BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 25


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹🌹


Darren menerima sehelai undangan yang di sodorkan oleh sekretarisnya itu dan membaca sampul undangan itu.


"Ratna dan Dion menikah??? Mereka pasti meresmikan pernikahannya. Gawat,,,!!!" batin Darren.


Meski dalam hatinya ada rasa senang mengetahui bahwa sahabatnya itu tak benar benar lupa pada dirinya dan masih mengundangnya meski tak langsung lewat telpon,,,Namun Darren juga mengkhawatirkan pernikahan sahabatnya itu apalagi setelah tau siapa Ratna dan kebusukannya.


"Aku harus bisa meyakinkan Dion bahwa Ratna bulam wanita yang baik untuknya." tekad Darren.


Darren kembali menyambar ponselnya dan menelpon Dion.


"Jawab bro jawaaabbb,,,," Jemari Darren bermain di mejanya karena tak sabar menunggu Dion mau menjawab telponnya kali ini.


Tidak ada jawaban.


Darren kembali mencoba menelpon Dion namun tetap tak dijawab. Akhirnya Darren pun menulis pesan untuk Dion melalui aplikasi chat berwarna hijau itu. Tampak di sana Dion tengah online karenanya Darren dengan cepat mengetik pesan itu.


"Bro,,,Sebelum lu menikah gue pengen lu tau siapa Ratna sebenarnya. Gue gak mau lu nyesel bro,,," tulis Darren.


Chat itu langsung bercentang dua dan berwarna biru menandakan Dion telah membacanya. Darren lega ketika melihatnya dan tak sabar saat melihat Dion tengah mengetik balik.


"Akhirnya dia mau balas chat gue,,," batin Darren sambil menunggu apa respon sahabatnya itu.


"Itu urusanku. Siapa pun Ratna dan seperti apa puj dirinya,,, Kamu tidak perlu ikut campur. Datang saja di pernikahan kami dan cukup doakan saja kami berdua bahagia dengan calon bayi kami."


Jawaban dari Dion itu membuat mata Darren nanar.

__ADS_1


"Bayi??? Apa Ratna hamil??" batin Darren.


Darren kembali mengetik sesuatu disana namun mendadak foto profil Dion menghilang. Chat dari Darren pun hanya centang satu saja. Darren kesal melihatnya.


"Malah di block sih nomer gue. Tuh anak ya sudah benar benar keterlaluan cerobohnya. Belum selesai urusannya sama Hana sudah main menikah lagi. Masih mending menikah sama yang benar. Lah ini,,,??? Haduh Brooooo,,, Lu tu mustinya belajar dari gue!!!!" Darren bersungut sungut sendiri memikirkan kelakuan Dion.


"Ayah kenapa??" tegur Levi yang diam diam menghampiri dan memperhatikan raut muka ayahnya yang kelihatan kesal.


"Oh ayah gak apa apa Levi. Teruskan saja mainnya sama adik Rayya ya. Sebentar lagi pekerjaan ayah selesai dan kita bisa pulang. Kalian mau makan apa malam ini??" tanya Darren yang tersadar bahwa ada anak anaknya di ruangan itu.


Dipangkunya Levi yang sudah berdiri di samping kursinya itu.


"Naci goleeeeng ayah,,," sahut Rayya yang tengah asyik memainkan boneka barbienya.


"Nah,, Kalau kak Levi mau apa??" tanya Darren lagi.


"Samain saja sama Rayya ayah biar ayah gak repot masaknya." sahut Levi penuh pengertian.


Darren tersenyum dan mengelus kepala Levi lalu menciumnya. Putra kecilnya itu meski belum cukup dewasa untuk mengerti semua masalah hidupnya namun mampu memahami segala usaha terbaiknya selama ini untuk bisa memasak dan menyediakan makanan terlezat bagi mereka.


Levi mengangguk dan tersenyum. Rayya kecil ikut mendekat juga dan minta duduk di pangkuan ayahnya juga. Jadilah Darren memangku kedua pelita hatinya itu.


"Ayah cudah baik kok,,,Kayak abi." ucap Rayya sembari mengecup pipi Darren.


