BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 105


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


"Muka lo kenapa kusut gitu Bim?" tanya Levi sore itu di teras rumahnya saat Bimo mengunjunginya.


"Cewek gila itu,,," sungut Bimo.


"Karin lagi? Emang bener lo gak demen ma dia? Lumayan kan,,, Karin cantik kan?" tanya Levi.


Bimo melotot pada Levi karena pertanyaan itu.


"Bisa bisanya lo tanya gitu padahal gue cinta mati ma adik lo." umpat Bimo dalam hati.


Bimo tak tahan sebenarnya ingin mengatakan pada Levi yang sejujurnya tentang dia dan Rayya tapi mengingat permintaan Rayya untuk tidak memberitahukan pada siapa siapa dulu,,,Akhirnya Bimo menahan keinginannya.


"Ra,,, Lo gebuk deh mending laki lo ini. Bisa bisanya bilang cewek lain cantik." sungut Bimo akhirnya saat Tiara datang menghampiri mereka dengan menggendong Birru.


"Siapa emangnya yang dibilang cantik?" tanya Tiara dengan sabar sambil menyerahkan Birru pada Levi.


"Karin si cewek baru itu,,," sungut Bimo.


"Tolong gendong Birru dulu ya sayang. Aku mau mandi dulu."Tiara tak mengindahkan jawaban Bimo.


"Di kampus kita itu Ra,,," kata Bimo lagi.


"Iya sayang, Kamu mandi aja dulu. Nanti gantian." Levi ganti tak mengindahkan Bimo.


"Iya sayang." jawab Tiara mengelus bahu Levi.


"Lo gak cemburu Ra??" Bimo mulai tak sabar.


"Kenapa harus cemburu kalau cuma bilang siapa itu,,,Karin,,,Cantik. Kan wajar yang namanya cewek ya cantik. Kalau ganteng ya cowok." sahut Tiara enteng.


Bimo manyun tak dapat pendukung. Dibiarkannya Tiara berlalu tanpa menjawab lagi. Levi hanya cekikikan melihat wajah manyun Bimo itu. Yang tertawakan pun jadi makin manyun menyadari dirinya jadi bahan tertawaan.


"Sialan lo!! Gue lagi badmood lo malah ketawain." sungutnya.


"Lagian lo tuh ya,,, Lama lama gue jadi kuatir deh sama lo." kata Levi.


"Kenapa??" tanya Bimo.

__ADS_1


"Lo normal kan??" tanya Levi.


"Setan lo ya. Bisa bisanya meragukan kejantanan gue!!!" Bimo makin kesal dan manyun.


"Hahaha,,, Habisnya lo gak pernah punya cewek deh seingat gue. Tuh di kampus banyak yang demen ma lo tapi lo selalu menghindar. Lo auto demam ngamuk ngamuk kalau dideketin cewek apalagi tuh cewek mulai bilang kalau dia suka ma lo. Giliran temenan biasa aja lo mau." kata Levi menjelaskan alasannya bertanya tadi.


"Ya karena gue gak nemu yang pas di hati gue aja. Bukan berarti gue gak normal juga kali." jawab Bimo.


"Jadi sampai sekarang lo belum nemu juga harta karun lo??" ledek Levi.


"Harta karun sih lewat. Surga yang gue dapatin."Bimo tersenyum membayangkan Rayya.


Levi memandanginya dengan mata memicing.


"Eh,,,"Bimo menutup mulutnya menyadari dia mulai keceplosan.


"Surga??" tanya Levi mengulang kata itu.


Bimo gelagapan dengan pandangan mata curiga Levi itu. Dia tau Levi merasakan keanehan sikapnya. Namun dasar Bimo yang suka bercanda,akhirnya ada saja kalimat yang buat Levi tak lagi curiga.


"Iya surga. Lah elo sih pakai kata harta karun segala. Gue kan lagi bahas pilihan hati gue. Lo aja yang gak serius bawa bawa kata harta karun segala." sungut Bimo dengan ekspresi yang dibuat buat.


"Iya juga yak,,," Levi tertawa.


"Ya udah kalau lo gak demen lo kasih lah Karin pengertian baik baik biar dia ngerti." kata Levi.


"Cewek gila itu mana bisa ngerti. Bahasa planet mana yang kudu gue pakai biar dia paham???" ketus Bimo ingat perlakuan Karin tadi.


