BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 34


__ADS_3

Selamat membaca 🌻


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌻🌻🌻


Keesokan paginya Dion bangun dan langsung berpakaian kerja seperti biasanya. Ratna yang terlelap di ranjangnya terbangun karena gerakan kasar Dion yang terkesan terburu buru.


"Sayang mau kemana sepagi ini??" tanya Ratna sambil mengucek matanya yang masih berat oleh kantuknya.


"Kamu lanjut saja tidurnya ya sayang,,, Aku mau keluar kota dulu untuk tiga harian lah. Ada proyek yang terkendala di sana." ucap Dion cepat dan hanya mencium kening Ratna.


"Tapiii,,,," Ratna hendak protes namun Dion sudah keluar kamar dan menghilang di balik pintu.


"Tidak biasanya dia seperti itu. Kerjaan apa sih yang lebih penting dari aku???" sungut Ratna.


Namun rasa kantuk dan kebiasaannya tidur di pagi haru selama kehamilannya ini membuatnya tak ingin memikirkan Dion dulu. Dia hanya ingin memejamkan matanya lagi menikmati empuknya bantal dan ranjang di rumah yang dulunya adalah milik Hana dan kini resmi jadi miliknya.


🌻🌻🌻


"Pasien sudah sadar pak. Anda sudah bisa menemuinya."tukas suster yang berjaga.


"Terima kasih." ucap Dion singkat.


Segera Dion membuka pintu kamar inap Eva. Dilihatnya Eva yang sudah duduk dan tersenyum pada Dion.


"Selamat pagi Eva. Bagaimana keadaanmu pagi ini? Apa yang masih terasa sakit? Apa suster merawatmu dengan baik?? Apa kamu ingin sesuatu?? Apa,,,"

__ADS_1


"Tinggalkan Ratna,,, Dia tidak baik untukmu Dion."


Dion masih hendak bertanya banyak hal saat Eva langsung memotong bicaranya. Dan kalimat dari Eva membuat lidahnya kelu tak mampu berkata kata lagi.


"Aku minta maaf,,, Kalau harus bicara seperti itu padamu Dion. Tapi aku cuma tidak mau kita berdua terus menerus jadi korban kejahatan dan kelicikan Ratna dan juga Heru suamiku." suara Eva memelan.


"Tunggu Va,,, Aku tidak mengerti." Dion menggeleng gelengkan kepalanya beberapa kali seolah berusaha mencerna bicara Eva.


"Ratna dan Heru,,, Mereka berselingkuh di belakang kita Dion." tegas Eva.


"Berselingkuh???" Dion mengulang kata itu.


Eva hanya mengangguk lemah. Berkali kali dia menarik napas dalam dalam seolah ingin mengusir rasa sesak di dadanya.


"Sudah lama,,, Jauh sebelum kalian menikah bahkan. Bertahun tahun mereka bermain di belakangku,,," Eva mulai tak bisa berkata kata karena rasa sesak di dadanya kini telah berubah menjadi tangis pilu.


"Bagaimana mungkin aku bisa tertipu begini?? Ratna,,, Apa alasanmu berbuat demikian padaku?? Kamu kan sedang hamil anak kita Na,, Kenapa kamu masih belum merasa cukup memiliki aku??? Aku yang sudah meninggalkan Hana demi menebus semua kesalahan masa laluku padamu tapi kamu masih saja bersama Heru. Aku bisa menerima alasanmu bersama Heru saat kita belum bersama meski itu pun tak bisa dibenarkan. Tapi setelah kita bersama,,,Kenapa kamu masih meladeninya Na,,, Kenapa???"


Berbagai pertanyaan timbul dan menyeruak Namun Dion sama sekali belum berpikir apakah anak yang di kandung Ratna itu benar darah dagingnya atau bukan. Dion masih sibuk mencari cari segala kemungkinan jawaban dan alasan Ratna melakukan semua ini.


"Dion,,," panggil Eva saat dirinya sudah mulai bisa menguasai emosinya sendiri.


"Ya Va,,," sahut Dion yang juga sudah tersadar dari lamunannya sendiri meski belum juga dapat jawaban.


"Anak yang di kandung Ratna itu,,,Bukan anakmu tapi anak Heru. Demi membuatku menjadi ibu,,, Heru menghamili Ratna agar kelak Ratna bisa dijadikannya istri kedua jika suatu saat kamu menceraikannya. Dan anak itu akan Heru serahkan padaku untuk mengurusnya." ucap Eva.


