BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 61


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹🌹


"Ara berangkat ke kampus dulu bu,," Tiara berpamitan pada bu Mila yang tengah menyiram tanaman hiasnya.


"Hati hati ya Ra,," pesan bu Mila mengulurkan tangannya untuk menyalami Tiara.


"Gak usah ke kampus!! Bobi sudah mau jalan ke sini. Ara tunggu dia di rumah saja." ucap pak Herman yang tergesa gesa keluar setelah menerima telpon.


"Mana bisa begitu ayah. Ara ada tugas yang harus Ara selesaikan hari ini." protes Tiara.


"Urusan Bobi lebih penting daripada tugas kuliahmu itu. Lagipula kalau pun kamu gak selesai kuliah juga Bobi gak masalah. Sudah jangan banyak protes. Masuk dan siap siaplah,,!!!" titah pak Herman.


"Ara mau ke kampus ayah. Gak enak sama teman teman kelompok yang ngerjain tugas ini." Tiara tetap berusaha menjelaskan kenapa dirinya tidak bisa tidak ke kampus.


"Jangan banyak alasan Ra,, Kamu pikir ayah tidak tau kamu cuma mau ketemu sama anak gak jelas itu??!!! Sini,, Masuk!!!" pak Herman menarik tangan Tiara kasar dan menyeretnya masuk.


Tak sampai disitu saja,,, Pak Herman juga hampir mendorongnya masuk ke kamarnya. Bu Mila tergopoh gopoh menyusul takut Tiara dikasari ayahnya.


"Ayah jangan kasar begini dong,,, kasihan Ara,,," tegur bu Mila melepaskan tangan pak Herman dari tangan Tiara.


"Bandel sih!! Gak bisa banget kalau gak melawan ayahnya." keluh pak Herman.


"Sudah ayah,, Sudah. Dua hari berturut turut ribut terus di sini. Lihat tuh tetangga pada bisik bisik." Bu Mila menunjuk ke luar dimana ada beberapa ibu ibu yang membeli sayuran di depan rumah dan terlihat berbisik bisik sambil melihat ke arah mereka.


"Kemarikan ponselmu,,," titah pak Herman pada Tiara.


"Buat apa ayah??" tanya Tiara tak langsung memberikannya.


"Sudah Ra,, berikan saja pada ayah ya." pinta bu Mila yang tak mau suami dan anaknya ribut lagi.

__ADS_1


Tiara merengut namun merogoh saku tasnya dan mengeluarkan ponsel yang dibelikan Levi kemarin. Diberikannya pada pak Herman yang langsung menerima ponsel itu dengan kasar dan mengeluarkan chip kartunya.


"Kok dikeluarin ayah??" protes Tiara.


"Bukan hanya ayah keluarin tapi ayah sita juga ponsel ini. Kamu nanti hanya boleh pakai ponsel yang akan di belikan sama Bobi dan hanya nomer Bobi saja yang kamu simpan." tegas pak Herman.


"Kenapa sampai segitunya sih ayah mengatur hidup Tiara?? Sampai sampai Tiara pun tidak berhak atas privacy Ara,,," protes Tiara.


"Selama hal itu mengganggu hubunganmu dengan Bobi pasti ayah singkirkan. Sudah bu,, Lepaskan tangan ibu biar Ara siap siap. Sebentar lagi Bobi sampai. Pasang wajah manismu nanti. Jangan sampai buat Bobi kesal melihatmu yang tidak ramah." pesan pak Herman.


Pak Herman menarik tangan bu Mila dan menutup pintu kamar Tiara. Tak lupa beliau mengambil kuncinya terlebih dulu lalu menguncinya dari luar.


"Ayah kok Ara dikunciin sih???!!!!" Tiara menggedor gedor pintu.


"Biar kamu gak kabur!!" jawab pak Herman singkat.


Tiara kesal bukan main dan menendang pintu itu.


"Ara!!! Jaga sikapmu ya,,, Jangan kurang ajar!!!" bentak pak Herman.


Tak ada jawaban maupun reaksi apa pun dari Tiara. Pak Herman menghela napasnya berat lalu beranjak ke depan kembali membuat ibu ibu yang masih berbisik bisik itu pun tak berani lagi melihat ke arah mereka.


