Selamat malam dan terima kasih atas kehadiran kalian di acara ini." sapa Tiara pada semuanya.


"Tuh kan si sulung masih saja tidak muncul. Mana enak seperti ini. Masak menantunya saja hadir tapi anak anaknya gak ada yang hadir." nyinyir salah satu undangan.


"Dengar dengar sih nona Rayya di luar negeri sekolah memasak makanya tidak hadir." sahut yang lain.


"Yang itu sih bodo amat,,, Juga kita sering lihat. Yang putra sulungnya itu loh,,, kenapa sih gak mau banget di ekspos???" gerutu yang lain.


"Malam ini saya juga sekaligus ingin mengumumkan satu hal yang sudah lama saya tunggu tunggu yaitu pengangkatan putra sulung saya sebagai direktur utama di perusahaan saya. Malam ini juga akan menjawab rasa penasaran kalian semua tentunya akan siapa dan yang mana putra sulung saya." Darren tersenyum.


"Waahhh akhirnya yaaa,,,," seru beberapa orang.


"Kemarilah nak,,," Darren menatap Levi dengan mata berbinarnya.


Levi tersenyum dan dengan langkah mantapnya maju melewati orang orang yang sedari tadi bergunjing tentangnya dan keluarganya.


"Apaaaa????" sejumlah pasang mata terbelalak melihat Levi sekarang sudah berdiri di samping Darren menunjukkan kemiripan yang sangat kental.


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote,like dan komennya 🌹

__ADS_1


__ADS_2