
Selamat membaca ya 🤓
Semoga suka🌺
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌺
"Sekali lagi maafkan aku Na,,, Aku sungguh tidak siap waktu itu. Aku masih urakan,,, Dan sekarang aku menyesal karena belum bisa juga memiliki anak seperti denganmu dulu" batin Dion setelah Ratna pergi.
"Sayang,,, Darren tanya nih,,," Hana menyadarkan Dion yang diam saja bahkan tak menyahut saat Darren menanyakan kemana tujuan liburannya.
"Eh,, terserah kamu saja sayang." jawab Dion yang baru sadar.
"Hmmm,,, baiklah,, kalau begitu aku ingin kita ke Venice saja ya,,,," kata Hana yang senang dibebaskan memilih.
"Pilihan yang tepat sayang,," sahut Dion cepat tanpa mengingat dan mendengar nama tempat yang dipilih Hana itu sebenarnya.
Hati dan pikirannya masih sibuk membuntuti Ratna.
Hana yang memang sedari dulu sangat bermimpi bisa ke Venice tapi terhalang biaya tentu sangat senang kalau ini bisa pergi kesana apalagi ditemani dengan suami terbaiknya ini.
Suami yang diketahuinya meski casanova atau player namun tak pernah benar benar mencintai salah satu dari para wanita itu. Karena buktinya hanya dirinyalah yang dipilihnya bahkan dengan penuh perjuangan.
Hana merasa tak ada satu pun bagian dari masa lalu Dion yang perlu dipermasalahkan. Dirinya juga tau dari Darreb bahwa Dion memang tak pernah punya kekasih yang sampai membuatnya lupa diri.
Meski bergonta ganti wanita,,, Dion semabuk mabuknya masih selalu ingat mengenakan pengaman saat berhubungan intim dengan para wanitanya.
Namun baik Darren dan Angga selaku sahabatnya,,,, Tidak pernah ada yang tau bahwa ada satu wanita yang sangat dicintai Dion bahkan dirinya selalu menggunakan perasaan dan bahkan cintanya tiap kali berhubungan dengan wanita itu.
Hingga akhirnya wanita yang diam diam juga sudah dinikahinya secara siri itu pun hamil,,,,
🌺🌺 ALUR MASA LALU 🌺🌺
"Aku hamil Dion,,," kata Ratna.
"Apa?? Kamu yakin Na,,,??" tanya Dion.
__ADS_1
Ratna mengangguk dan memberikan selembar surat dari dokter dan juga sebuah testpack dengan keterangan positif di sana.
Dion gemetar menerimanya.
Ada rasa senang dalam hatinya mengetahui bahwa wanita yang dicintainya ini akhirnya mengandung buah cintanya. Namun kemudian,,, segelintir rasa yang lain pun mendominasi.
Dion malu mengakui pada semuanya bahwa gadis culun ini adalah wanita yang telah dinikahinya dan kini telah mengandung buah cintanya. Gadis yang selalu di bullynya semasa sekolah namun dia juga yang merenggut keperawanannya sekaligus menghamilinya.
Belum lagi kolega bisnis keluarganya,,, apa yang akan mereka katakan jika tau istri Dion bukan gadis dari kalangan atas dan membawa aib pula dengan kehamilannya.
Dion tak sanggup membayangkannya,,,
"Tidak Na,, kamu tidak boleh hamil!!" ucap Dion yang tidak bisa mengalahkan gengsinya.
Ratna terperanjat mendengarnya.
"Apa maksudmu Dion??" tanyanya.
Ratna semula sangat senang dan tidak sabar mengabarkan kehamilannya pada Dion yang seperti diketahuinya sangat mencintainya. Semasa bersama dengannya Dion tak lagi bermain wanita di luaran sana.
Bahkan Dion sudah menikahinya mesti hanya siri,,, Karena saat itu mereka masih sama sama kuliah dan Dion pasti tidak akan segampang itu mendapat izin menikah dari papanya yang ingin Dion menempuh pendidikan lebih tinggi dan memimpin usaha usaha keluarga dan itu juga jadi syarat jika ingin membangun bisnis dengan keluarga Darren.
Ratna juga semakin yakin saat melihat senyum Dion yang mengembang tadi saat pertama membaca hasil testpack dan surat dokter.
Tapi kini tiba tiba Dion mengatakan hal yang mengejutkannya,,,
"Gugurkan anak ini Na,,, aku tak bisa menerimanya!!" kata Dion.
