BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Hana vs Sinta


__ADS_3

Hana terbangun pagi ini dengan senyum mengulas di bibirnya. Bagaimana tidak bahagia,,, pagi ini dia akan kembali bertemu dengan Darren.


Dia segera bangkit dari ranjangnya dan mandi. Agak lama dia menghabiskan waktunya untuk berbenah diri. Ibunya yang heran karena tak biasanya putrinya itu berlama lama di kamar mengetuk pintu kamar Hana.


"Han,,, ayo nak sudah siang lho. Nanti kamu terlambat. Ibu sama bapak tunggu di meja makan ya" suara ibu dari depan pintu kamar.


"Iya bu,,, tunggu ya,,, lagi sedikit saja" sahut Hana.


Ibu dan pak Kyai sudah menunggu di meja makan untuk sarapan bersama.


"Mana anak perempuanmu bu,,, tak biasa dia lama seperti ini" tanya pak kyai.


"Entahlah pak,, ibu juga heran kenapa dia lama sekali. " jawab ibu.


Pak kyai mulai membuka koran pagi yang sudah diantarkan pagi ini. Namun diurungkannya. Matanya membulat menatap sosok yang sudah berdiri di depannya.


"Subhanallah,,, alhamdulillah,,, Lihat bu,,, " Pak kyai yang terpana meminta istrinya melihat apa yang dilihatnya itu.


Ibu ikut menoleh dan ikut terpana.


Hana berdiri disana dengan tampilan berbeda. Yang biasanya dia tampil dengan kaos oblong dan jeans belel pagi ini dia tampil cantik dan anggun dengan kemeja dan celana kain panjang lengkap dengan hijab yang menutupi kepalanya.


Hana sengaja tak mengenakan busana sejenis gamis karena menurut dia itu kurang cocok jika digunakan untuk bekerja di kantoran.


Walau berhijab namun dia berusaha menyesuaikan bajunya agar tetap modis dan ala kantoran. Lagipula ini baru hari pertamanya mengenakan hijab jadi dia belum terbiasa mengenakan yang lebih dari itu.


"Alhamdulillah" seru ibu.


Segera beliau bangkit dari kursinya dan memeluk putrinya itu. Diciumnya kening putrinya.


"Kamu cantik Han,,, iya kan pak?" ibu bertanya sembari airmata bahagianya mengalir di pipinya.


Pak kyai mengangguk dengan pasti. Beliau adalah yang paling bahagia dengan perubahan putrinya itu. Beliau bersyukur akhirnya putrinya mendapat hidayah sehingga mau mulai berhijab walau belum syar'i.


Setidaknya putrinya ini sudah berusaha menjadi lebih baik daripada sebelumnya.


"Sudah bu sudah,,, jangan dipandangi terus anaknya. Ajak dia sarapan segera agar dia tidak terlambat. Ayo nak,, kita sarapan" kata pak kyai.


Ibu yang belum habis rasa bahagianya melihat Hana tampil cantik itu membimbing putrinya untuk segera duduk dan ikut sarapan.


"Hana berangkat dulu ya pak,, bu,, Hana tak mau terlambat ke kantor Darren. Hari ini Darren akan memberikan Hana pekerjaan di kantornya" Hana berpamitan.


"Iya nak hati hati dan sampaikan salam bapak sama nak Darren" kata pak kyai


"Hati hati Han" pesan ibu.


Setelah mencium tangan kedua orang tuanya Hana segera berangkat menaiki motornya. Hana bukanlah wanita yang penuh gelimang harta. Dia tumbuh dalam keluarga yang sangat sederhana.


Motor bututnya itu sudah menemani dia beberapa tahun ini dan Hana sangat baik merawatnya. Hanya motor itu yang mampu diberikan oleh pak kyai dari hasil tabungan mereka selama ini.


Ibu yang mengantarnya hingga depan pintu masuk kembali menemui suaminya.

__ADS_1


"Pak,, sebenarnya ibu khawatir sama Hana" ujarnya


"Kenapa bu?" tanya pak Kyai


" Darren,,, sepertinya Hana jatuh cinta padanya pak. Ibu khawatir perubahan diri Hana ini juga karena dia hanya ingin menarik perhatian Darren yang mantan istrinya berhijab." kata ibu yang sudah dengar cerita tentang Darren dari Hana semalam.


Pak kyai manggut manggut.


"Adalah tidak benar jika Hana mulai berhijab jika tujuannya menarik perhatian Darren bu,,, karena seharusnya dia berhijab karena Allah. Tapi setidaknya dia sudah berusaha bu,,, Nanti tugas kita berdua untuk kembali mengingatkan dirinya" tukas pak Kyai.


"Iya pak ibu tau,, tapi ibu juga takut Hana akan patah hati. Bagaimana pun juga kita ini berbeda jauh pak dengan Darren. Ibu khawatir Hana yang baru pertama kali jatuh cinta malah harus menelan kecewa nantinya" suara ibu terdengar sendu.


"Bu,,, tidak baik bicara seperti itu. Segala sesuatunya sudah diatur olehNYA. Kita sebagai orang tua sebaiknya berdoa agar putri kita senantiasa dilindungi dan dijauhkan dari hal hal buruk." kata pak Kyai.


"Kita doakan saja jika memang mereka berjodoh Allah akan mempermudah segala urusan mereka,, dan jika tidak,,, semoga Hana putri diberikan ketabahan dan kesabaran menerima ujianNYA" lanjut pak kyai.


"Iya pak. Ibu pamit dulu ke belakang untuk masak ya pak" pamit ibu


"Iya bu" jawab pak kyai.


