BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 94


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Jadi inilah putra sulung saya,,, Pahlevi,, Mungkin di antara kalian yang bekerja di kantor cabang sudah ada yang mengenalnya. Iya inilah putra kebanggaan saya yang dengan rendah hati mau membantu perusahaan saya di bagian adminnya." kata Darren penuh bangga.


"Karenanya,, di kesempatan bahagia ini saya ingin mengucapkan banyak terima kasih saya untuk dedikasinya selama ini sekaligus mengumumkan bahwa mulai hari ini putra saya ini resmi saya angkat menjadi direktur utama perusahaan tempatnya bekerja selama ini." lanjut Darren.


Suara tepuk tangan terdengar riuh menyambut direktur baru yang membuat beberapa karyawan kini gemetaran.


"Terima kasih ayah,, Terima kasih atas kepercayaan ayah. Levi akan berusaha semaksimal mungkin mengemban tugas ini." ucap Levi dengan hormat dan tulus berjanji pada Darren dan dirinya sendiri.


Darren menepuk bahunya dan mengangguk.


"Jadi mulai besok putra saya akan langsung mulai melaksanakan tugasnya sebagai direktur utama. Jika selama ini untuk perusahaan cabang langsung di bawah kepemimpinan saya,,,Maka mulai besok seluruh anak cabang akan berada di bawah naungan putra saya. Saya hanya akan mengurus kantor pusat saja." terang Darren lagi.


"Apa ada pertanyaan?? Dewan direksi mungkin,,?? Kepala cabang?? Para karyawan??" tanya Darren.


Semua saling berpandangan untuk beberapa saat hingga ada salah satu dewan direksi yang mewakili semuanya angkat bicara.


"Untuk malam ini kami sama sekali belum punya pertanyaan apa apa pak Darren. Apalagi ini juga acaranya bersifat non formal jadi kami pikir akan sangat tidak bijaksana jika kami merusak malam ini dengan pertanyaan pertanyaan seputar pekerjaan. Malam ini biar menjadi malam bahagia untuk keluarga pak Darren. Kami sudah cukup berterima kasih karena telah diundang dan berkesempatan mengucapkan selamat secara langsung menantu dan putra pak Darren atas kehamilannya." ucap dewan direksi itu.


"Baik saya mengerti,,, Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas permaklumannya." ucap Darren senang.


"Baiklah kalau begitu,,, Silahkan menikmati hidangan yang sudah disiapkan. Jangan lupa membawa beberapa makanan yang sudah disediakan untuk keluarga yang tidak bisa ikut hadir."ucap Darren menutup sambutannya sembari menunjuk ke sebuah meja di dekat pintu keluar yang sudah dipenuhi dengan kotak kotak berisi makanan.


Para undangan serentak menoleh ke arah yang ditunjuk Darren dan dalam hati mereka memuji kebiasaan baik yang selalu Darren lakukan ini.


Setiap ada acara undangan seperti ini,,, Darren selalu tak lupa menyiapkan makanan ekstra untuk di bawa pulang agar keluarga dari karyawannya yang tak bisa ikut hadir juga turut merasakan kebahagiaan yang ditebarkannya.

__ADS_1


Darren dan Levi turun dari tempatnya memberi sambutan lalu menyalami para dewan direksi yang sudah tidak sabar ingin mengucapkan selamat pada Levi atas pengangkatan dirinya sebagai direktur utama.


"Terima kasih,,, Saya mohon kerjasamanya ya." ucap Levi pada siapa pun yang menyalaminya.


🌸🌸


"Pppaakk,,,Mmm,,,Mmaafkan ka,,,kami." seseorang takut takut mendekati Levi yang tengah duduk bersama Tiara dan menikmati beberapa hidangan penutup.


Levi dan Tiara tidak sedang bersama Darren karena Darren masih berbicara dengan beberapa dewan direksi di meja lain. Bu Mila dan Pak Herman juga duduk bersama keluarga Tiara yang juga diundang.


Levi menoleh pada orang yang mendekatinya dan segera mengenali siapa yang bicara itu. Dia adalah salah satu yang sedari tadi bergunjing tentang keluarganya. Rupanya dia mewakili beberapa temannya yang berdiri tak jauh dari mereka dengan perasaan was was.


