
Selamat membaca 🌹
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌹🌹
Demikianlah kisah rumah tangga pak Agung dan bu Maria yang akhirnya berakhir dengan perceraian. Setelah bercerai pak Agung memberikan segala tuntutan bu Maria atas harta gono gininya.
Bu Maria mengatakan tak akan tinggal diam dan akan terus berusaha membebaskan Bobi entah bagaimana pun caranya dan berapa pun biayanya karena beliau tetap menganggap bahwa yang dilakukan oleh putranya itu bukanlah kesalahan besar atau fatal.
Bobi sendiri tetap meringkuk dalam penjara dan menjadi bulan bulanan para napi di selnya yang dingin. Bagi para napi disana yang hanya tau bahwa Bobi mendalangi percobaan menyelakai saingannya dalam urusan rebutan wanita,,, Tindakan Bobi itu sangat memalukan.
Karenanya dia pantas di bully dan diperintah semau mereka. Menjadi pesuruh yang jika tidak benar melakukan tugasnya dia akan dipukuli habis habisan. Sampai akhirnya Bobi pernah sampai dirawat karena luka lukanya parah. Tubuh Bobi yang terbiasa dimanjakan mana sanggup menerima perlakuan kasar seperti itu tiap hari.
Para napi itu tidak tau tentang kasus pemerkosaan yang akhirnya tidak jadi diributkan oleh pihak pak Herman mengingat bahwa ini menyangkut nama baik Tiara sendiri. Beliau tidak mau kasus seperti ini di blow up agar tak banyak orang tau tentang peristiwa kelam itu.
Itu semua juga tidak luput dari permintaan Levi yang meminta pak Herman tidak lagi meributkan dan memperkarakan Bobi dalam hal ini karena sudah ada dirinya yang bertanggung jawab untuk Tiara.
"Sudahlah om Herman. Biarkan hal yang menjadi aib sekaligus kesialan Tiara ini jadi rahasia kita. Kasihan jika Tiara harus dibawa bawa lagi untuk dijadikan saksi dalam persidangan itu nantinya. Tiara akan melewati fase panjang penyelidikan juga. Kasihan dia karena ini akan jadi beban mental tersendiri untuknya." kata Levi wakt' itu.
"Lagipula,,,Tiara adalah calon istri saya dan saya berhak untuk menyimpan segala aibnya bukan?? Yang penting saya yang akan menikahinya ini tidak mempermasalahkannya bukan??" tanya Levi.
Pak Herman manggut manggut mempertimbangkan usulan Levi itu. Beliau kagum untuk seorang pemuda yang usianya jauh dibawahnya ternyata Levi jauh lebih bisa berpikir dewasa.
"Chaira dan Darren sungguh pandai mendidikmu. Aku bangga padamu Levi,,,"pak Herman menepuk nepuk bahu Levi.
__ADS_1
Dan jika Bobi dengan hari hari buruknya di penjara,, Maka sebentar lagi hari bahagia untuk Levi dan Tiara pun tiba. Mereka akan segera menikah.
"Kamu ini mengingatkan ayah pada masa muda ayah saja nak. Ayah dulu juga menikah muda sama bundamu,,," Darren tersenyum mengingat masa mudanya.
"Tapi kan ayah setidaknya jauh lebih tua lah menikahnya daripada Levi sekarang. Levi kan belum selesai kuliah,, kalau ayah dulu kan setelah lulus kuliah hahahha,,," tawa Levi mengundang Darren untuk ikut tertawa juga.
"Kamu benar,,, Ahh ayah dan anak kok gak ada bedanya yaa. Sama sama nekad nikah muda hahahha,,," Darren kali ini yang memancing tawa Levi.
Kedua ayah dan anak itu pun saling ejek dan saling menertawakan dirinya masing masing.
"Tapi nak,,,Ayah punya satu hal yang ayah ingin kamu tidak meniru ayah. Untuk satu hal ini ayah akan lebih bangga jika kamu meniru abi Ray mu,,," ucap Darren tiba tiba sendu.
"Apa maksud ayah??" tanya Levi.
