BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 143


__ADS_3

...Selamat membaca 🌹...


...Maaf banyak typo πŸ˜€πŸ™...


...🌹🌹🌹...


"Loh loh loh,,, Kita mau kemana sih ini om papa?? Kok main ninggalin tempat akad?? Mama sama papa masih di sana,,, Semua masih di sana. Nanti nyariin kita loh,,,"


Karin mencicit membuat Dion makin gemas saja pada istri barunya itu.


"Katanya mau ketemu Joni. Ini otw ketemuan." jawab Dion.


"Apa gak bisa ketemu di sana tadi aja?? Emang tinggal di mana sih Joni itu?? Lagian sebenarnya apa perlu banget Karin kenal dan ketemu dia?"


"Loh kamu itu harus dan wajib ketemu dia sayangku. Joni itu banyak jasanya buat om papa. Hampir setiap hari dia nemenin om papa loh. Seperti menyatu sama om papa." Dion begitu serius mengatakannya.


"Baiklah kalau begitu Karin telpon saja Rayya dulu."


"Buat apa??" tanya Dion.


"Ya kasih tau kalau kita mau ketemuan sama teman om papa itu biar mereka gak nyari nyari kita di sana. Setidaknya mereka bisa pulang saja tanpa menunggu kita kan??"


Si istri polos percaya saja. Jarinya mulai mengutak atik ponselnya hendak menelpon Rayya.


"Eh tunggu tunggu,,, Biar om papa saja yang kasih tau Darren." Dion buru buru memasang perangkat bluetooth miliknya ke telinga.


Tak ingin Karin malah menelpon Rayya dan membuat orang orang bertanya tanya siapa itu Joni sampai segitunya mereka harus meninggalkan tempat akad.


"Apa bedanya juga sih om papa,,, Rayya juga putrinya om Darren. Kan sama aja kalau Karin kasih tau Rayya." Karin masih tak paham.


"Beda sayangku. Kalau om Darren dikasih tau lebih bisa langsung mengatur segala sesuatunya di sana. Kalau Rayya,,, Aduh bocil itu malah akan mwngacau dan buat suasana jadi penuh tanda tanya nanti."


"Bocil?? Mengacau?? Jadi kalau bocil gak bisa diandalin gitu??" Alis Karin mengkerut menandakan kekesalan.


"Eh lah,,, Bukan gitu Karin bocilku sayang. Udah pokoknya biar om papa yang telpon om Darren ya. Kamu duduk manis dan siapkan senyuman termanismu untuk ketemu Joni sebentar lagi. Ini udah mau sampai kok kita." Dion menenangkan.


"Halo,,, Kalian kemana sih?? Main kabur aja?? Apa ada masalah??" serobot Darren begitu Dion menelponnya.

__ADS_1


Sebelumnya Darren sempat melihat sahabatnya itu memang buru buru menggandeng istrinya dan naik mobil.


"Dih cerewetnya,,, Gue sama Karin ke tempat gue." sahut Dion.


"Gak bisa barengan apa?? Nih om sama tante bingung nyariin lo dari tadi."


..."Apa itu Dion?? Di mana dia??"...


Dion bisa mendengar suara mamanya yang terdengar cemas. Pasti mamanya itu sekarang sedang berada di samping Darren dan tau putra kesayangannya ini menelpon.


"Lo antar dulu mama ke hotelnya ya bro." pinta Dion.


"Iya gampang. Cuman lo ada urusan apaan sih buru buru banget?" tanya Darren.


"Ini si Joniiii,,,Mau kenal dan ketemu Karin. Lo tau kan Joni emang harus segera kenal sama istri gue." Dion menekankan nada bicaranya saat menyebut kata "Joni".


"Astagaaaa,,, Udah gak betah banget yaaa,,, Ok ok i see. Kalau gitu gue titip salam aja deh sama Joni. Good luck ya Jon. Buat tuh Karin segera tekdung. Gue tunggu kabar baik itu."


Sahabat sedari kecil itu tidak perlu harus dijelasin berkali kali biar ngerti. Sekali sebut gitu aja udah paham banget karena emang Joni itu sebutan bagi senjata mereka sedari dulu.


