
Aku terbangun saat sinar matahari mulai menerpa wajahku. Aku merasa kepalaku pusing sekali. Ku pegang kepalaku sambil berusaha mengingat ingat kejadian semalam. Tiba tiba aku teringat kejadian beberapa tahun silam saat terakhir aku minum alkohol.
Aaarrgghhhh,,,
Aku menoleh sekeliling dan tak melihat siapa pun di kamar. Aku kembali memastikan ini memang kamarku. Aku tak mau lagi bangun di kamar orang seperti dulu. Terakhir kali aku mabuk aku terbangun di kamar Febby dengan tubuh telanjang lalu aku mendapatkan kecelakaan. Semua hal buruk itu terjadi setelah aku mabuk.
" Tapi mungkin tak semua buruk" pikirku sambil mengingat kata kata Febby yang memuji aksiku di ranjang.
Entah setan mana yang merasukiku hingga aku malah memikirkan hal itu walau aku tak bisa mengingat persis semua yang kulakukan padanya malam itu.
"Ahh Febby,,, dimana kamu sekarang? Masih ingatkah kamu waktu itu kita melewatkan malam panjang bersama?" aku semakin ngelantur
Aku masih ingat malam itu dia memakai rok mini dan atasan berbentuk V neck. Saat itu aku sempat mencuri pandang belahan dadanya dan sedikit bagian dadanya yang menyembul keluar. Saat itu aku baru menyadari betapa seksinya mantanku itu.
"Seandainya saja aku menuruti kata kata Dion dan Angga dulu,,, pasti aku puas menikmatimu Feb,,, "Pikiranku kemana mana hingga aku mendengar suara pintu kamarku dibuka.
Aku menoleh dan fantasi liarku langsung buyar seketika saat melihat pemilik gaun panjang dan serba tertutup itu masuk.
" Membosankan sekali" batinku menggerutu
"kamu sudah bangun sayang,,, Apa kamu sudah merasa lebih baik?" Chaira mendekat dan langsung menyentuh tanganku
Ku tampik tangannya. Aku masih kecewa padanya. Dan tambah kecewa saat dia mengganggu khayalanku tadi. Chaira terdiam sesaat menatapku. Aku segera bangkit dan bergegas mandi. Aku tak lagi mempedulikan dirinya yang masih terduduk di ranjang dan mulai meneteskan airmatanya.
"Mau kemana sayang? Dion semalam berpesan kamu tidak perlu ke kantor karena dia sudah membereskan semua untukmu" Chaira kembali bersuara saat melihat aku mulai mengenakan kemejaku. Dia beranjak dan mengulurkan tangannya hendak memasangkan dasiku.
"Aku bisa sendiri" ketusku meraih dasi dari tangannya
Sama sekali tak ada protes darinya bahkan setelah itu tak sepatah kata pun keluar dari bibirnya. Aku tak peduli. Aku segera turun dan menyambar roti lalu langsung pergi. Aku tak menghiraukan mama yang memanggilku. Aku melambaikan tangan pada taksi yang kebetulan sekali melintas di dekatku.
" Jalan pak" titahku pada sopir taksi yang langsung membawaku ke alamat yang ku beritahukan padanya
\=\=\=\=\=\=\=\=
"Semarah itukah kamu sayang? Bahkan kamu sama sekali tak memberiku waktu untuk menjelaskan maksud dari perkataanku kemarin,,, Ampuni hamba ya Rabb telah membuat suami hamba marah. Lembutkanlah hati suamiku seperti sedia kala ya Rabb,,, Lindungilah dirinya dimana pun dirinya berada. Jauhkan dia dari segala keburukan." lirih Chaira sambil menatap kepergian suaminya dari balkon kamarnya
__ADS_1
Mama hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat putranya yang tak menghabiskan sarapannya di meja dan malah lari membawa rotinya. Bahkan susu yang sudah disiapkan istrinya pun tak diminumnya.
"Biarkan saja mereka berdua menyelesaikan apa pun masalah yang terjadi diantara mereka." batin mama
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Lah,,, gue udah pesen ma Chaira biar dia kasi tau lu gak usah ke kantor." Dion nyerocos melihat kedatanganku
"siapa lu larang larang gue datang ke kantor gue sendiri" jawabku acuh
"ya kan gue pikir lu abis mabok berat dan lu pasti masih uyeng uyengan,,, Nah kalau tau lu bisa datang kan gue bisa santai tadi,, biar lu aja sendiri beresin kerjaan,, Kan gue bisa hangout ma Febby kalau gitu tadi,,,, " Dion nyerocos lagi
"Apa lu bilang?? Febby???" tanyaku
"Iya Febby,,, mantan lu dulu. Dia udah balik dari luar negeri dan ngajakin gue kencan. Lu gak doyan kan ma dia jadi bolehlah gue embat" Celetuknya
"Sialan lu,,, gak sembuh sembuh kelakuan mesum lu. Ya embat aja sono,,, gue gak level ma yang begituan" Ketusku menutupi apa yang sebenarnya sedang ku pikirkan
Dion tertawa kencang dan sama sekali tak menaruh curiga padaku yang seketika tampak murung.
