BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 42


__ADS_3

Selamat membaca ❤️


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹❤️


Petugas medis menyambut kedatangan Hana dan langsung membawanya ke ruang tindakan.


"Mohon tunggu di luar ya pak. Biar kami melakukan pekerjaan kami." pinta dokter saat Darren hendak ikut masuk.


"Iya dok,,, Tolong berikan semua yang terbaik ya." kata Darren.


"Kami usahakan sebaiknya pak." jawab Dokter langsung masuk ke dalam.


Darren berjalan mondar mandir di depan pintu ruang tindakan hingga tak menyadari Dion sedari tadi berdiri di sana juga.


"Dare,,, Tenangin diri lo." ucap Dion.


Suara Dion itu membuat Darren menyadari kehadirannya. Emosinya meninggi mengingat Dionlah yang secara tidak langsung menyebabkan semua ini.


"Tenang lo bilang??? Lo tau kan Hana lagi bertaruh nyawa?? Dan lo suruh gue tenang??? Lo dengar ya,,, Gue bukan lo yang bisa dengan santai dan tenang menghadapi hal seperti ini." kata Darren sambil menaikkan krah baju Dion.


"Bukan gitu maksud gue Dare,,, Kalau lo mondar mandir gitu emangnya bisa bikin keadaan Hana membaik?? Kan lebih baik lo duduk dan tenangkan diri lo. Kita berdoa bersama sama buat Hana. Gue rasa itu jauh lebih bisa membantu Hana saat ini." jelas Dion.


Darren menurunkan krah baju Dion dan melepaskannya namun sedetik kemudian dia pun kembali menarik baju Dion.


"Awas lo ya kalau sampai terjadi hal buruk pada Hana dan bayinya. Gue gak akan pernah maafin lo!! Gue juga gak akan pernah anggap lo sahabat gue lagi!!!" ancam Darren.


"Gue pasrah Dare,,, Jangankan lo,,,Gue pun gak akan pernah bisa maafin diri gue sendiri kalau sesuatu terjadi. Gue sudah cukup menyalahkan diri gue dengan kebodohan gue menyianyiakan Hana Dare,," lirih Dion.


Suara lirih Dion yang terdengar tulus itu meluluhkan hati Darren. Dilepaskannya baju Dion dan dirapikannya sedikit.


"Kita duduk saja dulu dan menunggu." ucap Darren dengan suara yang lebih mirip dirinya tiap hari.


Dion mengangguk dan duduk di samping Darren.


"Dare,,, Gue boleh tanya??" Dion bicara.

__ADS_1


"Apa?? Hubungan gue sama Hana?? Gue gak pernah ada hubungan apa apa selain pertemanan dan keluarga dengan Hana. Gue gak pernah sekalipun melakukan apa yang selama ini lo tuduhkan. Gue bukan ayah bayi itu bro. Gue disini posisinya sebagai keluarga Hana satu satunya sejak bu Irma meninggal dunia. Gue sudah janji sama beliau untuk jadi kakak Hana." ucap Darren.


"Ibu meninggal?? Kapan??" Dion yang memang tidak pernah dapat informasi apa pun tentang Hana itu terkejut.


"Hampir setahun yang lalu. Asma akut." jawab Darren.


"Padahal gue belum sempat meminta maaf pada beliau juga." sesal Dion.


Darren menepuk pundak Dion.


"Ibu pasti sudah maafin lo. Apalagi sekarang lo sudah bisa berpikir jernih begini. Ibu pasti lihat dari sana." kata Darren.


"Semoga aja ya bro,,, Trus siapa ayah bayi ini bro??" tanya Dion kemudian.


"Nanti gue kenalin ya. Dia pasti sedang jalan kesini. Gue harap lo gak usah buat onar lagi. Dia pria baik yang mencintai Hana lebih dari apa pun. Sejauh ini dia sudah berikan yang terbaik bagi Hana dan gue bisa lihat kebahagiaan itu di mata Hana. Jadi gue harap lu juga bisa bersikap gentle bro.Gue tau itu sakit dan lo tau persis gue sudah lebih dulu mengalaminya. Jadi gue paham." kata Darren.


"Gue gak akan menyalahkan jika nantinya hati lo masih bergejolak dan seakan tak bisa menerima semua ini begitu saja. Gue juga gak akan lari jika suatu saat lo mau curhat tentang seberapa besarnya rindu lo pada Hana tapi lo gak bisa mengungkapkannya,," Darren mengguncang bahu Dion.