"Ayah tidak ingin kamu meniru kebodohan ayah. Ayah tidak mau kamu merasakan keterpurukan seperti ayah. Ayah ingin kamu menjadi suami terbaik bagi Tiara kelak. Jangan pernah menyakiti hatinya seperti ayah menyakiti hati bunda. Jangan pernah sia siakan Tiara seperti ayah dulu yang dengan lalainya menyia nyiakan bunda. Ayah tidak mau kamu merasakan penyesalan terburuk seperti yang ayah rasakan nak,,,Ayah tidak ingin kamu menanggung rasa bersalah sepanjang sisa umurmu nak,,," tangis Darren pun tak terbendung.
"Ayah ingin kamu menerima Tiara seperti abi Ray menerima bunda dulu. Dengan segala yang dimiliki bunda,, Abi Ray membuka tangannya dan membawanya dalam pelukannya. Bahkan cinta mereka abadi sampai ke JannahNYA. Meninggalkan ayah yang hanya seorang pecundang yang takut menerima segala keburukan bunda yang ayah munculkan sendiri,,," tangis Darren kembali pecah hingga dirinya menundukkan wajahnya dan bahunya bergetar.
"Tapi tetap saja,,, Ayahku ini adalah ayah yang terbaik. Mungkin abi juga abi yang baik untuk kami dan bunda,,, Tapi abi memilih mengalah dan menyerah karena abi tau ayah lebih baik dalam mendidik kami,,,Abi percaya pada ayah begitu pula bunda,,, Bunda menyerah karena bunda yakin di tangan ayah kami akan jadi pribadi yang baik,,," Rayya tiba tiba memeluk Darren dari belakang.
Rayya yang baru saja datang dari sekolah sempat mendengar ucapan dan tangis Darren hingga airmatanya pun turut berlinangan.
"Terima kasih nak,,," Darren yang sedikit terkejut itu menggenggam tangan Rayya yang masih berada di lehernya.
"Tidak ayah,,, Jangan berterima kasih. Kamilah yang seharusnya berterima kasih pada ayah." jawab Rayya melirik pada Levi yang langsung ikut bergabung memeluk Darren.
"Terima kasih ayah." bisik Levi.
__ADS_1
Suasana haru itu pun cukup lama berlangsung. Tangis bahagia seorang Darren pun tak kunjung terhenti ketika kedua putra putrinya menerimanya dan memeluknya dengan penuh cinta. Diciuminya kedua anaknya itu dengan penuh kasih sayang.
Pelukan haru itu pun berlanjut dengan sorak sorai penuh bangga ketika Rayya mengatakan dirinya mendapat beasiswa khusus untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri di sekolah kuliner sesuai dengan yang dicita citakannya selama ini.
"Wah selamat ya anak ayah,,, Kamu pantas mendapatkannya." puji Darren.
"Terima kasih ayah,,,Ini semua juga berkat dukungan ayah." ucap Rayya.
"Dan kak Levi juga tentunya,,, Jangan manyun gitu dong baru belum disebut namanya,,," ucap Rayya ketika melihat wajah kakaknya masam.
"Iya dong,,, kan Kakak juga selalu dukung kamu selama ini. Tapiiiii kapan kamu mau berangkat?? Kakak kan mau menikah,,," tanya Levi.
"Untungnya jadwal masuk sekolahnya setelah acara nikahan kakak,,," jawab Rayya.
"Syukurlah kalau begitu,, karena kakak akan merasa sangat kurang jika dalam pernikahan kakak tidak ada adik kakak yang paling gemesin ini,,," ucap Levi langsung mencubit pipi Rayya dengan gemas.
"Aaawwwwww sakit tauuuuuu,,,,Ayah lihat deh kak Levi jahat bangetttt,,,," Rayya mengaduh kesakitan dan mengelus pipinya yang sangat panas akibat Levi mencubitnya lumayan keras.
"Leviii,,,lihat tuh pipi adiknya sampai merah begitu,,," Darren cemas melihat pipi Rayya yang langsung memerah.
"Maaf ya Ayya,, Kakak gak sengaja. Tapi tambahin aja dah sebelahnya biar gak merah sebelah." lagi lagi Levi mencubit pipi Rayya yang satunya.
"Ayaaaaahhhhhhh,,,," teriak Rayya yang langsung menghambur dan menangis kesakitan di pelukan Darren.
"Cup cup cup anak ayaaaahhh,,,," Levi masih menggodanya dan membuat Darren geleng geleng kepala dengan ulah kedua anaknya itu.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terima kasih atas vote, like dan komennya 🌹