BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Penjara tempatmu


__ADS_3

"Berdasarkan sample makanan yang kami terima dan cek di lab, terdapat racun di dalam makanan tersebut pak. Beruntung racun yang masuk ke tubuh bapak tidak terlalu banyak. Namun kami mohon maaf karena kami tidak bisa menyelamatkan ibu anda. Tubuh ibu anda tidak sanggup melawan racun yang masuk. Sekali lagi kami mohon maaf pak,, bu,,, " ucap dokter


"Innalillahi" ucap Chaira


"Jangan sok suci kamu!!! Kamu sengaja yaaa???" Febby mendorong tubuh Chaira keras hingga hampir roboh


"Apa maksudmu Feb?" tanya Chaira tak mengerti


"Kamu sengaja kan memasukkan racun kedalam makanan yang kamu masak??? Kamu sakit hati karena mama dan Darren mengijinkanku masuk dalam kehidupanmu!!!" tuduhnya


"Tidak Feb,,, tidak mungkin aku melakukan hal gila seperti ini" Chaira menyanggah ucapan Febby


"Mohon maaf bu,, tolong jangan membuat kegaduhanndi rumah sakit." kata dokter yang masih ada di ruangan itu


"Maaf dok" Chaira menyahut


"Baiklah saya permisi dulu" pamit dokter


"Hehhh kita belum selesai ya,,, kamu ngaku saja Chai,, kamu sakit hati kan??? Masih untung aku belum sempat makan makananmu. Jika tidak ,,,mungkin saat ini aku pun sudah mati" Febby terus menuduh


"Astaghfirullah,,, Febby bagaimana bisa kamu me,,,,, "


"Diam!!!!!" aku memotong ucapan Chaira.


Chaira terdiam menolehku. Begitu juga Febby, dia menanti apakah yang akan ku ucapkan.


"Aku kecewa padamu Chai,,, Aku tidak menyangka wanita alim sepertimu bisa melakukan hal seperti ini. Jika saja hanya aku yang menjadi korbanmu,,,aku masih bisa terima. Tapi kamu telah mencelakai mama. Aku tidak bisa menerimanya!!!!" Aku emosi


"Tapi sayang,,, aku tidak melakukannya. Aku sungguh tak pernah memikirkan hal seperti ini. Sayang,,, aku mohon,,, " Chaira berusaha membela diri


"Aku tak ingin melihat wajahmu disini lagi. Pergiii!!!!!" bentakku


Chaira meneteskan airmata. Hatinya sakit karena suaminya memilih mempercayai perkataan Febby.


"Lalu apa arti kebersamaan kita selama bertahun tahun ini jika kamu masih tak mengenali sifatku" batin Chaira


"Sudah sana pergi,,, kamu hanya akan tambah membuat Darren kesal" titah Febby mendorong Chaira menuju pintu


"Tunggu!!!!" ucapku


"Jangan berani datang di pemakaman mama. Kau tak berhak untuk itu." ucapku lagi


Chaira yang sudah sampai di pintu kembali memaksa masuk walau Febby berusaha menghalanginya.


"Sayang,, aku mohon jangan seperti ini. Aku mohon coba dengarkan kata hatimu. Aku yakin kamu tau akan tak seperti ini. " Chaira yang sudah sampai di tepi ranjangku mulai mengiba dan memegang tanganku


"Lepaskan!!!" tukasku


Aku memberinya isyarat dengan tanganku agar dia segera pergi. Febby kembali mendorong agar dia segera keluar. Chaira menurut kali ini dan sama sekali tak melawan.

__ADS_1


"Chaira,,,, " panggil Febby saat Chaira dan dirinya sudah sama sama di luar.


Chaira menoleh. Febby melambaikan tangannya dengan senyuman mengejek. Chaira hanya menatapnya sendu. Hatinya terlalu sakit karena aku mengusirnya. Dia memilih untuk mengabaikan Febby dan meninggalkan rumah sakit.


Chaira menuju tak langsung kerumah tapi menuju butiknya menemui Rosa. Tak ada lagi yang bisa dia ajak bicara selain Rosa. Dia hanya punya Rosa.


"Ada apa kak?" tanya Rosa yang melihat Chaira datang dengan lesu


"Mama meninggal Ros" lirihnya


"Innalillahi,,, yang sabar ya kak. Apa yang terjadi?" Rosa bertanya


" Kakak juga tidak tau Ros,, kakak hanya masak lalu membawakan makanan kerumah sakit untuk mereka. Tapi tiba tiba mereka kesakitan dan dokter mengatakan bahwa makanan yang kakak bawa mengandung racun,,,,,, "Chaira cerita panjang lebar pada Rosa.


Chaira juga menceritakan tentang Febby dan Mike. Tak lupa juga dengan kehamilannya saat ini.


" Jadi mas Darren sama sekali belum tau kehamilan kakak?"tanya Rosa prihatin setelah mendengar cerita Chaira


"Kakak belum dapat waktu yang pas untuk mengatakannya Ros" Lirih Chaira


"Tapi bagaimana pun mas Darren harus tau kak" Rosa mengingatkan


Chaira belum sempat menjawab karena salah satu pegawainya masuk bersama dua orang polisi. Chaira dan Rosa sedikit terkejut kenapa ada polisi datang ke butiknya.


