BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S ( LEVI & RAYYA ) Part 3


__ADS_3

Selamat membaca ya,,,πŸ€“


Semoga suka 🌺


Mohon maaf kalau ada kesalahan typo πŸŒΊπŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Darren tengah sibuk di dapur dengan omeletnya saat Rayya sudah menghampirinya dengan membawa boneka dan sapu tangan kesayangannya.


"Ayah,,, abi mana??" tanya Rayya mengejutkan Darren hingga telurnya jatuh ke lantai.


"Eh Rayya sudah bangun,,, kak Levi mana sayang??" tanya Darren balik tanpa menjawab pertanyaan Rayya.


Dia berharap anak kecil itu bisa lupa dan tak bertanya lagi.


"Kak Levi macih bobo,,, ayah buat apa??" tanya Rayya lagi.


Darren senang karena Rayya tak lagi menanyakan abinya.


"Ayah lagi buat omelet nih buat Rayya sama kak Levi,,, Rayya suka omelet gak??" tanya Darren sembari berjongkok di depan Rayya.


Disekanya bekas liur di pipi Rayya sembari tersenyum.


"Cuka cekali ayah,,, abi cuka buatin Ayya olet,,, enak cekali kalau abi yang buat." kata Rayya.


"Ayah juga pinter buat olet,,," kata Darren menirukan bahasa Rayya yang belum bisa menyebut omelet.


"Rayya mau cobain gak olet buatan ayah??" tanya Darren lagi.


Rayya mengangguk dan langsung minta agar Darren mendudukkannya di meja dapur. Awalnya Darren heran kenapa Rayya meminta didudukkan disana.


"Kalau abi lagi macak,,, Ayya cuka duduk liatin abi macak." kata Rayya.


Darren mengerti. Rayya hanya ingin Darren berbuat seperti yang sering dilakukan Ray bersama Rayya semasa hidupnya.


"Nanti kalau Ayya cudah besal,,, Ayya juga mau buatin olet,,, buat ayah,,, buat kak Levi,,, buat bunda juga buat abi,,, Kak Puti cuka olet juga gak ayah??" tanya Rayya dengan gaya ceriwisnya.


"Suka dooong,,, apalagi kalau adik Rayya yang buatin,,," Jawab Darren seceria mungkin walau hatinya menangis.


Sesekali diusapnya airmata yang masih saja tidak ada habisnya dan entah datang dari mana. Darren tidak ingin Rayya melihatnya menangis. Bagaimana pun juga,,, Darren harus kuat demi Levi dan Rayya.


Keceriaan Rayya dan sifat ceriwisnya menemani Darren di dapur membuat Darren kembali bersemangat dan terus berusaha membuatkan omelet yang terbaik dan terenak.


Sudah hampir dua puluh butir telur dihabiskannya untyk membuat omelet yang sedari tadi gagal dan gagal lagi. Darren tidak menyerah,,,


"Taraaaa,,,, omeletnya sudah jadi nih Rayya,, kita bangunkan kak Levi yuk,,," kata Darren.

__ADS_1


Rayya segera mengangguk dan membuka lebar kedua tangannya seolah meminta agar Darren menggendongnya. Darren pun melakukannya. Digendomgnya Rayya menuju kamar Levi.


"Kak Leviiiii anguuun,,,, ayah buatin kita olet lho,,, enak deh oletnya,,, ayoo aanguunn kaaakk,,,," Rayya terus mengguncang guncangkan tubuh Levi.


Levi menggeliat dan mengerjap ngerjapkan matanya. Sinar matahari yang mulai masuk ke kamar itu membuatnya silau.


"Ayooo kak,,, Ayya cudah lapal nih,,, cepaaat kak,,," Rayya mengomel karena Levi masih belum juga bangun.


"Iyaa,,, iya kakak bangun. Rayya bawel deh,,," sungut Levi.


Darren yang melihatnya hanya geleng geleng kepala.


"Levi,,, kan Rayya berniat baik mengajak Levi makan bersama,,, Rayya sudah menahan laparnya loh demi bisa makan bareng sama Levi,,, Levi gak boleh bilang kalau Rayya bawel. Ayo,,, Levi minta maaf dulu sama Rayya,,,," tukas Darren.


"Iya ayah,,," sahut Levi.


"Maafin kak Levi ya Rayya,,,, kak Levi sayang sama Rayya" kata Levi sembari memeluk tubuh kecil Rayya.


"Ayya uga cayang kak Levi,,," sahut Rayya mencium pipi Levi.


Darren menghapus airmata bahagianya melihat kedua anaknya begitu saling menyayangi satu sama lain meski mereka berbeda ayah. Meski mereka belum paham bagaimana silsilahnya.


