BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
kehidupan baru


__ADS_3

Chaira bangun pagi itu dengan senyuman. Dia merasa jauh lebih baik dengan merelakan semua yang terjadi. Dalam hatinya dia sudah memaafkan Darren.


Bagaimana pun juga dia tak mau bayinya tumbuh diiringi dengan kebencian atau dendam terhadap ayahnya.


Malam itu sementara dia tidur di butiknya saja. Kebetulan saat membangun butik itu Chaira memang menyiapkan sebuah kamar yang awalnya lebih ditujukan untuk kepentingan ibadah para pegawainya.


Namun dia juga menyiapkan sebuah ranjang disana hanya untuk berjaga jika ada pegawainya yang tiba tiba sakit atau perlu istirahat sejenak.


Dia tak menyangka nyatanya kamar itu malah digunakannya sendiri.


Dia menuju ke bagian depan butik dan mengambil beberapa baju rancangannya untuk dipakainya sendiri. Dia tak sempat membawa baju apa pun saat terakhir keluar dari rumah Darren.


"Aku ambil saja beberapa baju ini. Sementara cukup untukku sekedar berganti baju saja" batinnya seraya memilih beberapa.


Setelah cukup mendapatkan yang dia butuhkan dia segera kembali ke kamar dan menata baju itu ke dalam lemari. Dia bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Selesai berbenah diri dia membuka butiknya lebih awal.


"Bismillah,,, semoga hari ini jauh lebih baik dari hari hari kemarin. Ku buka lembaran baru hidupku. Semoga berkah. Semoga tuhan memberikan limpahan rejeki yang datang dari berbagai penjuru arah untuk kami" ucapnya sembari membalik tanda open di pintu lalu memutar kuncinya.


"Semoga kamu kuat ya nak. Menemani bunda menjalani hari hari kita." ucapnya mengelus perutnya.


Beberapa pegawainya yang mulai berdatangan sempat merasa heran bahkan mengira dirinya sudah terlambat saat melihat tulisan open di pintunya.


Namun Chaira dengan penuh senyuman menjelaskan pada mereka bahwa dialah yang sengaja membuka butik lebih pagi.


"Kalian tidak perlu datang lebih pagi untuk selanjutnya. Tetaplah mengikuti jam kerja kalian seperti biasa. Saya hanya meminta kerjasama kalian dan membiasakan diri kalian bekerja langsung bersama saya karena saya akan setiap hari ada disini mulai hari ini dan akan turun tangan sendiri untuk mengurus segala sesuatu disini" ucap Chaira saat semua pegawainya sudah berkumpul termasuk Rosa.


"Baik kak,,, kami akan dengan senang hati membantu kakak disini" ucap Rosa mewakili semua pegawai yang sama sekali tak berkeberatan.


"Ayo teman teman kita kencangkan sabuk kita,,, perlebar senyum kita agar lebih banyak pelanggan yang berbelanja" lanjutnya menyemangati


"Semangattttttt!!!!" seru para pegawai


Chaira tersenyum melihat semua pegawainya begitu bersemangat membantu dirinya.


Senyumnya mengembang melihat mulai ada tamu berdatangan. Dia memutuskan untuk ikut melayani langsung tamunya. Hal itu membuat beberapa tamu merasa senang dan terhormat karena sang perancang busana sendiri yang melayani mereka.


"Terima kasih telah berbelanja di butik kami" suara kasir terus terdengar


"Terima kasih ya Rabb,,,, atas segala nikmatmu" ucap Chaira.


Chaira pergi ke bagian kasir agar mendata semua baju yang diambilnya tadi. Bagaimana pun juga dia tak ingin main ambil dan pakai semaunya sendiri. Semua harus ada datanya.


Jam makan siang,,,


" Apa kakak tak ingin membeli rumah baru saja didekat sini?" tanya Rosa


"Untuk sementara biar kakak tinggal disini dulu Ros" Ucap Chaira


" Tapi apa kamar itu tak terlalu sempit untukmu kak?" tanya Rosa

__ADS_1


"Tidak Ros,,, kamar itu cukup untukku. Lagipula kan hanya untuk sementara saja. Aku harus banyak berhemat dulu karena kebutuhanku akan bertambah banyak seiring dengan pertumbuhan anak ini" jawab Chaira sembari mengelus perutnya


"Berhemat kak? Bukannya mas Darren menyanggupi untuk mencukupi semua kebutuhanmu?" Tanya Rosa heran


Chaira menggelengkan kepalanya.


"Tidak Ros,,, aku berniat tak memakai uang darinya. Aku tak menolak tapi aku tak ingin memakainya. Aku ingin dia tau bahwa aku tidak bisa menggunakan uang yang suamiku berikan dengan niat hanya untuk sekedar memberiku uang" kata Chaira


Rosa menatapnya.


"Aku hanya akan menggunakan uang yang diberikan suamiku dengan hati tulus ikhlas dan karena sadar bahwa aku sebagai istri memang berhak mendapatkannya." lanjutnya


"Aku tidak bisa menggunakannya jika dia memberikannya dalam keadaan terpaksa dan penuh kemarahan begini" ucapnya lagi sembari tersenyum.