"Mohon maaf. Kami kesini membawa surat penangkapan atas nama ibu Chaira Fajira. Mohon ibu bekerjasama dan ikut dengan kami" ucap salah satu polisi.


"Tapi saya salah apa pak?" tanya Chaira heran


Chaira dan Rosa berpandangan. Mereka berdua sama sama tak menyangka bahwa Darren akan melaporkan kejadian ini ke polisi.


Chaira menurut saja saat polisi membawanya. Rosa memutuskan ikut untuk mendampinginya. Sebelumnya dia juga telah menelpon pengacara agar membantu mendampingi kasus ini.


"Kamu tega Dare" batin Chaira menangis.


Hatinya sungguh hancur dengan perlakuan suaminya. Suaminya itu sungguh sudah buta mata hatinya.


Sampai di kantor polisi Chaira menjalani pemeriksaan. Dia diharuskan menjawab beberapa pertanyaan dari tim penyidik.


"Yang sabar ya kak" Rosa menguatkan hati Chaira.


Setelah beberapa jam menunggu Chaira diperiksa akhirnya dia dan pengacara diperbolehkan menemui Chaira.


"Iya bu,, saya akan berusaha semaksimal mungkin agar ibu bisa terlepas dari tuntutan atau pun dakwaan." tukas pengacaranya


"Terima kasih" Chaira lesu mengucapkannya


Rosa melambaikan tangannya saat akan meninggalkan kantor polisi. Dia berjanji akan datang sesering mungkin dan berdoa agar Chaira segera terbebas dari masalah ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Aku berdiri dan menatap pusara mama. Febby dan Mike yang dinyatakan dokter bisa pulang dan menjalani rawat jalan saja turut serta menghadiri pemakaman mama.


"Maafkan Darren ma,,, Darren tak bisa melindungi mama dari ulah Chaira. Kenapa harus mama?? Lebih baik Darren saja yang menggantikan mama" Aku mulai tak malu lagi menangis


"Jangan bicara begitu Dare,,, kamu harus ingat,, masih ada aku dan Mike yang membutuhkanmu" Febby membujukku


Ku toleh wajahnya lalu ku pandangi Mike kecil yang polos. Ku peluk tubuh mungilnya.


"Daddy,, please don't cry" Mike mengusap airmataku


Aku mengangguk padanya dan kembali memeluknya. Febby menyentuh pundakku dengan tangannya. Ku genggam erat tangannya.


Aku tak mau lagi kehilangan keluarga kecilku. Cukup sudah aku kehilangan akhir akhir ini. Papa,, mama,, dan Chaira juga yang telah mengecewakanku.


"Febby benar. Aku harus kuat untuknya dan Mike. Bagaimana pun juga mereka bagian dari hidupku saat ini" batinku


Ku bawa tangan Febby kedepan dan ku ciumi tangannya. Tanganku satunya masih memeluk erat Mike.


" Finally Dare,,, kamu mulai luluh dan menerimaku. " batin Febby senang


Kami bertiga segera pulang.


"Dare,,, kapan kamu akan menikahiku?" Tanya Febby


"aku tau saatnya tidak tepat membicarakan ini. Tapi aku perlu kepastian Dare. Dan juga saat ini tidak siapa pun dirumah ini. Hanya ada kita bertiga. Apa kata tetangga Dare" lanjutnya


"Atau mungkin sebaiknya aku dan Mike kembali saja ke apartemen" lirihnya


Aku yang awalnya sedikit merasa Febby begitu tak mempedulikan aku dan perasaanku yang masih sangat berduka atas kepergian mama akhirnya bisa menerima alasannya membicarakan pernikahan di saat seperti ini.


Ucapannya ada benarnya. Tapi aku tak ingin mengijinkan mereka pergi jauh dariku. Aku takut akan kehilangan mereka juga. Aku masih tak paham apakah aku mulai mencintai Febby atau hanya sekedar takut kehilangan Mike dan dirinya saja.


"Tetaplah disini malam ini,,, besok pagi kita akan segera menikah. Beri aku waktu menyelesaikan segala sesuatu yang diurus mama sebelumnya" kataku mantap


"Beneran Dare??" Febby memastikan


"Iya,,, kita akan menikah besok" ucapku sekali lagi


Aku bergegas masuk ke kamar yang biasa ku tempati bersama Chaira. Malam ini akan terasa beda tanpa kehadirannya. Ada secuil rasa rindu dihatiku akan keberadaannya di kamar ini.


Tapi secuil rindu itu kalah dengan sebongkah kekecewaan dan kemarahan atas apa yang dilakukannya.


"Aku tak akan menemuimu lagi!! Aku pun tak akan membesukmu. Penjara pantas untukmu" batinku bertekad


Aku memutuskan tak akan segera menceraikannya karena bagaimana pun aku tak mau orang orang beranggapan aku ini jahat karena telah memenjarakannya dan menikah lagi lalu menceraikannya.


"Biarkan saja dulu dia melewati masa hukumannya di penjara baru ku urus perceraian kami" batinku lagi sebelum memejamkan mataku


Jangan lupa Vote, like dan komen yaaaa

__ADS_1


Terima kasih 😍


__ADS_2