
Nguing nguing nguing,,,,
Bunyi sirine ambulan yang membawa umi dan beberapa korban kecelakaan. Salah satu ambulan juga membawa Chaira yang tak sadarkan diri. Mama yang menelponku dan memintaku segera menyusul ke rumah sakit. Aku yang kala itu sedang bersama Febby dan Mike pun segera menyusul walau butuh beberapa lama untuk memberi pengertian pada Mike agar mau membiarkanku pergi.
Sesampainya di rumah sakit polisi menjelaskan kronologi kecelakaan yang menimpa umi. Taksi yang umi tumpangi tertabrak dari samping oleh sebuah truk yang kehilangan kendali dan rem blong. Setelah cukup jelas mendapat penjelasan dari polisi aku segera menemui dokter yang menangani umi.
" Luka di kepala yang dialami pasien sangat parah. kami sudah berusaha namun pasien tidak bisa diselamatkan pak,,, kami mohon maaf" kata dokter
Aku memeluk mama yang menangis mendengar berita itu.
"terima kasih dok" ucapku
Aku menguatkan mama dan memintanya untuk merahasiakan hal ini dulu jika kondisi Chaira belum stabil. Aku dan mama menuju ruang tempat Chaira ditangani. Suster mengatakan dirinya sudah sadar dari pingsannya namun masih sedikit shock.
Perasaan iba menggerogoti hatiku melihat Chaira menangis di ranjangnya. Aku mencium keningnya lama. Aku ingin memberinya kekuatan sebelum mendengar berita buruk ini. Betapa pun selama ini aku mengabaikannya tapi sekali lagi cintaku padanya tak pernah berkurang sedikit pun.
"U,,u,,umi mana sayang,, bagaimana keadaan umi sayang??" tanyanya setelah aku menarik bibirku dari keningnya
Aku diam mencoba menghela napas. Aku sungguh tak mampu menyampaikannya.
"Sayang jawab sayang" Chaira mengguncang guncang tanganku
"Yang sabar ya nak" mama membantuku menjawab
"Apa maksudnya ma??? Umi dimana?? Tolong antar Chai menemuinya ma,, Chai mohon" Chaira berusaha bangkit dan berdiri namun ambruk kembali karena masih terlalu lemah. Aku dengan sigap menangkap tubuhnya.
Chaira terus berusaha memberontak dan mulai menangis.
"Umi sudah meninggalkan kita" ucapku lirih namun ku pastikan Chaira mendengarnya
Chaira berhenti memberontak. Dipandangnya aku. Lalu dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan kembali menangis. Aku tak tahan melihatnya seperti ini. Segera ku raih tubuhnya dan ku peluk erat berharap pelukanku mampu menenangkan dirinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Umi dimakamkan di makam yang sama dengan papa. Beberapa keluarga dan sahabat datang berbela sungkawa dan turut mengantarkan umi ke tempat peristirahatan terakhirnya.
"Ayo kita pulang" ajakku pada Chaira begitu semua sudah meninggalkan makam satu persatu.
Chaira mengangguk dan mengusap pusara umi sebentar. Dia kembali memanjatkan doa untuk umi agar dilapangkan jalannya dan diterima di sisiNYA. Chaira segera bangkit setelah menyeka airmatanya. Dia berjalan mengekor di belakangku.
Tiba dirumah dia langsung masuk ke kamar tanpa bicara sepatah kata pun padaku. Aku bisa mengerti sikapnya itu. Mungkin dia memang masih sangat berduka dengan kepergian umi.
"Dare,,, mama ingin bicara" suara mama mengejutkanku
"silahkan ma" jawabku
" apa benar Chaira telah memintamu menikah lagi?" mama langsung saja bertanya
__ADS_1
Aku menghela napas dalam.
"Rupanya kamu sungguh sungguh yakin ingin aku menikah lagi,, terbukti kamu sampai menyampaikannya pada mama. Kamu benar benar tak menghargai lagi cintaku yang tulus ku persembahkan untukmu seorang. Aku benar benar kecewa padamu Chai,,, " batinku kesal
"Dare,,,, " mama kembali bersuara karena aku tak juga menjawabnya
"Iya ma benar,,, apalagi yang dikatakannya?? " suaraku terdengar ketus
"Tidak ada,, itu saja" jawab mama yang mulai merasakan ketidaksukaanku saat beliau membahas ini.
Mama mengurungkan niatnya menjelaskan apa maksud Chaira memintaku menikah lagi. Selama ini mama dan almarhum papa memang keras mendidikku namun mereka tak pernah berani bicara banyak saat aku sedang tidak merasa baik.
"Mama hanya ingin kamu menundanya dulu mengingat keadaan Chaira yang masih berduka" ucap mama sembari berdiri dan menepuk pundakku lalu meninggalkanku
Aku diam tak menjawab. Sejujurnya aku ingin segera memberitahu mama tentang Mike tapi harus kuurungkan sementara. Mama benar,,, situasinya memang belum tepat. Aku memutuskan melihat kondisi Chaira sebelum aku kembali ke kantor.
Chaira tidur dengan posisi miring membelakangi pintu sehingga aku tak bisa melihat wajahnya.