"Good. Lo emang the best bro,,, Udah ya jangan ganggu gue." Dion menekankan lagi.


"Tenang tante. Dion hanya pulang ke hotelnya. Mau ngenalin menantu tante sama keris pusakanya. Biar tante cepat bisa gendong cucu." kata Darren.


Mamanya Dion tersenyum lalu mencicit kecil karena ulah putranya yang membuatnya cemas tadi. Tapi dalam hatinya tentu bahagia dan berdoa semoga memang Dion akan bisa memberinya cucu kali ini.


"Done. Semua udah diatur sama om Darren. Yuk kita turun. Udah sampai hotel om papa nih." ajak Dion begitu roda empatnya terparkir dan sudah disambut oleh petugas vallet parking.


"Iya om papa. Penampilan Karin masih bagus kan??" tanya Karin sambil merapikan sedikit pakaiannya.


"Kamu itu selalu perfect sayang." Dion tersenyum.


"Terima kasih om papa." Karin tersipu membuat sesuatu di bagian bawah Dion mulai berontak tak sabar.


Meski baru selesai melangsungkan akad nikah tapi pakaian keduanya tidak tampak seperti pengantin yang mengenakan pakaian glamor atau serba wah. Keduanya tadi memang cuma memakai pakaian rapi tapi tidak terlalu casual juga. Ada kesan formal untuk dikenakan bertemu dengan penghulu.


"Silahkan masuk bocilku sayang." Dion mempersilahkan Karin masuk ke kamarnya yang rupanya sudah disiapkan dengan taburan bunga mawar berbentuk hati di atas ranjangnya.

__ADS_1


Dionlah yang meminta petugas hotel untuk menghias kamarnya seindah dan seromantis mungkin untuk pasangan pengantin baru.


"Om papa,,, Kamarnya indah banget." Karin senang dan langsung baper dengan wewangian khas mawar merah itu.


"Semua ini om papa siapkan buat kamu sayang. Syukurlah kalau kamu menyukainya." Dion mengelus kepala Karin.


"Terima kasih om papa." Karin memeluk Dion hangat.


Aduh bahaya,,, Si Joni makin susah dikendalikan nih. Buru buru Dion pamit mau mandi dulu karena gerah. Gerahnya karena ulah si Joni sih ini padahal.


"Om papa mandi dulu ya sayang. Gerah nih." pamit Dion.


Karin tersenyum dan mengangguk. Dilepaskannya tubuh suaminya. Dion langsung cap cus ke kamar mandi. Menyiram tubuhnya dengan air hangat agar tenaganya lebih powerfull nantinya.


Dion menyelimuti tubuh bawahnya dengan handuk putih khas hotel itu. Tersenyum sebentar ke kaca melihat pantulan dirinya sendiri.


"Action bro,,," Dion membuat gerakan menembak dengan jari telunjuknya.


"Joninya mana?? Belum datang?? Tau gitu kan gak usah buru buru tadi kita." Karin mengatakannya begitu Dion keluar dari kamar mandi.


"Joni ya,,,Udah datang kok dia sayang." sahut Dion.


"Hah mana?? Kalau gitu om papa buruan pakai baju dong jangan handukan gini aja." si istri yang sudah tidak gadis itu memang tak terlalu terkejut jika menemui pria hanya berhanduk begitu.


"Cil,,,Sini." panggil Dion meminta Karin mendekat.


"Ada apa om papa??" Karin berdiri tepat di hadapan Dion.


"Joninya berontak mulu nih di bawah. Buruan dong kenalan sama dia." Dion mengedip lalu memandang ke bawah dengan senyuman genitnya.


"Jadi,,, Joni???" Karin tersipu menyadari dirinya yang kena prank hari ini.


Tak menunggu lama,,, Karin pun berjongkok tepat di depan Dion. Jemarinya menyentuh selipan handuk itu dan sekali sentak saja handuk itu pun terlepas menyajikan pemandangan yang menggairahkan.


"Hai Joni,,,"


...🌹🌹🌹...

__ADS_1


...Terima kasih atas vote, like dan komennya 🌹🌸🌸...


__ADS_2