Tiara turut memandang orang itu dengan penuh keheranan.


"Minta maaf untuk apa?" tanya Levi sambil tersenyum.


"Mulut kami sudah terlalu kelewatan bicara pak. Jadi kami ingin minta maaf. Kami sungguh tidak tau siapa pak Levi. Kami sangat menyesal pak." ucapnya sambil menundukkan wajahnya.


"Boleh aku minta tolong padamu??" tanya Levi membuat orang itu spontan mendongakkan kepalanya.


"Boleh ajak temanmu yang berdiri menunggumu di sana untuk ikut berkumpul bersamaku di meja ini." pinta Levi masih dengan senyumnya.


Orang itu tampak ragu ragu dengan pendengarannya sendiri.


"Duduk bersama bapak di meja ini??" tanyanya ulang.


"Iya,,, Duduk bersama aku dan istriku. Ini masih cukup kan kursinya untuk kalian semua duduk?? Untuk apa berdiri takut takut di sana??" ucap Levi sembari menoleh ke arah kumpulan karyawan yang masih harap harap cemas.


"Bbb,,, Baik pak." orang itu makin gugup lalu dengan tergesa melangkah menuju ke kumpulan karyawan yang menunggunya.


Tampak dia memberitahukan apa yang diperintahkan Levi tadi. Meski semua tampak ragu tapi karena tak mau dianggap menentang perintah bos barunya mereka pun satu persatu mendekat dan memberanikan diri duduk di meja yang sama dengan bosnya.


Semua tak berani mengangkat wajahnya. Terutama yang tadi terang terangan menghina Levi.Wajahnya sampai tak terlihat sama sekali saking dalamnya dia menunduk.

__ADS_1


"Apa semua sudah makan?" tanya Levi begitu semua sudah duduk.


Pelan namun pasti semua menggeleng.


"Kenapa tidak makan? Apa makanannya tidak enak? Kalian mau aku pesankan makanan yang lain??" tanya Levi.


"Bb,,,Bu,,,bukan begitu pak." sahut si juru bicara lagi lagi mewakili.


"Lalu apa?" tanya Levi tak mengerti.


Tiara juga bingung dengan sikap para karyawan yang ketakutan itu.


"Kami merasa tidak pantas pak. Kami tidak enak pada bapak. Kami ini kurang ajar." sahut si juru bicara.


"Apa karena orang yang kalian bicarakan sedari tadi adalah atasan kalian makanya kalian menyesal sampai merasa diri kalian tidak pantas untuk menikmati segala yang sudah disiapkan di sini??" tanya Levi.


"Seandainya aku ini bukan putra sulung bos besar kalian,,, Seandainya aku ini tetaplah seorang admin,,, Apa kalian akan merasakan penyesalan seperti ini juga??" tanya Levi lagi.


"Akankah kalian meminta maaf pada di pegawai admin??" pertanyaan menyudutkan itu makin membuat semuanya tak berani memandang Levi.


Karena apa pun pertanyaan Levi itu,,, Sejujurnya dalam hati mereka jawaban yang terpikir adalah tidak. Mereka tentunya tidak akan menyesal atau pun meminta maaf seandainya Levi bukan atasannya. Tidak perlu takut takut begini.


"Kenapa tidak ada yang jawab? Apa tidak ada satu pun dari kalian yang akan merasa bersalah sudah bersikap begitu pada seorang pegawai admin??" tanya Levi lagi.


"Pak maafkan kami semua,,,Sungguh kami minta maaf pak. Kami siap menerima sanksi dan konsekuensi apa pun yang akan bapak berikan pada kami." si juru bicara kembali angkat bicara.


"Apa hanya kamu yang bisa bicara di sini?? Bukannya tadi kalian saling sahut menyahut membicarakan keluargaku?? Kemana suara kalian semua??" tanya Levi pada semua.


"Maaf pak,,, Maafkan saya,,"


Beberapa suara akhirnya terdengar satu persatu sambil takut takut mengangkat wajahnya.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌸


__ADS_2