Ku perhatikan Dion yang duduk di depanku itu. Dia lumayan tampan di banding Angga namun pastinya tidak lebih tampan dariku. Dari segi kekayaan dia juga dibawahku. Lalu apa yang membuat Febby memilihnya???
"Woyyy lu ngapa bengong gitu,,, " Dion membuyarkan lamunanku
"Sejak kapan Febby dikota ini?" tanyaku
Dion menatapku tajam.
"Jangan bilang lu masih ada rasa ma dia ya,,, Sejak kapan lu peduli tentang Febby bro,,, dari dulu lu kan lebih suka kalau dia gak ada,,, " Dion mulai curiga
" Apaan sih,, gue kan cuma tanya,, lu tinggal jawab doang." ketusku lagi
"Widiiihhh gue nyium aroma aroma kecemburuan nih,,," Dion menggodaku
Ku lemparkan pena yang sedang ku pakai menandatangani berkas kepadanya. Dion menghindar dan tertawa.
__ADS_1
"Lu yakin masih mau ma dia?? kalau gitu lu ambil aja,,, gue masih banyak stok begituan" ujarnya
Aku tertarik mendengarkan.
"Serius lu gak papa??" tanyaku memastikan
Aku tak sadar pertanyaanku itu membuat Dion makin yakin bahwa aku menginginkan Febby. Dia diam dan kembali menatapku. Kali ini tatapan matanya lebih tajam dengan sorot mata menyelidik.
"Gue yang harusnya tanya ma lu,,, Lu serius bro mau deketin Febby?? Trus Chaira?? Gue tau kalian lagi ada masalah tapi gak gini kan caranya bro,,, Ok gue akuin gue ini player,, tapi gue main saat gue belum terikat pernikahan bro. Nah elu,,, come on man,, Lu udah 5 tahun lebih ma dia dan gue liat kalian aman aman aja." Dion serius bicara
"Masalah Chaira lu gak usah pikirin. Lagipula ini juga kemauan dia. Dia minta gue kawin lagi." Sungutku mulai emosi mengingat perkataan Chaira tempo hari
"Whaaattt?? Dia yang minta dimadu?? lu udah tanya alasannya apaan?? Wanita mana yang mau dimadu???" Dion penasaran
" Gue gak tanya,, dan gue gak mau bahas lagi sama dia. Bagi gue udah cukup dia sindir gue yang memang pernah punya hubungan sama Rosa. Tapi kan itu dulu bro,, Gue mati matian berusaha memperbaiki diri gue tapi nyatanya apa??? Apa??? Gue mati matian mencintai dia tapi dia malah segampang itu suruh gue bagi cinta gue" emosiku tersulut
"Jadi kalau sekarang gue benar benar bagi cinta gue ke wanita lain,,, Gue gak salah kan??? " tanyaku lagi
Dion menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia tampak bingung dan tak punya jawaban atas pertanyaanku itu.
"Gue gak tau harus omong apaan bro,,, Yahh lu mungkin butuh waktu aja dulu untuk enjoy. Biar pikiran lu lebih jernih lagi" tukasnya
"Gue butuh Febby" sahutku singkat
Dion kembali menggaruk kepalanya lalu mengeluarkan ponselnya dari jasnya. Dia terlihat mencari cari sesuatu di layar ponselnya.
"Tuh udah gue kirim kontak ma alamat dia,,, Gue pusing mikir masalah lu,,, Gue gak ikutan dah" Dion menyerah
Mataku berbinar melihat foto profil Febby di kontak Wh******nya. Dia semakin terlihat seksi dan menggiurkan. Aku yakin dia mampu membebaskanku dari masalahku dan Chaira.
"Lihat Chaira,,, apakah kamu benar benar sanggup melihat aku membagi cintaku?? Aku hanya ingin memberimu pelajaran agar kamu tak seenaknya bicara seperti itu lagi tanpa memikirkan perasaanku dan cintaku yang hanya kucurahkan untukmu" batinku
Jangan lupa Vote, like dan komen yaaa
Terima kasih 😍
__ADS_1