BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Ayah yang baik


__ADS_3

Malam ini aku kembali harus lembur di kantor.


"Gimana bro? Apa ide gue berhasil?" Tanya Dion di sela kesibukan kami


Aku meletakkan penaku dan berhenti sejenak.


"Berhasil,,, tapi,,, " aku berpikir


"Masih aja pakai tapi,,,, " sungut Dion


"Gue rasa gue keterlaluan kali ini bro,,, Chaira sama sekali tak menjawab. Dia diam. Dan gue tau banget istri gue kalau udah diam gitu artinya dia sangat terluka" ucapku sambil memijit mijit daguku


"Kasih dia waktu bro,,, dia hanya terkejut" kata Dion


"Ya,, gue rasa begitu. Dia akan terbiasa setelah ini" aku manggut manggut


Kami segera menyelesaikan pekerjaan kami dan pulang. Sesampainya dirumah mama sudah menungguku di ruang tamu.


"Dare,, mama khawatir deh sama Chai,,," suara mama terdengar risau


"Kenapa ma,,, apa yang terjadi padanya?" tanyaku


"Dia sama sekali gak keluar kamar nak,, bahkan melewatkan makan malamnya juga. Tidak biasanya dia begini kan" kata mama makin risau


Aku diam sejenak. Ku longgarkan dasiku dan duduk di sofa.


"Biarkan saja ma,,, beri dia waktu untuk sendiri dulu" ujarku


"Kamu yakin Dare?? Kamu tak ingin melihatnya dulu???" tanya mama lagi


Aku hanya menggeleng. Betapa pun aku juga khawatir namun aku berusaha tak memperlihatkannya.


"Mike dan Febby sudah dapat kamar yang bagus kan ma?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.


"Sudah Dare,,, Chaira sendiri yang menyiapkannya sesuai perintahmu" kata mama


Aku mengangguk saat mama mengatakan dirinya ingin ke kamarnya. Aku masih termangu di sofa.


"Apakah sikapku keterlaluan memintamu menyiapkan kamar untuk Febby? Apa alasanmu melewatkan makan malammu? kamu bisa sakit jika seperti itu" aku bergegas ke dapur dan menghangatkan lauk pauk yang masih tersisa.


Ku tata semua di piring lalu ku bawa sendiri menuju kamarku. Aku ingin Chaira makan. Ku buka pintu perlahan. Ku lihat Chaira duduk memandang keluar jendela. Dia segera menghapus airmatanya saat melihatku masuk.


"Makanlah,,, aku tak mau kamu sakit" kataku menyodorkan piring yang ku bawa


Chaira menggeleng pelan.


" Sejak kapan kamu membangkang padaku. Aku memintamu makan dan kamu berani menolaknya. Jangan menguji kesabaranku. Aku sungguh tak ingin marah padamu" aku membujuknya


Chaira tetap menggeleng dan malah menggeser duduknya menjauhiku.


"Baiklah aku tau kamu masih belum bisa menerima keputusanku menikahi Febby,,, Tapi aku tetap akan memaksamu makan malam ini karena aku tak ingin kamu sakit dan membuat acara pernikahanku berantakan. Aku ingin kamu mendampingiku hari itu. Bagaimana pun juga aku ingin semua yang hadir tau bahwa aku menikah atas restumu" tukasku lagi tanpa berpikir bahwa kata kataku itu semakin melukainya

__ADS_1


Chaira langsung menatapku dengan sorot mata yang penuh dengan duka.


"Tidak usah takut aku mengganggu acaramu,,, aku pastikan aku akan mendampingimu." lirihnya


"Baguslah kalau begitu,,, makanlah segera" aku kembali membujuknya dan menyodorkan piring itu


Prraaannnggg,,,,


Chaira menampik piring itu dan membuat semua berceceran di lantai.


Plaakkk,,,


Tanganku reflek menampar wajahnya.


"Berani sekali kamu,,, sudah aku bilang jangan membuatku marah!!!!" aku membentaknya keras


Chaira tak menjawab sepatah kata pun. Bahkan tak ada airmata juga. Dia hanya mengelus pipinya yang terkena tamparanku.


"Apa selingkuh dariku,,, meniduri wanita lain,,, melupakan aku sebagai istrimu,,, dan sekarang menikah lagi masih belum cukup membuatmu puas melukaiku??" lirihnya sejurus kemudian tanpa mengangkat wajahnya


Selingkuh,,,, Selingkuh,,,,


Perselingkuhan yang mana yang dimaksud Chaira?


Mungkinkah dia menganggap yang ku lakukan bersama Rosa itu dulu sebagai suatu perselingkuhan???


