BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 80


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹🌹


"Sudah Bobi sudah,,, Percuma kamu teriak teriak begitu. Papamu tidak akan menggubris." lirih bu Maria yang belum beranjak.


"Tapi Bobi gak boong mama,,, Bobi gak perkosa Tiara. Bobi cuma main main saja,,,Bobi boong bilang sama dia kalau Bobi sudah isi rahimnya dengan benih Bobi. Bagaimana juga Bobi bisa hamilin dia kalau,,,,," Bobi coba menjelaskan.


"Ah entahlah Bobi,,, Mama pusing mikirin ulah kamu kali ini. Sebaiknya kali ini memang kamu ikuti prosedur hukumnya saja." bu Maria tak mau mendengarkan lebih banyak lagi pembelaan dari Bobi.


Kepalanya sudah berdenyut denyut sedari tadi memikirkan jalan keluar terbaik untuk Bobi tapi semuanya buntu.


Pengacara mereka menolak untuk mengatur pembebasan Bobi pasca mengetahui bahwa pihak pelapor adalah Darren. Pengacara yang dulunya juga pernah bekerja pada Darren itu menolak disuap kali ini oleh bu Maria karena dia tak mau melawan Darren yang dulu begitu baik memperlakukannya.


Dia segan pada Darren. Dia hanya mau untuk mencoba mengajukan keringanan hukuman saja apalagi saat tau bahwa kliennya itu memang terbukti bersalah.


"Tapi mama,,,Bobi gak boong,,, Maaaa,,,!!!" Bobi teriak teriak memanggil bu Maria yang makin jauh meninggalkan ruangan itu.


Bobi pun segera dibawa masuk kembali ke selnya untuk menunggu putusan hukum selanjutnya. Dalam selnya Bobi kesal dan memukul mukul dinding penjara yang dingin itu.


"Sialan!!! Gak ada yang percaya kalau gue gak perkosa tu perempuan!!! Tuh perempuan juga bego bangettt,,, Emangnya gak bisa bedain rasanya antara masih gadis sama udah bolong,,,!!! Sialan!!!!" lagi lagi Bobi kesal dan memukul tembok.


"Heh bocah!!! Jangan berisik!!! Sini pijitin gue!! Anak batu jangan songong lo ya,,,Berani lo ama gue???!!!" senior napi di ruangan itu mulai merasa terganggu dengan ulah Bobi.


"Maaf bang,,,Maaf,,,"Bobi baru sadar dirinya tak sendirian dalam penjara itu.


"Maaf lo kata???!!! Sini lo,,,,"

__ADS_1


Bugh,,,bugh,,, bugh,,,


Bobi mendapat pukulan bertubi tubi dari para senior di ruangannya itu hingga babak belur.


"Sialan,,, Gue bonyok gini jadinya. Kalau gue tau si Levi itu anak orang kaya gue gak bakal cari gara gara gini. Tapi gue kesel karena gue gak jadi perkosa Tiara dan gue masih harus tanggung jawab." batin Bobi yang masih terkapar di lantai usai digebukin para napi.


🌹🌹


Flashback malam dimana Tiara terkunci di kamar Bobi.


Bobi membuka matanya perlahan dan bangun dari tidurnya. Dirinya yang pura pura mabuk itu tersenyum senang melihat Tiara sudah memejamkan matanya di sofa dan tampak sangat lelap.


Segera dia beranjak turun dari ranjang dengan sangat pelan. Dibukanya laci nakasnya dengan sangat pelan agar tak menimbulkan bunyi yang bisa membangunkan Tiara.


Dituangkannya cairan bius ke sapu tangan yang sudah dipegangnya lalu dengan mengendap endap dia mendekati sofa tempat Tiara tidur. Dan setelah jarak sudah cukup dekat,,,


"Eemmmhhhh,,," Tiara hanya bersuara sebentar saja lalu lemas dan tertidur lebih dalam lagi karena dosis yang diberikan Bobi cukup banyak.


Dia hendak memanggil teman temannya yang sudah menunggu di kamar lain tempat itu namun diurungkannya mengingat Tiara adalah perawan.


"Huh enak saja yang masih ori begini mau langsung dikasih ke mereka. Lebih baik gue nikmatin sendiri dulu lah,,," gumamnya lalu melempar ponselnya sembarang.


