
Selamat membaca ya 🌺🌺
"Kalau lu mau,,, gue bisa minta Hana untuk bantu lu jaga anak anak lu,,, lagipula lu tau kan,,, gue sama Hana belum dipercaya sama tuhan buat jadi orang tua. Hana pasti senang kalau lu ngebolehin dia menjaga mereka." tukas Dion.
Darren hanya menggeleng.
"Gue gak mau repotin Hana,,, justru karena kalian belum punya momongan kalian harus lebih banyak punya waktu berdua biar cepat jadi tuh bayi,,," jawabnya kemudian.
"Bener juga sih ya,,, gue rasa emang gue perlu untuk cuti dulu dan ajak Hana honeymoon kemana kek gitu,,," sahut Dion.
Namun Dion sadar beberapa saat kemudian bahwa dia belum bisa cuti kalau Darren belum kembali ke kantor.
"Tenang aja,,, Gue akan segera cari baby sitter buat anak anak gue,,, biar gue bisa cepat kerja lagi dan lu bisa cuti,,," kata Darren yang memahami apa yang tengah dipikirkan oleh Dion.
"Thanks bro,,, lu emang yang paling best,,," ucap Dion langsung menepuk bahu Darren.
"Gue harap lu bisa cepat bangkit dan kembali berkarya,,, gue tau lu masih sangat ngerasa kehilangan Chaira,,, tapi lu juga harus inget bro,,, anak anak lu butuh sosok ayah yang kuat,, yang hebat,,, lu harus bangun dan menata hidup lu lagi." Dion menyemangati.
"Thanks bro" sahut Darren singkat.
Seharian itu ,, Darren menghabiskan waktunya di rumah bersama Levi dan Rayya. Menemani mereka bermain dan belajar. Darren juga sibuk memasak untuk makan siamg nereka ditemani Rayya kecil di dapur.
"Rayya suka masak masakan ya,,,??" tanya Darren.
"Iya ayah,,, kalau Ayya cudah besal,,, Ayya mau jadi koki,,," ucapnya dengan mimik wajah lucu.
Darren pun tertawa dibuatnya. Kemudian Darren merasa malu pada Rayya. Anak sekecil itu punya semangat luar biasa untuk hidupnya ke depannya meski mungkin dia belum tau,,, untuk menjadi apa yang diinginkannya itu dia harus melewati banyak tantangan.
"Aku harus bangkit!!!"
Malamnya Darren menidurkan kedua anaknya setelah membacakan buku cerita. Agar tidak susah,,, disatukannya kamar mereka.
"Dan akhirnya,,, pangeran dan putri itu pun hidup bahagia selama lamanya." Darren menutup dongengnya malam itu.
Darren tersenyum melihat Rayya sudah pulas dengan memeluk boneka dan sapu tangan kesayangannya. Sementara Levi juga sudah lelap dengan gulingnya.
"Selamat tidur anak anak ayah,,, mimpilah yang indah" Darren menciumi kening mereka sebelum mematikan lampu kamar itu dan menutup pintunya.
Darren pun masuk ke kamarnya sendiri.
Badannya terasa remuk redam seharian disibukkan dengan Levi dan Rayya. Darren pun merebahkan tubuhnya sambil meregangkan otot ototnya.
"Chaira sayang,,, aku merindukanmu bidadariku,,," lirihnya sebelum tertidur dengan foto Chaira dalam dekapannya.
🌺🌺🌺🌺
Esok paginya Darren sudah bangun dan menunggu tukang sayur kemarin lewat. Penantiannya tak sia sia karena si penjual sayur sudah menampakkan dirinya.
"Sayuuuurrr,,,!!!" teriak Darren.
__ADS_1
Ratna,, si penjual sayur menoleh. Dengan hati dan perasaan yang tak menentu,, dia pun masuk ke halaman rumah Darren setelah Darren meremote pagarnya.
"Mmmm,, mmmaaau belanja apa pak hari ini??" Ratna agak canggung.
Belum juga Darren menjawab,,, dirinya dikejutkan oleh Rayya yang menghambur padanya karena dikejar kejar oleh Levi.
"Jangan lari lari Levi,, nanti jaa,,"
Bbrruuukkkk,,,,
Belum juga Darren menyelesaikan bicaranya,, Levi sudah jatuh akibat tersandung batu hias di halaman rumah itu. Darren panik melihat lutut Levi yang mengucurkan darah segar.
"Punya kotak P3K pak?? Biar saya bantu obati lukanya." tanya Ratna.
"Ya,, ya,, punya. Sebentar saya ambilkan." ucap Darren yang langsung berlari ke dalam dan kembali dengan kotak P3K.
