BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S (LEVI & RAYYA ) Part 6


__ADS_3

Selamat membaca ya 🌺


Mohon maaf kalau banyak typo πŸ˜πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌺🌺🌺


Pagi itu Darren sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk Levi dan Rayya sebelum dirinya berangkat kerja. Darren juga sudah menelpon Dion agar datang menjemputnya hari itu.


Mobil Darren sudah diambil oleh orang dan sekarang berada di bengkel untuk diservis berkala.


"Lu serius mau ngantor hari ini??" tanya Dion di telpon.


"Iya lah gue serius,,, biar lu juga cepet bisa honeymoon" seru Darren.


"Trus anak anak??" tanya Dion lagi.


"Udah ada yang jaga,,, tenang aja." jawab Darren.


"Ok kalau begitu,,, gue gak mau aja lu demi buat gue bisa cuti lu jadi tinggalin anak anak berdua aja di rumah." kata Dion lagi yang memang tidak mau membuat Darren berkorban untuknya.


Rasa bersalahnya karena pernah memberikan ide gila yang akhirnya menghancurkan pernikahan Darren dan Chaira dulu masih membayangi dirinya.


"Sudah tenang saja,,, everything gonna be ok man!! Gue juga harus bangkit dari keterpurukan gue kan,,, gue gak mau anak anak gue nantinya yang menanggung kegalauan ayahnya. Gue juga gak mau kecewain Chaira lagi,,,,Semasa hidupnya gue udah banyak kecewain dia,,, sekarang dia udah gak ada,,, gue pingin dia tenang bro,,, dengan cara gue berikan semua yang terbaik untuk anak anak."


Darren menjadi makin bijak dan Dion salut akan perubahan besar sahabatnya itu. Keduanya pun melanjutkan aktifitas paginya masing masing di rumah sebelum bekerja.


Levi dan Rayya sudah duduk di meja makan menyantap sarapan yang dibuat Darren. Kali ini dia memasak nasi goreng.


"Kayak buatan bunda ya rasa nasi goreng buatan ayah,,," kata Levi pada Rayya.


"Hu'uh" jawab Rayya singkat karena mulutnya masih sibuk mengunyah.


Darren hanya tersenyum saja mendengarnya. Dirinya bangkit dan berjalan ke pintu saat mendengar bel berbunyi.


Ratna telah berdiri menunggu di depan pagar. Kali ini tentunya tanpa gerobak sayurnya. Ratna datang dengan pakaian kasualnya. Celana jeans putih dan kaos oblongnya. Rambutnya diikat tinggi.


Darren yang melihat semua itu merasa temannya sudah cukup banyak berubah meski tak banyak. Wanita ity dulunya identik dengan kacamata tebalnya dan rambut ikalnya yang dibiarkan tergerai dan bagian kanan kirinya selalu diselipkan di belakang telinganya.

__ADS_1


"Ayo masuk Na,,, anak anak sudah menunggu." kata Darren begitu Ratna sudah melewati halaman dan berdiri di depannya.


"Apa kamy sudah memberitahu mereka tentang kehadiranku hari ini?" tanya Ratna.


"Sudah dan mereka senang." jawab Darren.


"Syukurlah kalau begitu,,,," batin Ratna. Dirinya pun bernapas lega.


"Levi,,, Rayya,,, lihat nih siapa yang datang,,," seru Darren pada mereka yang masih berada di meja makan.


"Yeeee mbak sudah datang. Nanti temani kita main ya mbak,,," kata Levi.


Rayya yang masih sibuk mengunyah hanya ikut manggut manggut. Ratna pun tersenyum dan mengiyakan permintaan Levi.


"Ayah mau bicara sebentar sama mbak Ratna ya,,," ucap Darren pada keduanya.


Darren kemudian mengajak Ratna duduk di sofa ruang keluarga dan mulai menjelaskan apa saja tugasnya. Darren hanya memintanya untuk menjaga anak anaknya saja selama dirinya bekerja.


Untuk masalah gaji,,, Darren tentu saja memberikan gaju yang pantas untuk tugas itu. Untuk Levi dan Rayya dirinya tidak akan itung itungan. Tawaran gaji yang cukup tinggi membuat Ratna senang.


"Aku akan berusaha untuk tidak pulang malam agar kamu juga bisa segera pulang. Aku tidak ingin suamimu memarahimu jika pulang malam. Oh ya,,, kamu tentu sudah berbicara padanya kan kalau kamu bekerja di sini??" tanya Darren sembari meminum kopinya.


