BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 29


__ADS_3

Halo semua pembacaku,,, Pertama author ingin minta maaf karena sudah begitu lama gak up. Tapi urusan author sudah kelar jadi author is back and going to continue this novel. Terima kasih buat yang masih setia menunggu up dari author ya 😘😘 Love you all sayangku.


So,,, Selamat membaca 🌻


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌻🌻🌻


Dion meringis menahan nyeri di bagian sudut bibirnya yang lebam akibat pukulan dari Darren saat Ratna mengompres lebam itu dengan kain berisi bongakahan es batu.


"Kenapa sih Darren itu kasar banget sayang?? Jadi bikin muka kamu lebam gini kan,,, Mana sebentar lagi resepsi pernikahan kita. Masak mau tampil dengan wajah memar begini,,," omel Ratna sambil terus mengompres wajah Dion.


"Sudahlah,,, Nanti kan bisa ditutup dengan make up sayang. Kamu jangan kesal kesal begitu,,, Nanti anak kita ikutan kesal loh,,," bujuk Dion menenangkan Ratna.


"Iya emang bisa ditutupi tapi kan aku gak terima aja Darren semena mena gini sama kamu sayang,,," protes Ratna meremas remas kain yang dipegangnya.


Dion tersenyum lalu mengambil kain berisi es batu itu dari tangan Ratna. Diletakkannya kain itu kembali ke mangkok di atas meja. Dion meraih kepala Ratna lalu meletakkannya di bahunya.


"Aku gak apa apa kok sayang. Terima kasih sudah begitu khawatir dan peduli padaku sampai kamu jadi ngomel ngomel begini. Lupakan Darren,,, Dia sudah ku pastikan untuk tidak akan hadir di acara kita. Aku juga sudah menitipkan akte ceraiku padanya juga karena dia bilang dia tau di mana Hana. Ku rasa dugaanmu pada mereka itu memang benar sayang. Mereka ada main." kata Dion.


"Memangnya ada yang pernah salah dariku. Aku selalu tau apa yang terbaik bagimu sayang. Makanya saat aku tau kamu sama Hana dan aku tau siapa Hana itu,, Aku berusaha sebisa mungkin membuatmu lepas dan sadar dengan kelicikan wanita itu." kata Ratna tersenyum di bahu Dion.


"Terima kasih sayang. Kalau gak ada kamu mungkin selamanya aku akan ditipu oleh mereka." sahut Dion.


"Oh ya,,, Jadi kan kita fitting baju pengantin sayang??" tanya Ratna mengangkat kepalanya dari bahu Dion.


"Jadi dong,,, Kamu yakin designer yang kamu pilih ini adalah designer bagus kan??" tanya Dion mencemaskan hasil garapan tangan designer baju yang tak dikenalnya itu.


"Yakin dong sayang,,, Aku kan selalu memakai jasanya dulu. Dia juga teman baikku kok. Kalau begitu kita langsung kesana saja ya,," ajak Ratna.


Dion mengangguk dan menurut saja saat tangan istri sirinya yang sebentar lagi menjadi istri sahnya itu menarik tangannya menuju ke mobil. Dion pun segera menghidupkan roda empat mewahnya itu dan melaju membelah jalanan ke tempat designer pilihan Ratna.

__ADS_1


Dion tersenyum saat melirik Ratna yang tampak antusias sepanjang jalan. Ratna tampak bahagia. Dion senang akhirnya bisa membuat wanita yang pernah dicampakkannya dulu itu kini tersenyum bahagia dan melupakan semua kesalahan yang sudah diperbuatnya.


Begitu tiba di tujuan,,, Ratna tak sabar menarik tangan Dion lagi untuk masuk dan segera bertemu dengan teman designernya itu.


"Haloo Ratna,,,Apa kabar?? Jadi ini suami yang pernah kamu ceritakan itu??" seorang pria langsung menyambut dan memandang ke arah Dion.


"Iya ini dia yang ku ceritakan. Sayang ini Heru. Suami dari designer kita." kata Ratna memperkenalkan.


"Halo aku Dion. Lalu mana designernya sayang?" tanya Dion pada Ratna.


"Mana Eva Her??" tanya Ratna.


"Ada di dalam sedang mempersiapkan baju kalian. Silahkan,," kata Heru mempersilahkan.


Seorang wanita dengan gaya khas designer tampak sibuk meneliti detail demi detail baju pengantin putih yang tampak anggun dipakai patungnya. Suara Ratna memanggil namanya membuat konsentrasinya buyar dan dia pun menoleh.