"Mungkin dia sudah tidur. Biarkan sajalah dia istirahat" pikirku tak ingin mengganggunya. Ku putuskan kembali menutup pintu dan segera kembali ke kantor. Banyak pekerjaanku yang terbengkalai sejak aku sibuk dengan Mike. Dion yang kebetulan cuti tentu saja tak bisa membantuku saat ini.
\=\=\=\=\=\=
Chaira menoleh ke pintu saat mendengar pintu telah tertutup kembali.
"Kamu benar benar sudah tak peduli padaku Dare,,, sama sekali tak tergerak hatimu untuk sekedar menemaniku dan menghiburku" lirihnya
"Maafkan Chai umi,,, Chai memberi beban dihati umi." Chaira kembali bersedih.
Setelah puas menangis dia bangkit dan mengambil wudhu kemudian sholat dan mendoakan uminya. Dia sadar berlama lama bersedih hanya akan membuat perjalanan uminya terhambat. Dia ingin uminya pergi tanpa membawa beban apa pun. Dia ingin menjadi wanita kuat seperti pesan terakhir umi.
"Akan ku hadapi segala ujian dan cobaanMU tuhan" batinnya bertekad
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Aahhh akhirnya" seruku girang melihat Dion yang datang ke kantor hari ini
Aku segera menyambutnya dan mendudukkannya di sofa.
"Apa liburan lu keren bro??" tanyaku
Dion mengernyitkan dahinya.
"lu mau apa?? langsung aja,, gak usah sok baik gini dah ah" jawabnya
Aku segera tertawa karena sahabatku itu tau aku hanya sedang menginginkan dia melakukan sesuatu untukku.
"Kerjaan gue banyak banget bro,,, gue butuh bantuan lu" ujarku
__ADS_1
"Nahhh kan,,, pasti nih,,, orang kalau lagi ngejar cewek gini dah,,, Lu ngapain aja sama Febby sampai lu lupa kerjaan lu??" sungut Dion
Febby,,,,
Mendengar Dion menyebut namanya timbul niatan untuk menceritakan tentang Mike pada Dion. Setidaknya aku bisa sedikit mengurangi beban yang mengganjal di dadaku karena belum bisa mengatakan yang sebenarnya pada Chaira dan mama.
"Gue mau jujur ma lu bro,,,,, " aku mengawali ceritaku
Dion mendengarkan dengan seksama semua yang ku katakan. Walau dia sangat terkejut dengan ceritaku tapi dia berhasil menahan diri hingga aku menyelesaikan ceritaku termasuk peristiwa kecelakaan umi.
"Jadi kayak gitu,, Gue bingung bro gue harus gimana,,, Gue gak mungkin bisa berlama lama menyembunyikannya. Gimana pun Mike dan Febby butuh pengakuan yang legal dari gue. Gue tau ini akan menyakiti Chaira tapi lu tau kan sampai saat ini kami belum juga dikarunia anak. Bagaimana mungkin gue bisa menolak Mike yang jelas jelas anak gue bro" tutupku
Dion memijat mijat alisnya. Dia tampak memikirkan sesuatu.
"Lu yakin Mike anak lu? tanyanya
Aku terhenyak mendapat pertanyaan yang sama sekali tak pernah ku pertanyakan pada diriku sendiri.
" maksud lu??"tanyaku
"Yaaa lu kan tau gimana Febby,,, Dia gak satu aja pernah punya pacar yang diajak tidur dengannya. Ya kali aja kan Mike bukan anak lu. Lu musti cari tau dulu kebenarannya bro. Jangan gegabah main ngenalin mereka ke Chaira." Kata kata Dion kali ini ada benarnya
Yaaa,,, Dion benar. Aku memang harus mencari tau dulu kebenarannya. Aku akan meminta Febby mengurus tes DNA Mike. Aku segera meminta Febby menemuiku di kantor.
\=\=\=\=\=\=\=\=
"Apa maksudmu??? Jadi kamu meragukan status Mike?? Tega kamu Dare!!! " Febby mengumpat mendengar keinginanku untuk melakukan tes DNA.
"Ya makanya kan biar jelas lu tinggal ikutin aja mau Darren Feb,,, " Dion ikut bicara
"Diam kamu,,, rupanya bajingan ini yang meracuni pikiranmu Dare!!!" Febby tampak marah
Aku pusing mendengar omelan Febby.
"Lakukan saja!!! jika memang terbukti Mike itu darah dagingku aku berjanji akan segera menikahimu dan memperlakukan Mike sebaik mungkin. Aku akan menebus semua kesalahanku pada kalian. Tapi,,, jika sampai terbukti Mike bukan darah dagingku,,, Aku pastikan kamu akan tau akibatnya!!!!" ancamku
"Ok,,, kalau kamu pikir aku takut,, kamu keliru Dare. Aku pastikan kamu akan sangat menyesal telah begitu tidak mempercayai aku dan Mike." tandas Febby langsung meninggalkan ruanganku dengan membanting pintu keras.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Atur segala sesuatunya!!" Febby memerintah seseorang melalui panggilan ponselnya sebelum memasuki lift kantorku
"Kamu akan membayar mahal Dare!!!!" sungutnya dalam hati
Jangan lupa vote, like dan komen yaaa
Terima kasih
__ADS_1