
Hampir sebulan sejak peristiwa kecelakaan itu Chaira hampir sudah tidak bisa lagi menangis. Airmatanya sudah kering terkuras setiap harinya. Rosa yang licik tak pernah membiarkan Darren meninggalkan kamar. Apa pun yang dibutuhkan Rosalah yang menyiapkan dan membawakannya ke kamar. Sama sekali tidak ada kesempatan bagi Chaira atau pun Darren saling melihat. Urusan perusahaan sementara waktu papa serahkan pada Dion sahabat Darren yang baru kembali dari luar negeri. Dia turut prihatin akan musibah yang menimpa sahabatnya itu.
"Kak aku mau keluar dulu. Ada urusan sebentar. Ibu sebentar lagi juga datang. Darren sedang tidur. kau jangan mengganggunya" pesan Rosa sebelum dia keluar
Chaira hanya mengangguk.
"seandainya saja kamu tak sedang tidur,,, ingin rasanya aku menemuimu barang sekejap. Aku sangat merindukanmu sayang" lirih Chaira.
Selama ini dia hampir seperti pembantu saja dirumahnya sendiri. Dia melayani semua kebutuhan bu Wati dan Rosa. Lelah fisik masih bisa untuk tak dirasakannya tapi lelah psikisnya tak terasa membuat tubuhnya kehilangan beberapa kilogram berat badannya.
Dia menyandarkan tubuhnya di sofa ruang keluarga. Dia menarik napas dalam lalu menghembuskannya seperti sedang mengurangi beban dihatinya. Sejenak dipejamkannya matanya.
"eehhgg Kak Cha,,, Chaa,,, " suara itu mengejutkan Chaira. Dia sangat mengenali suara itu. Dia segera menoleh ke arah suara itu.
Chaira terkejut melihat Darren berdiri di sana sedang berusaha mengingat namanya. Dia segera berdiri.
"Cha,, Chaira,,, namaku Chaira" Chaira terbata bata karena menahan semua perasaannya saat itu.
"oh iya kak Chai,,, maafkan aku. Aku sungguh sulit mengingat nama nama. " Ucap Darren
"tidak apa say,,, oh maksudku tidak apa apa Darren" Chaira gugup
"eh,,, ada yang bisa ku bantu? Rosa sedang keluar. " lanjut Chaira berusaha bersikap normal
"Yaaa,,, aku hanya ingin tau dimana biasanya Rosa memasang foto foto kami. Kenapa aku sama sekali tak melihat foto kami berdua dirumah ini. Bahkan foto pernikahan kami pun tidak ada. Hanya ada fotoku dan fotoku saja" tukas Darren sembari mengangkat foto foto dirinya yang ada di rak hias di sudut ruangan.
Chaira tergagap dengan pertanyaan itu. Dirinya sungguh tak mengira Darren akan menanyakan hal semacam itu pada dirinya. Darren memandang Chaira yang gugup dan kebingungan.
"ohh aku tau kamu pasti belum lama tinggal disini jadi belum tau dimana Rosa menyimpannya. Tidak apa apa kak,, aku bisa bertanya sendiri nanti padanya. Temani saja aku disini sebentar kak,,, Aku sangat bosan berada dikamar terus. Rosa terlalu berlebihan mengkhawatirkanku." ajaknya sembari memberi isyarat Chaira untuk duduk lagi.
Chaira mengangguk dan duduk tepat di depan suaminya itu. Betapa dia sangat merindukan pria itu. Betapa ingin dia memeluk pria itu dan mengatakan bahwa dirinya lah istrinya,,, bukan Rosa.
Lama dirinya terdiam memandangi suaminya itu.
"oh ya kak,,, aku dan Rosa sudah cukup lama menikah kan,,, yahh walau belum setahun. Apa Rosa belum pernah hamil?" tanya Darren yang membuat Chaira kembali gugup
__ADS_1
"Ahh lagi lagi aku begitu bodoh menanyakan hal seperti ini padamu kak,,, aku berharap aku tak pernah lupa setiap detik kebersamaan kami. Hanya saja kepala ini,,,,, " Darren memukul mukul kepalanya dengan kesalnya.
Chaira segera beranjak dan mendekatinya. Dia berusaha menahan tangan suaminya agar berhenti memukuli kepalanya.
"Tidak tidak,, jangan seperti ini. Ini semua bukan kesalahanmu." ucap Chaira berusaha mendekap Darren yang setengah mengamuk itu. Direngkuhnya tubuh suaminya dan dipeluknya dengan penuh cinta. Darren terdiam dalam pelukan Chaira.