"Semoga selamanya kalian saling menyayangi seperti ini,,, agar Chaira dan Ray tenang di sana,,, agar mereka juga tak kecewa padaku,,," batin Darren.


Ketiganya pun kemudian menyantap omelet istimewa buatan Darren. Walau Darren merasa omelet itu sedikit keasinan,,,, tapi melihat kedua anaknya sangat lahap dia pun berniat ingin bisa lebih pandai memasak.


"Selamat pagi anak ganteng,,, anak cantik,,, apa kabaaarr??" seru Dion yang tiba tiba saja sudah di sana.


"Haloooo om Dion,,," sapa Levi yang sudah sempat mengenal Dion.


Rayya yang belum mengenalnya pun hanya diam dan melanjutkan makannya.


"Yang cantik ini siapa ya,,, pasti Rayya ya,,, kenalan dulu dong,,, ini namanya om Dion,,, sahabat ayah,," kata Dion memperkenalkan dirinya pada Rayya.


"Alo om Ion,,, namaku Ayya,,," sahutnya.


"Lagi pada makan apa nih kalian,,,??" tanya Dion.


"Olet buatan ayah" jawab Rayya sembari menunjuk Darren.


Dion memicingkan matanya pada Darren yang langsung membulatkan matanya. Dion yang tau seperti apa Darren tentu saja tidak langsung percaya bahwa sahabatnya itu tiba tiba bisa membuat omelet.


Dan Darren memaksanya untuk percaya dengan cara membulatkan matanya.


"Boleh om cicipin gak??" tanya Dion yang benar benar tidak percaya itu.


"Nih om,,, enak deh,,," kata Levi.

__ADS_1


Dion menyendok sedikit saja omelet itu. Dan hendak dimuntahkannya saat Levi langsung menanyakan komentarnya untuk omelet buatan ayahnya itu.


"Enak kan om???" tanya Levi.


Dion yang hampir memuntahkan omelet itu pun langsung menelannya dan buru buru mengambil air putih untuk diminumnya. Tanpa bersuara,,, Dion hanya mengangkat jempolnya ke arah Levi.


Darren pun dibuat kesal oleh ulah sahabatnya itu.


"Lidah anak lu gak salah tuh bro,,, tuh omelet asin bangettt" bisik Dion padanya.


"Diem lu,,, itu juga gue udah habis dua puluh butir baru bisa ada yang jadi,,," sungut Darren.


Dion tertawa tertahan.


Darren menginjak kakinya dan mengajaknya duduk di sofa yang berada di dekat meja makan agar tetap bisa tetap mengawasi kedua anaknya.


"Lu yakin bisa merawat keduanya bro??" tanya Dion.


"Harus bisa,,," jawab Darren singkat.


"Lu gak mau kawin lagi??" tanya Dion lagi.


Darren menggeleng.


"Ya gue tau lu tuh cinta mati ma mendiang Chaira,,, tapi lu gak boleh egois gitu dong bro,,, lu mungkin bisa baik baik saja tanpa adanya istri,,, tapi mereka???" tanya Dion lagi sambil menunjuk keduanya yang masih lahap makan.


"Mereka baik baik saja,,, Mereka sudah cukup mendapat perhatian dari bundanya,,, dan mereka tidak butuh sosok bunda lain lagi,,," kata Darren.


"Yah,,, lu pikir baik baik dulu lah bro,,, sekarang lu merada bisa karena lu kan belum balik kerja,, nah kalau lu balik kerja?? Mereka sama siapa??" Dion kembali mencoba sahabatnya itu memikirkan ulang keputusannya.


"Gue sudah bilang kan,,, gue bisa mengurus semuanya!!" sengit Darren.


"Setidaknya lu cari lah pembantu atau baby sitter buat mereka,, biar lu tenang saat meninggalkan mereka. Gue sih cuma saran aja ma lu bro,, lu trima syukur,, kalau ku gak terima ya gue gak masalah,,," tukas Dion.


"Gue juga sayang ma anak anak itu bro,,, bagaimana pun juga gue masih merasa bersalah karena secara tidak langsung gue andil dalam kehancuran rumah tangga lu" lirih Dion penuh penyesalan.


"Gue cuma berharap,,, almarhumah Chaira bisa memaafkan gue,,," lirihnya lagi.


Darren menepuk bahu sahabatnya itu.


"Bidadariku itu tentu sudah sedari dulu memaafkan lu,,, gue yang sebrengsek ini saja dia maafkan." tukas Darren juga penuh penyesalan.


Dion mengangguk.


"Gue akan pertimbangkan ide lu untuk cari baby sitter." ucap Darren lagi.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌺


__ADS_2