BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S (LEVI & RAYYA) Part 18


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Hana kemana ya kok ponselnya terus gak bisa dihubungi. Tidak biasanya dia seperti ini,,," batin Dion yang merasa heran setelah ke sekian kalinya mencoba menelpon Hana namun tidak tersambung.


Dion memijit lehernya sambil sesekali menggerakkan kepalanya ke kanan ke kiri. Dirinya merasa sangat lelah setelah meeting pentingnya dengan klien.


"Padahal aku kangen sama kamu Han,,, Biasanya kamu yang selalu mengembalikan semangatku. Hmm tapi kamu malah gak ada untukku sekarang." gumam Dion.


Sekali lagi Dion mencoba menelpon Hana namun tetap sama saja hasilnya.


"Nomer yang anda tuju sedang tidak bisa dihubungi." hanya suara operator yang kembali terdengar di telinganya.


"Sudahlah,,, Lebih baik aku tidur saja biar hilang lelahku." Dion mulai kesal dan melempar ponselnya ke atas ranjang dengan kasar.


Dion merebahkan dirinya lalu mencoba memejamkan matanya. Bayangan cantik Hana melintas namun terusik dengan bayangan wajah Ratna. Dion menghela napasnya mengingat keberadaan Ratna dalam hidupnya lagi.


"Apa benar aku masih mencintainya?? Atau hanya perasaan bersalah saja padanya,,,???" Lirih Dion yang batal memejamkan mata karena matanya langsung saja tidak mau diajak kompromi begitu mengingat Ratna.


"Apa aku telpon Ratna saja ya,,," gumam Dion kembali meraih ponselnya.


Ditekannya beberapa angka yang merupakan barisan angka nomer ponsel Ratna. Ketika hendak menekan tombol panggil,,, Dion berhenti sejenak.


"Tapi untuk apa aku menelponnya?? Mau bicara apa?? Bicara langsung saja dia masih ketus begitu padaku,,,Apalagi di telpon begini. Aku bahkan belum punya jawaban untuk permintaannya kemarin. Aku bahkan belum mengajak Hana bicara." Dion galau.


Sekali lagi Dion mencoba menghubungi Hana meski tetap tak berhasil.


"Apa mungkin Hana sudah tidur ya,,, Hmmm ikut tidur sajalah,,,Besok pagi pagi sekali juga aku sudah balik. Aku bisa langsung menemuinya." Gumamnya lagi sambil meletakkan ponselnya kembali.


Dion pun kembali memejamkan matanya yang kali ini bisa diajak kompromi. Sama sekali tidak ada firasat buruk atas Hana.

__ADS_1


🌸🌸🌸


Kriiiinggg,,,


Darren menyambar ponselnya yang berdering dengan cepat karena tak ingin membuat Rayya yang baru saja tertidur jadi terbangun karena suara ponselnya.


Darren beranjak dan menjauh dari tempat tidur.


"Halo Ratna,,, Ada apa?? Apa kamu sudah dapat tempat tinggal??" tanya Darren cepat namun setengah berbisik begitu suara Ratna terdengar.


"Sudah Dare,, Aku sudah dapat." sahut Ratna datar.


"Ingin sekali kamu cepat menyingkirkan aku dari rumahmu itu Dare,,,"batin Ratna kesal.


"Di mana?? Kapan mau pindahan Na,, Biar aku antar dan bantu kamu." kata Darren lagi yang kali ini sudah keluar kamar.


"Tidak perlu repot repot Dare,, Aku bisa sendiri kok. Ini juga aku sudah menempati rumah ini." jawab Ratna.


"Loh,,, Berarti kamu sudah gak tinggal di rumah Hana??" tanya Darren memastikan.


"Oh ok,, Apa kamu sudah berpamitan pada Hana tadi?" tanya Darren.


"Sudah." jawab Ratna singkat.


"Baiklah Na,, Nanti biar aku yang bilang sama Dion kalau kamu sudah pindah dari rumahnya. Aku juga mau ucapkan terima kasih padanya dan Hana juga yang sudah mengijinkanmu tinggal di rumah mereka." kata Darren.


"Iya Dare,,, Tapi ada yang ingin ku katakan padamu juga." kata Ratna.