Setetes airmata mengalir dari pelupuk mata Darren mendengar dan mengingat kata abi. Memorinya langung menyeretnya ke masa di mana dia mengenal Ray yang ternyata adalah penyelamat bagi Chaira. Chaira bidadari yang disakitinya itu kembali mereguk kebahagiaan setelah malaikat penghiburnya hadir yaitu Ray.


"Iya Rayya,,, Abi memang orang baik." ucap Darren.


"Ayah jangan nangis. Nanti bunda sedih lihat ayah nangis. Ayah sama abi sama sama baiknya. Iya kan Rayya,,,??" tanya Levi sembari mengusap airmata Dareen.


Rayya mengangguk angguk kecil dan menampilkan wajah menggemaskannya dengan pipi chubbynya membuat Darren merasa sangat terhibur. Dipeluknya erat kedua permata hatinya itu.


"Terima kasih ya anak anak ayah. Kalian semua juga anak anak yang paling baik." puji Darren.

__ADS_1


Levi dan Rayya kembali mencium pipi Darren.


"Nah sekarang kalian main lagi ya. Ayah mau kerja lagi biar bisa cepat pulang dan masak. Rayya mau bantu ayah masak kan??" tanya Darren pada si kecil yang selalu tak mau ketinggalan dengan kegiatan di dapur.


"Iya ayaaahhh,,,"sahut Rayya senang.


Darren berniat kelak jika Rayya sudah besar dan sekolah,,, Darren akan memasukkannya ke sekolah tata boga untuk lebih mengasah kemampuan memasak Rayya yang sejak kecil sangat suka di dapur.


Dan untuk Levi,, Darren menyiapkan sekolah penerbangan karena Levi sangat ingin menjadi pilot.


Mengingat semua itu Darren menjadi sangat bersemangat mengumpulkan pundi pundi uang untuk semua keperluan anak anak. Dikerjakannya sisa pekerjaannya hari itu dengan semangat membara.


🌹🌹


"Enak saja mau menggagalkan pernikahanku sama Dion. " ketus Ratna saat membaca pesan dari Darren yang masuk ke ponsel Dion tadi.


Dion yang meninggalkan ponselnya di rumah membuat Ratna bebas mengutak atik isi ponselnya termasuk menghapus foto foto Hana di galeri foto.


Ratna sengaja tak menjawab telpon dari Darren tadi meski ponsel Dion tengah di pegangnya. Dia berharap dengan tidak dijawab telponnya Darren akan mengurim pesan.


Dan benar saja karena sejurus kemudian sebuah pesan dari Darren pun masuk. Membaca isi pesannya membuat Ratna merasa terancam. Dia tak ingin Dion membatalkan pernikahan yang sudah diimpikannya terutama setelah hadirnya janin dalam rahimnya.


"Aku gak akan biarkan janin ini lahir tanpa seorang ayah. Bagaimana pun juga aib ini tidak boleh terbongkar. Block saja biar aman. Dion gak akan sadar juga." batin Ratna saat jarinya menekan opsi block pada kontak Darren di ponsel milik Dion.


Meski baru sebulan menyadari dirinya tengah berbadan dua namun Ratna tak mau mengulur ulur waktu lagi. Dia langsung menekan Dion untuk menikahinya. Dion yang sudah lama menikah dengan Hana dan tak dikaruniai keturunan tanpa perlu terlalu dipaksa pun langsung menyetujui permintaan Ratna itu.


"Kita akan menikah dengan pesta paling meriah sayang,,, Aku ingin umumkan pada seluruh dunia bahwa aku bukan pria mandul. Terbukti aku bisa membuatmu hamil


Aku ingin mengundang semua rekan dan relasi kerjaku yang selama ini diam diam pasti meremehkanku. Aku ingin mereka semua tau bahwa Hanalah yang mandul. Bukan aku,,,!!"


Begitu ucap Dion kala mendengar penuturan Ratna tentang kehamilannya. Ratna yang memegang test pack bergaris biru dua itu pun tersenyum senang dan merasa dirinya sudah di puncak kemenangan.


"Rasakan kamu Hana,,, Seluruh dunia akan menertawakanmu sekarang. Dan Dion,,, Selamanya akan berada dalam kendaliku. Bayi ini akan memperkuat posisiku menjadi istri Dion. Istri satu satunya." batin Ratna.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹🌹


__ADS_2