BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S (LEVI & RAYYA) Part 21


__ADS_3

Selamat membaca 🌹🌹


\=\=\=\=\=\=\=


🌹


Dion menggaruk garuk kepalanya kesal setelah menelpon Darren. Dia kecewa sekali pada sahabatnya yang dianggapnya telah menusuknya dari belakang. Kesalahan masa lalu yang masih belum bisa dimaafkannya sendiri membuat dirinya berpikiran aneh aneh pada sahabatnya itu.


Ratna tersenyum puas di balik dinding ruangan itu.


"Hana pergi,,, Dan sekarang Dion marahan sama Darren. Rencana berjalan mulus. Tinggal aku meyakinkan Dion agar tidak lagi memikirkan atau pun mengambil pusing masalah ini. Tidak ada Darren lebih baik kan,,, Tidak perlu sesibuk itu mengurus perusahaan duda itu. Tidak ada Hana juga lebih baik lagi,,, Kan sudah ada aku." gumam Ratna senang.


Ratna sengaja membuka satu kancing kemeja agar bisa lebih mengekspos bagian depannya. Lalu berjalan menghampiri Dion yang masih duduk tertunduk memegangi kepalanya di sofa.


"Sudah,,, Yang pergi biar saja pergi. Itu tandanya dia tidak bisa bersikap dewasa dan mencari solusi terbaik bersamamu. Itu artinya,,, Dia tidak menghargaimu. Dia tidak mencintaimu apa adanya karena dia tidak bisa menerima masa lalumu." ucap Ratna.


Ratna duduk di tepian sofa merangkul bahu Dion. Dion yang awalnya tertunduk hanya menoleh dan pasrah saat Ratna meraih kepalanya agar menempel di dadanya.


"Tidak biasanya kok Hana seperti ini." Dion masih membela Hana.


Meski kesal mendengarnya,,, Ratna berusaha semanis mungkin bersikap pada Dion. Semakin ditariknya kepala Dion ke bagian depannya yang makin terekspos itu. Saking dekatnya Dion bisa menghirup wangi body cream yang dipakai Ratna.


"Mungkin dia hanya butuh waktu lebih lama untuk mengerti. Sudah jangan terlalu dipikirkan. Wanita selalu seperti itu. Marah dulu baru menyesal nantinya. Nanti juga pasti kembali padamu. Dan kita bisa hidup rukun berdampingan bertiga." ucap Ratna tersenyum manis.


"Begitu menurutmu?? Hana pasti akan kembali???" tanya Dion.


"Pasti,,," sahut Ratna.


Dion makin berusaha mengendus aroma tubuh Ratna. Dikalungkannya tangannya di pinggang Ratna agar visa memeluk wanita itu lebih erat. Agar dirinya makin bisa menghirup lebih dalam wangi tubuhnya.


Ratna tersenyum saat Dion mulai tenggelam dalam suasana itu. Dirinya membiarkan saja saat bibir Dion mulai mengecupi lembut dadanya.


Ratna bahkan membimbing tangan Dion untuk bergerak lebih berani lagi untuk membuka pakaiannya. Dion menurut saja.


"Aku kangen kamu Na,,," lirih Dion mendongakkan kepalanya menatap wajah Ratna.


"Kalau begitu lakukan saja,,, Seperti dulu. Hanya ada aku dan kamu,,," Ratna tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Dion.

__ADS_1


Beberapa hari terpisah dari Hana karena dirinya harus keluar kota,,, Dion merasa hasrat kelelakiannya tergugah. Kerinduannya pada Hana dan wangi tubuh Ratna membuat dirinya mabuk kepayang.


Pria itu terpancing dan memakan umpan yang diberikan oleh Ratna. Dilahapnya bibir ranum Ratna yang semakin mendekat itu. Lampu hijau yang dinyalakan oleh Ratna pun memberikan akses pada Dion untuk memacu dirinya dengan cepat dan mulus di jalanan sempit milik Ratna meski mereka melakukannya hanya di sofa itu.


Dion terkulai lemas saat sudah mencapai tujuannya. Ditariknya tubuhnya dari Ratna kemudian duduk berusaha menyadari apa yang sudah terjadi.


"Astaga,,, Apa yang sudah kulakukan???" batinnya setelah melihat tubuh polos Ratna masih tergolek di sofa itu.


Ratna tersenyum dengan lemas padanya saat Dion memandangi dirinya.


"Terima kasih sayang. Sudah lama aku rindu belaian seperti ini. Sudah lama aku menahan semua gejolak ini. Dan aku senang karena akhirnya aku berhasil menahan semuanya demi dirimu dan kini kamu juga yang kembali menikmati semuanya. Kamu bahagia kan sayang,,,???" tanya Ratna.