Mata Dion memerah mendengar semua itu. Meski rencana seperti itu sangatlah tidak masuk akal namun nyatanya ada dua sosok manusia yang tengah memerankan peran tersebut di dunia nyata. Dion tidak habis pikir bagaimama bisa mereka berdua telah sebegitu detailnya memikirkan segala kemungkinan.


"Tapi apa benar itu anak Heru?? Bukannya aku juga mampu memberikan keturunan?? Kenapa juga Ratna repot repot minta anak dari Heru?? Apa ini karena bagian dari rencana mereka berdua agar bisa bersatu suatu hari nanti?? Tapi kenapa harus serumit ini???" Dion bicara sendiri.

__ADS_1


"Karena Ratna mengincar hartamu terlebih dulu Dion." tukas Eva yakin.


"Harta?? Tapi Va,,, Ratna yang ku kenal bukan Ratna yang matre atau pun silau dengan harta,,,Dia wanita sederhana,,," bela Dion.


"Wanita yang kamu kenal belasan tahun lalu itu sudah tidak ada Dion. Dia sudah berubah menjadi wanita licik dan menghalalkan segala cara demi mendapatkan semua yang dia mau." jawab Eva.


Dion menggaruk kepalanya yang tiba tiba terasa sangat gatal. Diacak acaknya rambutnya yang tadinya rapi. Dion juga melonggarkan tali dasi di lehernya dan membuka satu kancing kemejanya. Dirinya merasa tiba tiba gerah.


"Dengar Va,,, aku masih sangat susah menerima semua yang kamu ceritakan ini. Bisa saja kan kamu mengatakan semua ini karena kamu ada masalah dengan Ratna yang bersifat pribadi dan kamu ingin membuatku membencinya. Bisa saja begitu kan??? Aku tidak terlalu mengenalmu,,, Aku tidak bisa percaya begitu saja." ucap Dion masih tak bisa menerima.


Eva menyingsingkan baju yang dikenakannya dan memperlihatkan lengannya yang dipenuhi lebam lebam.


"Apa maksudmu Va??" tanya Dion tak mengerti.


"Semua luka lebam ini kudapatkan dari Heru hanya karena aku mengetahui perselingkuhan mereka di malam pernikahan kalian tempo hari. Dan Heru pun mengurungku berhari hari sejak itu hanya karena dia tidak mau jika aku sampai bisa menemuimu apalagi mengatakan semua ini padamu." kata Eva berapi api.


"Heru bahkan bela belain memindahkanku ke daerah di mana kamu menabrakku semalam demi menjauhkanku darimu. Tapi tuhan rupanya menginginkan agar mata hatimu terbuka Dion,,, Makanya tuhan mempertemukan kita. Aku diberi kekuatan untuk bisa kabur dari tempatnya menyekapku dan akhirnya bertemu denganmu." Eva berusaha terus meyakinkan Dion.


Dion makin merasa kegerahan hingga bulir bulir bening di keningnya pun makin banyak dan sedikit demi sedikit menetes di pelipisnya. Ruangan ber ac ini tidak mampu mengalahkan panasnya jiwa dan raganya mendengar semua penuturan Eva.


"Buka matamu Dion,,,Tidak ada untungnya bagiku secara pribadi memberitahumu semua ini. Tapi karena aku juga korban dari kelicikan mereka berdua,,Maka aku juga ingin kamu bisa terlepas dari drama mereka berdua." tegas Eva.


"Maaf Va,,, Maaf,,,Aku benar benar masih bingung dan banyak pertanyaan dalam diriku. Aku tidak tau harus bagaimana,,, Aku pusing." ucap Dion.


"Aku akan melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh Heru padaku. Dan itu tentunya akan menyeret Ratna karena aku akan mengatakan semuanya pada polisi. Suka atau tidak,,Namamu pun juga akan terseret dalam kasus ini. Sebaiknya pikirkan saja apa tindakanmu selanjutnya. Aku tidak bisa menunggu lagi,,,Aku harus cepat menyadarkan Heru akan perbuatannya ini.Jika bicara lembut sudah tidak di dengar,,,mAka biarkan hukum yang berbicara."pungkas Eva.


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa 🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2