
Aku memacu mobilku menuju rumah pak Kyai. Aku ingin dia memberikan petuah petuahnya agar kembali menenangkan jiwaku yang kembali bergolak.
Tadi hatiku sakit melihat kebahagiaan Chaira saat Ray mencium keningnya ketika aku sudah keluar dari pagar rumah mereka.
"Seharusnya hanya aku pria yang kau sentuh sayang,,, seharusnya hanya aku!!!" hatiku menjerit.
Sebagai manusia biasa aku masih saja dihantui oleh penyakit hati yang masih jauh sekali dari kata ikhlas. Betapa aku sangat memisahkan mereka.
Aku mematikan mobilku saat tiba di halaman rumah Pak kyai. Tampak pak Kyai keluar dan menyambutku. Hanya pak kyai saja. Ibu dan Hana tak tampak.
Aku mengucapkan salam dan sekaligus mencium tangannya.
"Apa kabarmu nak? Bapak ingin mengucapkan terima kasih padamu karena telah mengijinkan Hana bekerja di kantormu. Tolong kamu ajari dia dan tegur saja jika dia melakukan kesalahan" Ujar pak Kyai.
" Hana wanita yang pandai pak,, dia cepat menguasai hal hal baru. Dan saya senang dia bisa bergabung dalam perusahaan saya dan membantu saya memajukannya."Aku hanya menjawab perkataannya tentang Hana.
"Ada apa nak? kamu terlihat sedang tidak baik" pak kyai menebak dengan benar.
Aku tertunduk. Airmataku mulai menggenang. Pak kyai menepuk bahuku.
"Ikhlaskan nak,,, kamu harus sabar dan menerima semua ini dengan ikhlas. Bagaimana pun juga kamu masih lebih beruntung karena tuhan mengijinkanmu merasakan pedihnya balasan di dunia ini. Bisa kau bayangkan jika saja tuhan telah memanggilmu saat kau belum menyadari kesalahanmu di dunia. Pedihnya balasan di dunia tidak seberapa nak" pak kyai mulai memberikan petuahnya.
Aku makin terisak mengingat dosaku terhadap Chaira,, mengingat perlakuanku kepadanya. Pak kyai terus menepuk nepuk bahuku berusaha menenangkanku.
"Percayalah nak,,, jodoh itu rahasia tuhan. Tidak ada satu pun manusia yang bisa tau dengan siapa dirinya berjodoh. Tuhan maha membolak balikkan hati manusia nak. Mungkin saat ini kamu menangis tapi siapa tau esok kamu akan tertawa atau sebaliknya juga" lanjutnya.
"Pertebal imanmu,, banyak banyaklah ibadah,, berdoalah,, mintalah semua hanya padaNYA,,, namun jangan lupa,, tawakal lah juga nak. Apa pun yang terjadi adalah bagian dari catatan baik Tuhan. Dia yang maha tau nak.
Saat ini Dia memisahkanmu dengan istrimu karena Dia ingin hal baik terjadi pada istrimu. Dia ingin wanita soleha itu mengecap kebahagiaan dengan menemukan pasangan barunya.
Namun jangan pernah salah sangka terhadapNYA dengan berpikir bahwa DIA tak mempedulikan hatimu yang terluka. DIA menyayangimu nak,,, oleh sebab itu dipisahkannya kau dengannya agar kau sadar akan kesalahanmu.
Agar kau mulai memperbaiki kesalahanmu dan tak lagi lagi melakukannya. DIA tak ingin kau terus melakukan kesalahan.
Sekarang aku melihatmu tersedu menangisi semua kesalahanmu,, aku menyaksikan usahamu untuk berubah memperbaiki diri. Jika suatu saat kamu sudah bisa mengikhlaskan semuanya,,, kamu menjadi pribadi yang lebih baik lagi,, disanalah kau akan memahami betapa besar rasa sayangNYA padamu nak."
Ucapan pak kyai yang panjang itu sungguh menentramkan hatiku. Aku mengucapkan terima kasih padanya dan juga mengucapkan terima kasih pada tuhan yang telah mempertemukanku dengannya.
"Mungkin saat ini tuhan telah mempersiapkan jodoh lain untuk menggantikannya nak,,, yakinlah,,, Tuhan sayang padamu" ucapnya lagi.
Aku tersenyum walau hatiku tak setuju dengan perkataanya itu. Aku tak ingin ada sosok lain yang menggantikan bidadariku. Hanya dia yang akan menjadi ratu di hatiku.
Hana mengusap airmatanya saat melihatku telah agak tenang. Aku tak menyadari keberadaannya disana sedari tadi. Saat aku menoleh dia telah tersenyum kepadaku. Aku membalas senyumannya.
Dia masuk saat ibu memanggilnya.
"Jangan berharap lebih padanya Han,,, Apa kamu tidak sadar dirinya datang kerumah kita bukan untuk menemuimu tapi hanya menemui bapak. Kau juga dengar sendiri betapa dirinya masih mencintai mantan istrinya" ibu kembali mengingatkan.
__ADS_1
"Hana akan membantunya melupakan istrinya bu. Dia hanya butuh penenang hati." sahut Hana
"Jangan nak, ibu tidak mau kamu kecewa." larang ibu.
Hana tak menyahut dan langsung membawa nampan berisi minuman yang ibu buatkan untukku dan pak kyai. Ibu menggelengkan kepalanya melihat Hana yang bandel.
"Silahkan pak minumnya" Hana sengaja memanggilku pak.
"kenapa kau memanggilku pak lagi?" tanyaku.