"Hai sayaaangg,,, Ini bajumu sudah siap. Oh wow jadi ini suamimu,,, Tampan yaa,,," godanya pada Ratna.


"Iya dong,,, Pilihan siapa dulu,,," Ratna menyombong.


Heru terbatuk dan membuat semua memandangnya. Eva meminta maaf karena khawatir batuk suaminya terkesan memotong pembicaraan mereka. Eva pun langsung berusaha menjelaskan bahwa suaminya itu memang tengah dilanda flu dan batuk ringan.


"Tidak apa apa kok,,, Santai saja. Apa kami bisa langsung mencoba baju pengantin kami?? Aku tak ingin membuat Ratna kelelahan kalau terlalu lama di luar rumah." ucap Dion.


"Oh iya,, Aku hampir lupa tujuan kalian datang ke sini. Tapi sebelumnya aku mau ucapkan selamat dulu atas kehamilanmu ini ya Ratna. Kamu beruntung sekali bisa hamil secepat ini. Tidak seperti aku,,," keluh Eva.


"Terima kasih Va,,," sahut Ratna senang dan tak memahami perihnya hati Eva.


"Sabar saja Eva,,, Aku dulu juga lama menunggu bisa punya bayi tapi akhirnya tuhan mengabulkan juga keinginanku ini. Kalian hanya perlu bersabar saja." Dion menyela dan menepuk bahu Heru yang berdiri di sampingnya.


Heru mengangguk dan tersenyum. Begitu juga Eva. Eva lalu mempersilahkan Dion dan Ratna mencoba baju pengantin mereka. Selama mencoba,,, Dion tampak sering mengkhawatirkan kondisi Ratna dengan sesering mungkin menanyakan apa dia tidak lelah.


"Aku baik baik saja sayang,,, Jangan khawatir. Aku hanya perlu ke toilet saja sekarang. Sejak hamil aku jadi sering kebelet pipis." bisik Ratna.

__ADS_1


"Perlu ku antar??" tanya Dion.


"Tidak usah,,,aku bisa sendiri. Kamu lanjut dulu fitting jas mu ya sayang."tukas Ratna.


Dion mengangguk dan membiarkan Ratna berjalan sendirian menuju ke toilet yang tersedia di tempat itu. Dion juga kemudian sibuk di bantu Eva mencoba beberapa setelan jas yang akan dipakainya kelak.


Melihat kedua orang itu sibuk,, Heru berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Heru menyulut rokoknya dan berjalan menuju ke belakang.


🌻🌻🌻


"Jangan terlalu mesra,,, Aku tidak suka!!!" suara Heru berbisik.


"Tapi kan dia itu suamiku,,,Kamu tidak bisa seenaknya melarangku mesra dengan suamiku. Kamu itu harusnya tau diri dong. Ingat hubungan kita ini hanya sebatas senang senang saja." balas Ratna berbisik dengan nada protes.


"Senang senang saja katamu?? Ingat ya,,, Aku berhak atas apa yang akan kamu dan anak ini dapatkan,,,!!!" Heru mulai mengintimidasi.


"Jangan coba coba membongkar semuanya ya,,,!!!" Ratna nyolot dan tak mau kalah.


"Makanya kamu nurut sama aku atau kamu gagal mewujudkan semua mimpimu!! Ingat ya,,, Tanpa aku,,, kamu juga tidak akan seberhasil ini. Ingat janjimu,,,!!!" titah Heru.


"Iya iyaaa!!! Sudah jangan terlalu lama menahanku di sini. Aku tidak mau mereka curiga.!!!" sungut Ratna yang sedari tadi clingak clinguk gelisah khawatir ada yang melihat dan mendengar obrolan mereka di area kamar mandi.


"Mereka masih sibuk,,!! Tenang saja!!" tukas Heru.


"Tenang bagaimana,,, Kalau sampai ada yang curiga bisa hancur semuanya. Sudah aku mau masuk ke dalam lagi.!!" ketus Ratna.


"Cium dulu dong,,, Kangen nih,,,!!" seru Heru menarik tangan dan wajah Ratna sampai kedua bibir mereka beradu.


"Heruuu,,, Lepasin. Tahan diri kamu,,,!! Bahaya di sini!!!" sungut Ratna melepaskan diri.


"Ok ok,,, Tapi ingat,,, jangan lagi pamer kemesraan di depanku. Aku cemburu,,!!!" tukas Heru dengan mata berkilat.


"Selingkuhan kok iri sama pemilik asli,,," ejek Ratna mengomel lalu meninggalkan Heru yang terkekeh saja.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih untuk vote, like dan komennya yaa 🌻


__ADS_2