Aku terdiam mendengar pertanyaannya itu. Aku melihat tanganku yang telah menamparnya,,, aku melihat Chaira disana,,,


Aku mundur,,, menjauhi Chaira,,,


"Ya tuhan apa yang sudah ku lakukan?" aku mulai menyesali perbuatanku


"Maafkan aku,,, aku,,, aku tak,,,, " aku menyentuh dan berusaha memeluknya


"Aku baik baik saja. Aku sudah terbiasa. Aku sudah puas menangis." tukasnya memotong ucapanku.


Chaira bangkit dan menaiki ranjang. Dia memejamkan matanya. Aku diam melihatnya seperti itu lalu menyusulnya ke ranjang. Kami saling membelakangi dan tenggelam dalam pikiran masing masing.


" Perih akibat tamparanmu ini tidak seberapa kurasakan sakitnya Dare,,, Tapi aku sakit dengan semua kebohonganmu. Aku masih berharap kamu sendiri yang akan mengakuinya kepadaku" batin Chaira


"Maafkan aku Chai,,, aku tak sengaja. Aku hanya reflek menamparmu" Di sisi lain aku menyesal telah kasar padanya.


Tok tok tok,,,,


"Dareee,,, buka pintunya. Tolong aku,, Mike terus menangis. Badannya panas" kami yang belum tidur bisa jelas mendengar suara Febby dari balik pintu


Aku memandang Chaira. Rasanya aku tak ingin meninggalkannya sendiri saat seperti ini.


"Dareee,,, Bangun Dareee" Febby kembali memanggil manggil dan kali ini aku bisa dengar tangisan Mike.


Aku segera melompat dan membuka pintu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada Mike? Astaga,,, panas sekali badannya!!! " aku terkejut saat meraba kening Mike


"Kita ke rumah sakit sekarang!!" aku langsung mengambil alih Mike dari gendongan Febby


Tak ku hiraukan lagi Chaira. Mama yang mendengar tangisan Mike juga bangun dan panik. Kami segera meminta sopir mengantar kami ke rumah sakit.


°\=\=\=\=\=\=\=\=\=°


"Nak,, maafkan ayah ya,,, setidaknya kita berdua bisa melihat bahwa ayah adalah ayah yang baik. Jika hal yang sama menimpamu,,, ayah juga akan berlaku demikian. Yang sabar ya nak,,, yang kuat,,, Cuma kamu yang buat bunda kuat nak" Chaira mengelus perutnya.


Chaira memandang kepergian kami dari balkon kamar. Dia segera masuk saat angin malam mulai membuatnya merasa kedinginan.


"Semoga tidak terjadi apa apa yang serius pada Mike,,, bagaimana pun juga dia juga anakku. Aku harus tetap berdoa untuknya,, walau dia hadir dengan cara yang salah tapi dia tak berhak untuk mendapat dan merasakan kebencianku." Batin Chaira


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Putra bapak harus dirawat agar kami bisa mengobservasinya lebih lanjut. Untuk sementara kami belum bisa memastikan apa penyakitnya" dokter menjelaskan


"Dok,, lakukan yang terbaik untuk cucu saya" mama mulai menangis


"Ya dok,,, tolong anak saya" Febby pun mulai menangis


"Baik bu,,, kami akan berusaha melakukan yang terbaik" ujar dokter


Aku menatap Mike yang tidur setelah mendapatkan obat penenang. Ku ciumi pipinya. Aku sangat menyayangi putraku. Pewarisku.


Mama memintaku untuk pindah ke sofa saat aku tertidur di tepi ranjang Mike.


"Mana Febby ma?" tanyaku karena tak melihat Febby diruangan ini


"Dia bilang ingin keluar membeli beberapa keperluan kita selama disini Dare,,, mungkin di toko 24 jam dekat rumah sakit ini saja" kata mama


Aku mengangguk mengiyakan lalu pindah ke sofa. Ku coba untuk kembali memejamkan mataku dan aku pun tertidur tak lama kemudian karena aku sangat lelah hari ini.


Lelah karena urusan pekerjaan dan Chaira. Ditambah sekarang Mike. Mama menggantikanku menjaga Mike di sebelah ranjangnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Apa??? Mike masuk rumah sakit??? Bagaimana kondisinya??? " suara pria di telpon terdengar panik dan khawatir


"Dokter belum bisa memastikannya" sahut Febby


"berikan semua fasilitas terbaik untuknya Feb,,, dokter terbaik juga,, Jangan khawatirkan masalah biaya. Aku akan menanggungnya" ujar pria itu


"Kalau masalah biaya dan semua itu kamu tak perlu khawatir. Darren sudah mengurusnya. Aku hanya ingin kamu tau keadaan Mike saja." jawab Febby


"Baiklah,, teruslah mengabariku!!! " Pria itu menutup telponnya.


Febby segera kembali ke rumah sakit dan bergantian menjaga Mike. Mama disuruhnya tidur menyusulku.


Jangan lupa vote, like dan komen yaaaa

__ADS_1


Terima kasih 😍


__ADS_2