"Dion!!! Kamu sadar dengan apa yang kamu katakan ini?? Anak ini buah cinta kita,,, Kamu juga tau bahwa aku juga hanya melakukannya denganmu,,,Ini anakmu Dion!!" tegas Ratna.
Ratna menyangka bahwa Dion meragukan kehamilannya dan mengira itu bukan darah dagingnya makanya Dion tidak bisa menerimanya.
Dion merasa kepalanya gatal.
Pertanyaan Ratna itu membuat kepalanya makin pusing dan makin tidak mengerti apa maunya sendiri.
"Pokoknya gugurkan saja jika kamu masih ingin bersamaku,, Aku tau itu anakku tapi aku belum siap jadi ayah Na,,, Tolong kamu mengerti!!" kata Dion.
Ratna makin tidak mengerti.
__ADS_1
"Kalau begitu kenapa selama ini kamu tidak pernah mau memakai pengaman?? Kenapa selama ini kamu sengaja menanamkan benihmu padaku?? Mana janjimu ingin menikahiku?? Aku sudah hamil sekarang Dion,,,Kamu harus tanggung jawab!!" cerca Ratna.
"Aku pasti akan tanggung jawab tapi jangan hamil dulu. Aku bahkan belum membicarakan pernikahan kita pada orang tuaku." jawab Dion.
"Gugurkan saja dulu sekarang,,, kau boleh hamil lagi nanti saat kita sudah resmi menikah." tukas Dion.
Meski berat hati,,, Ratna pun menurut saat Dion membawanya ke tempat yang bisa mengurus semua itu.. Dion membayarnya dengan uang jajan bulanan yang diberikan oleh papanya.
Jumlahnya yang besar membuat Dion bisa dengan mudah menyuruh orang melakukannya.
"Jika aku terus bersamanya,,, aku yakin hal serupa terjadi lagi,, Ratna pasti akan hamil lagi karena aku benar benar tak ingin menggunakan pengaman. Ratna tentu juga tidak mau jika harus pakai KB di masa masih kuliah begini. KB itu hanya akan mempengaruhi hormonnya." pikir Dion selama Ratna masih ditangani.
"Aku harus meninggalkannya demi kebaikannya juga,,, Aku tak ingin dirinya terlalu lama berharap padaku yang tidak tau sampai kapan akan berani berkata jujur pada semuanya tentang dirinya,,," batin Dion.
"Ya,,, aku harus pergi. Maafkan aku Na,,, sebesar apa pun cintaku padamu,, aku harus meninggalkanmu agar kamu tidak menderita dan tertekan karenaku,,," tekad Dion sudah bulat.
Dirinya pun membayarkan sejumlah uang untuk biaya aborsi Ratna,,, Dion juga menitipkan sepucuk surat untuk Ratna pada resepsionis dan berpesan agar surat itu diberikan saat Ratna sudah sehat.
Dion pun pergi,,, dan tak pernah kembali,,
Ratna yang membaca surat itu menyeka airmatanya. Begitu tega Dion melakukan semua ini padanya. Dion tak hanya telah meninggalkannya dan memupus rasa cintanya namun juga telah merenggut dan membunuh satu satunya kenangan hidup atas cinta mereka.
"Maafkan ibu nak,,, jika tau akan seperti ini,,, ibu akan tetap memilih mempertahankanmu. Kamu tidak bersalah dan berhak untuk hidup." Ratna menyesali semuanya.
Dion menghilang sejak saat itu. Dirinya pun pindah kuliah di kampus lain yang jauh lebih elite dan tak mungkin bisa dimasuki oleh Ratna.
Kampus milik keluarga Darren,,,
"Dulu kau tidak menikahiku secara sah karena alasan syarat utama bisnis dengan keluarga Darren yang memegang kendali besar dalam bisnis keluargamu mengharuskanmu menempuh pendidikan tinggi terlebih dulu,,,," batin Ratna.
"Dan kini lagi lagi keluarga Darren tidak membiarkanku mengikutimu sampai kampus ini,,,, Darren sendiri juga sudah cukup melukaiku dengan mengabaikan perasaanku dulu,,," batin Ratna yang sebenarnya tau bahwa Darren sudah membaca surat cintanya dulu.
"Semua gara gara Darren dan keluarganya,,, aku benci mereka!!!!"
Ratna bertekad suatu hari nanti akan membalas dendam.
\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih 🌺