BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 71


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹🌹


"Putra anda sengaja ditabrak oleh mobil ini. Kami masih menyelidiki siapa pengendara dan pemilik mobil ini." kata polisi pada Darren sambil menunjukkan rekaman cctv yang di dapat dari salah satu rumah warga sekitar lokasi kecelakaan Levi.


"Mungkin saudara Levi bisa mengingat ingat bila merasa punya masalah dengan orang akhir akhir ini??" tanya polisi pada Levi yang ikut hadir ke kantor polisi.


Kondisi Levi yang pulih dengan sangat cepat membuat Darren tidak ragu membawanya serta ke kantor polisi. Kepala Levi juga sudah tak lagi memakai perban memutar namun hanya perban yang menempel di lukanya yang masih belum kering benar.


Darren juga sebelumnya sudah memeriksakan kondisi psikis Levi. Siapa tau ada trauma membekas karena kecelakaannya itu. Tapi semua tes menghasilkan hasil yang bagus. Levi dinyatakan sehat oleh dokter. Hanya tinggal luka luar saja.


Tak main main dengan kesehatan putranya,,, Darren membayar dokter terbaik bagi kesembuhan putranya.


"Coba diingat dulu nak. Tapi jangan terlalu dipaksakan. Ingat kamu baru sembuh." kata Darren.


"Levi memang ada masalah dengan seseorang ayah tapi Levi tidak tau apa benar dia yang ada di balik semua ini." kata Levi mengingat sosok Bobi.


"Siapa nak??" tanya Darren.


"Ceritakan pada kami." polisi menimpali.


Levi pun dengan gamblang menceritakan semuanya pada Darren dan polisi yang terus mendengarkan. Mereka terlihat mengangguk angguk mengerti dengan semua yang diceritakan Levi. Setelah selesai dan dirasa cukup kerjasama Levi hari itu di kantor polisi,, Darren dan Levi pun meninggalkan kantor polisi. Darren mengantar Levi pulang lalu kembali ke kantor.


"Jadi masih ada hubungannya sama si Herman??" tanya Dion saat Darren menceritakan semua yang dikatakan Levi di kantor polisi tadi.


"Kemungkinan besar iya kalau memang terbukti pemuda itu dalangnya. Sebegitu tidak inginnya putrinya dekat putraku sampai dia menjodohkan putrinya dengan pemuda lain. Lalu pemuda itu berusaha menyingkirkan Levi."Darren memegang dagunya.


"Hmmm mengingatkan pada masa muda kita saja ya,,Saling main hakim sendiri. Hahaha,,," sahut Dion.


"Itu elo,,,Gue gak gitu tapi sekarang gue juga yang kena imbas dari perbuatan lo dulu menyingkirkan Herman." ketus Darren.


"Gue lagi,,,gue lagi,, selalu gue yang jadi biang kerok dalam tiap masalah lo." Ucap Dion menyesal.

__ADS_1


"Sudahlah,, Gak usah mellow gitu. Kayak cewek aja lo,,," ejek Darren.


"kayak lo gak pernah mellow saja. Lo mellow akut lagi,,,"Dion tak terima dan membuat Darren terkekeh mendengarnya.


"Trus apa rencana lo??" tanya Dion.


"Gue mau datangi ke rumahnya. Gue mau bicara baik baik." jawab Darren.


"Rumah Herman???" tanya Dion.


"Iyalah,, Memang mau ke rumah siapa lagi??" tanya Darren balik.


"Parah lo,,," ucap Dion.


"Kok parah??" tanya Darren gak mengerti.


"Parah tobatnya. Yakin lo mau datang kesono buat bicara baik baik??" tanya Dion lagi.


"Iyaaa,,Gue cuma mau minta maaf sama doi kalau ada perbuatan gue yang buat doi benci. Gue mau doi melupakan semuanya dan mulai dengan lembaran baru karena hidup dengan membawa dendam masa lalu itu jauh terasa lebih berat. Memaafkan akan membuat hidup kita jauh lebih ringan dan mudah."jawab Darren.


"Hellooo Dareeee,,, Ini Herman. Tua bangka yang mengaku cinta sama Chaira dan benci karena kehadiran lo membuat cintanya pada Chaira jadi kandas." Dion berapi api mengingatkan dan coba memberitahu Darren bahwa niatnya itu tidak akan berhasil.


