BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S (LEVI & RAYYA) Part 20


__ADS_3

Selamat membaca 🌻


Maaf banyak typo 🙏


👇👇👇👇👇👇👇


🌻


Dion terkejut melihat seisi kamar yang berantakan. Lemari yang masih terbuka menunjukkan Hana telah mengangkut habis baju bajunya.


Pecahan kaca dari frame poto pernikahan mereka yang berserakan di lantai juga memperjelas kemarahan Hana padanya. Beruntung Dion tak main menginjaknya karena bisa saja kaki telanjangnya tertusuk.


Dion memeriksa keadaan sekeliling kamar dengan seksama. Dilihatnya foto kebersamaannya dengan Ratna di atas ranjangnya.


"Astaga,,, Hana sudah melihat foto pernikahanku ini berarti. Aduuhh kenapa aku bisa kecolongan begini sih?? Ini pasti ulah Darren nih yang kasih tau Hana duluan,,," sungut Dion menuduh Darren.


"Gue harus buat perhitungan ma tuh orang. Seenaknya saja ngasih tau Hana. Emang sih gue ini pernah membuat rumah tangganya berantakan begini tapi bukn begini juga kan cara balas dendamnya. Sialan lu Dare,,, Tampang lu aja sok sudah tobat tapi masih saja lu licik ke gue!!!" geram Dion kemudian.


Mata Dion kembali meneliti keadaan sekeliling kamar.


Matanya tertumbuk tepat pada secarik kertas yang ditinggalkan Hana. Dengan cepat dibacanya tulisan tangan yang jauh dari kata rapi karena ditulis dengan sebongkah emosi dalam dada.


"Be a gentleman."


Pesan singkat itu terasa menusuk hati Dion. Hana memang bawaannya ceria dan easy going namun sekalinya marah dirinya lebih jadi pendiam dan bicara seperlunya saja.


Semakin singkat kalimatnya maka berarti semakin besar kemarahan dan kekecewaannya.


"Tuh kan marah,,,!!!" geram Dion lagi.


Dengan cepat Dion menuruni tangga kamarnya dan kembali ke meja di mana dia meletakkan ponselnya tadi. Ratna yang kebetulan keluar kamar mengikutinya dab mengintip.


Ratna ingin tau apa yang dilakukan Dion setelah tau bahwa Hana telah pergi.

__ADS_1


"Apa maksud lu Dare?? Gue tau gue pernah bersalah dalam rumah tangga lu sama Chaira,,, Tapi apa begini cara lu balas dendam??" berondong Dion saat Darren menjawab telponnya.


"Tunggu,,, Tunggu,,, Ini ada apa bro?? Apa maksud lu?? Rumah tangga gue,,,Balas dendam??? Gue gak ngerti bro." Darren yang memang tidak tau menahu jadi bingung.


"Alah jangan sok baik lu,,,Hana sudah pergi sekarang. Puas lu??!!!" Dion terus menyudutkan Darren.


"Pergi kemana?? Trus apa hubungannya sama gue dan kenapa juga gue harus puas bro?? Lu pelan pelan dong ngomongnya. Tarik napas dulu,,,," kata Darren yang semakin heran.


"Lu ngaku saja lah Dare,, Lu kan yang bilang sama Hana bahwa Ratna itu istri gue!!! Lu parah bro,,, Lu sendiri yang suruh gue untuk jujur sendiri sama Hana tapi kenapa malah lu yang bocorin rahasia gue???!!! Apa sih mau lu,,,, Lu yang bawa Ratna masuk ke rumah gue,,, Lu juga sekarang yang buat Hana pergi dari rumah gue!!! Lu masih dendam sama gue?? Lu masih gak trima karena ide gila gue dulu Chaira jadi ninggalin lu??? Lu mau buat biar gue tau gimana rasanya ditinggalin istri??,,,,,"


Dion terus meracau dan menuduh Darren yang tidak tau apa apa.


"Bro,,, Slow down. Beri gue kesempatan bicara."kata Darren.


"Sudahlah Dare,,, Gue kecewa sama lu. Gue gak sangka lu pinter menusuk dari belakang. Apa sih yang gak gue lakukan buat lu Dare sampai sampai lu tega merusak rumah tangga gue gini,,,? Gue tau gue pernah salah,, Sudahlah Dare,,, Mulai sekarang gue lepas tanggung jawab gue dari perusahaan lu. Kita jalan sendiri sendiri saja." Dion membuat keputusan dan langsung mematikan telponnya.