"Ayah juga maunya seperti itu bu,, Tapi ini semua gara gara anak si Darren sialan itu. Tiara jadi suka bantah ayah. Ibu lihat sendiri kan tadi,, kasar sekali sikap Tiara. Padahal dulu juga gak kayak gitu. Mana kita pernah ajari dia kasar kasar begitu." keluh pak Herman.


"Ya itu kan karena ayah yang terlalu mengekangnya. Apalagi ayah melarangnya berteman dengan Levi." jawab bu Mila.


"Jangan sebut nama anak Darren itu lagi di rumah ini. Ayah tidak suka!!" ketus pak Herman.


"Ibu jadi curiga sama ayah kalau ayah terus bersikap seperti ini. Sebenarnya ada masalah apa sih antara ayah dan pak Darren dulu?? Gak mungkin hanya karena proposal ayah ditolak kan?? Pasti ada urusan yang bersifat pribadi lainnya,," tuduh bu Mila.


Pak Herman diam tak menjawab.


"Iya kan?? Ada masalah apa sih sebenarnya??" desak bu Mila.


"Sudah jangan bahas itu lagi. Pokoknya ayah sakit hayi sama Darren bahkan sama keturunannya pun ayah tidak sudi jika mereka masuk lagi dalam kehidupan kita. Titik!!!" tegas pak Herman.

__ADS_1


Pak Herman pun kembali masuk ke kamar. Bu Mila hanya geleng geleng kepala saja melihat tingkah pak Herman.


"Aneh ah ayah,,," gumam bu Mila.


🌹🌹🌹


"Ada lihat Tiara gak sih kalian??" tanya Levi yang sudah lelah memutari seluruh kampus mencari Tiara.


"Gak ada tuh. Lah kan biasanya sama lo??" tanya Bimo salah satu teman kampus Levi.


"Gak ada,, Justru gue nyariin doi dari tadi. Ponselnya juga gak bisa dihubungin. Tumben nih anak ngilang gini,,, Kemana sih lo Ra,,,??? Lo gak apa apa kan??" Levi bergumam sendiri menunjukkan kecemasan.


"Cie cieee,,, yang gak bisa jauh dari Tiaraaaa,,,," serempak suara itu membuat Levi tersadar bahwa rasa cemasnya tidak bisa ditutupi.


"Apaan sih kalian nih,,," Levi malu malu.


"Makanya lo tuh kalau Tiara deketin,, Lo nya yang peka. Kasihan tuh cewek dari dulu ngarepin lo. Lo nya aja yang garing terus. Sekarang giliran Tiaranya ngilang,, elo yang pusing kan???" ucap Bimo.


"Siapa bilang Tiara ngarepin gue??" tanya Levi duduk di sebelah Bimo.


"Yaaahhh payah nih anak,,, Songong lo,,,Seisi kampus ini juga tau kalau Tiara tuh naksir berat sama lo. Doi sampai bela belain tolak berapa cowok di kampus ini demi bisa tetap deket sama lo aja. Masak sih lo gak bisa lihat dan rasain sikap Tiara itu???" salah satu teman menyahut.


"Gue,,, Gue bahkan gak pernah tau kalau ada banyak cowok yang ditolak Tiara demi gue,,," jawab Levi.


"Diihhh songong kebangetan emang lo tu,,, Makanya lo jangan bukuuuu aja lo baca." kata Bimo menarik buku yang dipegang Levi.


Levi makin tak mengerti kenapa Bimo bicara begitu. Dibiarkannya saja Bimo meletakkan buku buku itu di sampingnya.


"Lo tuh Sekali sekali baca tuh sikap dan hati Tiara. Bila perlu lo tanya jawab juga deh ma hati lo sendiri. Kalian selama ini sedekat ini tuh mau dibawa kemana arahnya?? Mau selamanya friend zone aja apa mau dikuatin lagi ikatan hati kalian???" Bimo lagi lagi bicara.


"Gue,,," Levi bingung mau jawab apa.


"Biar lo gak bego gini nih,,, Lo lihat deh,, Lo yang biasanya cerdas,, sehari aja gak lihat Tiara lo jadi bego kan???" Bimo masih ngoceh.


"Bego karena cintaaaaa,,,," Geng Levi pun semua meneriakinya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌹


__ADS_2