Rosa mengangguk angguk tanda dia memahami semua ucapan Chaira.


"Aku bangga memiliki kakak sepertimu kak" ucapnya


"Terima kasih Ros,,, untuk semua yang sudah kamu lakukan untukku." ucap Chaira


"Eh ayo kita makan,,, pesanan kita sudah datang" ucap Rosa saat mendapat notifikasi di ponselnya bahwa pengantar makanan yang dipesannya online telah sampai.


Mereka segera menyantap makanan mereka dan kembali bekerja saat jam istrihat telah berakhir. Hari itu mereka sangat sibuk melayani semua pelanggan yang banyak berdatangan.


Tidak seperti hari hari biasa,,, Hari itu tamu yang datang jauh lebih banyak.


" Rejeki si dedek mungkin ya kak" Kata Rosa saat melihat tumpukan nota penjualan begitu banyak


Begitulah Chaira menjalani kehidupan barunya. Sibuk mengelola bisnisnya. Semakin bersemangat merancang busana dan menciptakan model model baru. Pelanggannya semakin bertambah dan butiknya makin ramai.


Sebulan pertama dia berhasil mengumpulkan cukup banyak pundi pundi uang. Dia tak ingin menggunakan semuanya. Dia segera menyisihkan dan mengatur keuangannya.


Chaira memang jago mengatur uang sejak dulu. Almarhumah umi banyak mengajarkan dirinya untuk pandai berhemat. Dan dengan latar belakang kehidupan mereka dulu juga membjat Chaira terbiasa berhemat.


Dia membuka tabungan untuk memperbesar dana cadangan butik, kebutuhan sehari harinya dan membuka tabungan baru khusus untuk persiapan kebutuhan anaknya kelak.


Begitu juga dengan bulan bulan berikutnya. Keuntungan makin besar dan tabungannya semakin bertambah.


Chaira juga sudah membeli sebuah rumah mungil yang jauh dari butiknya. Dia tinggal disana sejak 3 bulan terakhir.


"Wahh bayinya sehat sekali bu" ucap dokter saat dia memeriksakan kandungannya yang sudah memasuki usia 7 bulan.


"Apa jenis kelaminnya sudah terlihat dok?" tanya Chaira


Terakhir dia memeriksakan kandungannya tidak berhasil melihat jenis kelaminnya karena posisi bayi yang sepertinya malu malu menunjukkanya.


"Sudah bu,,, Jenis kelaminnya laki laki" kata dokter sembari mengarahkan kursor ke arah letak kelamin bayinya di layar USG.


"Wahhh jagoan tante" seru Rosa yang menemani Chaira


"Alhamdulillah" lirih Chaira

__ADS_1


"Tetap dijaga kondisinya ya bu. Asupan bayi juga harus tetap dijaga agar ibu dan bayi tetap sehat." pesan dokter


"baik dok. Terima kasih" ucap Chaira


Mereka segera meninggalkan ruangan dokter. Berjalan menyusuri koridor di sepanjang rumah sakit.


"Ros tunggu!!!!" Chaira tiba tiba menarik lengan Rosa dan membawanya ke balik dinding.


"Ada apa kak?" Rosa yang terkejut tak mengerti


"Itu" Chaira menunjuk ke satu arah dan Rosa segera melihat.


"Mas Darren kak,, Dia seperti sedang tergesa gesa dan panik. Siapa yang sakit? Itu siapa bersamanya kak?" Tanya Rosa saat melihat wanita yang bersama Darren.


Mereka tampak sedang ikut berjalan cepat mengikuti dokter dan suster yang mendorong ranjang pasien.


Chaira menarik napas dalam.


"Wanita itu Febby,,, dan yang terbaring di ranjang itu Mike" lirih Chaira


"Oohhh. Apa kakak ingin menemui mereka?" tanya Rosa


"Tidak Ros,,, tidak sekarang" Chaira menggeleng dan memegang perutnya.


"Baik kak" Rosa menurut


"Kita doakan saja Mike tidak apa apa dan bisa segera sembuh" Ucap Chaira.


Rosa mengangguk. Mereka segera berjalan meninggalkan rumah sakit seiring dengan semakin menjauhnya Darren dan Febby.


"Kamu memang ayah yang baik Dare,,," batin Chaira yang melihat betapa paniknya Darren tadi.


Dia terlihat sangat takut kehilangan Mike. Putra yang sepengetahuan Darren dan Chaira adalah darah daging Darren. Hingga saat ini Febby masih menyimpan rapat rahasia tentang siapa Mike.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hingga,,,,


Brakkkkkk,,,,


Pintu kamar rawat inap Mike terbuka,,, Seseorang datang dengan wajah panik dan tatapan penuh kesedihan melihat sosok kecil yang tergolek lemah penuh peralatan medis terpasang di tubuhnya.


Pria itu bahkan terlihat menangis.


"Mike" lirihnya setengah meratapi


Darren terkejut melihat siapa yang datang.


"Angga???"


Jangan lupa vote, like dan komen yaaaaa

__ADS_1


Terima kasih 😍


__ADS_2