"karena aku sama sekali tak mengenalimu,,, kadang kau begitu kuat dan dingin namun kali ini kau begitu lemah. Siapa sebenarnya dirimu ini?" Hana dengan ringan mengatakannya dan langsung masuk kembali.
"Husssttt Hana!!!" pak kyai memperingatkannya.
"Tidak apa apa pak,, apa yang dikatakannya itu benar." ucapku.
Pak kyai yang merasa tidak enak akan sikap Hana meminta maaf padaku.
"Boleh saya memintanya menemani saya makan malam diluar pak?" aku meminta ijin pak kyai.
"Boleh nak tapi jangan pulang terlalu malam ya" kata beliau mengijinkan.
Beliau segera bangkit dan masuk ke dalam memanggil Hana. Entah pesan apa yang disampaikan olehnya dan ibu pada Hana. Aku tak bisa mendengarnya.
"Ayo cengeng,,, kita berangkat!!!" ajaknya yang sudah siap.
"Aku bisa sendiri. kau urus saja pintu mobilmu sendiri. Jangan lupa hapus dulu sisa airmatamu sebelum membawaku pergi. Aku tak ingin matamu kabur saat menyetir" Hana kembali dengan ringan mengatakannya.
Dia langsung masuk dan duduk di mobil.Perkataannya itu lagi lagi bisa membuatku tersenyum. Aku segera melakukan apa yang dimintanya itu. Aku menghapus sisa airmataku.
Aku segera masuk mobil dan mulai memacu mobilku menuju satu restoran yang tak terlalu jauh dari rumahnya.
Kami memesan menu secukupnya dan mulai makan saat hidangan telah disajikan.
"Apa kamu tak ingin menikah lagi Dare?" tanyanya santai.
Aku hampir tersedak dibuatnya. Dia tertawa melihatku yang tergesa gesa minum.
"Apa kau tidak punya pertanyaan lain?" sungutku.
"Aku cuma ingin kamu itu tau dan ingat bahwa di dunia ini masih banyak wanita yang cocok untukmu. Kenapa kamu harus terus bersedih demi dia yang sudah tak menginginkanmu?" ucapnya
"Wanita lain? siapa contohnya??" aku balas pertanyaannya dengan pertanyaan juga.
"Aku mungkin,," jawabnya acuh sambil terus melanjutkan kunyahannya.
Aku terdiam. Aku menatapnya tajam. Walau telah mengenakan hijab,, wanita ini masih saja bersikap seperti wanita tomboy seperti saat pertama aku bertemu dengannya dirumahnya.
__ADS_1
Sekali lagi aku tak bisa menemukan sesuatu yang menarik dari penampilannya. Wajahnya kalah jauh dibanding Chaira. Sikapnya juga jauh dari kata lembut.
Jauh sekali dibandingkan dengan Chaira.
Aku tak bisa mengatakan apakah dia tipeku atau bukan. Karena aku tak pernah punya tipe. Saat dengan Chaira aku hanya terpesona dan langsung saja jatuh cinta tanpa banyak pertimbangan.
"Apa yang kau pikirkan? Apa kau sedang membandingkan aku dengan bu Chaira?" tanyanya gamblang.
Aku tergagap mendengarnya.
"Bagaimana dia bisa tau aku memang sedang membandingkannya dengan Chaira" batinku.
"Lihatlah dirimu,,, sudah bersamaku pun kamu masih memikirkan dirinya. Aku memang kalah cantik dibanding dirinya,, kalah muslimah dibanding dirinya,, tapi aku tidak kalah jago membuatmu tertawa lho" Hana mencoba mengingatkan bahwa dirinya juga punya kelebihan dengan gayanya yang cuek tanpa rasa malu itu.
Aku kembali dibuatnya tertawa kecil akan tingkahnya itu.
Hana,,, sikapnya yang cuek,, acuh dan sama sekali tidak jaim sangat jauh berbeda dengan Chaira.
Hana,, wanita yang mampu membuatku tertawa setelah sekian lama aku bersedih.
Aku suka dengan sikapnya yang selalu ceria,, lepas tanpa beban.
"Jangan lupa sebelum tidur baca doa dulu biar mimpimu indah,, Eeiittss tapi jangan memimpikan aku karena aku takut membuatmu mengompol karena kebanyakan tertawa" pesannya saat aku mengantarnya pulang.
"Tunggu Hana" aku mencegahnya keluar mobil.
Hana menoleh. Dia menatapku penuh harap. Mungkin dia sedang berpikir bahwa aku akan menciumnya.
"Terima kasih sudah begitu menghiburku" ucapku.
"Hanya itu??" tanyanya.
Aku tak mengerti apa maksudnya.
"Aku sanggup untuk membuatmu terus tertawa jika kamu mau membuka hatimu untukku." lirihnya tertunduk.
"Maafkan aku Dare jika aku lancang bicara seperti ini namun aku tak ingin terus membohongimu dengan berpura pura manis padamu. Aku ingin kau tau bahwa aku jatuh hati padamu sejak pertama kali melihatmu,,ditambah dengan kebaikan hatimu menolongku dulu. Aku hanya ingin kamu bangkit Dare,,, aku ingin kamu ingat bahwa di dunia ini masih ada yang tulus mencintaimu. Ada jodoh lain yang telah disiapkan tuhan untukmu. api kamu bebas memutuskan apa kau menerimaku atau tidak yang jelas aku sudah mengatakannya." ucapnya langsung keluar dari mobil dan masuk kerumahnya.
Dia meninggalkanku sendiri dalam mobil. Memikirkan semua perkataannya.
"Jodoh lain?"
mungkinkah tuhan telah begitu cepat menyiapkannya untukku?
Jangan lupa vote, like dan komen yaaaa
Terima kasih 😍
__ADS_1