"Just be strong bro. Ini buah yang harus kita terima karena tuhan telah murka pada kita. Ciptaan terindah yang diciptakanNYA telah kita sia siakan." lanjutnya.


Dion mengangguk. Kedua sahabat lama itu pun berpelukan.


"Maafin gue ya bro." ucap Dion tulus.


Dion tertawa namun airmatanya tetap keluar. Ditonjoknya bahu Darren yang menggodanya. Darren mengaduh namun merasa senang sahabatnya itu telah kembali.


"Welcome back bro,,, Ke persahabatan kita." ucap Darren.


Dion hendak menyahut saat tiba tiba seorang pria dengan penampilan eksekutifnya muncul lalu menghampiri Darren.


"Gimana Hana Dare,,, Gimana cerita kok bisa begini,,, Apa yang terjadi??" orang itu bertubi tubi melempar pertanyaan dan menunjukkan betapa dirinya tidak tenang dan cemas.


"Ini pasti Suami Hana yang baru. Mungkin ini yang namanya Bryan." batin Dion.


"Tenang Bry tenang,,,Hana masih diberi tindakan sama dokter. Semoga saja segera ada kabar baik ya dari dokter." kata Darren.


Tepat sekali dengan pintu ruang tindakan terbuka dan dokter keluar sembari melepas maskernya.


"Yang mana suami pasien??" tanya Dokter bingung melihat tiga pria yang sama sama menunjukkan wajah cemasnya berdiri menunggunya.

__ADS_1


"Saya dok,,,"jawab Bryan cepat.


Dion menghela napas dalam dan merasakan nyeri di ulu hatinya namun dia bisa menerimanya.


"Selamat ya pak. Istri bapak sudah melahirkan bayi kembar laki laki dengan selamat. Baik ibu dan bayinya semua dalam kondisi sehat. Tapi ibunya perlu waktu istirahat dan pemulihan pasca melahirkan." kata dokter.


"Terima kasih dok." ucap ketiga pria itu serempak.


Dokter heran namun ada yang lebih heran yakni Bryan. Dia heran siapa pria yang juga merasa lega dengan berita bagus ini.


Sepeninggal dokter Bryan pun bertanya pada Darren.


"Siapa dia Dare,,,??" tanya Bryan.


"Oh gue sampai lupa. Kenalkan ini Dion,,, sahabat gue sekaligus mantan suami Hana. Bro ini Bryan,,, Suami Hana." kata Darren mengenalkan keduanya.


"Halo Bry,,, Aku Dion."Dion mengulurkan tangannya menjabat tangan Bryan.


"Hai Dion. Aku sudah dengar banyak tentangmu dari Hana. Senang bisa bertemu denganmu akhirnya."ucap Bryan ramah dan membuat Dion terperangah dengan sikap ramahnya itu.


"Kenapa Bryan sepertinya tidak membenci aku yang sudah menyakiti istrinya dulu??" batin Dion.


"Apapun yang pernah terjadi di antara kalian dulu,,, Aku bisa menerimanya sebagai bagian dari takdir perjalanan jalan jodohku dengan Hana. Jika saja kalian tidak berpisah tidak mungkin kan aku bisa bersama Hana??" kata Bryan menjawab pertanyaan Dion.


Dion mengangguk meski dirinya merasa malu namun Dion cukup gentle untuk merasa dan mengakui kesalahannya.


"Bry,,, aku minta maaf. Yang terjadi sama Hana hari ini juga bisa jadi karena kehadiranku. Aku membuatnya emosional." Dion mengakui.


"Tidak apa apa. Yang penting sekarang Hana dan anak anakku selamat. Kita mulai saja lembaran baru ya dalam hubungan kita semua. Aku akan lebih senang kalau kamu bisa menjadikanku temanmu juga. Aku baru di sini dan masih belum punya banyak teman."kata Bryan.


"Ok Bry,, Tapi terlebih dulu aku ingin memastikan Hana bisa dan sudah memaafkanku agar ke depannya dia juga bisa menerimaku kembali menjadi teman kalian.Sepertinya dia sangat membenciku." sahut Dion dengan suara pasrahnya.


Bryan dan Darren menepuk bahu Dion.


"Hana wanita baik. Dia pasti bisa memaafkanmu." ucap Bryan.


"Just like Chaira dulu ke gue,,," timpal Darren.


Dion tersenyum dan optimis mendengarnya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa ❤️🌹


__ADS_2