BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Bangun sayang


__ADS_3

"Minum dulu Dare,, biar kamu tenang" Hana menyodorkan sebotol air putih padaku.


Aku menerimanya dan meminumnya.


"Terima kasih Hana" lirihku.


Dion terlihat mondar mandir tak sabar menunggu dokter yang tak kunjung keluar juga. Rasa bersalahnya pada Chaira membuat dia merasakan kekhawatiran yang besar juga.


Tampak beberapa keluarga korban kecelakaan yang telah dihubungi pihak kepolisian telah banyak yang datang dan turut menunggu kabar tentang keluarganya.


Tentu dia juga berharap Chaira bisa bertahan dan tetap hidup.


"Duduklah sayang,,, kamu hanya akan membuat Darren bertambah risau" ujar Hana memperingatkan suaminya yang terus saja mondar mandir di depanku.


Dion menatapku dengan pandangan iba. Dia tau seberapa lemahnya aku mendengar berita ini. Dia duduk disebelahku. Diraihnya bahuku.


"Kita doakan mereka bersama sama bro,,, biar mereka semua selamat" lirihnya.


Aku hanya mengangguk. Aku tak bisa menangis dan tak ingin menangisi sesuatu yang belum pasti.


"Kamu pasti bisa sayang,,, kalian kuat" batinku.


Setelah sekian lama menunggu,,, beberapa dokter dan perawat yang menangani korban keluar. Mereka memberikan keterangan pada polisi dan para keluarga korban.


Ku lihat ada beberapa keluarga yang menjerit histeris kemudian ada juga yang pingsan mendengar berita tentang korban. Hatiku makin terasa ciut.


Bahkan lututku makin terasa lemas. Aku bahkan tak mampu berdiri saat dokter memanggil.


"Keluarga Rayhan Putra????"


Aku tak sanggup menjawab atau pun berdiri. Dion langsung berdiri mewakiliku dan mendengarkan langsung apa yang dikatakan dokter dan polisi.


Dion tampak sesekali menoleh padaku saat dokter menjelaskan. Matanya terlihat berkaca kaca Aku tau,,, sesuatu yang sangat buruk telah terjadi.


Airmata yang sedari ku tahan tumpah saat Dion berjongkok di depanku dan menyentuh kedua lututku. Aku tau dia akan menyampaikan berita yang akan sangat menyakitiku.


"Katakan" lirihku


Hana bingung harus menenangkan siapa. Baik aku dan Dion tampak terpukul. Akhirnya dia hanya duduk dan memegang kedua tangan kami. Dia pun ingin tau apa yang terjadi.


Dion dengan uraian airmatanya mengatakan padaku semuanya. Aku bisa mendengar jelas semua yang disampaikannya walau dengan diselingi isakan dan terbata bata.


Untuk sejenak Aku diam. Mulutku terkunci. Kepalaku tertunduk. Airmataku berjatuhan tanpa bisa ku kendalikan lagi. Celanaku basah oleh ribuan tetes airmataku.


Hana ikut menangis mendengar berita itu. Hatinya ikut perih melihat keadaanku itu. Dion yang paling bisa merasakan dan tau persis seperti apa hatiku saat itu memelukku.


"Yang tabah bro,,, lu harus kuat!!!" bisiknya padaku yang masih tak berhenti menangis.


Kenapa tuhan??


Kenapa harus bidadariku??


Kenapa bukan aku saja??


Apakah ini juga bentuk hukumanMU untukku?


Jangan ambil dia tuhan,,,


Biarkan dia tetap hidup,,, dan berbahagia,,, untukku!!


"Bawa aku menemui mereka" titahku pada Dion setelah aku merasa aku sudah memiliki cukup tenaga.


"Lu yakin?" tanyanya.

__ADS_1


"Gue harus bertemu mereka" lirihku


Dion mengangguk. Dia memegang tubuhku erat serasa tak ingin aku terjatuh. Hana mendampingi kami.


Aku mempersiapkan hatiku sendiri menyaksikan tiga tubuh dan wajah pucat yang sudah terbujur kaku. Tanganku gemetar saat membuka kain penutupnya.


Ray,,,,


Airmataku berderai melihat wajah pucat itu. Pria baik itu mengalami luka berat di kepalanya hingga tak bisa diselamatkan. Dirinya meninggal saat masih di lokasi.


"Aku bersaksi bahwa kau adalah pria yang baik semasa hidupmu. Semoga kau dapat tempat terindah di sisiNYA"


Aku menguatkan kakiku untuk membuka kain penutup yang menutupi tubuh kecil yang terbaring di sampingnya.


Mataku kabur,,, kabur oleh airmata yang semakin menggenang.


Putri,,,


Putri ayah,,, telah menemui Febby ibunya di surga.


Ku kecup kening pucatnya,,,


"Tunggu ayah di surgaNYA nak" bisikku di telinganya.


Aku kembali menggeser tubuhku dan menghampiri tubuh berikutnya. Tubuh dewasa terakhir yang harus ku tau siapa pemiliknya.


Aku merasa tanganku tak mampu untuk digerakkan. Hatiku hancur membayangkan wajah siapa yang akan ku lihat setelah ini.


Aku menangis sebelum membukanya.