Dalam hatinya beliau berdoa agar Allah melancarkan segala urusan putrinya dan kembali menghadiahkan hidayah agar putrinya itu bisa istiqomah berhijab.


"Aamiin" beliau menutup doanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hana memarkirkan motornya ditempat parkir khusus sepeda motor. Dia melepas helm kemudian merapikan hijabnya dan pakaiannya.


"Silahkan ditunggu dulu ya mbak soalnya pak Darren kebetulan belum tiba." kata resepsionis itu.


Hana segera mengangguk dan duduk di ruang tunggu lobi kantor. Dia memperhatikan beberapa orang yang datang dan pergi. Mereka pasti beberapa klien atau pihak pihak yang memiliki urusan di kantor ini.


Hampir 20 menit menunggu Hana mulai bosan dan gelisah.


"Kenapa dia belum juga datang. Apa dia lupa dengan janjinya padaku? Atau terjadi sesuatu padanya?" Hana mulai berpikir.


Agar tidak jenuh dia memutuskan untuk membuka buka majalah yang tersedia disitu. Tengah asyik membaca majalah ekor matanya menangkap sesosok pria yang baru saja turun dari mobilnya.


Pria itu tampan dan bahkan terlalu tampan dengan setelan jas hitam dan kacamata hitamnya. Pria yang berjalan tegap itu terlihat tersenyum dan menyapa beberapa orang yang dilewatinya.


Pria keren itu mulai masuk ke lobi dan menghampiri resepsionis menanyakan jika ada tamu untuknya. Resepsionis tampak menunjuk ke arah Hana yang tengah terpukau melihat apa yang ada di depan matanya.


Pria itu menoleh ke arahnya dan tampak dia membuka kacamatanya. Hana kembali terpukau melihat sepasang bola mata yang tengah memandangnya itu.


"Kamu keren,, sangat keren" batinnya.


Pria itu berjalan mendekati Hana. Matanya masih memandang gadis berhijab itu dengan teliti. Dia seperti tak yakin dengan apa yang dilihatnya.


"Hana??" tanyanya memastikan


"Halo Dare,,, iya ini aku" suara riang Hana terdengar.

__ADS_1


"Kamu terlihat berbeda" ucap Darren


Hana tersenyum manis.


"Ini semua untukmu Dare" batinnya.


"Ayo ikuti aku. Kita bahas posisi dan tugas yang akan kuberikan padamu" ajak Darren.


"Siap" Hana menjawab dengan semangat dan segera menyambar tasnya lalu setengah berlari mengejar Darren yang sudah berjalan masuk kedalam lift.


Lift tertutup dan membawa mereka berdua naik. Hanya ada mereka berdua disana. Hana melirik Darren yang tegak berdiri disampingnya.


"Kamu sungguh tampan Dare,,, aku harap kamu bisa membuka hatimu untukku" batinnya.


Hana kelabakan saat Darren tiba tiba menoleh ke arahnya.


"Ada apa Han? Apa kamu sedang merencanakan untuk pingsan lagi?" gurau Darren.


Hana tersipu mendengarnya.


"Tenang saja,, aku sudah sarapan kok jadi tidak akan pingsan lagi dan merepotkanmu karena harus menggendongku" kelakarnya.


Darren tertawa dan semakin terlihat berbeda karena dia memang jarang bisa tertawa. Pembawaan dingin yang lebih melekat dalam dirinya terhapuskan dengan tawa riang itu.


Hana memang pandai membuat orang di sekitarnya tertawa. Dia yang manis dan selalu ceria memberikan atmosfir segar pada orang orang di sekitarnya.


Hana tak lupa menyampaikan salam pak kyai pada Darren yang dijawab Darren dengan titipan salam balik. Lift terbuka saat mereka tiba di lantai tempat ruangan Darren berada.


Sinta menyambut kedatangan bosnya dengan sapaan dan senyum manis. Namun senyum manisnya berubah kecut saat melihat Hana.


Dia mengenali wajah itu. Walau kini tertutup hijab tapi dia masih bisa mengingat siapa pemilik wajah itu.


"Sedang apa wanita itu bersama pak Darren? Dan kenapa mereka bisa seakrab itu?" Sinta memandang sinis pada Hana.


Hana mengulas senyum kemenangan melihat Sinta yang terlihat tak menyukai kehadirannya.


"Aku tau apa yang kamu pikirkan Sinta" batin Hana.


Hana dan Sinta sudah pernah mengenal sebelumnya saat Hana magang disana. Sinta adalah satu satunya wanita yang sangat tidak suka mendengar Darren sendiri yang turun tangan dan menggendong serta membawa Hana kerumah sakit saat dirinya pingsan dulu.


Sinta adalah orang yang paling bahagia saat tau bahwa Hana tak lagi magang disana. Sinta yang diam diam menaruh hati pada bosnya itu senang karena Hana yang dianggapnya berbahaya jika dekat dengan bosnya itu sudah keluar dari perusahaan.


Tanpa sepengetahuan Darren selama ini para karyawan mengetahui bahwa Sinta memang naksir padanya. Sinta sendiri yang tanpa malu sering bercerita pada teman teman kerjanya bahwa dia sangat tertarik pada Darren namun Darren tak pernah merespon.


Berita perceraian Darren dan Chaira merupakan berita yang paling membuatnya bahagia kala itu.


"Kesempatan untuk menarik hati pak bos" batinnya.


Namun kini Hana kembali hadir dan itu mengusik hatinya.


Jangan lupa vote, like dan komen yaaaa

__ADS_1


Terima kasih 😍


__ADS_2