Dion tergagap mendapat pertanyaan seperti itu. Bohong jika dia bilang dia tidak menikmati yang barys saja terjadi. Namun bohong juga jika dia bilang dirinya bahagia dengan begitu mudahnya mengingat sebagian hatinya masih merisaukan Hana.


"Kok diam?? Apa ada yang kurang dari pelayananku??" tanya Ratna lagi.


"Ttii,,, Tii,,, Tidak. Bukan begitu." jawab Dion tergagap.


"Lalu apa???" Ratna bangun dan mendekatinya lagi masih dengan tubuh polosnya.


"Na,,, Seharusnya kita tidak buru buru begini." sahut Dion lirih.


"Sudahlah,,, Jangan terlalu merisaukannya. Kalau pun dia tidak kembali kamu juga tidak kehilangan keduanya kok. Kan masih ada aku yang bisa menerima semuanya sekarang. Aku tidak keberatan ada Hana dalam hidup kita kalau memang kamu tidak mau menceraikannya. Aku bersedia berbagi suami dengan Hana. Setidaknya aku bisa bersikap lebih dewasa lagi setelah kita melakukan kesenangan ini baru saja. Aku semakin sadar bahwa aku masih selalu mencintaimu dan tak ingin kehilanganmu lagi sayang,,,," kata Ratna sambil tersenyum manis.


"Benarkah?? Kamu mau menerima seandainya Hana datang lagi,,,??" Dion memastikan.


Ratna tersenyum kembali dan mengangguk pasti.


"Terima kasih Na,,, Kamu masih seperti dulu. Selalu bisa mengerti apa pun masalahku." ucap Dion yang tidak menyadari bahwa semua itu hanya akal bulus Ratna saja.


Ratna yakin Hana tidak akan pernah kembali mengingat dirinya sudah melebih lebihkan cerita tentang dirinya dan Dion. Ratna juga yakin Hana yang sudah dicap mandul olehnya itu juga tidak akan punya nyali menemui suaminya lagi.


"Dion akan jadi milikku seutuhnya. Tidak akan pernah ada ruang kosong lagi untukmu di hidupnya Hana. Aku akan mengambil kendali atas dirinya sepenuhnya. Aku akan mengandung anaknya lagi dan melahirkan anak itu agar anak itu nantinya makin mengikat Dion. Aku akan melakukan segalanya untuk membuat Dion tidak mengingatmu lagi Hana,,," batin Ratna licik.


"Na,,," panggil Dion seraya menggerak gerakkan tangannya di depan mata Ratna yang terlihat melamun.


"Eh iya,,,Kenapa sayang??" tanya Ratna yang tersadar.

__ADS_1


"Kok melamun??" tanya Dion.


"Melamun?? Aku tidak melamun sayang. Aku hanya sedang membayangkan kita akan kembali bahagia dan kali ini aku yakin kamu sudah siap kan menjadi ayah??" tanya Ratna menutupi apa yang dipikirkannya tadi.


"Jadi ayah??" tanya Dion.


"Iya sayang,,,Sudah waktunya kan kamu jadi ayah. Kamu mau kan?? Aku ingin hamil lagi sayang." ucap Ratna mengelus perutnya.


"Tapi Na,,, Aku sama Hana,,,"


"Itu kan Hana saja yang memang tidak bisa memberimu anak sayang. Buktinya dulu kita bisa kan,, Kita bahkan tidak butuh proses dan waktu yang lama bukan,,,," sahut Ratna mulai meracuni pikiran Dion.


Dion terdiam dan berpikir.


"Ratna benar. Mungkin memang Hana yang mandul." batinnya.


"Kamu mau kan sayang jadi ayah lagi??" tanya Ratna sengaja mengalihkan pikiran Dion.


Ratna benar benar tidak ingin sedetik pun waktu Dion tersita untuk memikirkan Hana. Ratna kemudian tersenyum saat Dion menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Terima kasih sayang."ucap Ratna mengecup bibir Dion.


Ratna lantas memakai kembali semua pakaiannya begitu juga Dion.


"Aku buatkan kopi dulu untukmu ya,,," ucap Ratna yang sudah selesai berpakaian.


"Iya Na,,," sahut Dion.


"Kok Na??" Ratna cemberut.


"Iya sayang,,," ulang Dion mencubit hidung Ratna yang manyun manja itu.


"Gitu dong,,," sahut Ratna senang.


\=\=\=\=\=


Bersambung,,,

__ADS_1


Terima kasih 🌹


__ADS_2