"Cara satu satunya emang cuma lihatin sama dia kalau lo udah punya gebetan. Tapi kan masalahnya lo belum punya hahahha,," lagi lagi Levi tertawa.


"Kalau gue punya juga gue gak bakal tunjukin sama Karin. Si gila itu bisa aja celakai gebetan gue. Nekad gitu orangnya." gerutu Bimo.


"Ya udahlah lo jangan emosi terus nanti lo cepat tua. Belum juga ngerasain enaknya malam sama istri masak udah peyot duluan." Levi bangkit menuju Tiara yang melambaikan tangan padanya.


"Sialan lo. Sejak kawin otak lo mesum mulu isinya." gerutu Bimo.


"Namanya aja enak. Lo juga bakal ketagihan." seru Levi.


"Awww sakit sayang." selanjutnya dia mengaduh karena Tiara mencubitnya gemas.


"Syukurin lo dicubit bini. Emang enak???" ledek Bimo.


🌸🌸🌸


Rayya tersenyum membaca balasan pesan Bimo yang baru dibacanya begitu dirinya tiba di Paris.

__ADS_1


"Iya bang. Ayya akan ingat pesan abang. Ini Ayya sudah sampai Paris dengan selamat bang. Alhamdulillah."tulis Rayya.


"Video call yuk Ay." ajak Bimo.


"Gak usah bang. Chating saja." tolak Rayya.


"Kenapa emangnya?" tanya Bimo.


Hanya emoji senyum yang Rayya berikan untuk pertanyaan itu.


"Oh abang paham. Biar makin gereget kan kangennya??" tulis Bimo lagi dengan emoji hati dan peluk.


"Itu abang tau." tulis Rayya tersipu malu sendiri.


"Ay,,Abang mau jujur boleh?" tanya Bimo kemudian.


"Boleh dong. Malah harus jujur kan." jawab Rayya.


"Di kampus ada cewek gila yang kejar kejar abang terus. Sebenarnya sih sudah hampir tiga bulan ini dia kayak gitu." ketik Bimo.


"Terus?? Apa reaksi abang?" Rayya mengetiknya dengan jemari bergetar.


"Ya abang berusaha kasih pengertian dan tolak dia lah Ay. Kan abang sudah pilih Ayya. Abang juga sudah janji akan jaga hati dan semuanya untuk Ayya juga." disertai emoji hati lagi.


"Dia bisa mengerti?" tanya Rayya.


"Belum sih. Tapi abang janji abang gak akan terpengaruh sama dia." jawab Bimo.


"Ayya kan jauh dari abang,,," tulis Rayya.


"Justru karena Ayya jauh itu buat abang makin mengerti apa arti dan makna dari sebuah janji. Janji itu hutang dan abang wajib bayar. Ayya percaya kan sama abang?" tanya Bimo.


"Ayya bukan gak percaya. Tapi kan Ayya jauh. Apa abang yakin abang lebih memilih menjalin hubungan dengan yang jauh begini ketimbang mengiyakan yang dekat sama abang. Ada saat abang butuhkan. Menemani abang." tulis Rayya lagi lagi dengan hati dan tangan bergetar.


"Abang lebih baik memilih gak ditemani siapa siapa daripada abang harus patahin janji abang ke Ayya. Abang sudah mantap pilih Ayya dan Ayya harus yakin sama cinta abang." lagi lagi emoji hati mengikuti.


"Terima kasih bang atas tekad kuat abang memilih Ayya. Tapi kenapa abang ceritakan semua ini pada Ayya? Abang gak takut Ayya jadi mikir aneh aneh?" tanya Rayya.


"Karena abang sadar kalau LDR itu berat dan hanya mengandalkan komunikasi dan saling percaya saja Ayya. Abang gak mau Ayya tau atau dengar ini dari orang lain. Abang sendiri yang akan jujur dan cerita sama Ayya tentang apa pun yang abang alami di sini. Ayya mau kan gitu juga sama abang? Biar kita selalu saling merasa kita tidak berjauhan dan seakan melihat keseharian kita masing masing." kata Bimo.


"Iya bang,,, Ayya mau."emoji hati dan senyum.


\=\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya 🌸

__ADS_1


__ADS_2