Dengan segera dilepasnya semua pakaiannya dan setelah polos tanpa busana Bobi pun mendekati Tiara. Melucuti satu persatu pakaian Tiara sampai tak tersisa satu pun benang di tubuh Tiara.


Bobi menelan ludah melihat tubuh perawan itu. Tangannya menggerayangi semua bagian yang diincarnya.


"Mmmhhhh Leviii,,,"Tiara bersuara dan sedikit melenguh karena sentuhan Bobi.


"Brengsek,,,Sudah teler begini masih saja tuh lakik ya h disebut namanya,,,!!!" Bobi kesal dan menghentikan gerakannya.


"Tapi bodo amat,,, Yang penting kan gue dapat perawannya." gumamnya lagi.

__ADS_1


Lagi lagi Bobi beraksi dan mempermainkan tubuh Tiara yang tak henti hentinya mengikuti sensasi yang diberikan oleh tangan Bobi. Jemari Bobi kesulitan menembus pertahanan perawan itu namun Bobi tak menyerah terus berusaha memasukkan jarinya meski tak berhasil juga.


Tiara juga terus menyebut nama Levi tiap kali merasakan sensasi aneh di tubuhnya. Sampai saat Bobi tak sabar ingin memasuki tubuh perawan itu,,,Tiara masih menyebut nama Levi.


"Sialan ne perempuan gak diem diem,,,!!!" gerutu Bobi dan mau tidak mau nama Levi yang terus didengarnya itu membuat nafsunya hilang.


Bobi melepaskan tubuh Tiara dan memilih memanggil salah satu wanita bayarannya untuk menuntaskan hasratnya malam itu.


Wanita yang dipanggilnya pun datang dan melakukan tugasnya hingga tuntas.


"Tunggu,,,Jangan rakus!! Aku tidak mau kau meminumnya. Aku mau beri gadis ini pelajaran." Bobi melarang wanita bayarannya melakukan kesenangannya untuk menghisap habis cairan Bobi.


Meski merasa tak puas karena tak bisa melakukannya namun si wanita bayaran hanya menurut saja. Dia hanya membantu agar Bobi cepat bisa menyemburkan cairannya ke celah paha Tiara.


Cairan yang cukup banyak itu pun membasahi paha Tiara meski Bobi yakin tak sampai masuk ke celah kewanitaan Tiara. Lagipula kalau pun masuk kemungkinan juga sudah mati karena pengaruh udara.


Usai melakukannya,,,Bobi tersenyum licik dan menyuruh wanita bayaran itu pergi setelah dia melempar sejumlah uang ke wajah wanita itu.


"Aku akan katakan padamu bahwa aku telah memperkosamu dan menanamkan benihku padamu agar kamu tak punya muka menemui pacarmu itu,,, Agar tak ada laki laki lain mau denganmu. Agar kamu suatu hari datang dan memelas padaku meminta aku menikahimu,,,Dasar sombong!!! Sudah miskin belagu sok suci lagi,,,!!!" gerutu Bobi sambil memandangi tubuh polos Tiara yang sudah acak acakan.


Ditutupnya tubuh Tiara dengan selimut yang diambilnya dari lemarinya.


"Jangan GR ya,,, Aku memberimu selimut bukan karena aku kasihan padamu yang pasti akan kedinginan,,Tapi aku ingin pertunjukan esok pagi lebih menyenangkan. Aku yakin kamu akan menangisi nasibmu ini,,,Ini semua akibat kamu berani menyebut nama laki laki lain di depanku dan merusak moodku,,," gumam Bobi.


Bobi kembali ke ranjangnya dan membaringkan tubuhnya yang sudah lelah akibat permainan liarnya dengan wanita tadi.


"Tak apa belum bisa dapat memasuki tubuhmu tapi tetap saja aku puas meraba raba semua milikmu." Bobi melihat ke jarinya yang sedari tadi berusaha dipakainya memasuki tubuh Tiara namun gagal.


Dihisapnya jarinya itu lalu mengacungkannya pada Tiara yang masih dalam pengaruh obat bius itu. Lalu dengan wajah kesalnya dia masuk ke dalam selimutnya masih dengan tubuh polosnya sebagai bagian dari pertunjukan esok pagi.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹


__ADS_2