"Kuatkan aku tuhan" hatiku berbisik.


Dan aku mulai membuka kain itu,,,,


Mama Ray,,, wajah ramahnya semasa hidup terbayang di pelupuk mataku. Wanita yang telah begitu berbesar hati menerima Chaira dan anak anakku itu telah berpulang.


Aku dengan sisa pandangan mataku yang kabur menoleh sekeliling memastikan masih adakah mayat yang harus ku kenali.


Setelah yakin hanya ada tiga tubuh kaku disana aku bertanya pada Dion.


"Dimana dia? Dimana Levi? Dimana Rayya?" tanyaku tak sabar.


Dion tertunduk.


"Jawab gue!!! Dimana mereka???" tanyaku mulai kesal karena dia hanya menangis.


"Mereka masih dalam kondisi kritis di ruang ICU Dare,,, " Hana berkata lirih.


Aku menoleh ke arahnya.


"Bawa aku kesana" pintaku.


Hana mengangguk. Dia berusaha menyadarkan suaminya agat ikut mengantarku kesana. Dion menghapus airmatanya dan kembali berjalan mendampingiku.


Kami tidak diperbolehkan masuk semua oleh perawat. Kami hanya boleh bergantian masuk. Dion dan Hana tentu saja mempersilahkan aku saja yang masuk.


"Lu harus kuat bro" pesan Dion saat aku hendak masuk ke dalam ruangan itu.


Aku mengangguk. Aku membuka pintu dan masuk dengan pakaian khusus yang dipakai saat masuk ke ruang ICU.


Rayya adalah yang pertama ku temui. Aku menangis lihat tubuh kecil yang hampir terbungkus oleh banyak perban di sekujur tubuhnya.


Dia sepertinya mengalami patah tulang di bagian tangan dan kaki. Aku mengetahuinya dari gips yang dipakaikan dokter padanya.

__ADS_1


"Yang kuat ya anak ayah,,, semasa abimu hidup dia begitu menyayangi Putri dan Levi. sekarang ayah janji ayah akan meyayangimu seperti abi menyayangi mereka. Ayah akan jadi abi Rayya." bisikku.


Tanpa menyeka airmataku aku menuju ke ranjang di sebelahnya dan bisa memastikan tubuh itu tubuh Levi jagoanku.


"Jagoan ayah,,, yang kuat ya nak. Ayah masih ingin bermain bersamamu. Ayah masih harus menjelaskan dan menjawab semua pertanyaanmu selama ini sayang. cepatlah bangun sayang" bisikku padanya


Terakhir,,,,


Aku terduduk melihat tubuh bidadariku yang sudah tergolek lemah tak berdaya dengan banyak luka di tubuhnya. Kepalanya dibalut perban tebal.


Kenapa bukan aku saja tuhan,,,


Kenapa kau biarkan tubuh lemah itu juga harus merasakan perihnya luka,,,


Tidakkah cukup luka dihatinya karena ulahku,,,,


Aku hancur melihatnya seperti itu,,, Seandainya bisa akan ku gantikan dirinya berbaring disana dengan semua lukanya dipindahkan ke seluruh tubuhku,,


Aku rela,,,


Ku beranikan diri mencium keningnya yang terbalut perban itu.


"Bangun sayang,,, ini aku. Bertahanlah,,, hiduplah untukku,,, kuatlah untuk Levi dan Rayya,, mereka masih membutuhkanmu sayang" bisikku padanya.


Setetes airmata tampak menetes dari matanya yang terpejam itu. Aku menghapus airmata itu.


Dokter mengatakan dirinya kini tengah dalam kondisi koma dan masih kritis. Dokter belum bisa memastikan kapan dirinya bisa kembali sadar....


Ditambah dengan benturan keras di tulang belakangnya saat mobilnya terguling bisa jadi mengakibatkan kelumpuhan permanen pada dirinya jika dia berhasil melewati masa kritisnya dan selamat.


Aku bertambah hancur membayangkan betapa hancurnya dirinya kelak saat terbangun dan menyadari dia telah kehilangan imam terbaiknya selama ini,,,


Kehilangan sahabat yang menjadi cintanya,,, Kehilangan jiwa jiwa yang menyayanginya,,,


Tuhan,,,


Berilah dia kesempatan untuk tetap hidup,,,


Berilah dia kekuatan kembali menerima cobaan dariMU,,,


Aku memang telah mengikhlaskan dirinya menjadi milik Ray,,, Namun kali ini aku belum rela dan ikhlas jika KAU ingin mengambilnya,,,


Kembalikan dia padaku tuhan,,,


Walau bukan sebagai istriku,,,


Aku hanya ingin melihatnya tetap hidup dan menyaksikan Levi dan Rayya dewasa,,,


Aku akan menjadi kaki bagi dirinya,,,


Aku akan mengabdikan sisa hidupku menemaninya,,,


Berilah dia kesempatan tuhan,,


Berilah kekuatan pada putra putri kami juga,,,


Bangun sayang,,,


Ayah masih menunggu kalian disini,, jangan tinggalkan ayah,,


Bangun bidadariku,,,


Aku dan anak anakmu membutuhkanmu,,,

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaaaaa


Terima kasih 😍


__ADS_2