Dengan sigap Ratna pun menangani luka Levi.
"Tahan ya sayang,,, ini agak perih sedikit." ucapnya sebelum meneteskan obat antiseptik.
Levi menangis tidak tahan perih. Rayya yang takut melihat luka Levi pun jadi ikut menangis. Darren tambah panik dengan dua anak yang menangis.
"Cup cup cup sayang,,, sini sama mbak." Ratna menghampiri Rayya dan memeluknya setelah selesai membalut luka Levi.
Pelukan itu menenangkan Rayya. Levi juga sudah tidak menangis lagi.
"Benarkah anak anakku butuh sosok ibu??" batinnya.
"Tapi tidak sayang,,, aku tak ingin mengkhianati cintaku padamu lagi,,, Tidak Chaira,,, aku tidak ingin ada sosok pengganti dirimu lagi." batinnya berkata kata lagi.
"Cantik siapa namanya??" tanya Ratna pada Rayya yang sudah tenang.
"Ayya,,," sahutnya riang.
"Kalau itu kakak Ayya,,, namanya kak Levi." lanjutnya sembari menunjuk pada Levi yang tampak meniup niup perbannya.
Levi tengah berpikir dengan begitu lukanya tak akan terlalu perih.
"Wahh nama yang bagus,,, Ayya sama Levi sudah tau kan kalau lari lari itu bisa buat kalian jatuh?? Kalau jatuh jadi luka. Jadi,,, jangan diulangi lagi ya sayang" kata Ratna dengan sabarnya.
"Iya mbak,,," sahut keduanya bersamaan.
Darren mulai bisa menguasai dirinya dan memperhatikan penjual sayur yang tampak keibuan itu. Wanita itu mampu menenangkan kedua anaknya dan memberi mereka nasehat juga.
Wanita itu bahkan mengantarkan Levi dan Rayya masuk ke rumah. Sejurus kemudian wanita itu pun keluar lagi.
"Terima kasih anda sudah begitu sigap menolong saya. Saya panik sekali tadi. Tapi saya minta maaf karena anda jadi lama disini" tukas Darren dengan formal.
Ratna hanya tersenyum simpul.
__ADS_1
"Tidak apa apa pak,,, oh ya,, apa bapak jadi berbelanja??" tanyanya kemudian.
"Oh ya,,, saya mau beli bahan bahan ini." ucap Darren sembari menyerahkan sebuah catatan berisi resep masakan.
Ratna kembali tersenyum menerima catatan itu.
"Kamu berubah sekali Dare,,, sekarang kamu bahkan memasak juga. Kasihan kamu,,, kamu tentu sangat kerepotan mengurus anak anakmu sepeninggal istrimu." batin Ratna.
Darren memperhatikan Ratna yang masih sibuk mengambilkan bahan bahan yang diperlukannya.
"Sepertinya aku tak asing dengan wanita ini,, tapi aku lupa pernah bertemu di mana dan kapan." batinnya.
"Ini pak,,, sudah semuanya lengkap." tukas Ratna mengejutkan Darren yang masih berpikir keras mengingat siapa penjual sayur itu.
"Oh ya,,, berapa semuanya??" tanya Darren kemudian.
"Seratus dua puluh ribu semuanya,," ucap Ratna yang kali ini tidak curang.
"Ini,,," Darren mengulurkan dua lembaran seratus ribu.
Ratna menerimanya dan hendak mengambilkan kembaliannya.
"Tidak usah,,, kembaliannya untuk anda saja. Oh ya,,, saya ingin bertanya,,, apa anda berminat menjadi baby sitter untuk kedua anak saya??" tanya Darren membuat Ratna terkejut.
"Baby sitter pak??" tanyanya.
"Ya,, saya hanya sendirian mengurus anak anak,,, dan saya harus kembali bekerja. Jika anda mau,,, anda bisa bekerja mulai besok,,, cukup saat jam kerja saya saja. Tidak perlu tinggal disini." jelas Darren.
Ratna tampak berpikir sebelum menerimanya. Dirinya memang tengah butuh lebih banyak uang untuk biaya hidupnya sehari hari.
"Baik pak,,, saya bersedia." ucapnya kemudian.
"Bagus,,, kalau begitu saya tunggu kedatangan anda besok jam tujuh pagi." ucap Darren.
"Baik pak,,," sahut Ratna.
"Oh ya siapa nama anda?? Saya D,,,"
"Darren Narendra,,, aku tau namamu" potong Ratna cepat.
Darren tertegun mendengarnya.
Siapa wanita yang tau nama lengkapnya ini,,,,??
\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih💞
__ADS_1