"wanita ini kenapa begitu menenangkanku,,, kenapa aku merasa damai berada dalam dekapannya. Aku merasa semua kemarahan dan ketakutanku mereda. Kenapa tiap detakan jantungnya membuatku tak ingin melepaskan diri darinya" batin Darren sembari semakin menenggelamkan wajahnya di dada Chaira.
Chaira mulai menangis. Dia hampir tidak bisa menahan semuanya. Dieratkannya pelukannya dan dirinya pun terus menangis.
Darren melepaskan dirinya ketika dia merasa kepalanya basah terkena airmata Chaira.
"kenapa kakak menangis?" tanyanya berusaha membantu Chaira yang segera mengusap usap matanya
"Aku tidak sanggup lagi menghadapinya seperti ini" batin Chaira.
Dia segera berlari meninggalkan Darren yang masih duduk dan bingung menatap kepergiannya.
"kenapa wanita itu begitu bersedih? Apa dan siapa yang ditangisinya? Aku kah yang ditangisinya? Tapi kenapa aku??,,,,,,, " benak Darren dipenuhi banyak pertanyaan
"jangan sampai mereka sudah sempat berbicara tadi" batin Rosa curiga
"Mas,,, jangan diam saja!!! Sudah berapa lama kamu disini? dan ada urusan apa kamu keluar kamar?? " bentaknya pada Darren yang belum menjawabnya
"seharusnya aku yang bertanya kamu darimana saja sayang?? kenapa lama sekali?? aku tidak bisa lama lama jauh darimu" jawab Darren
Jawaban Darren itu langsung membuat Rosa lega.
"Rupanya dia masih Darren yang amnesia" pikirnya
"Aku dari dokter mas. Aku memeriksakan diri" kata Rosa
"apa kamu sakit sayang? Kak Tolong ambilkan Rosa minum" Darren langsung memerintah Chaira saat melihatnya muncul dari balik ruangan
Rosa menatap tajam Chaira yang segera mengangguk dan pergi mengambilkan minum untuknya.
__ADS_1
"Darren begitu akrab memanggilnya kak,,, jangan jangan mereka memang sempat ngobrol tadinya" Pikir Rosa
"sayang kamu kenapa?" Darren membuyarkan pikiran Rosa
"oh aku tidak apa apa sayang,,, aku hanya sering mual dan muntah jadi aku putuskan memeriksakan diriku. Dan maaaassss,,, aku hamiiiillll!!!! " teriak Rosa
Pprraaaangggg,,,,,
Nampan air yang dibawa Chaira terjatuh saat dirinya mendengar bahwa Rosa hamil. Chaira begitu terkejut mendengar itu. Rosa dan Darren yang terkejut pun menoleh kepadanya.
"kak apa apaan sih,,, bikin kaget aja!!!! " bentak Rosa
Chaira segera tersadar dan memunguti pecahan gelas dilantai.
"aauuww" jarinya terkena pecahan kaca
Darren segera beranjak dan menghampirinya.
"biar aku saja yang bereskan ini kak,,, obatilah lukamu dulu" Darren meraih jari Chaira dan berusaha mengeluarkan pecahan kaca kecil yang menusuk jarinya
Chaira membiarkan suaminya melakukan itu. Dalam hatinya dia merasa senang diperlakukan seperti itu oleh Darren. Dan memang semestinya seperti itu.
"Maasss,,, kamu ngapain sih??? kamu masih sakit!!! ayo kembali ke kamar. dan kamu kak,,, sudah sana pergi!!! " bentak Rosa seraya menarik tubuh Darren agar segera berdiri
"lebih baik kita ke kamar dan membahas kehamilanku ini mas" ajak Rosa
Darren mengangguk mengiyakan. Kemudian pergi mengikuti Rosa menuju kamar.
Tinggallah Chaira sendiri yang menangis. Bukan sakit di jarinya yang dirasakannya namun jauh dalam hatinya ada luka menganga yang kembali menganga lebar mengetahui Rosa hamil,,, Rosa hamil oleh Darren suaminya,,, Berita ini sungguh mengejutkan dan melukainya. Terbayang saat Darren menyentuh Rosa. Wanita yang bukan muhrimnya. wanita yang merupakan adik tirinya sendiri.
"Ya tuhan,, kenapa Engkau biarkan ini semua terjadi?? Sekarang aku harus bagaimana lagi??? Berikanlah hambaMU ini petunjuk ya Rabb" Chaira berdoa dalam hati
Jangan lupa vote, like dan komen yaaa
Terima kasih 😍
__ADS_1