"Apa itu Na,,,??" tanya Darren.


"Aku ingin berhenti bekerja. Aku kira menjaga anak anak akan membuatku merasa terhibur tapi malah nyatanya dekat anak anak malah membuatku makin sedih dan ingat suamiku. Jadi maafkan aku Dare,,,Aku berhenti dan mendadak memberitahumu." ucap Ratna.


"Tidak apa apa Na,,, Kebetulan besok aku juga masih belum perlu ke kantor jadi aku masih bisa cari pengasuh besok di yayasan. Aku minta maaf kalau aku malah menyakiti perasaanmu dengan memintamu mengasuh anak anakku." kata Darren yang percaya saja.


"Terima kasih Dare atas pengertianmu. Kalau begitu aku tutup telponnya dulu ya. Selamat malam Dare. Sampaikan salamku pada Levi dan Rayya ya. Mereka anak anak yang pandai dan manis." kata Ratna.

__ADS_1


"Selamat malam Na,,," jawab Darren menutup telponnya.


"Hmm meski aku harus bingung lagi cari pengasuh tapi ku rasa ini malah baik untukku. Ku rasa Ratna memang tidak sebaiknya ada dalam hidupku lagi." batin Darren mengingat beberapa kali Ratna bertindak seakan menggodanya.


Darren memang gerah dengan kelakuan Ratna waktu itu. Untuk itu dia merasa lebih lega jika Ratna sendiri yang memutuskan untuk pergi.


Darren kembali ke tempat tidur Rayya dan mengusap kepalanya. Diciumnya wajah kecil yang cenderung mirip almarhum Ray itu. Darren pun tersenyum mengingat semua kebaikan Ray padanya selama ini.


Di sebelah Rayya,,, Levi tampak sudah tertidur pulas juga. Darren pun mencium keningnya juga lalu berbaring di tengah di antara kedua anaknya setelah mematikan lampu kamar itu.


"Papa,,, Mama,,, Darren harap kalian bisa tenang di sana setelah melihat Darren sudah berubah sekarang. Darren akan selalu berusaha menjadi ayah yang paling baik untuk anak anakku seperti apa yang kalian sudah lakukan dulu. Darren akan berikan semua fasilitas terbaik untuk keduanya tanpa membeda bedakan kasih sayang Darren padanya." batin Darren.


"Maafkan ayah ya Putri,,, Ayah memang tidak berkesempatan lama untuk merawat Putri meski Putri itu anak ayah sendiri. Tapi ayah harap Putri juga tenang di sana sama bunda Chaira dan abi Ray ya nak,,,Mama Febby juga pasti akan menjagamu di sana sayang."


Darren kembali duduk dan mulai berurai airmata mengingat sejarah tentang Putri. Meski tak pernah memastikan Putri itu anak siapa,,, Tapi Darren tetap yakin bahwa Putri memang darah dagingnya.


Belum lagi mengingat papa dan mama dan juga Chaira yang telah pergi meninggalkannya. Untuk sejenak Darren merasa sendirian dan kesepian. Merasa tidak sanggup menghadapi kenyataan yang ada.


Namun bayangan wajah teduh Chaira yang tiba tiba melintas membuatnya merasa lebih baik dan kemudian menyeka airmatanya.


"Selamat malam bidadariku,,, Terima kasih telah selalu menjadi penenang dan penyejuk hatiku meski kamu tak lagi ada di sampingku. Aku bahagia bisa tetap mencintaimu seperti ini bidadariku." gumam Darren lirih.


Dipandangnya kembali Levi dan Rayya.


"Terima kasih ya Rabb untuk kasih sayangMU pada hamba. Terima kasih Telah menyisakan dua malaikat kecil ini untuk hamba. Sungguh kehadiran mereka dalam hidup hamba membuat hamba ingin selalu mendekatkan diri kepadaMU agar hamba tak salah jalan lagi dan mengecewakan mereka juga seperti hamba mengecewakan bundanya." batin Darren.


Darren tak lupa mendoakan semua orang orang yang dicintainya dan telah meninggalkannya. Dia pun kembali merebahkan dirinya lagi di antara dua malaikat kecilnya setelahnya.


Kali ini langsung dipejamkannya matanya.


\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸

__ADS_1


__ADS_2