
Selamat membaca 🌸
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌸🌸
"Aku mau tinggal di rumah Dion,,, tapi aku tidak ingin nantinya istrinya mempermasalahkan kehadiranku." kata Ratna pagi pada Darren saat mereka menikmati sarapannya.
Darren bernapas lega mendengarnya. Setidaknya dia bisa terlepas dari Ratna. Meski bukan maksudnya mengumpankan Ratna pada Dion. Darren percaya Hana tidak akan mempermasalahkannya. Hana akan menerimanya.
"Aku sendiri yang akan bicara pada Hana,,, Kamu tenang saja. Hana orangnya baik,,, dia akan bisa menerimamu,,,," kata Darren.
Ratna hanya mengangguk perlahan meski dalam hatinya ada rasa tidak suka saat Darren memuji Hana.
"Aku tidak yakin wanita yang kamu sebut baik itu akan tetap menjadi baik setelah tau siapa aku ini,,," batin Ratna.
Darren memutuskan berangkat lebih pagi agar bisa singgah di rumah Dion untuk menemui Hana. Darren ingin membahasnya langsung dan melihat sendiri reaksi Hana saat Darren mengutarakan niatnya.
🌸
"Haii,,, tumben pagi pagi sekali sudah kesini,,, Ada apa??" sapa Hana yang membukakan pintu.
Hana sedikit heran melihat kedatangan Darren.
"Dion mana??" tanya Darren balik.
"Ada,,, masih di atas. Tau sendiri dia kalau sudah di kamar mandi. Mau ada gempa bumi juga dia tidak peduli,,," sungut Hana.
Darren tertawa dibuatnya. Dion masih saja suka berlama lama di kamar mandi. Kebiasaannya itu sudah sejak mereka kecil. Dulu Darren suka kesal jika mereka tengah bermain bersama di rumah salah satunya lalu Dion ke kamar mandi.
Pasti lama,,,!!
"Jadi ada apa Dare,,, kamu sudah sarapan?? Anak anak??" tanya Hana.
"Kami sudah sarapan semua,,, sejak ada Ratna aku merasa sangat terbantu sekali. Ehm Han,,, aku datang kesini sengaja ingin menemuimu. Ada yang ingin ku sampaikan dan sekalian aku ingin minta tolong padamu,,," kata Darren memulai.
"Ada apa Dare,,, sepertinya serius sekali,,," Hana mulai memperhatikan.
"Kamu tau kan Han,,, Kehilangan Chaira membuat aku terpuruk dan menutup pintu hatiku untuk semua wanita. Aku bahkan menjadi sangat tidak nyaman jika berdekatan dengan wanita apalagi serumah seperti Ratna,,," kata Darren.
"Memangnya Ratna tinggal di rumahmu sekarang??" tanya Hana.
Darren mengangguk lalu menjelaskan kronologi kenapa bisa Ratna tinggal di rumahnya.
__ADS_1
"Dan kamu tidak sampai hati menolak permintaannya untuk tinggal di rumahmu,,," Hana mulai paham.
"Benar Han,,, Jadi aku ingin meminta tolong padamu untuk menerimanya tinggal bersamamu untuk sementara sampai aku bisa mendapatkan rumah yang layak untuknya,,," kata Darren.
Hana tampak berpikir. Hana bukanlah wanita bodoh yang bisa begitu saja mengiyakan apa pun meski dia terkenal baik. Hana justru berpikir kenapa Ratna tidak mencari saja tempat sendiri,,, kenapa malah memaksa Darren menerimanya,,, Dan sekarang tiba tiba Ratna ingin tinggal bersamanya.
Hana mencium ketidakberesan dengan diri Ratna.
"Bawa saja semua barang barangnya kesini,,, Ada kamar kosong masih di rumah ini,,,"
Suara Dion yang muncul tiba tiba mengejutkan Hana dan Darren.
"Gue mau tunggu jawaban Hana dulu. Kan dia nyonya rumahnya,,," jawab Darren.
"Hana tidak akan masalah,,, Dia tau teman suaminya juga temannya,,, Iya kan sayang,,,??" Dion bertanya pada Hana sembari memeluknya dari belakang dan mencium pipinya.
Hana kemudian hanya mengangguk meski dalam hatinya masih bertanya tanya kenapa suaminya juga sangat mendukung pindahnya Ratna ke rumah mereka.
"Yakin Han?? Kamu tidak masalah??" tanya Darren memastikan.