"Gue juga akan ucapkan terima kasih banyak padanya seandainya benar hingga detik ini dia benci gue sekaligus anak gue karena saking cintanya doi sama Chaira. Bidadari gue itu memang patut dan layak untuk dicintai banyak orang dan gue senang jika ada yang masih menyimpan cinta untuknya." lanjut Darren penuh dengan kedewasaan.


"Otak gue gak nyampe. Sudah elo aja deh yang urus. Kalau gue sudah gue babat habis itu Herman." ketus Dion.


"Sudah tua jangan main babat gitu,,, Insaf bro insaf." Darren mengingatkan.


🌹🌹🌹


Pak Herman yang tengah mengelus elus motor barunya yang terparkir di halaman rumah menghentikan kegiatannya begitu melihat mobil mewah berhenti tepat di depan rumahnya.


Seorang pria yang tak lagi muda namun masih sangat terlihat tampan dan bersahaja turun dari mobil yang dikemudikannya sendiri. Dinaikkannya kacamata hitamnya hingga pak Herman bisa mengenalinya.


"Mau apa si brengsek itu kesini??" sungut pak Herman.


Dengan langkah penuh emosi,,, Pak Herman menuju ke pintu pagar dan langsung mendorong tubuh Darren.

__ADS_1


"Mau apa kesini?? Mau menghinaku??? Mau menyaksikan semenderita apa aku akibat ulahmu???" pak Herman melayangkan tinjunya ke perut Darren.


Bu Mila yang mendengar keributan dari suara pak Herman langsung lari keluar melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Bu Mila langsung berusaha menghentikan suaminya memukuli tamunya yang sama sekali tak melakukan perlawanan meski pak Herman terus menyerangnya bertubi tubi. Beberapa tetangga yang sudah terlebih dulu menyaksikan juga ada yang berusaha melerai namun dilarang oleh Darren.


"Ayah sudah,,Kasihan pak Darren. Beliau tidak melawan sama sekali loh,,Ayah kenapa membabi buta begini?" bu Mila terus berusaha menghentikan.


Meski Darren tak mengenal bu Mira tapi bu Mila mengenalnya dengan baik melalui cerita cerita teman sesama sekretaris dulunya. Darren memang pernah begitu menjadi idola bagi sekretaris sekretaris di setiap perusahaan yang pernah di datanginya hingga tanpa Darren ketahui ada beberapa dari mereka mencuri curi kesempatan memfoto dirinya.


Dan bu Mila mengenalnya dari foto foto itu.


"Tidak apa apa bu,,, Biarkan saja suami ibu meluapkan semua emosinya pada saya. Dengan begitu saya akan lebih mudah mengajaknya bicara setelah ini." kata Darren pada bu Mila.


"Tapi pak,,," sela bu Mila merasa iba.


"Tidak apa apa. Pak Herman,,,Masih ingin pukul saya??Silahkan pak,,,Saya tidak akan pernah melawan,,, Jika memang itu membuat emosi anda pada saya mereda maka saya rela."ucap Darren.


"Jangan sok baik deh,,,Makan ini!!!" ketus pak Herman.


Buuuggghhh,,,


Sebuah pukulan kembali bersarang di tubuh Darren dan membuat Darren mundur selangkah karena dorongannya. Darren meringis menahan sakitnya dan sedikit membungkuk namun kemudian kembali berdiri tegak meski wajah tampannya sudah mulai memar dan mengeluarkan darah segar di beberapa bagian.


Melihatnya kembali berdiri emosi pak Herman pun memuncak kembali. Pak Herman mengangkat kakinya kali ini untuk menendang Darren.


"Jangan ayah!!!!"


Buuggghh,,,Bruuuaaakkk,,,


Bu Mila ambruk terkena tendangan pak Herman saat berusaha menghadang dan menjadi tameng untuk Darren.


"Ibuuuu,,,," teriak pak Herman melihat istrinya terjatuh dan pingsan.


"Saya bantu angkat,,," kata Darren saat pak Herman kesusahan mengangkat tubuh bu Mila.


Pak Herman tertegun mendengarnya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹


__ADS_2