"Aku tidak punya suami Dare,,," lirih Ratna.


"Aku juga tinggal sendiri saja di kota ini,,, jadi kamu tidak usah khawatir akan ada yang menungguku meski aku pulang larut." lanjut Ratna.


Darren diam dan berpikir,,, untuk wanita seusia dirinya,, tentu saja harus ada alasan khusus kenapa Ratna memutuskan masih sendiri. Tapi Darren tak ingin bertanya banyak.


"Oh,,, begitu ya,,, tapi aku akan tetap berusaha menyelesaikan pekerjaan lebih cepat." sahut Darren berusaha membuang pertanyaan dalam benaknya.


"Iya Dare,,, fokuslah saja bekerja,, aku tidak terburu buru pulang." kata Ratna.


Darren mengangguk dan permisi untuk kembali ke kamarnya. Darren harus segera bersiap diri sebelum Dion datang. Ratna juga langsung menghampiri Levi dan Rayya. Membantu mereka membereskan piringnya.


Darren masih di kamarnya ketika Dion sudah masuk ke rumahnya. Dilihatnya ada wanita sedang bermain maij di taman bersama Levi dan Rayya.


Dion berusaha mengingat ingat siapa wanita itu karena dirinya juga merasa tidak asing.


"Ratna,,, teman kita dulu di SMP. Yang suka lu bully,,, inget kan??" tanya Darren yang baru menuruni tangga rumahnya.

__ADS_1


Darren langsung berkata begitu karena dia melihat Dion yang masih memandangi Ratna dan tampak sekali sedang berusaha mengingat.


"Gue ingat,,, tapi dari mana ceritanya kok lu bisa ketemu dia?? Bukannya lu sudah lama juga hilang kontak,,," selidik Dion.


Darren pun menceritakan awal pertemuannya kembalu dengan Ratna. Dion sangat tertarik mendengar cerita itu. Tentu saja dia tertarik karena tanpa sepengetahuan Darren,,, Dion punya rahasia besar.


"Lu gak mau ketemu dia dulu??" tanya Darren setelah menyelesaikan ceritanya.


"Ehhmm,,, gak usah lah,,, kita langsung berangkat saja ya,,, udah siang nih!! Ayo,,, buruan,,," Dion menarik tangan Darren paksa.


"Bentar dulu ah,,, gue harus pamitan ma anak anak dulu. Sama Ratna juga. Lu mau gue sampaikan salam buat dia??" tanya Darren.


Dion mengangguk lalu menggeleng.


"Apa sih maksud lu?? Pagi pagi saraf lu udah kendor gitu,,," sungut Darren yang heran dengan sikap Dion.


"Maksud gue,,, iya lu sono pamitan ma anak anak,, tapi gak usah juga pake nyampein salam gue ke Ratna juga,, Emang dia siapa!!!" tegas Dion.


Darren hanya heran kenapa tumben Dion tidak tertarik bertemu teman lama. Biasanya dia yang paling gencar mengadakan reuni alumni sekolah.


"Udah sono,,, kok malah bengong sih!! Gue tunggu di mobil,,,!!" seru Dion.


Dion pergi tanpa menunggu jawaban Darren yang masih keheranan. Namun akhirnya Darren tak ambil pusing. Ditemuinya Levi dan Rayya serta Ratna.


"Ayah berangkat kerja dulu ya Levi,,, Rayya,,, ingat!! Kalian gak boleh nakal dan buat mbak Ratna marah. Mengerti??" tanya Darren pada kedua anaknya.


"Mengerti ayah,,, Ayah jangan lama lama ya kerjanya." kata Levi.


Rayya yang masih ada di gendongan Ratna minta turyn dan ganti minta gendong Darren. Diciumnya pipi Darren dengan bibir mungilnya.


"Hati hati ya abi,,, ehh ayah,,," ucapnya yang terbiasa melakukan hal itu pada Ray dulu.


Darren hanya tersenyum kecut mendengarnya. Namun dirinya bersyukur karena Rayya tak pernah lagi menanyakan di mana abinya. Mungkin Rayya sudah terbiasa tanpa Ray dan Darren sudah berhasil menggantikan sosok Ray untuknya.


Ratna memandangi Darren yang tampak lebih tampan dengan setelan jasnya pagi itu. Darren mengingatkan dirinya pada mantan kekasihnya yang juga suka memakai jas.


Namun kini Ratna tak tau kabarnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih πŸ’ž


__ADS_2