"Ya,,, tidak masalah. Juga hanya untuk sementara saja kan,,,??" tanyanya memastikan.
"Iya,,, aku janji hanya untuk sementara dan secepatnya." kata Darren.
Hana hanya berusaha tersenyum dengan penuturan Dion. Nalurinya sebagai istri tiba tiba merasa terusik. Suaminya itu tau dari awal dia tidak butuh asisten atau siapa pun untuk mengurus rumah.
Kenapa juga Dion sekarang ingin menjadikan Ratna temannya mengurus rumah,,,?
Selama ini juga semuanya bisa dibereskannya sendiri,,,
"Kapan dia mulai tinggal di sini??" tanya Hana pada Darren.
"Terserah kamu saja Han,,, kamu nyonyanya di sini. Kapan kamu mau buka pintu untuknya ya saat itu dia baru ku antar kemari." kata Darren.
"Suruh malam ini juga dia tinggal di sini,,," lagi lagi Dion menyahut mendahului Hana.
Hana mengiyakan kemudian.
"Ada apa Dion,,,?? Kamu membuat aku curiga untuk pertama kalinya padamu,,," batin Hana.
Hana mengiyakan saja karena diam diam dia ingin mencari tau siapa sebenarnya Ratna dan apa ada hubungan khusus dengan Dion yang bertingkah aneh dan tidak seperti biasanya.
"Han,,, aku ingin jawaban darimu,,," kata Darren yang bisa membaca raut wajah Hana.
Darren yang lebih lama mengenal Hana daripada Dion bisa melihat Hana yang biasanya merespon cepat dan ceria kali ini tampak memikirkan sesuatu sebelum menjawab.
__ADS_1
"Iya Dare,,, aku tidak keberatan. Lagipula dia itu teman kalian kan,,, kenapa aku juga tidak bisa jadikan dia temanku?? Ajak saja dia secepatnya kesini. Aku tidak sabar ingin mengenalnya lebih jauh" jawab Hana.
"Terima kasih Han,,," ucap Darren.
Dion kelihatan kikuk mendengarnya tapi keinginannya membawa Ratna ke rumahnya tetaplah besar. Dion memang sudah berniat memberitahukan semuanya pada Hana.
Menunggu saat yang tepat.
🌸🌸
Malam itu juga Ratna memindahkan barang barangnya ke rumah Dion. Dion sendiri yang membantunya mengemasi barangnya. Hana sengaja tidak ikut karena dia menunggu di rumah saja.
Hana membuka lebar pintu rumahnya saat terdengar deru mobil Dion. Dengan wajah tersenyum manis Hana menyambut suaminya yang datang membawa Ratna.
"Capek ya sayang?? Sini aku bawain tasnya,,," Hana langsung mencium Dion di depan Ratna dan mengambil tas kerja Dion.
Dion merasa tidak enak pada Ratna.
"Hai Na,,, kita ketemu lagi di sini. Ayo aku tunjukkan kamarmu. Aku senang kamu datang,,, Jangan sungkan sungkan. Ayo masuk,,," Hana menarik tangan Ratna yang tidak sempat bicara apa pun.
Hana membawa Ratna ke sebuah kamar yang letaknya tepat di sebelah kamarnya. Hana memang sengaja memilih kamar ini agar dirinya tidak kecolongan. Entah kecolongan apa tapi nalurinya mengatakan dia harus waspada.
"Ini kamarmu,,, kamarku tepat ada di sebelahmu." kata Hana ramah.
"Te,,ttt,,terima kasih,,,Hh,,Ha,,Hana,,," Ratna gugup.
"Santai saja,,, anggap aku temanmu juga." ucap Hana.
"Istirahat saja dulu ya,,, Selamat malam Na,,,"lanjutnya.
"Selamat malam Hana,,,"jawab Ratna.
Hana meninggalkan Ratna dan masuk ke kamarnya sendiri. Ratna menutup pintu kamarnya yang luas ini.
"Wanita itu enak sekali bisa menikmati rumah sebagus ini. Sementara aku??? Harus tinggal di kontrakan sempit jauh dari kata bagus." sungut Ratna.
Sayup sayup terdengar obrolan ringan dari kamar sebelah. Ratna menempelkan telinganya ke dinding kamar itu tapi tetap tak bisa mendengar dengan jelas.
"Sudahlah,,,lebih baik aku tidur saja,,," gumamnya.
\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote,like dan komen yaa
Terima kasih🌸
__ADS_1