Keputusan itu tentunya mengejutkan Darren. Dirinya tak menyangka Dion yang biasanya bisa bersikap dewasa kali ini jadi sembarangan mengambil keputusan begitu.


"Beri saja dia waktu untuk tenang dulu,,,Mungkin dia masih stress karena kehilangan Hana. Lebih baik gue cari Hana saja biar tau lebih jelasnya seperti apa masalahnya. Gue curiga ini semua ulah Ratna. Entah apa yang sudah Ratna katakan pada Dion dan Ratna sampai sampai mereka jadi begini." gumam Darren.


"Hmm,,, Gue kesana sajalah langsung." gumam Darren.


Darren menemui Levi dan Rayya dan meminta mereka untuk bersiap siap lalu ikut dengannya ke rumah orang tua Hana.


"Kita mau kemana ayah??" tanya Levi.


"Ke rumah tante Hana sayang. Tapi bukan di rumah om Dion. Rumah satunya ini,,, Dulu ayah sering kesana. Disana ada nenek. Kalau kakek sudah ada di surga." kata Darren yang memang sudah menganggap orang tua Hana juga orang tuanya.


"Sama kayak abi sama bunda ya ayah,,, Cudah di culga,,," sahut si kecil Rayya.


"Iya sayang,,, Ayo kita berangkat." ucap Darren yang langsung menggendong Rayya dan menuntun Levi.


Perjalanan yang cukup jauh nyatanya membuat Darren kecewa setibanya di rumah orang tua Hana. Pagar rumah itu di gembok dan berisi tulisan bahwa rumah ini di jual.

__ADS_1


"Itu artinya Hana dan ibu tidak ada di sini. Tapi kemana mereka ya,,,??" gumam Darren.


Tengah berpikir,,, Darren dikejutkan oleh seorang pria yang tampaknya adalah tetangga ibunya Hana.


"Cari siapa pak?? Bu Irma??" tanyanya.


"Iya pak,,, Benar." jawab Darren.


"Sudah pindah pak. Baru semalam pindahnya." kata si tetangga.


"Bapak tau gak kira kira kemana pindahnya??" tanya Darren.


"Wah kalau itu sih saya gak tanya. Soalnya pindahannya juga buru buru. Habis si Hana anaknya datang kesini gak lama kemudian bu Irma dibawa pergi juga. Ini saja mereka pindahan tanpa bawa barang barang. Langsung rumahnya dijual lengkap seisinya." tukas si tetangga.


"Mmmm,,,, Siapa yang mengurus jual belinya pak?? Mungkin saya bisa tau dari beliau di mana Hana dan ibunya berada sekarang." kata Darren.


"Saya sendiri yang mengurusnya. Tapi saya juga tidak diberi kontak atau apa pun tuh pak sama neng Hana. Soalnya hasil jual rumah ini juga tidak perlu diberikan ke neng Hana. Makanya saya tidak perlu menghubungi dia lagi katanya. Saya cuma dipesenin nanti kalau sudah laku rumahnya langsung sumbangin saja uangnya ke masjid sini karena itu pesan mendiang pak Kyai." jelas si tetangga.


Darren yang dulu sudah pernah dengar sendiri niat mulia dari mendiang pak Kyai ayah Hana hanya manggut manggut.


"Terima kasih pak atas informasinya." ucapnya kemudian pada si tetangga.


Darren kembali ke mobilnya.


"Jadi di mana kamu sekarang Han?? Apa kamu melakukan semua ini demi menghindari Dion?? Aku paham perasaanmu Han,,, Tapi aku juga ingin bertemu denganmu agar tau masalah sebenarnya." batin Darren.


"Ayah,,, Mana tante Hana sama nenek??" pertanyaa Levi menyadarkan Darren.


"Mereka sudah pindah sayang,,, Tapi ayah belum tau pindahnya kemana. Lain kali kita cari lagi ya rumahnya. Sekarang lebih baik kita pulang dulu." ucap Darren.


Kedua anak itu pun mengangguk bersamaan.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terima kasih untuk vote, like dan komennya.


🌹🌹🌹


__ADS_2