BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 124


__ADS_3

Selamat membaca ya 🌸


Maaf typo bertebaran πŸ˜†πŸ™


🌸🌸🌸


Bukan tanpa alasan atau main merayu saja Dion bicara begitu pada Karin. Tapi karena diam diam sebelumnya mereka sempat bertemu berdua saja.


Waktu itu Karin yang tak sengaja bertemu Dion di sebuah pusat perbelanjaan di kota itu meminta waktu Dion untuk bicara berdua dengannya sebentar.


Dion yang awalnya lumayan kesal dengan Karin di pertemuan pertama mereka dulu jadi terkesima dan menyimpan rasa kagum pada gadis itu.


Ternyata waktu itu Karinlah yang membeberkan semua tindak kejahatan papanya pada Dion. Mulai dari kecelakaan yang menimpa Ray sekeluarga sampai kasus terbaru meninggalnya pengacara Ray.


"Semua itu papa yang ada dibaliknya om." Karin berurai airmata waktu mengatakannya.


"Kamu sadar kan kalau pengakuanmu ini bisa menyeret papamu ke penjara??" Dion masih merasa aneh waktu ada anak gadis mengungkap kejahatan papanya sendiri padanya.


Karin mengangguk sambil mengusap airmatanya.


"Penjara masih jauh lebih baik untuk papa daripada neraka jahanam om. Setidaknya meski dosa itu tidak terampuni tapi hukuman papa kelak semoga bisa lebih ringan karena papa sudah dihukum di dunia. Aku harap begitu om,,,,aku percaya tuhan itu maha adil." Karin mantap.

__ADS_1


"Aku masih tidak mengerti kenapa kamu melakukannya tapi aku menghargai kejujuranmu ini. Kecelakaan itu tidak hanya merenggut nyawa Ray tapi juga mantan istri sahabatku. Kecelakaan itu memukulnya dengan sangat berat. Meski akhirnya kecelakaan itu benar benar merubahnya menjadi manusia yang luar biasa baiknya,,tapi tetap saja tindakan papamu tidak bisa dibenarkan. Dia harus bertanggung jawab." tukas Dion.


"Aku ngerti om makanya aku minta tolong sama om untuk om selidiki atau entah bagaimana caranya agar semua kejahatan papa terungkap. Ku rasa om lebih paham apa yang harus dilakukan." Karin mempercayakan semua itu pada Dion.


Pandangan dan kesan pertama seorang Karin yang menyebalkan di mata Dion berubah menjadi mengagumkan kala itu. Kejujurannya membuat hati Dion merasa kagum karena tak semua orang bisa mengakui kesalahannya maupun keluarganya.


Tapi Karin bisa.


Sejak itu Dion memang lebih sering memperhatikan Karin diam diam. Dion ingin tau semua tentang Karin. Sampai akhirnya dia tau hubungan Karin dan Bimo sebelumnya,,, lalu sampai pada tahap Karin merelakan Bimo.


Bagi Dion itu semua mengagumkan. Tidak semua orang bisa merelakan yang dicintai bersama yang lain tapi lagi lagi Karin bisa. Nilai plus Karin di mata Dion makin bertambah.


🌹🌹


"Hah???" Dion baru sadar meski tubuhnya sudah ada di samping Darren tapi pikiran dan hatinya masih tertinggal di rumah Adi bersama Karin.


"Sebaya anak gue itu. Yakin lo??" tanya Darren lagi dengan muka menyebalkan.


"Lo ya,,, mending lo fokus sama kesehatan lo. Lo udah minum obat belum???" tanya Dion mengalihkan pembicaraan dengan wajah bersemu merah dan salah tingkah.


"Hahaha,,, gue rasa gue gak akan mati cepat kalau begini. Gue semangat hidup,,, gue pingin lihat sahabat gue ini bahagia lagi. Gue pingin lihat lo menikah dan punya anak sama Karin." bisik Darren.

__ADS_1


"Ngaco lo ah,,, Lagian mana mau Abg itu sama gue?? Om om gini,,," sungut Dion.


"Cinta tak memandang usia kok,,,kan sekarang tergantung si om Dion,,, Ada usaha gak buat dapetin Abg itu???" Darren mengerlingkan matanya sebelah.


"Genit lo!!! Lagian ya,,, lo pinter banget ngomong gitu ke gue tapi lihat lo sendiri,,, lo juga gak menikah lagi. Jadi jangan push gue deh,,," Dion masih mengelak.


"Gue gak menikah selain karena hati gue gak menginginkannya,,, Karena gue juga kebetulan tidak pernah lagi dipertemukan dengan seseorang yang mungkin bisa buka hati gue,,,, dan karena gue sudah punya anak anak. Itu yang paling penting." jawab Darren.


"Gue push lo karena gue tau lo kesepian bro. Lo gak bisa hidup sendirian begini. Orang tua lo,,,meski mereka diam tapi mereka memendam kesedihannya dalam hati melihat lo seperti ini. Lo itu penerus mereka,,, dan lo juga butuh penerus nantinya. Siapa yang akan mewarisi semua yang lo punya saat ini kalau bukan anak lo?? Atau lo mau warisin sama Levi dan Rayya juga??? Biar nanti ke depannya ada yang memperebutkan seperti Adi??"


Darren bicara panjang lebar untuk membuka pikiran Dion.


"Lo juga sudah dinyatakan sehat kan sama dokter?? Lo sudah dinyatakan subur. Lo akan punya kesempatan untuk punya anak bro." lanjut Darren.


"Gue tau itu tapi gue,,,,Yakin gak sih gue suka Karin??" Dion malah tanya sama Darren.


"Kok tanya gue?? Tanya hati lo lah,,,Pokoknya gue setuju aja karena gue tau Karin anak baik. Yah walaupun nantinya gue jadi bingung mau panggil lo gimana. Secara kan Karin itu sepupu Rayya yang bisa juga gue anggap anak gue juga. Nah lo masuk,, jadi menantu gue???" Darren menggaruk kepalanya.


"Sialan lo!!!" Dion baru sadar sebenarnya Darren sedang menggodanya.


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terima kasih atas vote, like dan komennya 🌹


__ADS_2